author-banner
Ana
Ana
Author

Novels by Ana

Karma Pengkhianatan Calon Suamiku

Karma Pengkhianatan Calon Suamiku

Pernikahan Yudha dan Marisa membuat Farhana Terpuruk. Farhana merasa dibodohi dan juga membuang-buang waktunya selama ini. Sedih, marah bahkan kecewa terhadap dirinya sendiri yang tidak menyadari akan tanda-tanda yang terlihat jelas bahwa Yudha dan Marisa memiliki hubungan bukan hanya sekedar teman. Kehadiran Ali dikehidupan Hana membuat Yudha sadar jika ia salah memilih Risa. Bagaimana Hana melewati hari-harinya yang hampir setiap hari bertemu dengan Yudha, akankah Farhana rela menjadi orang ketiga untuk menghacurkan rumah tangga Sabil dan Marisa ketika marah dan cinta masih ada didalam hatinya? Atau memilih Ali yang hadir menawarkan keseriusan untuknya? ----------------------------------------------------------------------------------- Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif. Jika ada kesamaan tokoh, tempat, dan kejadian itu hanya kebetulan. cover designed by Mentari
Read
Chapter: Bab 29 - TAMAT
Hujan turun sejak sore, membasahi kota dengan suara yang pelan namun tak henti. Yudha duduk di tepi ranjang kosnya, punggung bersandar ke dinding, ponsel tergeletak di samping. Sudah tiga kali ibunya menelepon hari itu. Ia belum menjawab satu pun.Bukan karena tidak peduli. Justru karena terlalu peduli hingga ia kehabisan ruang untuk bernapas.Ia menatap langit-langit kamar yang kusam. Kos ini sempit, jauh dari kesan “kehidupan baru” yang dulu ia bayangkan saat memutuskan menikah dengan Risa. Ia mengira status akan membuatnya lebih tenang. Nyatanya, justru semakin banyak tuntutan yang harus ia pikul sendirian.Ponselnya kembali bergetar.Ibu.Yudha akhirnya menjawab.“Iya, Bu.”“Kamu belum kirim uangnya, Yudha. Ibu ditagih lagi,” suara ibunya bergetar. “Ibu malu.”Yudha menutup mata. Dadanya sesak.“Bu… Yudha lagi nggak ada.”Hening di seberang sana.“Oh… ya sudah,” jawab ibunya pelan, lalu sambungan terputus.Yudha memandangi layar ponsel lama setelah panggilan berakhir. Untuk pertam
Last Updated: 2025-12-28
Chapter: Bab 28
Liburan itu seharusnya menjadi jeda. Setidaknya, itulah yang Yudha harapkan. Beberapa hari di luar kota, jauh dari rutinitas, jauh dari tekanan pekerjaan, dan jauh dari pikiran yang terus menghantuinya sejak pernikahannya dengan Risa. Namun yang ia dapatkan justru sebaliknya—jarak yang semakin terasa, meski mereka berada di tempat yang sama.Risa berdiri di depan jendela hotel, memunggungi Yudha. Ia sibuk merapikan tas kecilnya, memastikan semua barang bermerek yang ia bawa tersusun rapi. Sejak pagi, Risa nyaris tidak berbicara. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada nada tinggi. Hanya dingin yang menekan.“Kita pulang sore ini,” ucap Risa tanpa menoleh. “Aku harus kembali ke kantor besok. Ada apel pagi.”Yudha mengangguk. “Iya.”Ia ingin mengatakan sesuatu. Banyak, sebenarnya. Tentang pengakuannya yang tanpa sengaja terdengar oleh Risa beberapa hari lalu. Tentang rasa bersalah yang tak kunjung reda. Tentang Hana—nama yang masih sering muncul dalam diamnya. Tapi semua itu tertahan di tengg
Last Updated: 2025-12-28
Chapter: Bab 27
Pintu kamar hotel itu tertutup perlahan, tapi suara pengakuan Yudha masih terngiang jelas di kepala Risa. Kata demi kata yang keluar dari mulut suaminya terasa seperti cambukan yang menghantam harga dirinya tanpa ampun.“Aku menyesal menikah dengan Risa… Seandainya aku bisa mengulang semuanya, aku akan memilih Hana.”Risa berdiri mematung di depan wastafel kamar mandi. Tangannya mencengkeram pinggiran marmer begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Pantulan wajahnya di cermin terlihat asing—mata merah, rahang mengeras, dan senyum tipis yang bukan lahir dari kebahagiaan.“Jadi selama ini aku cuma pengganti?” gumamnya lirih.Ia menundukkan kepala, napasnya naik turun tidak beraturan. Air dari keran yang dibiarkan mengalir seakan menjadi satu-satunya suara yang mampu meredam riuh di kepalanya. Ia merasa dipermainkan. Bukan hanya oleh Yudha, tapi juga oleh keadaan yang membuatnya harus menelan kenyataan pahit ini seorang diri.Risa menegakkan tubuhnya, mematikan keran, lalu melangkah
