مشاركة

Part 227

مؤلف: Zizara Geoveldy
last update تاريخ النشر: 2026-07-04 18:26:43

Entah berapa lamanya Zivanya terpaku menekuri benda-benda di atas meja dengan penuh rasa tidak percaya. Sampai kemudian ia mendengar suara isak.

Menengadah, Zivanya menemukan Rike yang menangis di hadapannya. Bahu sekretaris pribadi Ariyan itu kini berguncang. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah, membasahi pipinya yang kian memerah. Rike meremas tisu di tangannya dengan begitu erat, mencoba meredam tangis yang kian sesak.

​"Kamu kenapa?" tanya Zivanya. Suaranya terdengar sedi
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (11)
goodnovel comment avatar
Ivana Oktaviana
kenapa selalu nurutin kemauan anak, akhirnya Kaivan jdi korban.. cari perhatian emang si Ziva ini
goodnovel comment avatar
Naomi Sari
Fair enough jg kl ky gini…lgpl dr awal emg Zivanya yg oon sih mnrt gw…udah tau pernikahannya toxic tp mlh dipertahanin segitu lamanya smp bikin korban (Kaisar&Kaivan)…biarin aja dia ga dpt siapa2, mendingan single aja deh lo Ziv…dia sm emaknya itu sama2 nyusahin…run Kaivan run!!wkwkwk…
goodnovel comment avatar
Ara
iya betul apalgi jendesnya Ari tambah ribet nantinya
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 302

    Zivanya duduk dengan kaku di jok belakang. Sementara Kaisar asyik berceloteh dengan Zelena. Anak itu begitu ceriwis menanyakan keadaan papanya. Setiap jawaban yang diberikan omanya tidak seketika membuatnya puas. Selalu ada pertanyaan-pertanyaan berikutnya.Andai saja bukan karena Kaisar, Zivanya pasti tidak akan berada di sini. Zelena yang menyetir sesekali melirik melalui spion tengah dan mendapati Zivanya menatap ke luar jendela dengan wajah datar. Zelena tahu betul betapa berat posisi yang harus ditanggung wanita yang pernah menjadi menantunya itu. Ada rasa bersalah luar biasa yang kembali melingkupi hati Zelena. Ia merasa sangat egois karena telah memaksakan keadaan ini dengan menarik Zivanya kembali ke masa lalu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini semua adalah demi Ariyan, satu-satunya anak yang dimilikinya, yang diperoleh dengan pertaruhan hidup dan mati.***“Kamar Papa yang mana, Oma? Kok dari tadi nggak nyampe-nyampe? Banyak sekali kamarnya,” celetuk Kaisar sambil memandangi bagi

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 301

    Zivanya melihat ada dua panggilan tidak terjawab dari mantan mertuanya tengah malam kemarin. Ia tidak tahu karena saat itu sudah tidur.Pagi ini Zivanya terus bertanya-tanya di dalam hati. Untuk apa Mama Zelena menelepon? Apa ada sesuatu yang penting? Mungkin kalau Zelena menghubunginya pada jam biasa Zivanya tidak akan sepenasaran itu. “Ziva, kamu yang antar Kai ke sekolah ya, Mami lagi nggak enak badan,” kata Seruni yang muncul di ruang makan dengan menggunakan jaket tebal.“Omi sakit apa?” tanya Kaisar yang lahap mengunyah nugget-nya.“Omi meriang. Kepala Omi juga pusing dari semalam,” jawab wanita berambut pendek itu seraya berjalan mendekati meja makan dan mengusap kepala sang cucu dengan penuh kasih sayang. “Itu pasti karena Omi banyak makan es,” celetuk Kaisar yang membuat Seruni tertawa.Sepeninggal Seruni, Kaisar melanjutkan sarapan. Begitu juga dengan Zivanya. Hanya saja, fokusnya sama sekali tidak ada di atas meja makan. Atensinya terus-menerus tercurah pada ponsel yang t

