Share

Chapter 3

Penulis: Author Mars
last update Tanggal publikasi: 2026-08-20 12:30:28

Suasana di depan mansion seketika membeku.

Wajah Rinny langsung pucat. Linda yang sejak tadi memasang wajah prihatin ikut terdiam, sementara Mike menatap Vincent dengan gugup.

"Tu... Tuan Lu, maksud Anda..." Rinny tergagap.

"Pria yang bersama Chloe malam itu adalah aku," jawab Vincent dingin. "Jadi, menurutmu aku adalah pria asing yang tidak dikenal kakakmu?"

"Tidak, Tuan Lu. Saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya..." Rinny mulai panik, tetapi tidak mampu melanjutkan ucapannya.

Vincent menatapnya tajam. "Kalau begitu, jelaskan. Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?"

Rinny menelan ludah. "Saya... saya hanya mendengar dari orang lain."

"Orang lain?" Vincent tersenyum tipis tanpa kehangatan. "Lucu. Kau begitu yakin Chloe mempermalukan keluarga, padahal sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Mike segera menyela, "Tuan Lu, mungkin ada kesalahpahaman. Chloe memang berada di tempat Anda malam itu, tetapi—"

"Dia masuk ke tempatku karena sedang melarikan diri," potong Vincent. "Dan sekarang kalian mengusirnya dari rumah?"

Mike langsung terdiam.

Vincent menatap Mike dengan sorot mata dingin. "Kalian menjual putri kalian sendiri kepada seorang pria demi mendapatkan investasi. Ketika dia melarikan diri, kalian justru menyebutnya mempermalukan keluarga."

"Tuan Lu, itu adalah urusan keluarga kami," jawab Mike dengan suara tertahan.

"Kalau begitu jangan gunakan nama keluarga untuk menutupi perbuatan kalian," balas Vincent tajam.

Linda yang sejak tadi diam segera mencoba membela diri. "Tuan Lu, kami tidak pernah bermaksud menyakiti Chloe. Kami hanya ingin dia mematuhi keputusan keluarga."

Vincent mengalihkan pandangan kepadanya. "Jangan berpura-pura menjadi ibu yang baik di depanku. Aku sudah mengetahui bagaimana kau memperlakukan Chloe selama ini."

Wajah Linda seketika berubah.

Vincent kemudian menatap Rinny. "Dan kau."

Rinny refleks menegakkan tubuh.

"Jangan pernah lagi menyebut Chloe sebagai wanita yang suka bermain dengan pria asing," ucap Vincent dengan suara dingin. "Karena pria asing yang kau maksud adalah aku."

"Tuan Lu, saya benar-benar tidak tahu..." Rinny mencoba menjelaskan.

"Tidak tahu bukan alasan untuk memfitnah seseorang," potong Vincent.

Rinny menggigit bibirnya, tidak berani lagi membantah.

Mike akhirnya memberanikan diri bertanya, "Tuan Lu, kalau Anda datang mencari Chloe, sebenarnya apa hubungan Anda dengannya?"

"Mike Shen, kau tidak layak bertanya seperti itu kepada bos kami. Cepat beritahu di mana Nona Shen!" tegur Jack dengan nada tegas.

"Kami tidak tahu, Tuan," jawab Mike gugup.

Vincent menatapnya tajam sebelum berkata kepada Jack, "Temukan dia dalam lima menit."

"Baik, Tuan," jawab Jack segera sambil mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan kepada bawahannya.

Vincent kembali menatap Mike, Linda, dan Rinny dengan sorot mata dingin. "Kalau sampai terjadi sesuatu pada Chloe, kalian siap menunggu pembalasan dariku!"

Beberapa saat kemudian.

Jack duduk di kursi pengemudi sementara Vincent berada di kursi belakang. Suasana di dalam mobil terasa hening hingga tiba-tiba ponsel Jack berdering.

"Hallo!" jawab Jack sambil mengangkat telepon.

"Jack, salah satu anak buah kita melihat gadis itu berjalan menuju sebuah gedung apartemen," terdengar suara seorang pria dari seberang telepon.

"Baiklah, terima kasih atas informasinya!" jawab Jack sebelum memutuskan panggilan.

Jack segera menatap kaca spion. "Tuan Lu, Nona Shen sudah ditemukan!"

