Share

83. Ayah Anakku

Author: Dea Anggie
last update publish date: 2026-05-13 10:11:23

Angelica menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan napas perlahan. Dia menarik kursi tak jauh darinya dan mendudukinya.

"Dari mana datangnya rasa percaya dirimu itu, Tuan? Dia bukan anakmu. Dia anakku dengan lelaki lain," kata Angelica.

Ethan tersenyum tipis, dia mengambil sebuah berkas dokumen dari atas nakas, lalu memberikan pada Angelica.

"Buka dan lihat. Baca baik-baik apa yang tertulis di dalamnya," kata Ethan.

Angelica menatap berkas dokumen yang disodorkan Ethan padanya, lalu mena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • A Mother's Justice   85. Salah Paham

    Dokter dan dua perawat langsung memalingkan pandangan ke arah lain saat melihat Angelica dan Etha berduaan."Ma-maafkan saya, Nona. Sepertinya saya datang diwaktu yang tidak tepat. Kami akan kembali lagi nanti," kata dokter yang lansung pergi. Kedua perawat yang tadi ikut masuk juga buru-buru pergi."Tu-tunggu ... Dokter tunggu!" kata Angelica berteriak.Sayangnya dokter dan dua perawat sudah benar-benar pergi meningglkan ruangan.Angelica memejamkan mata menahan emosi. Tak lama matanya terbuka dan menatap tajam ke arah Ethan."Aku sungguh ingin membunuhmu," kata Angelica kesal."Hei, aku nggak salah apa-apa. Enak aja main bunuh-bunuh," kata Ethan."Lepaskan tanganku dan menyingkir dari hadapanku!" perintah Angelica."Nggak mau," jawab Ethan.Angelica tersenyum, dia tiba-tiba membenturkan kepalanya ke kepala Ethan dengan cukup keras. Sehingga Ethan kesakitan dan mau tak mau melepaskan tangan Angelica.Begitu Ethan lengah, Angelica langsung mendorong tubuh Ethan dan segera berdiri.S

  • A Mother's Justice   84. Cincin Ganti Rugi

    Angelica selesai menyeka dan mengganti pakaian Nathan dibantu Ethan. Keduanya duduk bersantai di sofa. Menikmati kopi dan cemilan.Angelica minum kopi, lalu menatap Ethan yang sedari tadi menatapnya."Ada apa? Kenapa terus menatapku?" tanya Angelica."Karena kamu cantik," jawab Ethan."Jangan bercanda. Aku sudah nggak muda lagi. Mana bisa dibilang cantik. Matamu bermasalah ya?" kata Angelica."Cantik memang harus muda? Mataku memang bermasalah, karena dimtaku hanya kamu wanita paling cantik dan menarik. Wanita lain mana bisa dibandingkan denganmu?" kata Ethan merayu.Angelica tersenyum miring seolah sedang mengejek, "mulutmu sudah merayu berapa banyak wanita? wanita lain mungkin akan luluh dan tergoda. Sayang sekali rayuan receh seperti yang baru kamu katakan sudah aku dengar ribuan kali," katanya."Berikan tanganmu," kata Ethan."Untuk apa?" jawab Angelica."Aku tak akan melukaimu. Pinjam tanganmu sebentar," kata Ethan mendesak."Apa sih? Dia mau apa dengan tanganku? Awas saja berani

  • A Mother's Justice   83. Ayah Anakku

    Angelica menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan napas perlahan. Dia menarik kursi tak jauh darinya dan mendudukinya. "Dari mana datangnya rasa percaya dirimu itu, Tuan? Dia bukan anakmu. Dia anakku dengan lelaki lain," kata Angelica. Ethan tersenyum tipis, dia mengambil sebuah berkas dokumen dari atas nakas, lalu memberikan pada Angelica. "Buka dan lihat. Baca baik-baik apa yang tertulis di dalamnya," kata Ethan. Angelica menatap berkas dokumen yang disodorkan Ethan padanya, lalu menatap Ethan. Ethan menatap Angelica,"bukankah kamu perlu bukti? Ini adalah hasil tes DNA antara aku dan Nathan," katanya memberitahu. Diterimanya berkas dokumen itu, lalu dibukanya oleh Angelica. Dia membaca isi di dalamnya. "Dia beneran Ayah kandungnya Nathan," kata Angelica dalam hati. Ditutupnya berkas dokumen yang dipegangnya, lalu diberikannya kembali ke Ethan. "Persiapanmu lumayan juga. Untuk apa sebenarnya pembuktian ini? Apa maumu?" tanya Angelica. "Apa mauku kamu pasti sudah tahu,"