Last Updated: 2025-12-28
Chapter: Bab 26
Hana mengernyit saat mendapati Yudha berdiri di depan pintu kamarnya."Ada apa?"Yudha merogoh saku, mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu meraih tangan Hana dan meletakkannya di sana."Ini uang yang ibu pinjam dulu. Aku baru tahu soal ini, dan aku ingin segera mengembalikannya."Hana menatap uang itu. Sempat ragu untuk menerima, tapi menolak pun terasa seperti menghina keluarga Yudha."Oh, oke." Ia hendak menarik tangannya, tapi Yudha menggenggamnya lebih erat.Tatapan mereka bertemu."Maaf...." suara Yudha terdengar lirih, penuh penyesalan.Hana hanya diam."Beri aku satu kesempatan lagi...."Hana tercekat. Entah kenapa, mendengar kata-kata itu, dadanya terasa sesak.Ia mengerjap, mencoba memahami apa yang baru saja dikatakan Yudha. "Apa maksudmu?"Yudha menatapnya dalam-dalam. "Aku menyesal, Han ... Aku menyesal memilih Risa. Seharusnya aku tidak pernah meninggalkanmu. Tidak harus mendengarkan Ibu. Aku bodoh."Jantung Hana berdegup kencang. Kata-kata itu, andai saja ia dengar dul
Last Updated: 2025-02-17
Chapter: Bab 25
Ponsel Hana berdering saat ia tiba di hotel. Nomor asing, tapi foto profilnya jelas memperlihatkan wajah Risa. Hana menghela napas berat. Rasanya sudah cukup lelah berurusan dengan wanita itu, tapi ia tetap menjawab dengan enggan. "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam. Han, aku gak jadi nitip. Aku ambil aja langsung. Kamu di mana?" Suara Risa terdengar tanpa basa-basi. Yudha, yang berdiri di samping istrinya, mengernyit heran. Ia mendengar Risa menyebut nama "Han". Apakah itu Hana? "Baru sampai hotel. Ini mau masuk." "Aku tunggu di lobi." Telepon terputus begitu saja. Tanpa sopan santun. Hana kembali menarik napas, berusaha menahan kekesalan. "Kenapa?" tanya Ali. "Risa mau ambil titipannya sendiri. Dia nunggu di lobi." Tak lama, mereka tiba di lobi hotel. Hana berjalan menuju meja resepsionis, sementara Ifa memilih langsung ke kamar. "Han!" Suara Risa terdengar lantang. Hana menoleh, dan betapa terkejutnya ia melihat siapa yang berdiri di sebelah Risa. Yudha.
Last Updated: 2023-12-17
Chapter: Bab 24
Seharian ini Yudha bekerja dengan gelisah. Pikirannya terus melayang ke kota tempat Risa, Hana, dan Ali berada. Ia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa mereka bertiga ada di satu tempat yang sama. Keinginan untuk menyusul semakin kuat, tetapi keuangan sedang tidak stabil. Lagi pula, mereka akan kembali bekerja pada hari Senin. Namun, semakin ia mencoba menahan diri, semakin tidak tenang rasanya. Akhirnya, muncul ide untuk meminjam uang kepada Zaki, rekan kerjanya yang sedang sibuk di depan laptop. "Zak, lo ada uang nggak? Gue mau pinjam," tanya Yudha langsung. Zaki menoleh dengan dahi berkerut. "Tumbenan lo pinjam uang. Berapa?" Yudha cepat menghitung perkiraan biaya tiket pesawat pulang-pergi, transportasi, makan, serta penginapan karena tidak mungkin tidur sekamar dengan Risa yang berbagi kamar dengan rekan kerjanya. Setelah semuanya ia perhitungkan, ia menunjukkan angka di layar ponselnya. Zaki membulatkan mata. "Segini?" "Ya. Gue transfer sekarang ya?" "Transfer aja, br
Last Updated: 2023-12-07
TIBA-TIBA DILAMAR

TIBA-TIBA DILAMAR

Dulu, Nura pernah menyukai Reza dan berencana mengungkapkan perasaannya sebelum lelaki itu pindah ke luar negeri. Namun, sebelum sempat berbicara, Reza justru memperkenalkan kekasihnya, menghancurkan hati Nura. Seiring waktu, luka di hati Nura mulai sembuh berkat kehadiran Dito—rekan kerjanya yang selalu menunjukkan perhatian lebih dari sekadar teman. Saat Nura mulai membuka hatinya untuk Dito, Reza tiba-tiba kembali setelah bertahun-tahun dan, bersama keluarganya, datang melamarnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Akankah Nura menerima lamaran Reza, lelaki yang dulu pernah ia cintai? Ataukah ia akan memilih Dito, yang kini mengisi hatinya dengan ketulusan?
