공유

Bab 24 (18+)

작가: Rizu Key
last update 게시일: 2026-01-09 20:00:38

"Terima kasih, jagoannya Bunda. Sekarang Putra tidur ya? Bunda nggak akan lama. Putra berani kan sendiri?" bohong Aya lagi. Wanita itu mencium lembut kening Putra cukup lama, seolah sedang mengumpulkan kekuatan dari aroma lembut tubuh anaknya.

"Iya, Bunda. Nanti jangan lupa dikunci. Putra juga udah bawa kunci cadangannya. Kalau ada apa-apa nanti Putra ke rumah Pak RT," sahut Putra sembari menunjukkan kunci duplikat yang ia simpan di dalam kantong celananya. Seolah anak itu sudah biasa.
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 253

    Namun, tepat saat suasana semakin memanas, Ibra tiba-tiba menjauhkan wajahnya. Ia mengambil napas panjang dan memejamkan mata, mencoba menenangkan debaran jantungnya sendiri. Tangannya pun menjauh dari dada sintal Aya."Mas...?" bisik Aya bingung, napasnya juga masih tersengal. Wanita itu, juga ikut mulai terbawa suasana.Ibra membuka kedua matanya, menatap wajah sang istri yang merah padam."Maaf, Aya," ujar Ibra dengan suara serak. Ia mengusap lembut pipi sang istri dengan ibu jarinya. "Aku nggak mau egois. Kandunganmu baru memasuki lima bulan, dan beberapa minggu terakhir ini kamu sangat stres dengan masalah ini. Aku takut kalau kita lanjut... itu akan membahayakanmu atau bayi kita. Aku nggak mau ambil risiko sekecil apa pun."Aya tertegun. Ada sedikit rasa kecewa yang muncul secara alami, namun di saat yang sama, hatinya luluh melihat betapa Ibra sangat memprioritaskan keselamatannya, sangat peduli padanya. "Aku mengerti, Mas. Nggak papa...."Ibra mengecup ke

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 252

    Mobil Maybach hitam metalik yang membawa Ibra dan Aya membelah jalanan kota dengan perlahan, seolah memberikan ruang bagi penghuninya untuk menghirup udara kebebasan yang sesungguhnya.Di belakang mereka, mobil yang membawa Dewi perlahan memisahkan diri di persimpangan besar. Dewi memilih pulang ke kediamannya sendiri untuk menenangkan diri atas keadilan bagi mendiang suaminya."Aku masih nggak percaya ini sudah berakhir," gumam Ibra sambil menggenggam erat tangan Aya di pangkuannya.Aya tersenyum, menyandarkan kepalanya ke bahu bidang suaminya. "Keadilan mungkin datang terlambat, Mas. Tapi dia pasti datang untuk membela kebenaran."Ibra tersenyum tipis. "Kamu benar. Dan ini semua berkat kamu," ujarnya penuh kelembutan.Mobil Ibra pun terus melaju. Begitu mobil berhenti di depan teras rumah, pintu depan sudah terbuka lebar. Seorang anak laki-laki dengan mata berbinar berlari keluar. Putra, yang selama ini dijaga ketat di rumah demi keamanannya, tampak melompat-lompat kegirangan."Ayah

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 251

    Hakim mengetuk palu dengan keras. "Terdakwa, jaga sikap Anda!"Setelah perdebatan sengit selama berjam-jam, di mana kuasa hukum Hengki mencoba segala trik hukum untuk menunda keputusan, mulai dari alasan kesehatan klien hingga prosedur penyitaan bukti yang dianggap tidak sah. Akan tetapi hakim tetap pada pendiriannya. Fakta-fakta yang disajikan Rafael terlalu fakta, terlalu nyata, dan terlalu mengerikan untuk diabaikan.Hakim Ketua kemudian berkonsultasi sejenak dengan hakim anggota lainnya. Suasana sidang mencapai puncak ketegangannya. Para wartawan sudah siap dengan jari di atas tombol unggah setelah mendapatkan foto-foto dan juga rekaman video perdebatan sengit di dalam ruang sidang."Berdasarkan bukti-bukti yang sah dan meyakinkan...." Hakim Ketua memulai pembacaan putusan. "Maka dengan ini menyatakan terdakwa Hengki Pramana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama, pencurian data informasi rahasia negara dan korp

