Chapter: Bab 7: Ingin Kembali Menjadi BayiMata Rama bergerak mengikuti arah yang ditunjuk Irma. Ketika sampai di tujuan, Rama langsung menelan ludah.Bagaimana tidak? Sebab pemandangan yang berada tepat di depan matanya terlalu sensasional.Umumnya gadis yang terlahir di daerah pegunungan berudara sejuk, Irma memiliki kulit yang putih bersih dan halus seperti porselen.Wajahnya juga cantik alami, dengan sepasang matanya jernih memancarkan tatapan lugu yang sulit ditemukan pada gadis lain.Namun, yang paling mencuri perhatian dari Irma bukan kecantikannya, melainkan bentuk tubuhnya yang aduhai, terutama bagian dadanya.Bahkan atasan longgar yang ia kenakan, tidak mampu menyamarkan ukuran squishynya yang memang di atas rata-rata.Pada saat yang sama, Rama diam-diam berpikir, ular nakal macam apa yang harus memilih bagian itu untuk digigit?Rama juga punya ular, dan mungkin sama nakalnya. Bedanya ular milik Rama tidak menggigit, kemampuannya hanya sebatas menyemburkan bisa."Kenapa bisa? Apa jangan-jangan ular itu punya kaki?" t
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-27
Chapter: Bab 6: Pilih-Pilih Tempat MenggigitDi zaman ini, praktik perbudakan dan perdagangan manusia masih sangat umum, dan hukum selalu berpihak pada mereka yang punya uang. Bermodal surat jual beli yang sudah terdapat cap sidik jari Rama, ditambah memberi sedikit uang suap pada orang pengadilan, Barata memang bisa memenangkan perkara dengan mudah.Jadi ketika mendengar ancaman Barata, para penduduk desa langsung ketakutan.Mereka tidak tega membiarkan Sarah dibawa oleh Barata, tapi juga tidak berani berurusan dengan pejabat.Bagi rakyat biasa yang hidup di pedesaan seperti mereka, berurusan dengan pejabat sangat rumit, dan ujung-ujungnya mereka juga yang menderita.Melihat penduduk desa tidak bersuara, Barata semakin berani menekan.Dia berteriak, "Rama, sekarang nggak ada yang bisa membela kamu! Jadi cepat serahkan kakak iparmu, dengan begitu aku bisa mempertimbangkan untuk tidak mempermasalahkan penganiayaan hari ini!"Rama menarik sudut bibir sembari berjalan ke depan."Mau membawa kakak iparku, ya? Mimpi saja sana!"Samb
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25
Chapter: Bab 5: Melampaui Batas"Dasar! Sejak kapan kamu jadi pandai menggoda orang?"Sarah mendesis, lalu memberikan cubitan kecil di perut Rama.Namun, ia tetap bertindak sesuai permintaan, dan kini telah berjongkok tepat di hadapan Rama.Tangannya langsung bergerak cekatan membuka apa yang harus dibuka, sementara matanya tidak berkedip, seolah tidak sabar untuk melihat wujud sesungguhnya dari belalai yang tersembunyi di balik celana Rama.Dor, dor, dor!Pintu depan digedor dengan keras.Lalu disusul teriakan cempreng seorang pria. "Sarah sayang, cepat keluar, sambut suami barumu ini!"Hal ini seketika membuyarkan suasana intim yang tengah berlangsung di dalam rumah.Padahal, kain pengikat pinggang Rama telah terbuka, dan celananya sudah melorot. Hanya tinggal menyisakan dalaman saja untuk membuat Rama junior terbebas sepenuhnya."Kak Sarah, siapa yang datang?"Rama jelas merasa frustasi, mengapa gangguan harus datang di waktu yang paling kritis?Bahkan jika itu adalah cara semesta untuk mencegah dirinya dan Sarah
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25
Chapter: Bab 4: Sama-Sama Butuh!"Iya, aku akan berusaha!" Sarah berjanji.Selanjutnya, untuk kali kedua Sarah merasakan hangatnya jemari Rama menyusup ke dalam celah pribadinya.Dua jari Rama yang bergerak di dalam memang untuk mencapit patahan mentimun. Namun, yang dirasakan Sarah adalah sentuhan pemberi kenikmatan.Lalu tak berapa lama kemudian, tubuh Sarah mulai meliuk-liuk tanpa bisa dikendalikan, karena merasakan gelombang kenikmatan yang sama seperti sebelumnya kembali mendekat."Ada apa?"Sarah tersentak ketika jemari Rama di dalam miliknya tiba-tiba berhenti bergerak.Jelas, penghentian tanpa aba-aba itu sangat merusak kebahagiaannya, dan membuat raut wajahnya terlihat tidak terima.Rama menggeleng karena frustasi melihat kakak ipar ini langsung lupa pada janjinya barusan."Kak, sekarang kamu sangat licin, kalau terlalu banyak bergerak, aku nggak bisa mencapitnya!" Rama mengingatkan sambil menatap kakak iparnya itu dengan tegas."Baiklah, kali ini akan aku tahan!"Sarah menurut, tapi wajahnya cemberut, dan s
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25
Chapter: Bab 3: Sensasi Luar BiasaSetelah mendapat persetujuan Sarah, Rama pun memberanikan diri untuk menyentuh area terlarang kakak iparnya itu."Aaahh ...."Saat jari-jari Rama yang besar dan hangat mendarat di bagian pribadinya, Sarah langsung mengeluarkan desahan dan tubuhnya ikut menggeliat seperti cacing kepanasan.Reaksinya terlihat sangat erotis, membuat Rama harus menghela napas dalam-dalam agar pikirannya tetap waras.Sebenarnya mengeluarkan patahan mentimun itu bukan perkara sulit. Rama hanya perlu memasukkan dua jarinya ke dalam, lalu menarik keluar setelah menemukan keberadaannya.Namun, karena kondisi Sarah yang masih kering, ditambah celahnya sangat kecil, Rama jadi kesulitan melakukan hal tersebut.Rama ingat, dulu, tepat di hari pernikahan, kakaknya terpaksa pergi menjadi tentara karena panggilan pemerintah.Tak lama setelahnya, kabar buruk pun datang, kakaknya itu gugur di medan perang.'Punya Kak Sarah sesempit ini, ternyata selama ini dia benar-benar menjaga kesuciannya!'Rama memuji keteguhan hat
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25
Chapter: Bab 2: Pemintaan Kakak IparHah?Rama tercengang, hingga dagunya nyaris jatuh ke lantai.Dengan kepala yang masih tunduk karena malu, Sarah lanjut menjelaskan, "Aku udah berusaha mengeluarkannya, tapi nggak berhasil. Ini benar-benar menyiksa, aku bahkan kesusahan bergerak karena patahan itu mengganjal di dalam."Sarah sangat menderita karena masalah konyol yang dialaminya.Dia bahkan tidak bisa tidur semalaman karena perasaan tidak nyaman di area pribadinya, hingga menyebabkan wajahnya tampak begitu pucat dan kantung matanya turut bengkak di pagi ini."Ja-jadi harus bagaimana?" Rama menggaruk kepala, dia ikut memikirkan masalah Sarah, tapi bingung harus memberi solusi seperti apa.Sarah memejamkan mata sambil meringis serba salah."Kalau kamu nggak bikin aku panik karena datang tiba-tiba, mana mungkin timunnya akan patah!"Selesai berkata, Sarah jadi panik sendiri. Karena kondisi serba tidak nyaman yang tengah ia rasakan, Sarah jadi keceplosan berkata bahwa masalah yang menimpanya adalah salah Rama.Sedangkan R
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25