Read
Chapter: Bab 14
Dito yang berjalan dibelakang Nura segera menopang tubuh Nura yang hampir jatuh karena tergelincir akibat bebatuan yang ada di air terjun kecil. Lumut dibebatuan begitu tampak karena jernihnya air tersebut. Untung Dito sigap menolong Nura. Celana yang ia kenakan basah bagian bawah karena percikan air. Pahadal sudah dinaikan hampir selutut. Sementara Nura masih berbegangan di tangan Dito dengan salah satu tangan memegang ponsel."Hati-hati. Kami gak papa?" tanya Dito memastikan. Kini Nura sudah berdiri dengan benar. "Gak papa. Untung ada kamu. Kalau gak. Basah sudah," ucap Nura yang masih berpegangan kepada Dito. Mereka berjalan menuju tepian.Sayup-sayup terdengar suara Nura dan Dito dari telepon. Panggilan Reza yang terjawab membuatnya sedikit kesal sekaligus lega ketika mendengar suara Nura yang baik-baik saja.Ketika panggilan itu kembali, ia langsung bertanya, "Ada apa?" tanyanya."Kegilincir tadi. Untung ada Dito yang pegangin," sahut Nura yang berjalan dibelakang Dito. Mereka
Last Updated: 2024-07-30
Chapter: Bab 13
"Jadi lo udah punya cowo? kasian banget tuh laki pasti kupingnya panas terus lo cerewetin, Ra" Nino menggelengkan kepala dengan raut wajah dibuat sedih. "Enak aja," Nura memberikan pukulan tepat di punggungnya yang berjalan mendahului mereka bersama dua orang lainnya."Udah cerita sama Dito?" tanya Aruna."Mana ada. Gue keceplosan aja tadi," jelas Nura yang berjalan beberapa langkah dari yang lainnya."Kemarin tuh sebenarnya Dito mau ngejelasin soal hubungan dia sama mantannya itu. Tapi, gue bilang nanti aja. Gue gak tahu aku bersikap atau bereaksi gimana kalo udah tahu.""Ya, udah lo bilang aja sekarang lo udah ada Reza," Saran Aruna."Harus, ya? gue tuh maunya diam-diam terus nanti tiba-tiba sebar undangan," Nura menyatukan kedua tangan berada di depan dada. Mentap langit biru berawan putih disertai senyum menghiasi wajah. Matanya berbinar membayangkan apa yang diinginkamnya itu."Jadi, mau private gitu ceritanya?" "Gue takut, Run. Kalo udah banyak yang tau tiba-tiba malah batal,"
Last Updated: 2024-07-21
Chapter: Bab 12
Nura menatap pantulan dirinya di kaca kamar mandi. Wajahnya masih tampak lelah. Tapi setidaknya kondisi tubuhnya sudah lebih baik dari kemari. Yah, walaupun belum sepenuhnya benar-benar baik. Ia berniat membersihkan diri. Kemarin ia langsung tertidur. Sekarang ia akhirnya bangun lebih awal. Sementara Aruna masih berlayar di alam mimpi. Mandi air hangat menjadi pilihan untuk menyegarkan dirinya kembali. Badannya terasa lengket karena keringan yang keluar demam tadi malam."Raa, lo di dalam?" suara Aruna terdengar dari luar dengan iringan ketukan pintu beberapa kali. Saat bangun Aruna tidak melihat Nura di sampingnya. Terdengar suara kecil gemiricik air dari kamar mandi. Karena itu ia ingin memastikan."Iyaa, Run. Ini gue ... aman kok. Gue udah baikan dikit," balas Nura dari dalam kamar mandi yang sedang bersandar di dalam bak mandi cantik berwarna putih bersih. Mendengar jawaban dari sahabatnya Aruna kembali ke tempat tidur. Mengecek beberapa pesan yang masuk di ponsel pintarnya.S
Last Updated: 2024-07-19
Chapter: Bab 11