"Langsung ke sana!" perintah Vincent tanpa ragu.

"Baik, Tuan!"

Jack segera menginjak pedal gas dan mempercepat laju mobil menuju lokasi yang telah diberikan anak buahnya.

Di sisi lain, Chloe berjalan perlahan menghampiri gedung apartemen tersebut. Langkahnya berat, seolah seluruh tenaganya telah terkuras setelah apa yang terjadi di mansion keluarga Shen.

Sesampainya di depan gedung, Chloe berhenti dan berdiri diam. Tatapannya kosong, sementara pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan.

"Tak kusangka akhirnya aku benar-benar diusir dari rumah..." gumam Chloe lirih. "Siapa sebenarnya pria yang menodai aku semalam? Dan bagaimana kehidupanku selanjutnya?"

Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam mewah berhenti di depan gedung apartemen. Jack segera turun dari kursi pengemudi dan berjalan menghampiri Chloe yang masih berdiri dengan tatapan kosong.

"Nona Shen?" panggil Jack.

Chloe menoleh dan menatap pria itu dengan bingung. "Anda siapa?"

"Saya Jack. Saya datang untuk menjemput Anda."

"Menjemputku?" Chloe mengerutkan kening.

Jack mengangguk. "Benar. Atasan saya ingin berbicara dengan Anda. Silakan masuk ke mobil."

Chloe melirik mobil hitam tersebut dengan ragu. "Siapa atasanmu?"

"Namanya Vincent Lu."

Nama itu sama sekali tidak dikenali Chloe. Ia hanya terdiam beberapa saat sebelum bertanya, "Untuk apa dia mencariku?"

"Lebih baik Anda tanyakan langsung kepadanya," jawab Jack.

Chloe masih terlihat ragu, tetapi setelah melihat dirinya yang bahkan tidak memiliki tempat untuk dituju, akhirnya ia menghela napas panjang.

"Baik."

Jack membukakan pintu belakang mobil. Chloe masuk perlahan dan duduk di kursi belakang.

Barulah ia menyadari seorang pria asing sudah duduk di sisi lain.

Pria itu mengenakan jas hitam dengan wajah dingin dan tatapan tajam. Chloe langsung merasa sedikit gugup karena sama sekali tidak mengenalnya.

Vincent sendiri hanya diam memperhatikan wajah Chloe yang terlihat lelah dan pipinya yang masih memerah.

Beberapa detik kemudian, ia akhirnya berkata, "Kau adalah Chloe Shen?"

Chloe mengangguk pelan. "Iya. Tapi siapa sebenarnya Anda, dan kenapa mencariku?"

Vincent mengeluarkan sebuah kalung dari saku jasnya lalu menunjukkannya kepada Chloe.

Kalung itu seketika membuat mata Chloe terbelalak. Ia langsung mengenalinya karena benda tersebut adalah miliknya yang tertinggal di kamar Vincent malam itu.

"Kau adalah pria semalam?" tanya Chloe dengan wajah terkejut.

Vincent mengangguk. "Iya. Semalam kau telah menyelamatkan aku. Kali ini aku mencarimu dengan niat ingin bertanggung jawab."

"Bertanggung jawab?" Chloe menatapnya kesal. "Dengan cara apa? Kau telah menghancurkan hidupku!"

"Jangan lupa, kau yang datang ke kamarku," ujar Vincent tenang.

"Tapi bukan berarti kau bisa bertindak sesuka hati!" bentak Chloe. "Aku datang ke sana untuk menyelamatkan diri, bukan untuk menjual diriku!"

Emosi Chloe memuncak. Ia mengangkat tangannya hendak menampar wajah Vincent, tetapi dengan cepat Vincent menangkap pergelangan tangannya sebelum tamparan itu mengenai wajahnya.

"Apa kau tidak bisa bersikap tenang," ucap Vincent dingin.

"Lepaskan tanganku!" Chloe berusaha menarik tangannya, tetapi Vincent masih menahannya.

"Aku tidak bermaksud menyakitimu," kata Vincent.

"Kalau begitu lepaskan aku!"

Vincent perlahan melepaskan tangannya.

Chloe segera menarik tangannya kembali dan memegangi pergelangan tangannya dengan kesal. "Aku tidak butuh tanggung jawabmu."

