Mag-log inKeluarga tirinya mendepaknya keluar dari rumah seminggu setelah ayahnya meninggal, tanpa uang sepeserpun di dalam dompet. Elia terpaksa bekerja serabutan sambil menyelesaikan kuliahnya. Karena mabuk dan salah kamar, membuatnya harus menikahi dosennya dan merawat ibu mertua pria itu, masuk dalam konflik baru dengan status istri sementara. Apa motif sebenarnya di balik tawaran Wirasena—dosen dingin—menikahinya?
view more“Yah, jangan tinggalkan El sendirian.” Elia mencekal lengan Wirasena.Wirasena yang masih membungkuk di atas tubuh Elia membeku oleh sentuhan itu. Sampai malam ini, Wirasena tidak pernah menyadari bahwa ia—tubuhnya—sangat merindukan wanita itu. Bukan karena Elia sedang mengandung anaknya, bukan karena tanggung jawab yang selama ini ia jadikan alasan untuk bisa dekat dengan wanita itu, tapi karena wanita itu Elia.“El, kamu akan menyesalinya dan semakin marah padaku begitu kamu bangun besok pagi.”Elia menarik lengan Wirasena semakin erat hingga lengan berotot itu bersentuhan dengan dada penuh yang terbalut kain kaos. Wirasena mengejang, rahangnya gemerutuk menahan hasrat yang ditahannya beberapa bulan ini.Tangan bebas Wirasena mengusap wajah Elia lembut. Ibu jarinya menyentuh bibir Elia yang lembab.“Pers*tan, El! Aku siap menanggung semuanya besok,” gumam Wirasena sebelum merendahkan kepalanya dan melumat bibir istrinya yang setengah terbuka.Tidak berhenti di situ, Wirasena berpind
Elia sedang merendam kakinya setelah beberapa jam berdiri dan berjalan mengerjakan tugasnya di puskesmas dan balai desa sekaligus. Ia bersandar nyaman pada sofa dan menikmati larutan garam hangat melebarkan pembuluh darahnya dan menenangkan ototnya yang kaku.“Cokelat hangat?” tawar Jonas dari meja makan.“Tidak, terima kasih. Seharian ini aku merasa perutku penuh dan napsu makanku hilang.” Elia menegakkan punggungnya. “Jonas, apakah respon warga selalu antusia begitu saat ada penyuluhan?” tanya Elia penasaran.Jonas tersenyum. “Ya, setidaknya di sini, mereka sangat antusias terhadap informasi kesehatan yang diberikan. Atau mungkin ….” Jonas duduk di samping Elia. “Mereka lebih antusias karena kamu yang berbicara.”Elia terkekeh. “Bukankah sebelumnya mereka sudah punya doknas yang ganteng?” gurau Elia polos.“Dok, Dokter!” Bagus muncul di ambang pintu dengan wajah panik. “Pasien baru, anak-anak usia sembilan tahun, luka bakar empat puluh persen.”Jonas dan Elia bergegas menuju UGD pus
Di atas ranjang, Barata tersenyum memandangi foto yang sengaja diambilnya untuk sebuah tujuan yang mulia. Pose mereka berdua sangat provokatif, meskipun itu terjadi karena ketidaksengajaan dan didukung keahlian sang fotografer, Joko.“Kamu kenapa? Pulang dari area konflik malah senyum-senyum.” Elena naik ke atas ranjang menjejeri suaminya. “Jangan kelewat bahagia, besok ketemu Wira, jadi remahan rempeyek.”Barata terkekeh seraya menyerahkan foto yang dipandanginya sejak tadi. “Coba lihat. Apa yang akan terjadi padaku besok, ketika si Wira lihat foto ini?”Elena menerima ponsel Barata dengan rasa penasaran. “Wahh, habis kamu, Yang. Bakal jadi perkedel kamu. Kok bisa posenya begini, sih?!” Elena menyodorkan kembali ponsel suaminya dengan bergidik.“Disuruh bantu selesaikan masalah, malah nambah masalah. Misimu itu meredakan perang, bukan sebaliknya. Astaga ...,” desah Elena lelah.“Biar saja. Jengkel aku dibuatnya! Istri siapa yang kabur, siapa yang disuruh kejar.” Barata kembali mengam
“Tidak mungkin ketahuan, maksudmu?” sela Wirasena dengan sorot mata tajam. “Bukan tidak ketahuan, tapi belum saatnya diketahui orang. Sama seperti tindakanmu pada almarhum ibuku yang akan aku bongkar sebentar lagi.”Wajah Rossana makin pias. Keringat sebesar biji jagung, muncul di kedua pelipisnya. “A-apa maksudnya?”“Cih! Dari sikap gugup dan butiran keringat yang keluar, sudah cukup membuktikan bahwa kamu mengerti betul apa maksud ucapanku,” cibir Wirasena sinis. “Ayo, Nar. Tidak perlu berlama-lama.”“Sampaikan pada Yulia, kami tidak akan menuntut kalau semua dikembalikan pada pemiliknya. Itu saja.” Danar meraih tas kerjanya dan bangkit dari kursinya. “Kami permisi.”Wirasena hanya melirik ketika Danar menepuk bahunya sambil lalu. Ia belum berniat beranjak dari tempatnya.“Sekilas, aku ingat Elia pernah menyebut tentang tukang kebunnya yang tiba-tiba menghilang setelah kematian ayahnya. Apa itu juga ada hubungannya denganmu?”Dengan tenang, Wirasena mengusap dagunya yang kasar. “Aku
Selesai mengganti kemeja basah Elia, Wirasena menutupi Elia dengan selimut dan beralih ke celana. Jarinya ragu sejenak, diam di atas pengait celana katun istrinya. Kepalanya tertunduk dengan mata terpejam, membulatkan tekad dan keberanian.“Maaf,” lirihnya sambil mulai bekerja.Gerakan jarinya ragu me
Pandangan mata sinis Susan mengiring kepergian Elia dan Mika. Wirasena yang melihatnya hanya diam dan berlalu melewati Susan menuju meja makan. Diambilnya sebuah roti bakar buatan Marni dan dilahapnya sambil berdiri.“Duduk, Mas.” Susan menarik sebuah kursi keluar dari bawah mej
Elia sedang meringkuk di sofa besar kamarnya yang menghadap taman kecil dengan mata terpejam ketika Wirasena masuk. Pria itu berjalan mengendap menghampiri Elia dan berdiri diam memperhatikan wajah cantik yang semakin hari semakin tirus, tapi membuatnya rindu ingin terus melihat.Tangan Wirasena tida
Barata dan Elena saling pandang dengan wajah tercengang. Pengakuan yang mereka dengar langsung dari Wirasena cukup mengagetkan. Sebelumnya, mereka sudah mendengar rumor yang beredar di kalangan rekan kerja terkait alasan pernikahan Wirasena yang terkesan mendadak, tapi menahannya.Barata yang pertama












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu