author-banner
Bunda Umu
Bunda Umu
Author

Novels by Bunda Umu

Terjerat Cinta Janda Satu Anak

Terjerat Cinta Janda Satu Anak

Royan, Pemuda 24 Tahun yang kekurangan kasih sayang orang tua, terpikat oleh kelembutan dan kehangatan seorang Janda 1 anak berusia 6 tahun lebih tua darinya. Karena tidak mendapat restu, Royan memilih pergi dari rumah untuk menikahi Si Janda Muda dan hidup sederhana. Blurb : "Aku suka dan sayang sama Kakak, aku jatuh cinta, apa itu salah?" ucap Royan sembari mempererat pelukannya. Royan yang selama ini kurang perhatian dari mamanya, merasa nyaman dan betah bersama Masita, janda satu anak yang cantik, menawan, juga lemah lembut. Perbedaan usia dan status membuat hubungan keduanya banyak yang menentang. Akankah ikatan keduanya mampu membawa mereka dalam ikatan cinta selamanya? Atau harus kandas di tengah jalan, dan menentukan jalan hidup masing-masing?
Read
Chapter: Bab 17. Galau
"Kayaknya ada yang gemetaran nih?" celetuk Indira sambil bersedekap dan tersenyum meremehkan.Sontak semua mata tertuju padanya tak terkecuali Royan."Apa maksud kamu, In?" seru Royan kurang senang."Kenapa nanya ke aku, tanya tuh istri kamu!" serunya pula.Royan pun menatap Masita yang tampak sedih. Melihat gelagat istrinya tersebut, dia sudah bisa memahami siapa pria tersebut."Mantan Mama?" bisiknya pelan.Masita hanya mengangguk menanggapinya kemudian membungkuk mengambil capitnya yang jatuh."Gak usah diladeni ya, Pa!" pintanya lalu melanjutkan melayani pembeli.Melihat dirinya diacuhkan, Yoga segera memanggil Kania yang tengah bermain di pangkuan teman Royan."Kania, sini sama Papa!" panggilnya membuat Kania langsung menoleh menatapnya demikian pula dengan teman-teman Royan.Kania tampak kaget dan shok melihatnya, sehingga gadis kecil itu bergeming. Yoga pun berinisiatif untuk mendekat padanya.Royan yang melihatnya hendak pula mendekati anak sambungnya untuk menghalangi. Namun,
Last Updated: 2024-02-18
Chapter: Ba 16. Royan Berkisah
Tidak ada yang memperhatikan kepergian Indira dari tempatnya. Mereka asik menikmati gorengan dan juga minuman yang disuguhkan khusus buat mereka.Sementara Masita kembali sibuk meladeni pembeli yang datang, Royan terlihat asik menemani teman-temannya bercengkerama."Yan, ini gimana sih ceritanya, kok bisa kecantol sama janda?" tanya salah seorang temannya.Beberapa temannya ikut mengangguk menanggapi pertanyaan yang seolah mewakili rasa penasaran mereka.Royan tampak tersenyum grogi mendapat pertanyaan seperti itu."Ekhm ..." Royan mendehem untuk melepaskan rasa groginya."Itu ... panjang sih ceritanya," ucap Royan agak ragu."Iya cerita dong, biar kita gak penasaran lagi," saran mereka lagi.Royan pun mulai menceritakan kisahnya.Saat itu, tepatnya sebulan yang lalu. Royan segera menemui mamanya yang baru kembali dari kantornya."Ma, ini ada surat panggilan dari kampus," ucap Royan sembari meletakkan amplop di meja ruang tengah rumahnya.Bu Rohana seketika berhenti dan mendekat di me
Last Updated: 2024-02-12
Chapter: Bab 15. Kehadiran Teman-teman Royan
Selesai mandi, Royan segera berganti lalu ke dapur. Tidak lupa membawa Kania bersamanya. Masita sendiri sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya meskipun jam makan malam masih jauh, tetapi karena hendak berjualan dan akan pulang sekitar jam sepuluh malam, maka Masita selalu menyiapkan makan malam sebelum berangkat. Agar setelah kembali nanti, tinggal makan.Royan mendudukkan Kania di kursi, kemudian dia ikut duduk pula dan langsung menyeruput kopi yang tadi disiapkan istrinya lengkap dengan kue yang terhidang di meja.Masita mendekat lalu ikut duduk pula di samping Kania yang sedang menikmati kue, menyeka mulut putrinya yang belepotan. Tiba-tiba Royan menyodorkan amplop padanya."Ini apa?" tanya Masita heran."Buka aja dulu," jawab Royan sambil tersenyum.Masita pun perlahan merobek amplop tersebut dengan wajah penasaran, sambil sebentar-sebentar melirik suaminya yang masih juga tersenyum.Masita pun terbeliak dan menganga melihat isi amplop tersebut."Waah duit banyak ama
Last Updated: 2024-02-11
Chapter: Bab 14. Kania Mengadu
"Jangan sentuh anakku!" teriak Masita dengan lantang. Dia kembali menarik Kania ke dalam pelukannya. Hal itu membuat Kania semakin ketakutan."Pergi dari sini, sebelum aku telepon omku!" lanjut Masita berapi-api."Heh, Sita. Kamu jangan begitu dong, bagaimana pun juga dia itu ayahnya Kania, lagian kamu kan sudah punya suami, mana pengangguran lagi, Kania mau dikasi makan apa coba? Mending kasi ayahnya biar hidupnya bisa lebih baik!" timpal salah seorang tetangga Masita yang sejak awal selalu paling depan beraksi setiap ada masalah yang terjadi pada Masita."Heh, Bu. Jangan sok ikut campur urusan orang, aku mau makan apa itu urusan kami, bukan urusan Ibu ya," sergah Masita membela diri."Dan kamu, pergi dari sini, pergi!!" teriak Masita untuk yang kesekian kalinya pada Yoga, mantan suaminya."Oke, kali ini aku biarkan, tapi lain kali aku akan ke sini lagi menjenguk Kania. Jangan pernah larang aku ketemu anakku." ucap Yoga mencoba mengalah."Kenapa baru sekarang, hahh? Kemana aja kamu s
Last Updated: 2024-02-05
Chapter: Bab 13. Kehadiran Mantan
Seperti biasanya Masita selalu ke pasar untuk membeli bahan untuk jualannya. Tidak lupa, Kania juga dibawa karena tidak mungkin meninggalkan anaknya sendirian di rumah.Sekembali dari pasar, Masita merasa heran dengan kehadiran sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan depan rumahnya. Sambil terus mengawasi mobil tersebut, Masita membayar sewa ojek lalu mengangkat barang-barangnya. Sementara Kania dibiarkan berjalan di depan. Perhatiannya baru dialihkan saat hendak masuk pekarangan."Sita, tunggu!" Teriak seorang pria yang baru turun dari mobil yang terparkir tadi.Masita sontak menoleh ke asal suara,dan begitu tahu siapa orang tersebut, dia pun berdiri mematung seakan menahan napas. Keningnya mengerut menatap lurus orang itu dengan raut tidak senang.Pria tersebut melangkah masuk pekarangan dengan santai. Dan begitu mendekat, dia pun segera berjongkok di depan Kania. "Halo , Sayang. Papa kangen sama Kania," ucapnya sambil memegang bahunya kemudian mencium dan memeluknya. Kania hanya
Last Updated: 2024-01-29
Chapter: Bab 12. Sarapan
Keesokan paginya, seperti biasanya Masita bangun lebih awal untuk membuat sarapan, kemudian membangunkan Royan. Sambil duduk menempel di punggung suaminya, Masita mencium lembut pipinya. "Yan, ayo bangun udah pagi! hari ini ada kuliah 'kan?" panggilnya sembari berbisik lembut.Namun, Royan tidak bergerak juga. Sekali lagi Masita memanggilnya lembut. "Yan, Royan, ayo bangun!" desaknya sambil meletakkan dagunya di lengan suaminya tersebut, sementara telunjuknya terus menoyor-noyor pipi sang suami.Seketika Royan membuka mata dengan wajah masam sambil mendengus keras, membuat Masita langsung menegakkan kepala. Keningnya mengerut heran menatap suaminya yang terlihat kurang senang. Perlahan Royan membalikkan badan menjadi telentang lalu menatap istrinya. "Kamu kenapa, kok kayak gak senang gitu sih?" tanya Masita sedikit tersinggung. Sekali lagi Royan menarik napas panjang sambil memutar bola mata. "Kenapa masih Yan, Yan, Yan?" Mendengar protes suaminya, Masita langsung menyadari kesa
Last Updated: 2024-01-26
Gadis Malang Simpanan CEO

Gadis Malang Simpanan CEO

Aluna, seorang mahasiswa yang bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe, harus kehilangan kesuciannya oleh seorang CEO tampan yang gila hasrat dan kehangatan. Seharusnya Aluna menyesal, tetapi kelembutan dan perhatian manja yang diberikan oleh CEO itu membuatnya terlena dan tenggelam dalam candu hasrat gila milik CEO tampan, Faris, hingga berakhir menjadi wanita simpanan kesayangannya.
