Share

Bab 24 (18+)

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-01-09 20:00:38

"Terima kasih, jagoannya Bunda. Sekarang Putra tidur ya? Bunda nggak akan lama. Putra berani kan sendiri?" bohong Aya lagi. Wanita itu mencium lembut kening Putra cukup lama, seolah sedang mengumpulkan kekuatan dari aroma lembut tubuh anaknya.

"Iya, Bunda. Nanti jangan lupa dikunci. Putra juga udah bawa kunci cadangannya. Kalau ada apa-apa nanti Putra ke rumah Pak RT," sahut Putra sembari menunjukkan kunci duplikat yang ia simpan di dalam kantong celananya. Seolah anak itu sudah biasa.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 254

    "Ummm...." Suara lenguhan terdengar pelan.Sinar matahari pagi yang hangat mulai menyeruak masuk melalui celah-celah gorden kamar yang tidak tertutup rapat. Suasana kamar masih begitu tenang, hanya terdengar suara detak jam dinding dan napas teratur dari pria yang masih terlelap di samping Aya.Aya terbangun lebih dulu. Tubuhnya terasa jauh lebih segar setelah tidur nyenyak yang cukup panjang, meski ada sedikit rasa pegal di pinggangna. Hal yang lumrah bagi wanita yang kandungannya sudah mulai membesar. Ia mengubah posisinya perlahan, berbaring miring menghadap Ibra."Mas Ibra...." panggilnya lembut.Ditatapnya wajah suaminya yang masih terpejam rapat. Dalam keadaan tidur seperti ini, gurat-gurat tegas dan dingin yang biasanya terpancar dari wajah Ibra seolah luluh, digantikan oleh ketenangan yang tulus. Bulu mata Ibra yang lebat tampak kontras dengan kulit wajahnya yang putih bersih. Aya memperhatikan setiap detail itu dengan rasa sayang yang membuncah.Tiba-tiba Aya teringat kejadia

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 253

    Namun, tepat saat suasana semakin memanas, Ibra tiba-tiba menjauhkan wajahnya. Ia mengambil napas panjang dan memejamkan mata, mencoba menenangkan debaran jantungnya sendiri. Tangannya pun menjauh dari dada sintal Aya."Mas...?" bisik Aya bingung, napasnya juga masih tersengal. Wanita itu, juga ikut mulai terbawa suasana.Ibra membuka kedua matanya, menatap wajah sang istri yang merah padam."Maaf, Aya," ujar Ibra dengan suara serak. Ia mengusap lembut pipi sang istri dengan ibu jarinya. "Aku nggak mau egois. Kandunganmu baru memasuki lima bulan, dan beberapa minggu terakhir ini kamu sangat stres dengan masalah ini. Aku takut kalau kita lanjut... itu akan membahayakanmu atau bayi kita. Aku nggak mau ambil risiko sekecil apa pun."Aya tertegun. Ada sedikit rasa kecewa yang muncul secara alami, namun di saat yang sama, hatinya luluh melihat betapa Ibra sangat memprioritaskan keselamatannya, sangat peduli padanya. "Aku mengerti, Mas. Nggak papa...."Ibra mengecup ke

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 252

    Mobil Maybach hitam metalik yang membawa Ibra dan Aya membelah jalanan kota dengan perlahan, seolah memberikan ruang bagi penghuninya untuk menghirup udara kebebasan yang sesungguhnya.Di belakang mereka, mobil yang membawa Dewi perlahan memisahkan diri di persimpangan besar. Dewi memilih pulang ke kediamannya sendiri untuk menenangkan diri atas keadilan bagi mendiang suaminya."Aku masih nggak percaya ini sudah berakhir," gumam Ibra sambil menggenggam erat tangan Aya di pangkuannya.Aya tersenyum, menyandarkan kepalanya ke bahu bidang suaminya. "Keadilan mungkin datang terlambat, Mas. Tapi dia pasti datang untuk membela kebenaran."Ibra tersenyum tipis. "Kamu benar. Dan ini semua berkat kamu," ujarnya penuh kelembutan.Mobil Ibra pun terus melaju. Begitu mobil berhenti di depan teras rumah, pintu depan sudah terbuka lebar. Seorang anak laki-laki dengan mata berbinar berlari keluar. Putra, yang selama ini dijaga ketat di rumah demi keamanannya, tampak melompat-lompat kegirangan."Ayah