"Ini baru sampai penginapan," Nura sedang berbicara dengan Reza melalui telepon. Satu tangannyA mengeluarkan satu persatu bawaan yang ada dikoper selain pakaian yang akan ia kenakan selama kegiatan di kota S. 'Ya, udah nanti kabarin aku lagi kalo udah gak sibuk. Aku tutup ya teleponnya," pamit Reza sebelum menutup telepon. Tepat setelah panggilan terputus, pintu kamar penginapan mereka di ketuk dari luar. Aruna yang berada lebih dekat pintu segera beranjak dari kasur tempat ia mengistirahatkan tubuh dari perjalanan yang lumayan memakan waktu. Nampak seorang pegawai penginapan yang biasanya datang pagi untuk bersih-bersih tersenyum sopan. Menyodorkan sebuah tas kecil."Permisi, maaf menganggu. Ini ada titipan untuk Mba Nura dari Reza katanya," ucap pegawai itu dengan sopan. "Oh, iya makasih," ucap Aruna menyambut benda yang diserahkan karyawan tersebut."Apa isinya, Run. Tadi dia gak bilang apa-apa telpon.""Cek sendiri nih," Aruna menyerahkannya kepada Nura.Ada minuman suplemen d
Last Updated: 2024-06-21
Chapter: Bab 10
Pagi-pagi buta Nura sudah ribut dengan kegiatannya di kamar. Ia bersiap dengan terburu-buru. Hari ini ia harus berangkat keluar kota karena urusan pekerjaan bersama dengan beberapa temannya di kantor. Sudah tahu harus berangkat pagi, ia malah pergi bersama Sella tadi malam dan pulang larut dan bangun terlambat. Alarm yang sudah diatur malah dimatikan. Setidaknya ia sudah mengemas barang jadi hanya perlu bersiap."Non, Mbak Aruna sudah datang," ucap salah satu pelayan di rumahnya di depan pintu kamar Nura yang masih tertutup rapat."Bilang bentar lagi, Bi," sahut Nura sedikit berteriak yang sedang mematut dirinya di depan cermin. Memasukan skincare dan make up yang tadi begitu saja ke dalam tas bahu berwarna cokelat muda. Sekali lagi Nura mematut dirinya di depan standing mirror, memastikan stelan yang ia pakai sudah pas. Celan kulot berwarna hitam ditambah kemeja warna putih oversize yang mebalut tubuh indahnya. "Beh masih sempet ya tu rambut di kriwil," sindir Aruna ketika melihat
Last Updated: 2024-06-12
Chapter: Bab 9
Sinar matahari menembus kaca kantor Reza sekarang. Matanya terpejam seakan menikmati hangatnya sinar matahari menyentuh kulit wajah. Tidak berniat untuk menurunkan tirai untuk menghalangi tembusnya sinar matahari. Carla yang ingin menyerahkan berkas untuk ditanda tangani masuk begitu saja setelah mengetuk pintu. Sementara Reza tidak bergeming, masih di posisi yang sama. Carla berjalan perlahan, berusaha semaksimal mungkin agar suara dari sepatu berhak tingginya yang beradu dengan lantai tidak mengeluarkan suara yang dapat mengganggu ketenangan Reza. Ia memilih berdiri di samping Reza yang sedang menghadap dinding kaca luar dengan mata terpejam. Carla menatap lekat padanya. Garis wajah yang tegas, begitu sempurna di mata segelintir orang yang melihatnya. Terpaan sinar matahari membuatnya seakan semakin berkilau di mata Carla. Ia berinisiatif menurutkan roller blind agar sinar matahari tidak lagi menggangu Reza. Seulas senyum tipis terpatri di
Last Updated: 2024-05-22
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.7M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status