Inicio / Young Adult / Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis / Chapter 97 =Ritual Ramuan Kemudaan=

Compartir

Chapter 97 =Ritual Ramuan Kemudaan=

last update Fecha de publicación: 2026-11-05 22:33:31

"Aku tidak akan pernah bisa melupakan hal ini," bisik Ridhika tanpa sadar.

Bagastya mengelus punggungnya lembut sebagai upaya untuk menenangkan, tetapi tindakan itu mustahil lantas mengangkat beban moral Ridhika begitu saja. Demi Tuhan, sebentar lagi dia akan menyaksikan seorang manusia disedot sari kehidupannya di depan matanya! Psikopat macam apa yang menciptakan ritual semacam ini?!

Sekuat apapun dia berusaha mengalihkan pandangan, matanya tetap terpaku pada belitan pipa-pipa tembaga berukur
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 100 =Akhir=

    Ridhika tidak akan pernah bisa melupakan hari itu. Fondasi demi fondasi bangunan yang satu-persatu roboh, menyisakan debu tebal di udara. Sosok Bagastya yang hilang dari pandangan. Tangan Ibu Berlian dan Amayra yang menyeretnya menjauh. Langit malam yang tiba-tiba berubah kelabu dengan kilat yang memencar di kejauhan. Semuanya masih segar dalam ingatan seolah baru terjadi kemarin.Setiap hari, saluran televisi masih terus menyiarkan berita keruntuhan Akademi Natyadharma. Publik geram dan menggunjing keluarga Airlangga yang begitu kejam memanfaatkan para alumni melenceng sebagai bahan bakar penggerak dunia cerita. Mereka juga mengutuk tindakan Sikha Airlangga yang memperluas penyalahgunaan kekuasaan itu dengan menyerap sari kehidupan para alumni tersebut demi keperluan pribadi. Para keluarga dari golongan protagonis terkemuka hingga figuran tidak dikenal berbondong-bondong membawa pulang anak-anak mereka. Menolak untuk menunggu, meski pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan bahwa a

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 99 =Rata Dengan Tanah=

    Ridhika melihat Sikha Airlangga bergumam, persis seperti yang dilakukan Bima dalam ritualnya tadi. Wanita itu menutup matanya, sementara tangannya semakin erat menggenggam si bandul merah. Urat-urat di punggung tangan dan keningnya sampai terlihat menonjol akibat kencangnya kedua tindakannya tersebut.Ridhika tidak mengerti apa yang sedang coba dilakukan Sikha, tetapi dia yakin apapun itu pastilah bukan sesuatu yang akan berakhir baik. Sebelum dia sendiri sempat bereaksi lebih jauh, tahu-tahu Bagastya sudah menarik tangannya, memaksanya untuk berlari keluar dari ruangan itu melalui pintu tempat mereka tadi masuk."Bagastya! Ada apa?!" Tanyanya setengah berteriak."Itu mantra peruntuh! Sikha Airlangga berniat mengubur kita semua disini!"Benar saja, hanya berselang beberapa detik seusai pernyataan itu keluar dari mulut Bagastya, seluruh bangunan aula utama langsung bergetar hebat. Lampu-lampu gantung raksasa saling bertabrakan hingga ornamennya pecah dan jatuh ke lantai bagai hujan kom

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 98 =Anak Perempuan Airlangga Yang Disisihkan=

    Seperti sedang tersihir sesuatu mengaburkan kesadaran, Ridhika beranjak keluar dari tempat persembunyiannya. Tidak peduli dengan Bagastya yang gelabakan menahannya atau dengan fakta bahwa seharusnya dia tidak boleh berjalan terlalu dekat ke arah Sikha Airlangga."Tidak! Dia Widuri," batinnya linglung. "Dia adalah orang pertama yang selalu membantuku, menjagaku. Tidak mungkin dia orang yang sama dengan wanita yang sudah berkali-kali coba membunuhku selama ini."Pada saat Ridhika sudah berada hanya beberapa jengkal dari wanita itu, yang perhatiannya masih tidak teralihkan dari mangkuk ramuan yang sedang dipegangnya, dengan suara tertahan dia coba untuk memanggil."Widuri."Tubuh Sikha menegang. Gerakan tangannya yang hampir meletakkan tepian mangkuk di ujung bibir seketika terhenti di udara. Ada banyak orang yang memanggilnya dengan nama itu, tetapi hanya satu yang mungkin adalah si pemilik suara tersebut.Ridhika menunggu Sikha sepenuhnya menoleh ke arahnya. Untuk sepersekian detik, di

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 97 =Ritual Ramuan Kemudaan=

