Teilen

Bab 19

last update Veröffentlichungsdatum: 04.04.2026 12:48:06

Para karyawan perusahaan GW sedang mengalami masalah, lahan yang mereka incar untuk pembangunan pabrik baru telah direbut oleh pesaing.

Kini semuanya berkeringat dingin, menunggu dimarahi bos mereka.

Namun, begitu memasuki ruang rapat, mereka dibuat heran dengan aura cerah sang Presdir Wang.

Hal ini tidak membuat mereka lega melainkan menjadi lebih gelisah, sudah seperti ini Presdir Wang masih tenang? Tapi, semakin tenang bos mereka semakin menakutkan pula bila ia marah.

Ketika manajer operasio
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 30

    Sore itu, suasana kantor sedikit mencekam.Jaya tiba-tiba saja di panggil ke ruang HR.Kala itu Jaya sedang berada di mejanya, fokus pada pekerjaan. Ketika tiba-tiba saja staff HR menghampiri."Jaya," panggil HR, di tangannya ia membawa map, ekspresinya serius.Jaya menoleh, "iya?""Bisa ikut saya sebentar?" Jaya mengernyit, ia bertanya ragu, "sekarang?""Sekarang." Ucap HR tak memberikan pilihan lain.Jaya melirik ruang sebelah, tampaknya ia mengerti sesuatu, hingga akhirnya ia mengangguk. "Oke."Beberapa menit kemudian, di ruang HR.Jaya duduk di depan meja, terlihat santai dan masih tidak menyangka apa yang akan terjadi.“Ini terkait penempatan Anda.” Ucap staf HR sambil membuka map."Penempatan?" Tanya Jaya heran.“Kami memutuskan untuk memindahkan Anda ke kantor cabang di kota X."Jaya diam, ia tidak langsung bereaksi, seolah mempromosikan perkataan staff HR.“…Pindah?”"Mulai minggu depan," nada suara HR tetap profesional dan datar.Jaya menyandarkan punggungnya, matanya sedik

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 29

    Beberapa menit kemudian, Gennie dipanggil masuk Darrel Wang ke ruangannya.Ia berdiri tegang di hadapan Darrel Wang. Tangannya diletakkan di belakang, seolah membunyikan sesuatu.Sedangkan Darrel Wang duduk di kursinya, menata dokumen membiarkan gadis itu menunggu sebentar."Duduk." Titahnya pada Gennie.Gennie duduk di depan meja, dengan tegak dan menunggu.Beberapa detik berlalu tidak ada yang berbicara hanya suara halus AC."Jam istirahat hanya satu jam." Akhirnya Darrel Wang mengeluarkan suaranya.Gennie mengangguk."Gunakan dengan baik." Nada suaranya datar tapi ada tekanan yang tak terlihat.Gennie mengernyit, "maksudnya?"Darrel Wang akhirnya mengangkat pandangannya, menatapnya langsung. "Tadi." Hanya satu kata tapi cukup jelas.Gennie langsung mengerti, "oh... maksudnya Jaya?" Nama itu keluar spontan.Kesalahan terbesar, Gennie kembali membangkitkan iblis yang tertidur.Tatapan Darrel Wang berubah, menatap tajam dan dalam. "Begitu cepat kenalnya." Sinisnya.Gennie menelan lud

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 28

    Keesokan harinya, jam menunjukkan pukul dua belas siang.Suasana kantor sedikit lebih lambat, lebih santai.Beberapa karyawan mulai berdiri, merenggangkan tubuh, berjalan ke pantry atau keluar gedung untuk makan siang.Di meja sekretaris, Gennie akhirnya berhenti sejenak. Bersandar lelah di kursinya.Hari kedua, dan Gennie masih merasa berat. Namun tidak se-chaos kemarin.Sekertaris Jav berdiri dan menghampiri, "ayo makan siang.""Ke mana?" "Ambil jatah makan siangnya."Benar juga, perusahaan memberikan makan siang untuk karyawannya.Kemarin Gennie juga sudah merasakannya, dan ia rasa itu sesuai dengan seleranya, sangat cocok."Mau makan di meja atau di kantin?" Perusahaan memberikan pilihan, antara makanan katering atau makanan yang di masak dapur.Namun jika memilih masakan dapur perusahaan maka pasti akan makan di kantin."Makan di kantin saja, saya mau refreshing."Sekretaris Jav mengangguk, "baik, kalau gitu kantinnya ada di lantai dua, jika masih bingung tanyakan orang yang lewa

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 27.

