Share

duabelas

Penulis: KolongLangit_15
last update Tanggal publikasi: 2025-11-29 22:37:40

Gibran terkejut saat Aleya meletakkan amplop coklat di atas etalase tokonya. Pria tersebut mengernyit sambil mengamati amplop yang bentuknya mirip surat lamaran kerja.

"Apa ini, Al ?"

"Surat lamaran kerja."

"Siapa yang mau kerja di sini, tetangga kamu?" tanya Gibran sambil membuka amplop tersebut. Mulutnya langsung menganga melihat nama Aleya yang tertera di sana. Ijazah serta pas foto, semuanya juga milik Aleya. "Jangan bercanda, Al." Gibran meletakkan kembali surat itu sambil membuang napas k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Keyla penempuh penerbangan menuju Kupang dengan perasaan tak karuan. Perkataan Aqilah sukses meracuni otaknya. Tahu Keyla sedang tidak baik-baik saja, Aisyah yang duduk di sebelahnya jadi khawatir. Dia menggenggam tangan Keyla yang terasa dingin."Overthinking itu gak boleh," ujarnya untuk menenangkan hati Keyla. "Kamu tahu sendiri, seperti apa Aqilah. Kakak kamu itu sejak dulu selalu negatif thinking kalau untuk urusan laki-laki, urusan percintaan. Kamu gonta ganti pacar berkali-kali, gak ada kan, satupun yang bisa sreg dihati kakak kamu? Karena dia memang setidak percaya itu dengan laki-laki, dengan cinta. Tapi kamu, kamu kenal Dave sudah lama, kamu pasti tahu seperti apa dia. Jangan terlalu difikirkan perkataan aqilah."Keyla mengangguk meski hatinya masih belum seratus persen tenang. Dia menyandarkan kepala di sandaran kursi."Tante itu bersyukur banget, Aqilah bisa dapat suami kayak Brian, bisa jatuh cinta sama Bian. Dulu tante sempat kepikiran kalau Aqilah gak bakalan mau nikah

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Aqilah dan Bian duduk bersebelahan di sofa panjang, sementara Bu Diah duduk sendiri, menatap keduanya sambil menunggu penjelasan. Tadinya Aqilah fikir, setelah menyampaikan kabar tentang kehamilannya, dia akan langsung diangkat oleh Bian seperti di film-film. Dibawa berputar-putar sambil tertawa bahagia. Atau kalau tidakpun, akan dihadiahi pelukan dan ciuman.Tapi yang terjadi, sungguh di luar ekspektasi, dia dan Bian malah disidang. Kabar kehamilannya, tak langsung membuat mertuanya bahagia, melainkan bingung.Sementara Rangga, cowok itu malah gak peduli, asyik mengedarkan pandangan mencari sosok gadis cantik bernama Ayu. Tadi dia sudah ke dapur, tapi tak ada Ayu disana. Kemungkinan hanya satu, dia di dalam kamar, tapi tak mungkinkan, mau mengecek. Cuma bisa berharap, gadis cantik itu segera keluar."Kalian gak berbuat dosakan?" Bu Diah masih kepikiran kesana."Astaghfirullah, Bu. Ya enggaklah," sahut Bian. Mungkin benar jika nafsuu laki-laki itu besar, tapi tak mungkin dia menjamah

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    "Makasih buat bunganya." Ucap Aqilah setelah dia dan Bian selesai menunaikan ibadah suami istri. Dia yang sedang berada dalam dekapan Bian, makin meringsek, membenamkan kepala di dada bidang suaminya."Kamu suka?" Bian mengecup puncak kepala Aqilah sambil mengusap punggung polosnya."Banget.""Kayaknya mas harus menanam bunga mawar di depan bengkel.""Kenapa gitu?""Biar bisa sering-sering ngasih kamu bunga. Sayang kalau beli terus, mahal banget."Aqilah tak bisa menahan tawa mendengar kejujuran suaminya."Pelit.""Bukan pelit, tapi ngirit.""Beda kata doang, intinya sama," Aqilah terkekeh pelan. Mendongakkan wajah, menatap Bian. Menyebalkan, kenapa dia bisa jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada pemuda ngirit alias pelit ini. Yang sebentar saja tak melihat, rasanya rindu berat. Bahkan tak bisa tidur tanpa pelukannya. Dan yang setiap sentuhannya terasa memabukkan."Tapi beneran loh, Qill. Mas kaget saat tahu harganya buket bunga mawar. Sumpah, mahal, diluar ekspektasi. Seumur hidup, ini pe

