MasukSemua yang dikatakan Zhou Chen memang benar! Cao Yanshi membeku mendengar hukuman yang disebutkan Zhou Chen. Sebelum menjalankan rencana ritual memanggil roh, dia sudah paham konsekuensinya. Cao Yanshi putus asa. ‘Rencanaku belum berhasil. Aku tidak boleh mati sekarang.’Cao Yanshi mengelak, “Ini fitnah! Tuan, tolong tegakkan keadilan untukku.”Bukk!!Wang Yue menendang Cao Yanshi. “Kamu merusak mayat. Kamu menjalankan Ritual Memanggil Roh anak sulungmu menggunakan darah jantung orang-orang yang seumuran dengan anakmu,” kata Wang Yue. “Karena kamu, korban orang hilang bertambah banyak. Kamu juga membunuh istrimu dan melakukan percobaan pembunuhan terhadap anak keduamu.”Suara Wang Yue menggema dingin di dalam ruangan.“Semua tuduhan itu cukup untuk memenggal kepalamu. Lalu, kepalamu akan dipajang di tempat umum sebagai peringatan,” sambung Wang Yue.Mata sang pangeran menatap tajam ke arah Cao Yanshi. Tatapan itu menyiratkan ancaman kematian yang sangat nyata.Wajah Cao Yanshi sek
Memori Mo Cangyuan berputar kembali ke malam pertemuannya dengan Fang Jue. Mo Cangyuan berkata, “Saat aku menemukanmu, kamu bahkan tidak ingat namamu sendiri.”Raut menyedihkan terukir di wajah Mo Cangyuan. Dia pernah kehilangan anak keduanya. Saat melihat Fang Jue, Mo Cangyuan dan istrinya pernah berkata. Jika anak kedua mereka masih hidup sudah pasti seumuran dengan Fang Jue. Kemudian, Mo Cangyuan berkata lagi. “Nona Besar Keluarga Wang memberimu nama Fang Jue. Fang untuk jujur dan berprinsip. Jue untuk kebangkitan dan pemahaman.”Saat menjelaskan, kedua mata Mo Cangyuan berkaca-kaca. Sementara Wang Yue menahan perasaannya. “Jadi, arti Fang Jue adalah orang yang memiliki pemahaman mendalam dengan berpegang teguh pada prinsip kebenaran dan kejujuran,” ujar Wang Yue. Mo Cangyuan tersenyum pada Fang Jue. “Benar.”“Nama yang indah,” gumam Zhou Chen. “Tapi, ada hubungan apa antara Nona Besar Wang dan Fang Jue?”Bai Shuo berbisik, “Pangeran, sejak tinggal di Perbatasan Utara, Nona B
Kelopak mata Wang Yue berkedut. ‘Pasukan Ibu Suri? Ah, tapi… tanda di pakaian para pengawal milik kediaman Pangeran Zhou Chen. Aku tidak mungkin salah lihat.’ Semua orang di kekaisaran Sheng tahu. Pangeran Zhou Chen bodoh akibat insiden beberapa tahun silam. Mengingat diri sendiri saja, Pangeran Zhou Chen kesulitan. Jadi, mustahil dia mengirim pasukan untuk membasmi kasus orang hilang! “Ada apa? Kalian meragukan Ibu Suri?” sindir Zhou Chen. Lalu, dia mengeluarkan token kediaman Ibu Suri dan memperlihatkannya kepada semua orang. Wang Yue dan Mo Cangyuan bermain mata. Mereka menebak-nebak sosok lelaki di balik topeng itu. Tidak lama, Mo Cangyuan menangkupkan tangan ke arah Zhou Chen. “Maaf, Hamba kurang perhitungan. Hamba tidak tahu pasukan Ibu Suri di sini.” Wang Yue dan yang lainnya juga menangkupkan tangan, menunggu reaksi Zhou Chen. Setelah berpikir sejenak, akhirnya Wang Yue memutuskan untuk melanjutkan rencananya. ‘Ah, sudahlah. Aku akan melakukannya di depan Tuan ber
