/ Romansa / Alur Baru Sang Selir Ketiga / Chapter 53: Reaksi Raja dan Ratu Morwenia

공유

Chapter 53: Reaksi Raja dan Ratu Morwenia

작가: KIKHAN
last update 게시일: 2026-01-25 15:40:38

Begitu kabar sampai ke Istana—bahwa istri ketiga Duke Morwenia terluka oleh senjata tajam di wilayah umum—reaksinya tidak meledak-ledak, namun jelas serius.

Ratu Isolde VI tengah berada di kamar pribadinya ketika seorang dayang masuk dengan langkah tergesa, lalu berlutut hormat.

Ratu Isolde VI sedang duduk di depan meja rias dengan anggun, kehadirannya tenang namun berwibawa. Kulitnya cerah dengan kilau lembut, seolah cahaya istana selalu setia memeluknya. Rambut panjangnya berwarna cokelat kee
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 74: Wajah dari Masa Lalu

    Alverine menatapnya lurus, tanpa ragu. “Bukankah hubungan kalian sangat dekat?”Velian terdiam sesaat, lalu matanya membelalak tajam.Refleks, ia melirik ke arah lain. Rhys, Raven, dan Leona tampak tetap fokus pada hidangan mereka—namun jelas, mereka semua mendengar. Tatapan mereka sekilas mengarah ke Velian dan Alverine, sebelum kembali berpura-pura tidak peduli.Suasana yang semula tenang kini terasa berubah … lebih tegang, meski tak ada satu pun yang mengakuinya.“Ups!”Alverine nyengir lebar sambil menutup mulutnya sendiri, seolah baru sadar telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.Di sampingnya, Velian hanya bisa tertawa kecil—pahit, tipis, dan nyaris tak terdengar.“Pangeran akan menyusul setelah menyelesaikan urusannya, Alverine,” ujar Ratu Isolde lembut, menatap gadis kecil itu dengan gemas. “Kau sangat ingin melihatnya, ya?”Alverine menahan senyumnya, namun kilatan antusias tetap terlihat jelas di matanya.“Bolehkah aku bermain de

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 73: Di Tengah Meja yang Ramai

    Dari pantulan cermin rias, Velian membuka suara.“Besok ada jamuan. Kenapa tidak kamu saja yang hadir? Sekarang kita sudah bisa bertukar peran.” Suaranya tenang, tapi menyimpan kelelahan yang belum sepenuhnya hilang.Namun jika ditarik beberapa langkah dari pantulan itu, kenyataan yang berbeda terlihat.Eira Shawn berdiri di sana, menyisir rambut gelombangnya yang indah dengan gerakan pelan dan teratur. Wajahnya tenang, seolah tak ada gejolak apa pun—berbanding terbalik dengan apa yang baru saja terjadi beberapa saat lalu.Sejak Velian pingsan karena sesak napas, sesuatu telah berubah.Kini, mereka benar-benar bertukar peran.Dan pagi itu masih terlalu dini untuk memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi di antara mereka.“Aku tidak ingin. Kau saja yang berada di sana.” Eira menjawab tanpa menoleh. Nada suaranya tenang, tapi menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan. Baginya, satu hal sudah cukup—ia telah meminta maaf pada Rhys.Velian mengembuskan na

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 72: Maaf, Rhys...

    Leona menoleh terkejut ketika pelayan datang tergopoh-gopoh dari luar ruang makan, wajahnya pucat dan napas tersengal. "Nona … Nona Eira… jatuh pingsan di kamar," lapor pelayan terbata-bata."Lagi?!" seru Leona, kata pertama yang keluar dari mulutnya penuh kecemasan. Tanpa menunggu jawaban, ia bangkit dari kursi, langkahnya cepat. "Bagaimana dengan tabib? Cepat panggil sekarang!"Setelah menerima konfirmasi bahwa tabib sedang dalam perjalanan, Leona langsung melesat ke kubah kaca, tempat Rhys dan Raven berdiri dari jauh. Dari sana, ia sudah bisa merasakan ketegangan di antara keduanya.Begitu Leona tiba, Rhys dan Raven kompak bungkam, menatapnya seolah menyadari sesuatu yang tak perlu diucapkan.Napas Leona tersengal, dada terasa sesak karena berlari secepat mungkin. "Kalian sibuk bertengkar di sini, sampai tidak tahu Eira pingsan?!" suaranya meninggi, setengah membentak penuh kemarahan dan kepanikan.Detik itu juga, Rhys langsung melesat meninggalkan kubah kaca

