Share

Chapter 5

Penulis: Author Mars
last update Tanggal publikasi: 2026-08-20 12:31:22

Sebuah mobil hitam berhenti di depan apartemen sederhana tempat Chloe tinggal.

Vincent turun bersama Jack.

Keduanya kemudian masuk ke dalam gedung dan menuju lantai tempat apartemen Chloe berada.

Sesampainya di depan pintu, Vincent menekan bel.

Ting tong!

Tidak ada jawaban.

Vincent kembali menekan bel.

Ting tong!

Tetap tidak ada jawaban.

"Sepertinya Nona Chloe tidak ada di rumah," ujar Jack.

Sebelum Vincent menjawab, seorang pria paruh baya yang merupakan pengelola apartemen berjalan mendekati mereka.

"Permisi, apakah Anda mencari Nona Chloe?"

Vincent menoleh.

"Benar."

Pengelola itu mengangguk.

"Nona Chloe sudah keluar sejak pagi."

"Ke mana?" tanya Vincent.

"Berangkat bekerja. Tadi pagi saya melihatnya keluar dari apartemennya."

Vincent mengerutkan kening.

"Apakah dia mengatakan sesuatu?"

"Katanya dia mendapat pekerjaan di luar kota dan harus pergi untuk beberapa waktu."

Jack melirik Vincent.

"Apakah dia membawa banyak barang?"

Pengelola itu menggeleng.

"Tidak. Hanya membawa satu tas."

Vincent terdiam sejenak.

Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.

"Baik," ujar Vincent akhirnya.

Ia menatap pintu apartemen Chloe sekali lagi.

"Kalau dia kembali, beri tahu aku."

"Baik, Tuan."

Vincent kemudian berbalik dan pergi bersama Jack.

Tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui bahwa Chloe sebenarnya tidak pernah pergi bekerja.

***

Di sisi lain Chloe yang dibawa pergi ke suatu tempat yang jauh dari kota.

Chloe perlahan membuka matanya.

Kepalanya terasa berat. Pandangannya sempat kabur sebelum akhirnya ia bisa melihat ruangan asing di sekelilingnya.

Dindingnya kusam. Catnya sudah mengelupas di beberapa bagian. Sebuah ranjang tua berada di sudut ruangan, sementara jendela kecil di sampingnya tertutup rapat.

Chloe mencoba bangkit.

"Di mana aku?"

Ia turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu.

Tangannya langsung memutar gagang pintu.

Tidak terbuka.

Chloe membeku.

Ia mencoba lagi.

Tetap terkunci.

"Apa yang kalian inginkan dariku?"

Tidak ada jawaban.

Chloe memukul pintu dengan telapak tangannya.

"Buka pintunya!"

Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki.

Klik.

Pintu terbuka.

Linda muncul bersama Rinny.

Wajah Chloe langsung berubah penuh kemarahan. "Kalian menculikku!"

Linda masuk dengan tenang.

"Jangan membuang tenagamu. Tidak ada yang akan mendengarmu di tempat ini."

Chloe menatap sekeliling dengan panik.

"Ini di mana?"

"Rumah lama yang sudah tidak digunakan," jawab Linda. "Jauh dari Kota S."

Chloe terdiam.

Rinny tersenyum tipis.

"Tenang saja. Tidak akan ada yang menemukanmu di sini."

Chloe langsung menyadari maksud mereka.

"Kalian sengaja membawaku ke tempat ini agar Vincent tidak bisa menemukanku?"

"Benar sekali. Kau hanyalah anak yang dibuang oleh papaku. Anak yang bahkan tidak diakui. Mana mungkin wanita sepertimu layak menjadi istri seorang pengusaha besar?" ejek Rinny.

"Aku tidak akan menikah dengannya. Untuk apa kalian menahanku di sini? Lepaskan aku!" bentak Chloe.

"Lepaskan?" Linda tertawa sinis. "Jangan bermimpi. Kami sudah memutuskan. Selama masa kehamilan, kau akan tinggal di sini sampai melahirkan. Jangankan moge berulah. Kalau tidak, aku tidak menjamin anakmu akan lahir dengan selamat."

Wajah Chloe langsung menegang.

"Linda, kau bukan hanya selingkuhan Papa yang tidak tahu malu. Sekarang kau bahkan berani menculikku. Kau sadar bahwa apa yang kau lakukan adalah kesalahan besar?"

"Kesalahan?" Linda tersenyum dingin. "Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan."

Rinny melangkah mendekati Chloe.

"Chloe Shen, kau memang ditakdirkan hidup lebih rendah dariku. Kau hamil tanpa pernikahan, dan anakmu kelak bahkan tidak memiliki seorang ayah di sisinya."

Tatapannya turun ke perut Chloe.

"Anak seperti itu masih ingin kau pertahankan? Aku ingin melihat bagaimana kau akan membesarkannya tanpa uang dan status."

Rinny tersenyum penuh kemenangan.

"Sementara Vincent Lu akan menjadi milikku. Aku akan mendekatinya sampai dia melupakanmu."

"Jangan bermimpi!" bentak Chloe.

