author-banner
Seaira
Seaira
Author

Novels by Seaira

Hasrat Cinta Tuan Arsitek

Hasrat Cinta Tuan Arsitek

Kabar pernikahan Pramadya Harsa Danudirja menyebar lebih cepat daripada yang ia duga. Bersamaan dengan itu, musuh-musuh lama keluarga Danudirja mulai keluar dari persembunyian mereka. Di tengah ancaman yang mengintai, Kedatangan Sinta sebagai perempuan yang pernah menghilang dari hidup Rama tanpa penjelasan kembali hadir membawa rahasia yang dapat mengubah segalanya. Kini Rama tidak hanya harus melindungi pernikahannya dengan Manisha, tetapi juga menghadapi masa lalu yang belum selesai dan musuh yang siap menghancurkan semua yang ia cintai.  Jika dalam kisah agung Ramayana, Rama menyelamatkan Sinta. Maka, dalam kisah ini siapa yang akan Rama selamatkan? Manisha sebagai istrinya atau Sinta sebagai orang masa lalunya? Sanggupkah Rama berperang melawan musuh bahkan hasratnya sendiri?
อ่าน
Chapter: Bab 61. Luka Masa Lalu
Malam itu, begitu sampai di rumah, Rama langsung mengejar Manisha yang berjalan cepat menuju kamar, wajahnya masih menyimpan ketegangan dari kejadian di pavilion sore tadi."Sha, tunggu. Kita perlu bicara," ucap Rama, menahan pintu kamar sebelum Manisha sempat menutupnya."Bicara apa lagi, Rama? Aku rasa semuanya sudah jelas sore ini.""Sha, aku tahu tadi keliatannya buruk, tapi Sinta cuma …""Selalu Sinta, Rama," potong Manisha, suaranya lelah. "Selalu ada alasan buat membela dia."Rama menghela napas panjang, duduk di tepi ranjang, wajahnya penuh kelelahan yang sama besarnya dengan Manisha. "Sha, aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku terjebak di antara rasa bersalah aku ke Sinta dan cinta aku ke kamu.""Kamu tahu, Rama, aku baru dengar cerita dari Ibu mertua tadi." Manisha akhirnya duduk di kursi seberang, menatap suaminya lurus-lurus. "Cerita yang membuat aku mengerti kenapa semua ini terasa begitu familiar.""Cerita apa, Sha?"Manisha menghela napas, mulai bercerita perlahan, m
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-09-01
Chapter: Bab 60. Kenangan Yang Bangkit
Beberapa hari setelah kunjungan yang penuh kejanggalan itu, sikap Sinta semakin menunjukkan perubahan yang tidak bisa lagi diabaikan Manisha. Setiap kali Rama datang, sengaja atau tidak, Sinta selalu mencari cara untuk berdua saja dengannya, meminta bantuan kecil yang sebenarnya bisa ditangani sendiri, atau sekadar mengajak mengobrol panjang tentang masa lalu yang terus ia ungkit.Siang itu, Manisha datang sendirian ke pavilion, berniat mengembalikan beberapa buku yang dipinjam Sinta minggu lalu. Namun begitu sampai, ia mendapati Sinta duduk begitu dekat dengan Rama di teras, tangan Sinta menggenggam lengan Rama erat, wajahnya menengadah menatap Rama dengan tatapan yang begitu intens."Rama, kamu ingat tidak lagu yang dulu sering kita nyanyikan bareng?" Sinta bertanya, suaranya lembut penuh rayuan halus."Sinta," ucap Manisha, suaranya tajam memecah momen itu.Rama dan Sinta sama-sama tersentak, buru-buru melepaskan genggaman tangan yang sejak tadi menyatu."Sha, kamu sudah datang," u
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-31
Chapter: Bab 59. Manipulatif
Di lain hari, pada waktu sore, Manisha kembali menemani Rama mengunjungi pavilion Sinta, meski dengan perasaan yang masih diliputi keraguan sejak percakapan terakhir mereka. Begitu mereka tiba, Sinta menyambut dengan senyum yang terasa berbeda, lebih hangat, lebih dekat, dengan gerak-gerik yang tidak lepas dari perhatian Manisha."Rama, aku membuat teh spesial untuk kamu," ucap Sinta sengaja menyentuh lengan Rama sekilas saat menyerahkan cangkir, jarinya bertahan sedikit lebih lama dari yang seharusnya."Terima kasih, Sinta," jawab Rama tidak menyadari atau memilih tidak menyadari sentuhan itu.Manisha duduk di kursi seberang, memperhatikan setiap gerakan Sinta dengan mata yang semakin waspada. Sinta duduk terlalu dekat dengan Rama, tertawa terlalu keras pada setiap candaan kecil. Sesekali menyentuh bahu Rama saat bicara, gestur-gestur yang terlihat wajar sekilas, tetapi terasa berlapis maksud tersembunyi bagi Manisha yang mengamatinya dengan seksama."Rama, kamu ingat tidak, dulu kit