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Tak tega ibunya pulang naik angkot, Bian mengantarkannya sampai rumah. Sepanjang jalan, banyak sekali petuah yang diberikan, salah satunya, harus bisa menekan ego, karena menyatukan dua pemikiran menjadi satu itu tidak mudah. Rumah tangga itu saling melengkapi, bukan saling menunjukkan siapa yang lebih hebat. Jangan hanya menginginkan dimengerti, tapi juga mencoba untuk belajar mengerti.Bian mampir sebentar karena sudah mau masuk waktu maghrib. Menunaikan kewajiban dulu disana agar tak terburu-buru dalam perjalanan pulang."Ini, bawa pulang." Bu Diah menyerahkan kantong keresek berisi bandeng presto dan sambal yang dia masak siang tadi. Awalnya mau minta Ayu mengantar, tapi ternyata, putrinya itu sibuk dengan praktikum. "Itu mobil, sekalian kamu bawa juga, biar kemana-mana gak pakai motor.""Bian lebih seneng pakai motor, Bu.""Terus Aqilah, dia mau kamu ajak naik motor?" tanyanya sambil duduk di sebelah Bian."Mau kok, Bu. Kalau butuh mobilpun, pakai mobilnya Aqilah.""Syukur deh ka

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Honeymoon? Aqilah tersenyum kecut. Kondisi rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja, mana mungkin dia pergi honeymoon."Kenapa? Apa tebakanku tadi benar, Kak Aqilah ada masalah dengan bang Bian? bang Bian selingkuh?"Aqilah hanya diam saja ditanya seperti itu. Dan diam, tentu saja langsung diartikan iya oleh kebanyakan orang, termasuk Rangga."Apapun masalah kalian, diomongin baik-baik. Jangan pakai emosi karena itu cuma bikin masalah makin runyam. Terutama kamu, Kak. Kamu kan dikit-dikit ngegas, suka gak bisa ngontrol emosi. Takutnya hal itu malah jadi boomerang.""Kamu kok kayak malah bela mas bian gini sih?" protes Aqilah."Bukan belain siapa-siapa, cuma mengingatkan. Kadang apa yang kita lihat, tak seperti yang sebenarnya terjadi. Apalagi kakak dikit-dikit sukanya nyamain orang. Hanya karena Papa pernah gak setia, di otak kamu, semua laki-laki langsung kamu nilai kayak gitu. Padahal, gak semua loh.""Ngobrol berduaan sama cewek, ketawa ketiwi, apa seperti itu bukan selingkuh? U

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   season 2

    Hati Aqilah terenyuh melihat Bian tertidur di sofa. Ingin rasanya tak peduli, tapi kakinya seperti tak mau diajak kerjasama. Bukannya melangkah menuju pintu untuk berangkat kerja, dia malah menghampiri Bian. Menatap wajah lelah pria itu.Rasa bersalah menggerogoti hatinya. Apa tadi dia sudah sangat keterlaluan, dengan melempar uang yang diberikan suaminya? Tangannya terulur hendak menyentuh wajah sang suami, tapi urung tatkala ingat ekspresi Bian saat bersama wanita di depan minimarket tadi.Aqilah menyeka air mata yang meleleh melalui sudut matanya. Mengehela nafas panjang untuk mengurangi sesak di dada lalu pergi bekerja.Bekerja yang dia fikir bisa menjadi obat penyembuh luka, melupakan masalah, tapi nyatanya, justru dia tak bisa fokus. Bayangan kejadian tadi pagi, terus saja berputar di kepalanya, menyita perhatiannya melebihi pekerjaan."Bu, Bu Aqilah."Aqilah terkejut saat Sita menepuk bahunya. Ternyata dia sedang menjadi pusat perhatian semua peserta meeting. Memalukan."Bagaim

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   65

    "Pah.”Harun membuka mata mendengar panggilan Aqilah. Remaja itu berdiri tak jauh darinya dengan secangkir teh camomile di tangan.“Biar Papa cepat tidur.” Aqilah meletakkan cangkir berisi teh di atas meja. Duduk di sebelah papanya lalu memeluknya.“Makasih, sayang,” Harun mengecup puncak kepala Aq

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   64

    Bendera kuning, terpasang di depan rumah Harun. Deretan papan bunga memenuhi halaman rumah dan di sepanjang jalan menuju rumah tersebut. Para pelayat dengan pakaian serba hitam ataupun putih, tak henti-hentinya mendatangi rumah duka. Hari ini, sebulan setelah perceraian Harun dan Aleya, Mama Rieta

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   63

    “Iya, kita pulang ke sini.”“Yah,” Keyla membuang napas berat.“Padahal enak pulang ke rumah nenek. Di sana bisa sama-sama Mama dan Papa. Ada Kak Aqilah, juga ada nenek. Keyla suka di sana. Kita ke sana aja yuk, Mah.” Merengek sambil menarik-narik lengan mamanya, khas kelakuan anak kecil jika sedan

  • Aku Di Antara Pernikahan Pertama   62

    Hari ini, dengan ketidakhadiran Aleya sebagai tergugat untuk yang kedua kalinya, akhirnya hakim menjatuhkan putusan verstek. Gugatan cerai Harun dikabulkan. Mereka secara hukum, resmi bercerai.Proses perceraian ini jauh lebih cepat daripada perkiraan Harun. Selain karena ketidakhadiran Aleya, juga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status