共有

Part 25

last update 公開日: 2026-05-05 13:00:30

Ariyan mengepalkan tinjunya di dalam saku celana, berusaha keras menjaga agar rahangnya tidak mengeras di depan mertuanya. Kata-kata Zivanya barusan bukan sekadar penolakan, melainkan pengusiran halus yang sangat mematikan harga dirinya. Diusir dari meja istrinya sendiri demi seorang pria yang kini duduk dengan tenang di sana.

​"Ziva benar, Mi," ujar Ariyan akhirnya dengan suara yang ditekan sedemikian rupa agar tetap terdengar biasa. "Aku nggak mau mengganggu obrolan penting mereka. Aku duduk
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (15)
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
Bahagiab banget baca part ini ka,,,,hahahahahha. Ga sabar sm kejutan2 Ziva & Kai lainnya. Ga usah ada air mata lg Ziva, bahagia aja buat kamu
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
wajib cerai ini.. kasihan Ziva yg harus dapat cowok brengsek tukang celap celup dengan perempuan lain..
goodnovel comment avatar
Rani Chairani
paiiit...paiit....
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 51

    Kalau saja bukan desakan dari kandung kemihnya, Zivanya belum akan bangun. Ia terpaksa membuka matanya yang berat bagai diberi perekat lalu membawa diri ke kamar mandi. Saat kembali ke tempat tidur, Zivanya menyadari satu hal. Ariyan tidak berada di sana. Mata Zivanya dengan refleks mencari jam dan menemukan waktu saat ini masih sangat pagi. Pukul setengah lima.Mungkin Ariyan ke apartemen Aira, pikirnya. Terserahlah. Zivanya tidak peduli. Tentang pria itu yang lebih sering berada di apartemen kekasihnya bukanlah hal yang baru. Malah Zivanya heran kalau Ariyan lebih sering berada di rumah.Tapi entah dorongan dari mana yang membuat Zivanya melangkah mendekati jendela dan melempar pandang ke luar sana. Ternyata mobil yang biasa dipakai suaminya ada di sana. Ariyan tidak pergi.Zivanya tertegun sejenak. Alisnya bertaut rapat melihat kendaraan gagah itu masih terparkir tenang di bawah temaram lampu taman. Jika mobilnya ada di sana, artinya Ariyan masih berada di dalam rumah ini. Namun,

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 50

    Seketika ruangan tersebut diliputi keheningan setelah penjelasan lugas Kaivan. Andara merasa tidak enak hati karena sudah salah sangka. Ia juga merasa kecewa karena sejak pertama melihat Zivanya tadi langsung menyukainya. Begitupun dengan Ananta yang terdiam. Setelah beberapa saat barulah lelaki itu membuka mulut.“Maksud kamu Ariyan Ari, sahabatmu, Bang?” tanya Ananta agar lebih jelas. Ia memang mengenal Ariyan.“Iya, Pa. Kalau Ari tahu Papa nyuruh aku ngelamar istrinya dia bisa ngamuk,” seloroh Kaivan.Ananta tertawa masam. “Tapi untungnya dia nggak di sini. Kalau dia tahu Papa bisa bonyok beneran.”Helaan napas kecewa pun terdengar dari mulut Zevia. “Gagal deh punya kakak ipar.”Sementara itu, ​​Andara masih mematung. Ia lalu menatap Zivanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada gurat kekecewaan yang terlukis jelas di wajahnya karena ia terlanjur menaruh harapan besar pada perempuan muda di sebelahnya ini. ​"Maaf ya, Ziva, Tante nggak tahu. Malah tadi langsung nyerocos. Tante b

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 49

    Kedua orang tua Kaivan muncul dari dalam rumah dan memberi senyum hangat pada Zivanya.​“Kenapa masih berdiri, Bang? Diajak duduk dong pacarnya,” titah Andara dengan senyum menggoda.​“Ma, Pa, kenalkan, ini Zivanya, teman aku, bukan p–” “Sudahlah, Kai, nggak usah malu,” potong Ananta, papanya Kaivan sebelum sang putra menyelesaikan perkataannya. Ia melangkah mendekat, mengabaikan usaha Kaivan untuk mengoreksi sebutan itu. “Papa tahu kamu memang sulit terbuka soal hati, tapi kalau sudah dibawa sampai ke rumah malam-malam begini, Papa rasa penjelasannya sudah cukup.”​Zivanya hanya bisa terpaku. Lidahnya terasa kelu. Ia ingin membantu menjelaskan, tapi tidak memiliki kesempatan​“Ayo duduk, Zivanya,” ujar Andara sambil menyentuh lengan Zivanya dengan lembut, seolah-olah dirinya memang benar kekasih Kaivan.​Zivanya segera menyalami keduanya dengan sopan. “Selamat malam, Om, Tante. Maaf saya mampir malam-malam begini,” ucap Zivanya sambil menyerahkan kotak macaron yang tadi sempat merek

