author-banner
suka suko
Author

Novels by suka suko

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

"Cinta bukanlah tentang status atau kesempurnaan, tapi tentang keberanian untuk saling menjahit luka—satu jahitan pada satu waktu." Dalam hujan malam yang menggigil, Lestari dan putrinya diusir tanpa belas kasihan. Saat mereka hampir menyerah, sebuah perkebunan kopi megah menjadi tempat pelarian terakhir—namun juga awal badai baru. Di sana, Lestari menarik perhatian Tora, pria kaya yang menyimpan masa lalu yang kelam. Ketika cinta mulai tumbuh, ancaman datang dari dua arah: suami yang ingin merebut kembali apa yang telah ia buang, dan keluarga yang menolak perempuan “tak berstatus”. Demi melindungi anak-anak, Lestari dan Tora harus mempertaruhkan segalanya—bahkan nyawa.
อ่าน
Chapter: Bab 53 Setelah Lampu Padam
Setelah Lampu PadamBab 53Sore itu, di teras belakang yang menghadap langsung ke hamparan hijau kebun kopi, keluarga kecil itu duduk bersama. Tora baru saja selesai memeriksa beberapa laporan, Lestari meletakkan cangkir teh hangat di meja, sementara Lintang dan Dian sedang asyik menggambar di buku sketsa mereka.“Lihat, Bu,” kata Lintang tiba-tiba, jarinya menunjuk ke arah undakan batu di tepi teras. “Bunganya mekar lagi.”Semua mata mengikuti arah telunjuknya. Di sana, di antara celah sempit dua bongkah batu yang keras, setangkai bunga liar berwarna ungu cerah tumbuh dengan angkuh. Daunnya hijau menyejuk-kan, kelopaknya terbuka menyambut hangatnya sinar matahari.“bagus ya...!” seru Dian. “Tapi kok bisa? Di situ, kan, tidak ada tanahnya. Batunya keras begitu.”Lestari tersenyum, senyum yang kini selalu menghiasi wajahnya. Ia menarik kedua putrinya untuk duduk lebih dekat. “Justru karena ada retakannya, sayang,” jawabnya lembut. “Karena batunya pernah pecah, pernah terluka, makanya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-02
Chapter: Bab 52 Mekar Sempurna
Mekar Sempurnabos besar pasti senang sekali kalau tahu berliannya jalan-jalan sendiri keluar dari sangkar emasnya.”Udara di gang pengap itu seolah membeku. Setiap partikel debu yang melayang di bawah cahaya lampu neon yang berkedip seakan berhenti, menjadi saksi bisu dari teror yang merayap naik ke tenggorokan Lestari. Pria di hadapannya bukan sekadar preman iseng. Seringainya, tatapan matanya yang menilai, dan pilihan katanya—‘berlian’, ‘sangkar emas’—adalah gema dari mimpi buruk yang ia kira sudah terkubur selamanya.“Aku tidak tahu apa maksudmu,” jawab Lestari, suaranya ia paksa tetap stabil meski tangannya di dalam tas sudah gemetar hebat, gagal menemukan ponselnya. “Aku di sini mencari anak temanku.”Pria itu tertawa lagi, tawa serak yang seperti gesekan amplas di telinga. “Oh, jangan pura-pura, Nyonya Wijaya. Kami tahu semua. Kami tahu suamimu yang kaya raya itu sudah membayar lunas utang si pecundang Dirga. Tapi bos kami orang yang teliti. Dia suka memastikan semua lubang
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-01
Chapter: Bab 51 Penjahit Hati
Penjahit Hati“P.S. Aku tidak memberitahu pengacaraku soal ini, tapi alasan aku melakukan semua ini karena dokter di penjara bilang…”…sisa hidupku tidak akan lama lagi. Kanker hati stadium akhir.”Keheningan yang menyusul setelah kalimat itu dibacakan jauh lebih menusuk daripada keheningan mana pun yang pernah mengisi ruang kerja itu. Tora, yang berdiri di belakang Lestari, menarik napas tajam. Tangannya yang semula siap di pundak istrinya kini terkepal di sisi tubuhnya.“Dia… bohong,” desis Tora, lebih untuk meyakinkan dirinya sendiri. “Ini trik. Selalu ada trik.”Lestari menggeleng pelan, matanya masih terpaku pada coretan kecil di bawah surat itu. “Tidak, Mas. Ini bukan trik.” Ia menoleh ke belakang, menatap Tora dengan mata yang berkaca-kaca. “Ini adalah jawaban.”“Jawaban untuk apa?”“Untuk semuanya,” bisik Lestari. “Kenapa dia tiba-tiba menyerah. Kenapa dia mau menandatangani surat adopsi. Kenapa dia menulis surat ini. Orang yang akan mati tidak punya apa-apa lagi untuk diperju