Read
Chapter: Bab 6 Mana laptopnya?
“Jangan, lepaskan! Ini bukan punyaku.” Aluna terus berusaha mempertahankan hak miliknya.Maya dan kedua temannya juga tak mau mengalah, mereka hampir saja merebut laptop itu, tetapi Aluna bergerak cepat, menendang keras betis Maya hingga jatuh terduduk, menggigit lengan salah satu temannya, sehingga laptop itu tak jadi terlepas dari pelukannya.“Akkh, kurang ajar, kamu berani menendangku!”“Sialan, kamu menggigitku?!”Saat salah satu teman Maya lagi berusaha membantunya berdiri, Aluna kembali tak tinggal diam, dia segera mendorong orang itu hingga tersungkur menimpa Maya, segera menyambar tasnya dan berlari keluar.“Kurang ajar, awas kau!” seru teman Maya tak terima dengan perlawanan AlunaGadis itu terus berlari keluar, hingga berpapasan dengan Syani yang baru keluar dari kamar kecil.“Aluna, kamu ngapain!?”Aluna menoleh, dan segera menghampirinya.“Maya mengejarku, dia mau merebut laptopku. Ini cepetan ambil, nanti kamu ngaku kalau ini punya teman kamu, ya.”Syani ikut kelimpungan d
Last Updated: 2026-02-05
Chapter: Bab 5 Om, Datanglah!
Matanya memandang jejak kosong di kejauhan, tempat seharusnya siluet itu berdiri, hadir membawa secarik harapan yang sangat dinantinya. Dentang jam seakan tertawa mendengar detak jantungnya yang berpacu dalam cemas yang hampir kehilangan asa.“Bagaimana, sudah selesai?”Lagi-lagi terdengar suara bariton Pak Dosen, memaksa detak nadi berdebar liar, seolah alarm bahaya yang terus berbunyi tanpa henti.Aluna kelimpungan, dingin dan resah terperangkap dalam jaring gelisah yang ia rajut sendiri, sulit bernapas, sulit melepaskan pandangan dari arah jendela.“Om, aku mohon datanglah,” gumam Aluna pada akhirnya.Ada kecamuk batin yang tak terhindarkan, pertarungan antara keyakinan dan keputusasaan. Ia menarik napas yang panjang dan berat, seolah seribu beban yang menghimpit jiwa.“Pak, izin ke toilet!” Aluna memberanikan diri mengacungkan jari yang mendapat anggukan dari Pak Dosen tanda diberi izin.Gadis itu segera berlari cepat keluar dari kelas menuju toilet yang ada di bagian ujung. Sesa
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: Bab 4 Dalam Deraan Dingin dan Kelam
Syani memeluk Aluna dengan perasaan sedih dan iba seraya mengelus punggungnya. “Yang sabar ya, Lun.” Aluna hanya mengangguk dalam isak tangis pilu. Ada sedikit kehangatan yang dirasakannya saat dipeluk, aliran hangat yang selama ini tidak pernah dirasakannya, sebab selama hidupnya hanya rasa dingin dan kelam yang menjadi selimutnya, membuat perasaannya sedikit terobati. Ponsel Aluna berdering, ia memicingkan mata, menggapai tas pinggangnya dan mengeluarkan ponsel. “Ya, ha_” “Kamu di mana, kenapa belum pulang?!” Suara bentakan di seberang telepon membuat Aluna spontan terbangun, menatap layar ponsel dan segera menghambur pergi meninggalkan kamar Syani tanpa pamit. ‘Gawat, aku kesiangan.’ Aluna meringis menanti ojek online yang baru dipesannya sembari menggigit kuku jari telunjuknya. Rasa cemas tergambar jelas di wajahnya. Sekitar sepuluh menit menunggu, ojek yang dipesannya sudah datang, barulah ia bernapas lega. Namun, begitu sampai di depan rumahnya, Aluna kembali terlihat ce
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: Bab 3 Diantar Pulang