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 48

    Zivanya menyandarkan punggungnya di kursi mobil Kaivan. Ia mencoba melepaskan sesak yang menghimpit dada sejak di pesta tadi. Keheningan malam yang menembus kaca jendela perlahan menenangkannya, meski bayangan wajah dingin Ariyan masih enggan pergi dari benaknya.​Kaivan melirik sekilas, lalu memecah keheningan dengan suara rendahnya yang menenangkan. "Masih kesal?"​"Menurutmu?"Kaivan menjawab dengan senyum tipis.“Dia benar-benar ngerusak suasana. Dan cara dia memperlakukan aku tadi seolah-olah aku ini barang miliknya yang bisa ditarik ke sana kemari.”“Sabar ya. Orang yang lagi cemburu memang kayak gitu.”Zivanya sontak mendengkus. “Kayaknya aku udah pernah bilang deh. Dia itu bukan cemburu, Kai. Tapi egois.”"Mungkin batas antara cemburu dan egois bagi Ariyan itu setipis benang, Ziva," sahut Kaivan pelan sambil memutar kemudi, memasuki jalan yang lebih lengang.​Zivanya tidak membalas. Ia memalingkan wajah ke luar jendela, menatap deret

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 47

    Zivanya memasang tampang masam sambil melempar pandang pada suaminya. Lelaki itu benar-benar membuatnya jengkel setengah mati. Ariyan tidak bergerak, namun auranya yang mendominasi membuat suasana di sekitar meja katering terasa membeku. Kaivan yang menyadari arah pandang Zivanya ikut melempar mata pada Ariyan. Seulas senyum tipis tersungging di bibirnya. Entah sejak kapan Ariyan mengekori mereka, Kaivan tidak menyadarinya. “Kenapa sih tuh orang ngikutin kita terus?” kesal Zivanya. “Mungkin kangen istrinya.” “Ih!” dengkus Zivanya sebal yang membuat Kaivan tersenyum geli. “Mau disamperin ke sana?” tanya lelaki itu. “Ayo.” Zivanya langsung melingkarkan tangan di lengan Kaivan, bergelayut manja padanya. Seiring dengan langkah kakinya yang semakin mendekat, Zivanya sengaja mengeratkan pelukan tangannya di lengan Kaivan. Ia memastikan tubuh mereka menempel cukup dekat untuk dilihat oleh siapa pun yang memandang. Terutama suaminya. Ia ingin Ariyan merasakan apa yang selama ini ia ra

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 46

    Gedung hotel bintang lima yang mereka datangi berpendar oleh cahaya lampu yang menggantung megah di langit-langit ballroom. Aroma manis yang lembut menyeruak, bercampur dengan wangi parfum mahal dari para tamu undangan yang berlalu-lalang. Zivanya melangkah masuk dengan tangan yang tertaut di lengan Kaivan. Gaun haute couture-nya membuat perempuan itu semakin cantik dan anggun serta memberikan kesan berkelas yang membuat beberapa pasang mata menoleh kagum.​Zivanya mencoba mengatur napasnya. Berada di keramaian setelah kejadian di halaman rumah tadi bukan hal mudah, namun kehadiran Kaivan yang tenang di sampingnya memberikan sedikit rasa aman.​"Kamu baik-baik aja?" Kaivan bertanya lembut.​Zivanya menganggukkan kepala.​Baru saja mereka melangkah beberapa meter menuju area utama, seorang wanita cantik yang mengenakan ball gown menghampiri mereka. Tapi sepasang matanya tertuju hanya pada Kaivan.​"Kaivan!" seru wanita itu.​Tanpa aba-aba, wanita itu langsung menghambur memeluk Kaivan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status