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-28
Chapter: Bab 50 Surat dari penjara
Surat dari penjaraTangannya yang memegang amplop itu tidak gemetar karena takut, melainkan karena getaran aneh yang menjalar dari masa lalu. Di hadapannya, Tora, Ratih, dan Arini membeku, seolah nama yang tertulis di sudut amplop itu adalah mantra yang menghentikan waktu di ruang keluarga yang megah ini.“Jangan dibaca,” kata Tora cepat, suaranya rendah dan tajam. Ia melangkah maju, tangannya terulur untuk mengambil surat itu. “Bakar saja. Apapun isinya, itu racun.”Lestari tidak melepaskan genggamannya. Ia menggeleng pelan, matanya tidak lepas dari tulisan tangan yang jelek itu. “Tidak, Mas. Aku harus baca.”“Untuk apa, Tari?” desak Tora, nadanya sarat akan frustrasi dan kekhawatiran. “Tidak ada hal baik yang bisa datang darinya.”“Justru karena itu,” jawab Lestari, akhirnya mengangkat wajahnya dan menatap Tora. Sorot matanya bukan lagi sorot wanita yang ketakutan. Ada ketenangan yang dingin di sana, ketenangan yang lahir dari badai yang telah ia lewati.“Aku harus tahu. Aku harus h
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-27
Chapter: Bab 49 Ujian Keluarga 
Ujian Keluarga “Kita butuh surat persetujuan yang ditandatangani langsung oleh ayah kandungnya.”Kata-kata itu jatuh di keheningan ruang kerja seperti batu besar yang dilempar ke kolam tenang, menciptakan riak-riak dingin yang menjalari seluruh tubuh Lestari. Ia tidak terhuyung. Ia tidak menangis. Wanita yang dulu akan hancur lebur mendengar nama itu kini hanya berdiri tegak, matanya menatap Tora dengan sorot yang tajam dan jernih.“Dirga,” desisnya. Nama itu bukan lagi jeritan ketakutan, melainkan fakta pahit yang harus dihadapi. “Jadi, kebebasan anakku sendiri bergantung pada tanda tangan monster itu?”“Secara hukum, ya,” jawab Tora, suaranya setengah frustrasi. “Pak Suryo bilang itu prosedur. Tidak bisa dilangkahi, kecuali hak asuhnya sudah dicabut pengadilan, dan itu proses yang jauh lebih lama dan rumit.”“Berapa lama?”“Bisa berbulan-bulan. Bahkan setahun,” kata Tora. “Sementara permohonan pembebasan bersyaratnya bisa diputuskan dalam beberapa minggu.”Lestari menarik napas pa
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-26
Chapter: Bab 48 Keputusan Besar 
Keputusan Besar Dian mengangguk. Tatapan Lestari beralih pada Tora, dan Tora langsung menangkap sinyal bahaya di mata istrinya. Senyumnya perlahan memudar.“Anak-anak, masuk dulu, ganti baju. Sebentar lagi makan malam,” kata Tora, suaranya tetap tenang.Setelah Lintang dan Dian masuk ke dalam, Tora langsung mendekati Lestari. “Ada apa, Tari? Apa yang terjadi?”“Dia telepon,” bisik Lestari, suaranya bergetar. “Dirga. Dia meneleponku.”Rahang Tora mengeras. Amarah yang dingin langsung terpancar dari matanya. “Bagaimana dia bisa dapat nomormu?”“Aku tidak tahu, Mas. Aku tidak tahu sama sekali,” jawab Lestari, rasa panik mulai merayapinya lagi. “Suaranya… aku tidak akan pernah lupa suara itu. Dia hanya bilang namaku, lalu aku langsung tutup.”“Bagus. Jangan pernah diangkat lagi kalau nomor itu menelepon.” Tora menarik Lestari ke dalam pelukannya. “Tenang. Aku di sini. Dia tidak bisa menyentuhmu.”“Tapi bagaimana kalau dia bebas? Bagaimana kalau dia datang ke sini? Bagaimana kalau dia men
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-25
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status