“Panglima!”Mo Cangyuan datang menyelamatkan Wang Yue. Dia berdiri membelakangi Zhou Chen, sengaja menghalangi pandangannya.“Terima kasih, Guru,” bisik Wang Yue. Wang Yue telah selesai mengganti topeng wajahnya. Dia menusuk penjaga yang merobek topengnya tadi.“Arrgghhh!”Teriak memilukan terdengar dari penjaga. Dia ambruk ke tanah dengan bersimbah darah. Wang Yue merapikan rambut yang menutupi mata. ‘Untung saja, aku bawa topeng cadangan.’Dia pergi ke peti mati di mana Mo Tianyu dan Cao Yanshi berada. Mo Cangyuan menegur Zhou Chen. “Tuan, kamu baik-baik saja?”Zhou Chen hanya mengangkat tangan. Dia kesal bukan main.“Ah, hampir saja aku bisa melihat wajah Panglima Hao,” keluhnya pelan. Lalu, dia pergi menyusul Wang Yue. Usai melihat Zhou Chen pergi, Fang Jue mendekati Mo Cangyuan. “Guru, untung saja Tuan tadi tidak melihat wajah asli Adik,” ujar Fang Jue. Dalam hati, Mo Cangyuan membenarkan. ‘Benar. Sebab, Yue'er sedang tidak memakai topeng wajah Wang Hao. Bisa celaka dia kal
“Panglima!” panggil Mo Tianyu. Sambil menyandera Cao Yanshi, Wang Yue berbalik. Dia melihat Mo Tianyu datang bersama Fang Jue dan Bai Shuo. “Lapor, Panglima. Pasukan Serigala Utara sudah mengepung tempat ini bersama pasukan Istana,” kata Mo Tianyu. Di depan orang lain, Wang Yue dan orang-orangnya tetap menyembunyikan identitas mereka. Dengan begitu, Zhou Chen akan mengira hubungan mereka hanyalah sebagai atasan dan bawahan.“Wakil Komandan Han Lie memimpin pasukan mengumpulkan bukti-bukti, saksi dan orang-orang yang terlibat,” sambung Fang Jue. Sesuai dugaan Wang Yue, Pasukan Elite Serigala Utara datang tepat waktu. “Lakukan sesuai perintahku sebelumnya. Tangkap hidup-hidup sekelompok orang yang bertopeng dan interogasi mereka. Sisanya, bunuh tanpa ampun,” kata Wang Yue, tegas. Zhou Chen tanpa sadar terus menatap Wang Yue. Hatinya tergerak oleh rasa penasaran. ‘Dengan kecerdasan dan ketegasannya, dia memang pantas menyandang jabatan Panglima Perbatasan Utara,’ puji Zhou Chen da
“Dari ciri-cirinya, dia sudah pasti seorang tabib,” kata Pangeran Zhao Chen. Wang Yue tidak memedulikannya. Karena tanpa Zhao Chen bilang pun, dia sudah tahu identitas lelaki tua itu. Lelaki tua berambut putih itu berdiri membelakangi mereka, sibuk mengaduk cairan kental yang mendidih di dalam kuali perunggu besar. Dari aroma uap yang membumbung tebal, Wang Yue langsung mengenali ramuan racun pekat yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.Mata Wang Yue melotot. “Ramuan Penguat Darah?”Di sebelahnya, Zhou Chen tercengang. Telinganya terasa panas mendengar nama ramuan yang tidak asing itu. “Panglima, kamu bilang apa? Ramuan Penguat Darah?”Wang Yue mengangguk. Lalu, dia mulai menjelaskan. “Dari aromanya, aku tahu. Di dalam kuali itu adalah Akar Ginseng Darah Seribu Tahun, Bunga Lotus Jiwa Merah dan Buah Embun Salju Merah.”“Jika tebakanku benar, Tabib tua itu akan mencampurkannya dengan Cendana Jiwa Merah dan Rumput Pengikat Roh.”Ketika Zhou Chen hendak membalas, dia melihat tabi