    "Aku tidak akan pernah bisa melupakan hal ini," bisik Ridhika tanpa sadar.Bagastya mengelus punggungnya lembut sebagai upaya untuk menenangkan, tetapi tindakan itu mustahil lantas mengangkat beban moral Ridhika begitu saja. Demi Tuhan, sebentar lagi dia akan menyaksikan seorang manusia disedot sari kehidupannya di depan matanya! Psikopat macam apa yang menciptakan ritual semacam ini?!Sekuat apapun dia berusaha mengalihkan pandangan, matanya tetap terpaku pada belitan pipa-pipa tembaga berukuran ganjil yang terpasang di tengah ruangan, berliuk-liuk hingga berakhir di atas sebuah kuali yang berada tepat di bawah langit-langit kaca bermandikan cahaya bulan dan bintang. Di sekitar kuali terdapat botol dan toples kaca yang beberapa di antaranya aneh-aneh isinya. Ada yang tampak seperti getah, minyak, serbuk berwarna hitam pekat, bahkan cairan kental berwarna merah yang terlihat seperti darah.Membayangkan bahwa mungkin sekali cairan itu memang adalah darah membuat perut Ridhika bergejola

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 96 =Ruangan di Balik Aula Utama=

    "Ingat, sebelum tengah malam, kalian sudah harus ada disana. Kami sudah pasang kamera di setiap sudut tempat itu. Kita akan siarkan pengakuan Sikha Airlangga ke seluruh negeri."Ridhika menggenggam erat kunci yang diberikan padanya oleh Nirmala ketika teringat perkataan Jordan Darling melalui telepon tersebut. Jantungnya berdebar tidak nyaman setiap terlintas dalam benaknya bahwa nanti malam terpaksa harus ada orang yang dikorbankan untuk mengelabui Sikha Airlangga agar tidak curiga. Namun, tahu bahwa tanpa pengorbanan itu maka rencana mereka tidak akan sukses, membuatnya terpaksa mengeraskan hati.Pagi-pagi sekali kemarin dia sudah diantarkan oleh sopir bayaran keluarga Nayanthara untuk kembali ke Akademi Natyadharma. Bagastya dan Amayra menyambutnya di depan Griya Nayika, disusul oleh Ibu Berlian yang juga datang dengan dalih memeriksa keadaan. Untung saja wanita itu hadir, sebab tanpanya, Ridhika tidak yakin bisa masuk ke asrama dengan tenang. Para siswi terus mengerubunginya seper

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 95 =Teman Baru (?)=

    "Kalau kau bergerak sekali lagi, aku akan membunuhmu," omel Adishra datar dengan mata mendelik ke arah Ridhika."Salep ini ... membuat kulitku gatal.""Oh, ya? Jadi, haruskah sekarang kami mencarikan ramuan ajaib untuk menyembuhkan gatal, tuan puteri?"Hampir seminggu "didampingi" untuk mengurus luka-lukanya oleh Adishra membuat Ridhika sudah terbiasa dengan sarkasme gadis itu. Namun, ada hal lain yang juga dipelajarinya melalui rutinitas sehari-hari mereka, yaitu bahwa gadis yang selalu tampak bermuka masam itu ternyata cukup berhati lembut. Entah sudah berapa kali Ridhika melihat Adishra diam-diam mengusap air mata ketika mengganti perban atau mengoleskan salep di tubuhnya."Para orangtua sedang mengobrol," ujar Amayra selagi masuk ke dalam ruangan dengan tangan membawa nampan teh dan camilan. "Sepertinya tidak lama lagi mereka akan melancarkan rencana lainnya."Amayra menyerahkan segelas teh pada Adishra, lalu membantu Ridhika untuk duduk bersandar agar bisa meminum tehnya sendiri

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 4 = Griya Nayika =

    "Hati-hati," ujar pria tersebut. Suaranya rendah dan serak, seperti seseorang yang sudah lama tidak minum. "Maaf." Ridhika mundur beberapa langkah, lalu mengangguk sopan. Intuisinya berkata bahwa dia harus segera menjauh dan memang itulah yang ingin dilakukannya. Namun, keharusan untuk bersikap s

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 3 = Akademi Natyadharma =

    Ridhika diam mematung di depan Akademi Natyadharma yang kubah-kubah runcingnya menjulang seolah siap menembus awan. Napasnya tertahan untuk beberapa saat dan genggamannya pada pegangan koper bertambah erat. Mobil yang mengantarnya sudah lama pergi. Kini, tinggal dia berdiri sendiri di antara perk

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 2 = Keturunan Antagonis Sebagai Protagonis =

    "Kamu tidak akan perlu baju-baju ini, kalau sudah tinggal di Akademi, Ridhi." Ridhika tidak menghiraukan perkataan Ibunya tersebut. Alih-alih, tangannya terus bergerak mengemasi baju-bajunya yang didominasi warna hitam dan merah ke dalam sebuah koper berukuran sedang. Sejak pagi, telinganya sudah

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 1 = Undangan Khusus =

    "Heh! Minggir!" Bisik seorang pria pada sekelompok wanita yang sedang asyik berbincang-bincang di tengah pasar. "Ih! Kenapa, sih?!" "Iya, ganggu saja! Jalannya kan luas." "Ck! Minggir saja," nada si pria meninggi, dari gerak-geriknya tampak kepanikan yang susah payah disembunyikan. "Keturunan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status