"Terserah kau membutuhkannya atau tidak, aku sudah membuat keputusan. Aku akan menikahimu," kata Vincent dengan tenang.

"Menikah denganku?" Chloe menatapnya tidak percaya. "Aku tidak sudi! Lebih baik kau pergi sekarang. Aku tidak ingin melihatmu lagi!"

Chloe segera hendak membuka pintu mobil, tetapi Vincent dengan cepat meraih lengannya dan menahannya.

"Lepaskan tanganku! Kau menyakitiku!" bentak Chloe sambil berusaha melepaskan diri. "Vincent Lu, aku tidak ingin melihatmu lagi! Kembalikan kalungku!"

Chloe berusaha merebut kalung yang masih berada di tangan Vincent, tetapi pria itu segera menghindarinya.

"Kalau kau ingin kalung ini kembali, kau harus menikah denganku," ujar Vincent datar.

Mata Chloe membelalak. "Kau..."

"Jangan membuat keputusan sekarang. Kau masih memiliki waktu untuk memikirkannya," lanjut Vincent. " Setelah membuat keputusan hubungi aku, dan asistenku akan datang menjemputmu."

"Kau sedang mengancamku?" tanya Chloe dengan kesal.

"Bukan mengancam," jawab Vincent tenang. "Aku hanya ingin bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi."

Chloe menatapnya dengan penuh kemarahan. "Menurutmu menikah denganku adalah bentuk tanggung jawab?"

"Iya."

"Kalau aku menolak?"

Vincent terdiam sejenak sebelum menjawab, "Itu keputusanmu. Tapi kalung ini tetap akan berada padaku sampai kau membuat keputusan."

"Kau benar-benar pria yang tidak tahu malu!"

Vincent tidak membalas.

Ia hanya menyimpan kembali kalung itu ke dalam saku jasnya, sementara Chloe menatapnya dengan kesal.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 56

    Malam itu, Chloe yang sedang tertidur tiba-tiba mengalami mimpi buruk.Dalam mimpinya, ia kembali berada di sebuah klinik kecil yang gelap. Tubuhnya terbaring lemah di atas meja operasi, sementara seorang dokter dan perawat sedang melakukan operasi caesar terhadap dirinya.Kesadarannya hampir menghilang, tetapi di tengah rasa sakit yang samar, Chloe mendengar suara tangisan bayi.Tangisan itu terdengar semakin jelas.Chloe berusaha membuka matanya, tetapi tubuhnya tidak mampu bergerak.Lalu terdengar tangisan lainnya.Seolah-olah ada dua bayi yang menangis secara bersamaan.“Anakku...” ucap Chloe tanpa sadar.Tangisan bayi dalam mimpinya semakin keras. Chloe melihat dua sosok yang samar di kejauhan. Linda dan Rinny masing-masing terlihat sedang menggendong seorang bayi.“Kembalikan anak-anakku!” teriak Chloe.Di dunia nyata, tubuh Chloe mulai gelisah. Tangannya meremas sprei, sementara keringat m

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 55

    Setelah Chloe dan Vincent meninggalkan kantor polisi, Mike dan Linda masih berdiri dengan wajah cemas. Keduanya kemudian menoleh kepada polisi yang menangani kasus Rinny.“Detektif, sebenarnya hukuman apa yang akan diterima putri saya?” tanya Mike dengan suara khawatir.Polisi itu membuka berkas laporan yang berada di tangannya sebelum menjawab.“Rinny Shen telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyerangan terhadap Nyonya Chloe Lu. Kami sudah memiliki bukti dan kesaksian yang cukup kuat,” jelas polisi tersebut.“Apakah dia akan langsung dipenjara?” tanya Linda panik.“Untuk saat ini, Rinny akan tetap ditahan selama proses hukum berlangsung. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kasusnya akan dilimpahkan kepada jaksa dan kemudian diproses di pengadilan,” jawab polisi itu.Linda semakin pucat.“Lalu berapa lama hukuman yang mungkin diterimanya?” tanyanya.“Lama hukuman tidak bisa kami tentukan. Itu merupakan kewenangan hakim setelah mempertimbangkan seluruh bukti, ket