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-31
Chapter: Bab 58. Kecemburuan
Beberapa hari setelah insiden luka-luka Sinta, Surya mengambil keputusan untuk menempatkan Sinta di sebuah pavilion kecil yang masih satu kawasan dengan rumah utama keluarga Danudirja, beralasan keamanan yang lebih terjamin dengan pengawasan ketat dari tim keamanan keluarga."Ini sementara, Sha," ucap Rama suatu sore, ketika mengajak Manisha berjalan-jalan di taman rumah utama. "Sampai kondisinya lebih stabil dan situasi Yudha bisa ditangani.""Aku mengerti, Rama," jawab Manisha, meski hatinya masih menyimpan gejolak yang belum sepenuhnya reda sejak malam makan keluarga itu."Sha, aku mau minta tolong sesuatu.""Tolong apa?""Aku mau kamu ikut aku mengunjungi Sinta. Bukan buat apa-apa, hanya ... aku pengen kalian berdua bisa mengenal atau minimal saling menerima keberadaan masing-masing."Manisha menghentikan langkahnya, menatap Rama tidak percaya. "Kamu serius, Rama?""Aku tahu ini berat, Sha. Tapi aku capek liat kalian berdua terus-terusan bermusuhan. Aku pengen kita semua bisa hidu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-30
Chapter: Bab 57. Perhatian Yang Terbagi
Sinta berdiri di ambang pintu, tubuhnya gemetar hebat, pipinya lebam kebiruan, sudut bibirnya sobek mengeluarkan sedikit darah yang sudah mengering. Lengan kanannya memerah, seperti bekas cengkeraman kuat, gaunnya kotor dan robek di beberapa bagian."Sinta!" Rama bergerak cepat, meninggalkan kursinya, berlari menghampiri sosok yang hampir ambruk itu."Astaga!" Arumi ikut berdiri, wajahnya pucat pasi melihat kondisi Sinta.Rama menangkap tubuh Sinta yang mulai limbung, membantunya duduk di kursi terdekat. "Sinta, kamu kenapa? Siapa yang melakukan ini ke kamu?""Ayahku," bisik Sinta, suaranya nyaris tidak terdengar, napasnya masih terengah. "Dia datang ke tempatku. Entah darimana dia tahu. Dia ... dia marah besar, bilang aku pengkhianat karena terima bantuan dari keluarga Danudirja."Manisha berdiri kaku di tempatnya, menyaksikan kepanikan yang mendadak menyelimuti ruang makan itu, dadanya sesak melihat betapa cepatnya perhatian semua orang, terutama Rama, teralih sepenuhnya pada Sinta.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-30
Chapter: Bab 56. Tamu Yang Tak Diundang
Malam itu, keluarga besar Danudirja berkumpul di rumah utama untuk makan malam bersama. Sebuah tradisi bulanan yang sempat terbengkalai selama beberapa bulan terakhir akibat berbagai kekacauan yang melanda Rama dan Manisha. Meja makan panjang dipenuhi hidangan lengkap, aroma masakan khas keluarga menguar hangat memenuhi ruangan."Akhirnya kita bisa kumpul lagi seperti dulu," ucap Arumi, tersenyum sambil menyendokkan nasi ke piring Manisha. "Sha, kamu makin kurus, Nak. Ayo, makan yang banyak.""Terima kasih, Ma," jawab Manisha, mencoba tersenyum meski masih menyimpan kelelahan yang belum sepenuhnya hilang.Arkan dan Aryan, si kembar yang duduk berdampingan di seberang meja, saling melempar candaan seperti biasa. Mencoba mencairkan suasana yang masih terasa sedikit kaku sejak insiden beberapa minggu lalu."Kak Rama, katanya sempat drama besar-besaran, ya, di rumah?" celetuk Arkan, nyengir jahil."Arkan," tegur Leila sebagai anak pertama, memberi tatapan tajam pada adik bungsunya."Aku h
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-08-30
บางทีคุณอาจจะชอบ
Queen of School
Queen of School
Romansa · Melian Lee
3.1K views
Kawin Sama Mantan
Kawin Sama Mantan
Romansa · Ellina Exsli
3.1K views
Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.
Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.
Romansa · Muzdalifah Muthohar
3.1K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status