Inicio / Romansa / Alur Baru Sang Selir Ketiga / Chapter 52: Tidak Tenang Lagi

Compartir

Chapter 52: Tidak Tenang Lagi

Autor: KIKHAN
last update Fecha de publicación: 2026-01-21 19:22:49

Garrick tiba dengan langkah cepat—terlalu cepat untuk ukuran dirinya yang biasanya tenang. Mobil hitam berhenti mendadak di sisi jalan pasar, pintunya terbuka bahkan sebelum mesin benar-benar mati.

“Apa yang terjadi?” tanyanya singkat begitu turun.

Tatapannya langsung tertuju pada lengan atas Velian yang terbalut kain gaun robek. Darah sudah merembes, merah kontras di atas kain pucat.

Velian masih berdiri, meski wajahnya memucat. Leona menopangnya erat, telapak tangannya menekan ikatan seadanya
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 80: Antara Luka dan Rumah

    Setelah menemui Garrick, Eira kembali memasuki mansion. Langkahnya melambat saat melewati aula besar yang dipenuhi hiasan bunga dan cahaya lilin mewah. Meski kini suasananya telah sunyi, ia masih bisa membayangkan bagaimana ramainya jamuan semalam berlangsung di tempat itu.Ruang makan yang biasanya terasa tenang dan datar pasti dipenuhi percakapan para bangsawan, tawa basa-basi, serta intrik yang tersembunyi di balik senyum sopan mereka.Eira pernah menghadiri jamuan semacam itu sebelumnya, tetapi tidak pernah bertahan sampai akhir. Tubuhnya selalu terlalu lelah untuk mengikuti semua formalitas yang melelahkan itu.“Kamu di sini.”Suara berat Rhys terdengar dari koridor di samping aula, jalur yang mengarah ke ruang makan. Eira menoleh, lalu keduanya berjalan saling mendekat. Dalam sunyinya mansion, suara heels milik Eira dan langkah sepatu Rhys terdengar jelas beradu di lantai marmer.Begitu berhenti saling berhadapan, Rhys langsung menatapnya lekat, memastikan keadaan Eira lewat sor

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 79: Rasa Sakit yang Dibagi Dua

    Arlan Pradipta adalah sosok pria yang penuh kasih sayang—tenang, namun selalu hadir pada waktu yang tepat. Ia bertanggung jawab, tidak banyak bicara, tetapi setiap tindakannya terasa nyata. Velian mengenalnya hampir tiga tahun lalu, dalam sebuah acara bedah buku. Pertemuan itu sederhana. Namun, dari sanalah semuanya bermula. Velian, seorang penulis novel romansa dan fantasi yang hidup dalam imajinasi, bertemu dengan Arlan—pria yang mahir merangkai prosa, menciptakan kalimat-kalimat romantis sekaligus ironis dengan cara yang begitu jujur. Mereka jatuh pada dunia yang sama. Dan perlahan … jatuh satu sama lain. Hubungan mereka berjalan seperti pasangan pada umumnya. Hangat. Nyaman. Tenang. Namun, ada jarak tak kasatmata yang perlahan tumbuh di antara mereka. Kesibukan masing-masing membuat waktu terasa bergerak lebih cepat daripada yang mampu mereka kejar. Meski begitu, tidak pernah ada keraguan di antara keduanya. Pada masa itu, Duke of Morwenia bahkan belum lahir sebagai sebuah

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 78: Cahaya yang Pernah Ada

    Garrick sudah memikirkan semuanya. Cepat. Terlalu cepat, bahkan untuk sesuatu sebesar ini.“Jadi intinya…” suaranya rendah, nyaris datar, “kalian berdua bergantian berinteraksi dengan kami.”Ia berhenti sejenak. “Bahkan denganku.”Velian mengusap sudut matanya dengan kasar, berusaha menahan sisa emosinya. “Kalau kau ingin bersama Eira…” ucapnya, suaranya sedikit serak, “kami bisa bertukar tempat besok pagi. Setelah aku tidur.”Garrick mengernyit. “Mengapa harus begitu?”“Kami hanya bisa bertukar saat Velian tidur … atau pingsan,” jelas Eira pelan.Garrick terdiam sejenak, lalu sorot matanya berubah. “Jadi maksudmu…” ia menelan napas, “setelah kau pingsan terakhir kali—”“Rhys terlalu mengkhawatirkanku,” potong Eira cepat. “Jadi aku memutuskan untuk menemuinya sebentar.”Penjelasan itu terdengar sederhana. Namun tidak bagi Garrick. Tatapannya beralih, kini sepenuhnya tertuju pada Eira. “Bagaimana denganku?” tanyanya pelan. Nada suaranya tidak tinggi. Tidak marah. Justru … terlalu tenan