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 300

    Zelena dan Jeandra sontak berpandangan mendengar permintaan putra mereka. Mudah untuk mewujudkannya andai kondisi Zivanya masih seperti dulu. Masalahnya, Zivanya akan menikah dengan Kaivan. Mereka tidak mungkin seenaknya saja meminta perempuan itu datang hanya untuk menyenangkan Ariyan.‘Papa Je, gimana nih?’ tanya Zelena melalui mata.Terdengar embusan napas meluncur dari mulut Jeandra yang menandakan bahwa ia juga merasa dilema oleh situasi ini.“Ari, sekarang sudah malam. Ziva dan Kaisar pasti sudah tidur,” kata Jeandra memberi alasan.“Sebentar aja, Pa. Siapa tahu Ziva belum tidur. Dulu biasanya tengah malam begini dia suka main piano,” balas Ariyan bersikeras.‘Ternyata dia ingat semuanya,’ bisik hati Zelena lega.“Tapi Papa rasa dia pasti sudah tidur. Ziva udah nggak sempat lagi main piano. Seharian dia sibuk kerja dan pasti udah capek pas nyampe di rumah.”Karena Jeandra tidak mengabulkannya, Ariyan beralih pada Zelena. Ditatapnya wanita yang sangat disayanginya itu dengan tata

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 299

    Bau antiseptik yang kini merasuk ke dalam hidung Ariyan tidak lagi berasal dari studio tato, melainkan dari sterilnya ruangan tempat Ariyan dirawat. Di dekat tempat tidurnya alat monitor jantung berbunyi dengan teratur. Perlahan-lahan, kelopak mata Ariyan pun terbuka. Hal pertama yang tertangkap oleh lensanya adalah wajah khawatir Zelena yang berdiri di sebelah Jeandra. “Mama,” panggil Ariyan lirih. “Iya, ini Mama,” sahut Zelena cepat sembari menggenggam tangan sang putra. Zelena merasa lega karena Ariyan ingat padanya. Tadi saat mendapat kabar dari Jodi, Zelena merasa sangat cemas. Ia takut penyakit Ariyan semakin parah dan tidak mampu mengingat apa pun. Pandangan Ariyan bergeser pada Jeandra yang tidak kalah cemas dari istrinya. “Papa…” Jeandra mengangguk. “Masih sakit kepalanya?” Ariyan menjawab dengan gelengan lemah. “Ma, Pa, aku minta maaf. Doain operasinya lancar ya, Ma, Pa.” Zelena dan Jeandra saling berpandangan. Keduanya keheranan. “Operasi apa, Nak?” “Ke

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 298

    Ariyan membuka kaus hitamnya yang basah oleh keringat. Saat ini ia sedang berada di ruang khusus trainer. Ia memandang refleksi dirinya di kaca besar di hadapannya. "Bang, tato lo itu asli keren banget," puji Jodi, salah satu trainer muda yang baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia menatap lekat detail ukiran di tubuh bosnya. "Cakep, Bang. Lo bikin di mana dulu? Terus makna di balik simbol burung sama rantai putus itu apa sih? Kayak dalam banget filosofinya."Di punggung Ariyan, tepatnya di sebelah kanan, terlihat sekumpulan tato. Seekor burung yang mengepakkan sayap terbang lepas melintasi tautan rantai besi yang putus. Di bagian tengahnya ada garis-garis kompas, memayungi deretan fase bulan dan ukiran matahari yang melengkung rapi.Ariyan mengangkat tangan meraba permukaan punggung kanannya. Kulitnya terasa dingin. Tetapi ia sama sekali tidak mampu mengingat kisah, tempat pembuatan, maupun arti di balik simbol-simbol tersebut.Memutar tubuh meng

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 297

    Kaisar Fitness berjarak tidak jauh dari rumah Ariyan. Kaivan tiba di sana dalam lima belas menit. Itu pun ia menyetir pelan-pelan karena terjebak kemacetan.Kaivan menatap tulisan Kaisar Fitness yang terukir di gedung dari balik kemudi. Ia merasa haru sekaligus kasihan.Setelah menata kembali emosinya, Kaivan keluar dari mobil dan mendorong pintu kaca pusat kebugaran tersebut.Embusan pendingin udara yang bercampur dentuman musik bertempo sedang dan menyambut kedatangannya. Suasana di dalam tampak hidup dan sangat profesional. Beberapa trainer berseragam khusus terlihat sedang mendampingi para member, sementara deretan peralatan fitness kelas atas tertata rapi di tempatnya.Kaivan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan hingga akhirnya matanya tertuju pada satu titik di area free weights.Di sana, Ariyan sedang berdiri di depan cermin besar. Lelaki itu tampak sedang memberikan instruksi teknik gerakan deadlift kepada salah seorang trainer muda. Kaivan tertegun di tempatnya berdiri.

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status