  • A Mother's Justice   82. Sandaran Saat Lelah

    Angelica memejamkan mata, Andrew mengusap kepala Angelica dengan lembut. "Jangan memaksakan diri. Jika lelah kamu harus istirahat," kata Andrew."Hm," gumam Angelica. Masih dengan mata terpejam."Jangan menahan diri. Mengeluhlah kalau kamu merasa tidak nyaman," kata Andrew."Hm," gumam Angelica tersenyum. Jangan menyakiti diri sendiri. Kamu bisa berbagi semua hal dengan Papa, Bibimu, Felix, atau Ervan. Kamu mengerti?" kata Andrew."Ok," jawab Angelica."Tiga bulan lagi ulang tahunmu. Ingin hadiah apa?" tanya Andreaw."Lagi nggak pengen apa-apa. Cuma pengen Nathan pulih," jawab Angelica.Andrew kembali mengelus kepala Angelica. Dia merasakan apa yang dirasakan putrinya saat itu."Apapun keadaannya, apapun yang terjadi, kita tidak boleh menyerah. Papa yakin Nathan akan segera pulih," kata Andrew menyemangati Angelica.Angelica mengangkat kepala dan menatap Papanya, "Kalau sebelumnya ada Nathan yang menghibur dan menyemangatiku, sekarang ada Papa. Makasih, Pa ..." ucapnya dengan mata

  • A Mother's Justice   81. Buruanku Diambil Orang

    Angelica dan Felix langsung kembali ke pusat kota di hari yang sama. Mereka nggak bisa menunda waktu. Sebelum pergi, Felix sempat menghubungi seseorang dan meminta bantuan untuk menyelidiki hilangnya gigi taring. Felix juga mengirim video rekamana kamera pengawas pada rekannya.Setelah menempuh 2 jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di kediaman Montgomery. "Barang-barang ini letakkan di kamar tamu dekat dapur," perintah Angelica pada pelayan rumahnya."Baik, Nona."Angelica menatap Felix, "aku mau mandi dulu. Kamu juga bisa bersih-bersih. Setelah ini kita ke rumah sakit," katanya."Ok," jawab Felix.Felix dan Angelica berpisah jalan. Angelica berjalan menuju tangga, dan naik ke lantai dua menuju kamarnya. Sedangkan Felix berjalan menuju kamarnya. Dia menempati salah satu kamar tamu kosong di kediaman Montgomery. Kamarnya bersebelahan dengan kamar Andrew.*Rumah sakit ...Andrew duduk di samping Nathan, dia baru saja selesai membacakan buku. Tak beberapa lama pintu ruangan terbuk

  • A Mother's Justice   80. Perburuan Gagal

    Angelica keluar dari dalam lift. Dia berjalan menyusuri lorong menuju kamar nomor 812."Apa masih lama?" tanya Angelica."Sudah aku cepatkan sedikit. Sabar," kata seseorang di ujung panggilan.Angelica sudah sampai di depan kamar nomor 812. Dia berdiri memperhatikan sekeliling. Mengamati situasi dan kondisi sekitar. "Di lorong ini ada beberapa titik yang dipasang kamera pengawas. Meraka yang kelaue masuk kamar dari ujung ke ujung pasti akan terlihat," kata Angelica dalam hati."Ketemu," kata teman Angelica di ujung panggilan."Ketemu apa? Apa kamu sudah menemukan gigi taring?" tanya Angelica."Gigi taring memang bertemu pelayan. Dia keluar dari kamar. Menerima sesuatu dari pelayan, lalu membacanya dan dia langsung memberikan sesuatu juga. Mungkin uang? Sstelah itu pelayan pergi dan gigi taring celingukan di depan pintu. Gak lama dia bawa masuk keranjang makanan. Dan sepuluh menitan dari gigi taring masuk bawa makanan ... ada beberapa orang orang yang masuk dan tak lama membawa gigi t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status