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 77: Tabir yang Runtuh

    Tangan kanan Dylen terangkat setengah. Udara di sekitarnya bergetar tipis sebelum pusaran air kecil terbentuk, melingkari pergelangan tangannya seperti arus yang hidup.Dalam sekejap—Sebuah buku tebal muncul di genggamannya.“Kau beruntung,” desis Dylen pelan, setengah tak percaya, sambil menyerahkan buku itu pada Garrick. “Dan lebih dari itu … kau berhasil menjadi orang yang mereka percayai.”“Mereka?” ulang Garrick, menerima buku itu dengan alis berkerut.Dylen menatapnya lurus. “Keduanya memilihmu,” ujarnya. “Jika suatu saat rahasia itu tak lagi bisa ditutup … mereka akan memberitahumu lebih dulu, bukan Rhys.” Ia berhenti sejenak, seolah memberi waktu pada kata-katanya untuk meresap. “Kenapa?” lanjutnya pelan. “Karena Rhys bisa saja melabeli mereka sebagai pengkhianat.”Sorot matanya menggelap.“Ia tidak akan tahu siapa yang sebenarnya ia cintai. Antara yang asli … dan yang palsu,” tambah Dylen lirih. “Rhys akan kebingungan.”Garrick membuka buku itu.Kosong.Halaman demi halaman—

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 76: Retakan Dalam Kebohongan

    Tanpa sepengetahuan mereka, Garrick diam-diam mendatangi Dylen di Akademi Marindor.Kunjungan itu terjadi tak lama setelah Velian pingsan—di saat semua orang masih terfokus pada kondisinya.Namun bagi Garrick, ada sesuatu yang jauh lebih mengusik pikirannya.Sebuah bisikan.Samar, nyaris tak terdengar … namun cukup jelas untuk menghancurkan seluruh keyakinannya.“Aku … bukan ... Eira...”Sejak saat itu, ia tahu—ada kebenaran yang disembunyikan.Ketika Garrick memasuki Akademi Marindor, suasana terasa tidak seperti biasanya.Sejumlah murid laki-laki berhamburan keluar dari pintu utama, wajah mereka dipenuhi kebingungan sekaligus kecemasan. Suara gaduh memenuhi halaman, membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling bertukar cerita dengan nada tegang.“Kristalnya sempat redup…”“Tiba-tiba saja, semua sihirku tidak bisa digunakan!”Kabar itu menyebar cepat.Kristal Marindor—sumber utama yang menjaga kestabilan aliran sihir di akademi—sempat kehilangan cahayanya selama beberapa saat.Insi

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 75: Garrick Tahu Velian Ardyn

    Pintu kamar tertutup keras.Velian masuk tanpa menoleh ke belakang, napasnya tidak beraturan. Langkahnya terhenti di samping meja rias, dan di sanalah—pantulan Eira muncul, wajahnya dipenuhi kegelisahan saat melihat kondisi Velian yang berantakan.“Mengapa kau kembali sebelum acara selesai?” tanya Eira, bingung.Namun Velian tidak menjawab, seolah tidak mendengar apa pun. Tangannya bergerak cepat, hampir gemetar, membuka laci nakas satu per satu dengan panik. Ia mengobrak-abrik isinya, mencari sesuatu—sesuatu yang bisa menenangkan dadanya yang terasa seperti akan meledak.Napasnya semakin pendek. Jantungnya berdetak tidak beraturan. Ia butuh obat penenang. Sekarang. Sebelum tubuh lemah ini kembali menyerah.Eira ikut panik, langkahnya mendekat, namun tetap tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.“Velian, ada apa denganmu?!” suaranya mulai meninggi, penuh kecemasan.Namun Velian masih tidak menjawab.Ia hanya terus mencari—dengan tangan gemetar, dengan napas yang semakin tercekik, da

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 40: Eira Shawn yang Asli Kembali?

    Lengan Velian segera dipasangi bidai khusus oleh Tabib istana, dibalut kain tebal yang mengeras perlahan setelah terkena ramuan penyokong tulang. Setelah memastikan penyangga terpasang sempurna, Tabib membungkuk dalam-dalam ke arah Rhys sebelum mengundurkan diri tanpa banyak kata.Rhys lalu beralih

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 37: Perang Dingin Antara Rhys dengan Dylen

    Lalu, apa yang sebenarnya dilakukan Velian?Dugaan Garrick tak meleset. Gadis itu benar-benar tersesat di dalam hutan sejak dini hari, entah bagaimana awalnya bisa sejauh ini. Dalam ingatannya, ia yakin telah memilih jalur yang benar menuju Marindor.Udara pagi menusuk dingin. Velian tidak mengenak

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 36: Ke Mana Perginya Velian?

    Pagi masih terlalu dini ketika Raven Sinclair tampak mondar-mandir gelisah di depan bangunan utama mansion. Wajahnya tegang, langkahnya tak pernah benar-benar berhenti.Tak lama kemudian, tiga pengawal datang dari arah berbeda. Raut mereka seragam—bukan panik karena kehilangan benda, melainkan ses

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 35: Velian Mencuri Vox Device Leona

    Dalam sekejap, cahaya padat terbentuk—memadat, memanjang—hingga menjelma sebilah pedang yang berkilau oleh energi yang sama dengan yang mengalir di tubuh Dylen. Ia menggenggam gagangnya erat, sorot matanya mengerasTubuh Dylen melesat dan berhenti tepat di depan kristal. Dalam satu ayunan, i

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status