    Sore harinya, suasana mulai sedikit tenang.Gennie bersandar sebentar di kursinya, bergumam pelan, "ini gila..."Sekertaris Jav yang duduk di samping melirik, "Nona Gennie masih hidup, itu sudah hebat."Gennie tertawa kecil, benar juga, ia masih waras saja sudah hebat."Oh iya, jangan memanggilku Nona di tempat kerja, panggil Gennie saja.""Baik, arahan di terima." Mendengarnya Gennie tertawa lagi."Tadi aku hampir salah kirim dokumen," adunya pada Jav.Sekretaris Jav mengangguk, "wajar."Benar, ini masih tahap wajar. Dari manajer pemasaran menjadi sekretaris tentu tidak mudah."Kamu sudah bekerja dengannya berapa lama?" Tanya Gennie penasaran.Sekretaris Jav diam sejenak, "sudah lama. Sejak Tuan masih remaja.""Kamu masih bertahan?" Kaget Gennie."Iya," mau gimana lagi? Dari awal Jav memang milik keluarga Wang. Keluarganya terikat dengan keluarga Wang, setiap generasi mereka akan mengirim anak muda untuk melayani calon ahli waris."Kamu gak lelah?"Jav menatap datar, "fase ini sudah

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 26

    Darrel Wang mengabaikannya, ia masih sibuk pada satu lembaran terakhir, lalu menutup dokumen itu pelan."Silakan."Gennie melangkah mendekat, tak ingin berbasa-basi dan langsung bertanya inti. “Kenapa saya dipindahkan ke divisi sekretaris?”Darrel Wang mendongak, pandangannya lurus ke depan. "Tidak puas?" Tanyanya meremehkan.Gennie menahan napas, "saya melamar sebagai manajer pemasaran."Kemudian ia melanjutkan dengan penuh tekanan. "Bukan sekretaris.""Lalu?" Tanya Darrel Wang menantang, "ini perusahaan saya, saya bebas melakukan apapun, kebetulan juga posisi itu kosong."Jika tempat itu kosong, lalu sekertaris Jav mau di kemana kan?Hening sepersekian detik. Ketegangan terasa jelas di udara.“Kalau begitu,” ucapnya pelan tapi tegas, “izinkan saya menolak.”Ucapannya berani, sangat berani untuk menentang pemegang saham terbesar.Darrel Wang tidak marah, yang ada ia semakin bersemangat. Inilah gadis yang ia suka, dak sikap inilah yang ia tunggu-tunggu."Alasannya?"“Saya ingin berke

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 25

    Gennie berdiri di depan lift, menunggu pintu terbuka.Tangannya masih menggenggam map, tapi kini genggamannya lebih longgar.Begitu pintu lift terbuka, Gennie akan melangkah masuk ketika ia tiba-tiba saja dicegat."Biar saya antar." Suara itu berasal dari pria di sampingnya.Gennie membeku, perlahan-lahan menoleh."Tidak perlu," Gennie refleks menolak.Namun Darrel Wang sudah melangkah lebih dulu ke dalam lift dan membantu menahan pintu dengan tangannya.Ia tidak berbicara, hanya menatap dan menunggunya.Sikapnya jelas tidak memaksa, tapi Gennie seakan-akan tak punya pilihan untuk menolak.Gennie menghela napas pelan, lalu masuk.Pintu perlahan tertutup, ruang sempit itu terasa terlalu sunyi.Posisi keduanya terlalu dekat, Gennie menunduk menatap sepatunya."Kamu hari ini..." Keduanya secara tak terduga, berkata bersamaan.Gennie tak lagi menatap bawah, wajahnya ia angkat, mimik wajahnya menunjukkan keterkejutan yang jelas."Kamu duluan," lagi-lagi keduanya seakan memiliki hati dan pi

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 16

    Chun Wang menatap punggung kedua generasi muda itu, mengetahui cucunya sudah menikah akhirnya ia tenang. Akhirnya anak itu punya rumahnya sendiri.Menyandarkan punggungnya ke kursi, membiarkan sisa teh di cangkirnya mendingin secara perlahan. "Terkadang," bisiknya pada diri sendiri, "jawaban dari

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 15

    Gennie dengan teliti memakai cheongsam merah, Darrel Wang memberinya untuk dipakai bertemu kakeknya.Cheongsam itu, memiliki kerah mandarin yang tinggi dan potongan yang melekuk pada tubuh rampingnya, terbuat dari sutra halus yang berkilauan di bawah cahaya lampu.Motif burung phoenix emas yang dis

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 14

    Pagi hari, sebelum sarapan.Darrel Wang bangun dengan perasaan segar, berjalan ke kamar mandi.Ia berdiam diri di depan cermin sebelum dengan lihai merapihkan helaian rambutnya, di hari pertama menikah ia harus memberikan kesan yang baik pada istrinya.Biar Gennie tahu dengan jelas bagaimana tampan

  • Ah! Presdir Wang Mengejarku!   Bab 13

    Keluar dari kantor sipil, Gennie dengan linglung mengikuti Darrel Wang. Bahkan saat dalam perjalanan pulang pun ia masih kehilangan jiwanya."Silakan, buku nikahmu." Darrel Wang menyerahkan buku itu pada Gennie."Ah, oke, terimakasih." Gennie dengan linglung mengambil.Menatap buku nikah ditangann

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status