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 250

    "Menarik sekali kuasa hukum Anda, Pak Hengki," ujar Rafael santai. "Dokumen yang Anda pegang itu memang terlihat asli. Sayangnya, 'keaslian' itu hanya di atas kertas yang sudah dipesan sebelumnya." Pria itu menatap sang Hakim Ketua."Yang Mulia, izinkan kami menunjukkan bukti tandingan untuk membantah 'bukti palsu' mereka. Sebuah bukti yang tidak bisa dibantah oleh kertas-kertas lama yang sudah dimanipulasi ini," lanjutnya dengan tegas. Sementara Ibra memilih diam memercayakan masalah ini padanya.Rafael kemudian meminta tim teknisnya untuk mengganti tampilan di layar proyektor. Kali ini, yang muncul bukan lagi video, melainkan sebuah rekaman audio percakapan telepon yang sangat jernih."Pak Darmawan, uangnya sudah masuk ke rekening luar negeri Anda. Pastikan mekanik itu benar-benar hilang. Jangan sampai ada satu pun benda yang tersisa di lokasi yang bisa dijadikan bukti."Suara itu sangat khas. Suara Hengki Pramana di masa mudanya, dua puluh tahun yang lalu, meskipu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 249

    "Kenapa dia bisa tertangkap?" bisik Liam, tampak geram sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia menatap Darmawan yang sejak tadi ia tunggu malah tampak begitu bodoh di depan umum.Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri itu mendadak sunyi senyap, seolah oksigen di ruangan itu terserap habis saat Darmawan duduk di kursi saksi. Hengki Pramana mencengkeram pinggiran meja hijau di depannya hingga buku-buku jarinya memutih.Mata pria itu yang merah menatap Darmawan dengan kebencian dan juga kecemasan yang bercampur menjadi satu. Pria yang biasanya menjadi 'pembersih' jejaknya itu kini hanya menunduk, gemetar menghadapi ribuan pasang mata yang mengintai lewat lensa kamera yang saling berlomba berkilat seperti petir yang menyambar.Hakim Ketua kembali mengetuk palunya sekali lagi, memecah kesunyian yang mencekam tersebut. "Saksi Darmawan, harap berikan keterangan dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan sumpah yang telah Anda ucapkan."Wajah Hakim Ketua tampak men

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 248

    Gedung Pengadilan Negeri yang berada di pusat kota sudah dikepung oleh massa dan awak media sejak pukul tujuh pagi. Saat mobil Ibra tiba, suasana sempat riuh, namun Ibra keluar dengan tenang. Ia mengenakan setelan jas abu-abu tua yang sangat pas di tubuhnya, memberikan kesan wibawa, tegas, dan juga dingin yang tak tergoyahkan.Samuel turun lebih dulu, membantu membukakan pintu untuknya dan mendampingi sang Presdir masuk ke dalam gedung. Ia berjalan di samping Ibra. Tak kalah gagah dari atasannya."Pak, Jaksa Penuntut Umum sudah menerima tambahan bukti yang kita kirim tadi malam. Mereka sangat antusias dengan kasus ini. Ini bukan lagi soal sengketa bisnis, ini akan bergeser menjadi kasus pembunuhan berencana," lapor Samuel yang baru saja membuka tabletnya."Bagus. Apa orang itu sudah datang?" tanya Ibra tanpa menoleh."Kabarnya mereka baru saja masuk lewat pintu samping dengan pengawalan ketat kepolisian. Dia terlihat seperti anjing tua yang terluka. Dia pasti ketakutan sekarang jika t

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 106

    Di saat yang sama, tepatnya di kamar VIP Irish Grand Hotel, suasana sangat berbeda. Tirai jendela masih tertutup rapat, membuat ruangan itu tampak temaram.Di atas tempat tidur king size, Ibra terbaring dengan napas yang tidak teratur. Keringat dingin membasahi dahinya, dan wajahnya nampak memerah

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 99

    Aya membaringkan Putra ke atas tempat tidur dengan gerakan selembut mungkin. Ia menyelimuti tubuh kecil itu, mengecup keningnya lama, seolah mencari kekuatan dari aroma lembut chamomile yang masih tersisa di kulit Putra.Wanita itu berusaha mengabaikan keberadaan sosok tinggi yang berdiri di ambang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 97

    Ibra langsung menoleh pada anaknya, wajahnya berubah lembut seketika. "Bunda bilang dagingnya enak sekali, sampai dia ingin berterima kasih pada Ayah dengan cara... memijat bahu Ayah nanti di rumah," ucap pria itu dengan seenaknya.Kedua mata Aya membulat. "Aku nggak bilang begitu.""Benarkah, Bund

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 92

    Keesokan harinya, suasana di kantor milik Ibra tampak lebih sibuk dari biasanya. Meskipun kondisi fisiknya belum seratus persen pulih, Ibra bersikeras untuk datang sendiri. Pagi tadi, ia dengan tegas melarang Aya ikut."Kamu di rumah saja. Urus Putra. Jangan karena satu kali keberuntungan di rapat

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status