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 54

    “Tersangka sendiri yang melakukan penyerangan dan berhasil dihentikan oleh suami korban. Apakah ini masih dianggap jebakan?” ucap polisi itu dengan tegas.Mendengar penjelasan tersebut, Mike semakin cemas. Wajahnya terlihat pucat, bahkan tubuhnya mulai gemetar karena membayangkan kemungkinan buruk yang akan menimpa putrinya.“Apakah putri saya akan dipenjara?” tanyanya dengan suara bergetar.“Bukti dan saksi sudah lengkap, tentu saja. Hanya tinggal menunggu keputusan persidangan. Pihak korban juga melayangkan tuntutan seberat-beratnya untuk tersangka,” jawab polisi itu dengan tenang.Linda langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya dipenuhi kepanikan saat membayangkan Rinny harus mendekam di balik jeruji besi.“Tidak! Putriku tidak boleh ditahan. Dia masih muda dan harus mengejar masa depan!” kata Linda dengan suara penuh kecemasan.“Kalau begitu, ikut kami ke kantor polisi. Kami masih membutuhkan keterangan dari kalian sebagai pihak keluarga tersangka,” ujar polisi tersebut.M

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 53

    Rinny mencengkeram pisau di tangannya semakin erat. Melihat Vincent berdiri melindungi Chloe justru membuat emosinya semakin tidak terkendali.“Kenapa kau selalu melindunginya?!” teriak Rinny.Beberapa pengunjung mulai menjauh. Sebagian lainnya mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian tersebut.“Dia sudah menghancurkan keluargaku! Perusahaan kami bangkrut karena dia!” teriak Rinny dengan mata penuh kebencian.“Chloe adalah istriku. Tentu saja aku akan melindunginya,” jawab Vincent tegas.Chloe yang berdiri di samping Vincent kemudian menatap Rinny dengan tatapan dingin.“Rinny Shen, kau masih saja tidak berubah. Apa yang aku lakukan kepada kalian adalah balasan atas semua perbuatan kalian kepadaku,” kata Chloe.“Diam!” bentak Rinny. “Kau tidak berhak bicara di depanku!”Rinny menatap Chloe dengan mata penuh iri dan kebencian.“Kenapa aku harus sela

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 52

    Saat Vincent dan Chloe keluar dari mansion, di seberang jalan terlihat sebuah mobil hitam terparkir. Di balik kemudinya, Rinny sedang menunggu kesempatan untuk membalas dendam.Tatapannya tajam mengarah kepada Vincent dan Chloe yang baru saja masuk ke dalam mobil.“Chloe, aku akan membunuhmu. Semua perbuatanmu akan aku tagih hari ini juga. Aku tidak sudi hidup miskin. Perusahaan bangkrut, semuanya karena ulahmu!” gumam Rinny penuh kebencian.Tangannya mencengkeram kemudi dengan erat.Begitu mobil Vincent mulai bergerak, Rinny segera menyalakan mesin dan mengikutinya dari belakang.Tidak lama kemudian, Vincent dan Chloe tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi orang.Setelah turun dari mobil, mereka berjalan berdampingan memasuki area pusat perbelanjaan.Chloe kemudian mengajak Vincent menuju bagian yang menjual ikan segar.“Bryan sangat suka makan ikan,” kata Vincent sambil melihat berbagai ikan yang dipajang.“Dia ingin makan ikan bakar. Nick juga sama. Aku ingin membe

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 51

    “Chloe, maaf kalau aku berpikir seperti ini, tapi aku serius tentang hubungan kita. Bagiku, pernikahan bukan hanya tentang anak-anak, tetapi juga tentang kita. Aku berharap pendapatmu sama denganku,” ucap Vincent sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut.Chloe terdiam mendengar perkataan itu. Tatapannya tampak ragu, seolah tidak tahu harus menjawab apa.Beberapa detik kemudian, dia perlahan menepis tangan Vincent.Tanpa mengatakan apa pun, Chloe berbalik dan masuk ke kamarnya. Dia segera menutup pintu di belakangnya.Chloe berdiri bersandar di balik pintu sambil terdiam. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.Perkataan Vincent terus terngiang-ngiang di kepalanya.“Baginya, pernikahan ini bukan hanya demi anak-anak... tapi juga demi kita.”Chloe memejamkan mata sejenak, berusaha menenangkan pikirannya.Sementara itu, Vincent masih berdiri di depan pintu kamar Chloe. Dia tidak mengetuk ataupun me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status