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 71: Aku ... Bukan Eira

    Velian mendengar seluruh percakapan itu dari balik pintu.Ia berdiri membeku di sana, satu tangannya menenteng sepatu heels agar langkahnya tidak berbunyi saat diam-diam membuntuti mereka. Jantungnya berdetak begitu keras hingga ia takut suara itu saja sudah cukup untuk membocorkan keberadaannya.Namun yang ia dengar justru membuat dadanya terasa sesak.Ketika Raven menyebut bahwa Rhys mungkin sudah terpikat pada Eira bahkan sebelum Selphira hadir dalam hidupnya, mata Velian perlahan berkaca-kaca.Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik dan berlari pergi.Garrick yang berjaga di depan pintu sempat menegakkan tubuhnya ketika melihat Velian melintas dengan tergesa-gesa. Ia hampir saja memanggil dan mengejarnya, tetapi raut wajah gadis itu membuatnya urung.Velian tampak … tidak baik-baik saja.Akhirnya Garrick hanya diam di tempatnya, membiarkan Velian pergi tanpa pertanyaan.Sesampainya di kamar, Velian langsung menjatuhkan dirinya berlutut di lantai. Tangannya buru-buru meraih buku mis

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 70: Halaman yang Tidak Dituliskan

    Raven memimpin jalan menuju bagian mansion yang jarang dijaga pengawal, dekat kubah kaca tempat Velian sering singgah untuk sekadar merenung. Cahaya pagi menembus kaca tinggi itu, jatuh lembut di lantai batu yang dingin.Begitu tiba, Raven berhenti. Ia menarik napas panjang, seolah menahan sesuatu yang sejak tadi mengganjal di dadanya, lalu berbalik menghadap Rhys."Aku dengar sesuatu dari pelayan—""Ya." Jawaban Rhys keluar begitu saja, memotong kalimatnya.Raven menatapnya tajam. "Iya apa? Kau lupa … atau memang bodoh, Rhys?"Emosinya mulai naik. Rhys berdiri di sana dengan wajah tenang, seolah tidak ada hal besar yang sedang dipertaruhkan."Jika sampai Eira hamil—!" Raven mengepalkan tangannya kuat-kuat. Amarahnya hampir meledak hingga ia memejamkan mata sejenak, menghitung dalam hati satu sampai tiga agar tidak kehilangan kendali. Saat membuka mata lagi, suaranya memang lebih pelan, tapi ketegangannya masih terasa jelas. "Kau tahu konsekuensi yang harus d

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 69: Sup yang Menghangatkan Hati

    Urusan di istana selesai. Rhys dan Velian berpamitan dengan raja dan ratu, lalu melangkah menuju agenda masing-masing. Velian akan beristirahat, sementara Rhys hendak berburu bersama Garrick."Langsung?" Velian spontan bertanya, langkah mereka berhenti kompak di depan pintu rumah.Rhys menatapnya tenang, tapi matanya menaruh rasa ingin tahu. "Ya. Ada apa?""Kamu tidak lelah seharian di istana?"Rhys mengangkat alis, setengah tersenyum. "Kamu … peduli dengan saya?"Velian menunduk sebentar. "Kesehatanmu."Di bawah anak tangga, Garrick sudah menunggu, matanya mengamati interaksi mereka. Rhys sekadar melirik, menandakan dia tak keberatan, lalu menoleh kembali pada Velian.Velian melipat kedua tangan di depan dada, nada suaranya bercampur canda dan skeptis. "Lagipula, apa yang kamu buru di malam hari? Gelap, sunyi, sepi…"Rhys tersenyum tipis, nada santai tapi tajam. "Saya tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu. Malam ini saya tidur sendiri, jadi t

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 47: Dylen Hendak Mencium Velian

    Pikiran Velian seketika kosong.Sebagai penulis, ia baru menyadari satu hal yang mengusik—ternyata ada begitu banyak rahasia yang bahkan tak ia ketahui dari novel yang ia ciptakan sendiri. Termasuk isi hati para tokoh di dalamnya.Setahunya, Eira tak pernah mengatakan hal itu pada Garrick

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 46: Satu-satunya Untukku

    “Baru kali ini aku merasa tersinggung,” kata Dylen, nada suaranya setengah serius, setengah bercanda.Velian mengerutkan dahi. “Kapan aku menyinggungmu?”Dylen menoleh, menatap Velian sebentar, lalu menarik napas pelan. “Aku datang bersamamu, Rhys juga ada di sini … tapi kau hanya melihat

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 45: Cerita Mulai Berjalan Sendiri

    Velian dan Alverine serempak mendongak ketika langit di atas mereka tiba-tiba terang.“Apakah…” Velian tersenyum lebar, tanpa beban. Saat kunang-kunang itu turun perlahan mendekatinya, dadanya terasa hangat. Untuk pertama kalinya, ia melihat kunang-kunang dari jarak sedekat ini—bukan sekadar

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 43: Velian Merajuk Lagi

    “Perjanjian Rhys dengan Raja dan Ratu jauh lebih serius daripada yang kamu bayangkan,” ujar Eira dingin. “Jika Rhys gagal membunuh siapa pun yang diperintahkan, ia akan dianggap berkhianat.”Eira menatap Velian tanpa berkedip.“Kamu menulis novel ini. Kamu tahu sendiri apa yang terjadi pada pengkhi

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status