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 251

    Hakim mengetuk palu dengan keras. "Terdakwa, jaga sikap Anda!"Setelah perdebatan sengit selama berjam-jam, di mana kuasa hukum Hengki mencoba segala trik hukum untuk menunda keputusan, mulai dari alasan kesehatan klien hingga prosedur penyitaan bukti yang dianggap tidak sah. Akan tetapi hakim tetap pada pendiriannya. Fakta-fakta yang disajikan Rafael terlalu fakta, terlalu nyata, dan terlalu mengerikan untuk diabaikan.Hakim Ketua kemudian berkonsultasi sejenak dengan hakim anggota lainnya. Suasana sidang mencapai puncak ketegangannya. Para wartawan sudah siap dengan jari di atas tombol unggah setelah mendapatkan foto-foto dan juga rekaman video perdebatan sengit di dalam ruang sidang."Berdasarkan bukti-bukti yang sah dan meyakinkan...." Hakim Ketua memulai pembacaan putusan. "Maka dengan ini menyatakan terdakwa Hengki Pramana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama, pencurian data informasi rahasia negara dan korp

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 250

    "Menarik sekali kuasa hukum Anda, Pak Hengki," ujar Rafael santai. "Dokumen yang Anda pegang itu memang terlihat asli. Sayangnya, 'keaslian' itu hanya di atas kertas yang sudah dipesan sebelumnya." Pria itu menatap sang Hakim Ketua."Yang Mulia, izinkan kami menunjukkan bukti tandingan untuk membantah 'bukti palsu' mereka. Sebuah bukti yang tidak bisa dibantah oleh kertas-kertas lama yang sudah dimanipulasi ini," lanjutnya dengan tegas. Sementara Ibra memilih diam memercayakan masalah ini padanya.Rafael kemudian meminta tim teknisnya untuk mengganti tampilan di layar proyektor. Kali ini, yang muncul bukan lagi video, melainkan sebuah rekaman audio percakapan telepon yang sangat jernih."Pak Darmawan, uangnya sudah masuk ke rekening luar negeri Anda. Pastikan mekanik itu benar-benar hilang. Jangan sampai ada satu pun benda yang tersisa di lokasi yang bisa dijadikan bukti."Suara itu sangat khas. Suara Hengki Pramana di masa mudanya, dua puluh tahun yang lalu, meskipu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 249

    "Kenapa dia bisa tertangkap?" bisik Liam, tampak geram sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia menatap Darmawan yang sejak tadi ia tunggu malah tampak begitu bodoh di depan umum.Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri itu mendadak sunyi senyap, seolah oksigen di ruangan itu terserap habis saat Darmawan duduk di kursi saksi. Hengki Pramana mencengkeram pinggiran meja hijau di depannya hingga buku-buku jarinya memutih.Mata pria itu yang merah menatap Darmawan dengan kebencian dan juga kecemasan yang bercampur menjadi satu. Pria yang biasanya menjadi 'pembersih' jejaknya itu kini hanya menunduk, gemetar menghadapi ribuan pasang mata yang mengintai lewat lensa kamera yang saling berlomba berkilat seperti petir yang menyambar.Hakim Ketua kembali mengetuk palunya sekali lagi, memecah kesunyian yang mencekam tersebut. "Saksi Darmawan, harap berikan keterangan dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan sumpah yang telah Anda ucapkan."Wajah Hakim Ketua tampak men

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 43

    Putra kembali masuk ke dalam mobil mewah ayahnya. Bocah itu membuka pintu sendiri, namun ternyata kekuatannya kurang dan pintu masih tertutup. Ibra mengamatinya dalam diam. Lalu pria itu membukakan pintu tersebut untuknya."Makasih," ucap Putra ketus sembari duduk di bangku belakang.Ibra

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 46

    Bertambah satu hari. Aya tak bisa tidur sama sekali. Terlihat dari wajah lelahnya dan juga lingkar hitam di bawah kedua matanya. Wanita itu terus memikirkan keberadaan anaknya. Dan Ibra sama sekali tak bisa dihubungi.Wajah Aya pucat pasi, seperti tanpa tenaga. Bahkan ada lingkar hitam yang m

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 44

    Seseorang turun dari sebuah mobil mewah. Aya menyadari kehadirannya dan segera mendongak. Kedua matanya membulat saat melihat siapa yang saat ini berlari ke arahnya."Aya!"Sebelum wanita itu sempat merespon, tubuhnya dipeluk erat."Aya... astaga... Aku benar-benar rindu padamu, Ay... Bagaimana kab

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 42

    Pertanyaan polos namun tajam dari bocah berusia lima tahun itu menggantung di udara, menciptakan keheningan yang menyesakkan di dalam mobil mewah tersebut. Ibra, pria yang biasanya memiliki jawaban untuk segala negosiasi bisnis bernilai miliaran, kini mendadak diam. Lidahnya kelu, dan tenggorokan

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status