Faris tidak mengindahkan teriakan Aluna, terus membawanya keluar dari ruangan. Aluna merasa risih dan malu saat melalui para LC dan Ob yang masih bekerja, apalagi katika melihat tatapan para LC yang tadi menindas dan merampoknya, Aluna langsung memejamkan mata, dan menyembunyikan wajah di dada bidang Faris.“Om, tasku ketinggalan!” Aluna mencoba berontak lagi setelah tiba di luar kafe. Namun, Faris tetap tak mengindahkan teriakannya, terus membawanya ke mobil.“Tunggu di sini, biar aku ambilkan!” Faris kembali ke dalam kafe dan beberapa saat kemudian keluar lagi dengan membawa tas miliknya. Aluna terus menatap Faris dengan rasa heran dan tidak yakin dengan apa yang baru saja dialaminya.Faris menoleh menatap Aluna setelah duduk di sampingnya di depan kemudi. Dia perlahan mendekat, membuat jantung Aluna terkesiap. Faris semakin dekat, sampai Aluna terpaksa memejamkan mata erat, mengira pria itu akan berbuat yang aneh-aneh. Namun, setelah sesaat tidak ada yang terjadi, Aluna membuka mat
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: Bab 2 Hanya Gadis Malang
Aluna mengambil uang di depannya dengan sangat hati-hati, menghitungnya dengan tangan gemetar. Tatapan matanya seolah memudar menatap uang tersebut. Rasa menyesal menguasai, air matanya terus mengalir sembari meremas uang itu kuat-kuat. Seakan dunianya mendadak kehilangan warna, seolah perbuatannya telah melenyapkan pelangi indah di matanya dan kini tinggal menyisakan warna kelabu yang pekat dan menyesakkan. Jiwanya benar-benar telah jatuh terpuruk pada palung yang terdalam.Setelah beberapa saat tenggelam oleh rasa sakit dan penyesalan, Aluna membuka mata, mengusap dan membersihkan wajah, gadis itu segera memasukkan uang tersebut ke dalam tasnya. Sejenak menatap ponsel.“Hah, udah jam 3 subuh?” Aluna menghela napas panjang, dengan enggan memasukkan ponsel ke dalam tas dan bersiap untuk pergi.Baru saja beranjak dari duduknya, tiga orang LC tiba-tiba masuk ke ruangan itu dan menghampirinya dengan gusar.Salah seorang yang berbaju merah berbadan montok langsung mendorong tubuhnya denga
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: Bab 1 Om, Tolongin Aku!
"Berapa yang kamu butuhkan?"Aluna menatap pria asing yang berdiri di sampingnya sedang memakai kemeja. Wajahnya yang tampan, penuh wibawa dan karisma, terlihat bukan pria biasa. Dingin seolah tak punya perasaaan.Namun, pertanyaannya bagai belati yang menghunjam ulu hati Aluna. Gadis mungil bertubuh kurus, berusia sekitar dua puluh tahunan itu hanya bisa menggigit bibir sembari memejamkan mata erat. Air matanya merembes melalui sudut mata. Tangannya perlahan bergerak meraba sofa berniat mencari pakaiannya yang entah di mana.Pria itu pun membantunya mengambil pakaian Aluna, dan menutupi tubuhnya yang terbaring polos di sofa.Aluna masih terdiam, ia tak tahu harus menjawabnya, ia memang butuh uang tapi bukan ditukar dengan tubuhnya, hanya saja semua sudah terjadi. Aluna semakin serba salah, menggigit bibir dan mengatupkan mata erat-eratPria itu menatap tajam Aluna yang terdiam bagai mayat kaku seakan peluru yang siap menembus jantung, meskipun tampak tenang, tetapi aura dinginnya me
Last Updated: 2025-11-09
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status