Ia hendak melangkah keluar, tetapi Linda langsung mendorong tubuhnya hingga jatuh ke atas ranjang.

"Jangan coba-coba melarikan diri."

Linda menatap Chloe dengan dingin.

"Tinggal di sini dan nikmati hidupmu. Jangan sampai aku terpaksa melakukan sesuatu terhadap anakmu."

Setelah mengatakan itu, Linda berbalik dan pergi bersama Rinny.

Brak!

Pintu kembali ditutup dan dikunci dari luar.

Chloe perlahan bangkit dari ranjang.

Ia menatap sekeliling ruangan.

Tidak ada jendela.

Tidak ada pintu lain.

Hanya dinding kusam yang mengelilinginya.

"Aku tidak bisa terus berada di sini..."

Chloe mengepalkan tangannya.

"Tapi bagaimana aku bisa keluar?"

Lima bulan kemudian.

Mansion Vincent.

Brak!

Sebuah asbak menghantam lantai dan pecah menjadi beberapa bagian.

"Lima bulan!"

Suara Vincent menggema di seluruh ruangan.

"Lima bulan dia menghilang dan kalian masih belum bisa menemukannya?"

Jack berdiri di hadapannya dengan wajah serius.

"Tuan, kami sudah memeriksa semua kemungkinan. Sepertinya Nona Chloe bukan pergi bekerja."

Tatapan Vincent langsung tertuju kepadanya.

"Maksudmu?"

"Rekaman CCTV di apartemennya tidak menunjukkan adanya penculikan. Tidak ada keributan, tidak ada orang yang memaksanya keluar. Kemungkinan besar Nona Chloe memang sengaja pergi."

Jack ragu sejenak sebelum melanjutkan.

"Mungkin dia ingin menghindari Anda."

"Demi menghindariku, dia bahkan pergi dari kota kelahirannya."

Vincent mengepalkan tangannya.

"Chloe Shen, sepertinya aku terlalu baik padamu. Tidak peduli dia hamil atau tidak. Cari dia sampai dapat!"

"Baik, Tuan!" jawab Jack tegas.

Beberapa bulan kemudian.

Sebuah mobil melaju menuju klinik persalinan terdekat.

Di dalamnya, Chloe menahan rasa sakit yang luar biasa.

"Ahh!"

Tangannya mencengkeram kursi dengan kuat.

Perutnya terasa seperti diremas berkali-kali.

Begitu tiba di klinik, beberapa perawat segera membawanya masuk.

"Pasien akan segera melahirkan!"

"Siapkan ruang persalinan!"

Chloe hanya mampu menangis menahan sakit.

Sementara itu, Linda, Rinny, dan Mike menunggu di luar.

Linda duduk dengan tenang.

"Sebelumnya aku sudah berkonsultasi dengan dokter. Bayi yang dikandung Chloe adalah bayi kembar."

Rinny langsung tersenyum.

"Kembar?"

Linda mengangguk.

Mike yang mendengar itu justru memasang wajah tidak senang.

"Aku tidak akan mengakui mereka sebagai cucuku. Setelah anak-anak itu lahir, serahkan saja kepada panti asuhan."

"Jangan," sela Linda.

Mike menoleh.

Linda tersenyum tipis.

"Selama ini Chloe memang telah menghabiskan uang kita untuk hidupnya. Bagaimana kalau anak-anak itu kita berikan kepada pasangan yang tidak memiliki anak? Setidaknya kita bisa mendapatkan uang dari mereka."

Rinny langsung menyetujui.

"Benar, Pa. Aku tahu pasangan yang sudah menikah selama lima tahun tetapi belum memiliki anak. Mereka adalah teman dari orang yang aku kenal dan pasti bersedia membayar mahal untuk mendapatkan bayi."

Mike terdiam sejenak.

Kemudian ia mengangguk.

"Serahkan urusan itu kepada kalian."

Ia menatap Linda dan Rinny bergantian.

"Yang penting Chloe tidak boleh tahu bahwa anak-anaknya masih hidup. Setelah dia melahirkan dia harus menikah lagi dengan pria kaya untuk membantu perusahaan kita."

Senyum Linda semakin lebar.

"Tenang saja."

***

Mansion Vincent.

Vincent duduk di sofa sambil memainkan gelas minuman di tangannya.

Tatapannya kosong.

Di hadapannya duduk seorang pria bernama Elvin Lu.

"Vincent, aku membawa kabar baik."

Vincent mengangkat wajah.

"Kabar baik apa?"

Elvin tersenyum lebar.

"Aku akan segera menjadi seorang ayah."

Vincent terdiam.

"Ada seorang wanita yang sedang melahirkan saat ini. Keluarganya sudah berjanji akan menyerahkan bayinya kepadaku..Bayinya laki-laki. Jadi aku dan istriku tidak perlu memikirkan soal memiliki anak lagi."

Vincent mengangkat gelasnya.

"Selamat untukmu."

"Vincent, aku mendengar kabar bahwa kau sedang mencari seorang wanita yang ingin kau nikahi. Apa sampai sekarang kau belum menemukannya?" tanya Elvin.

Vincent mengangkat gelasnya, lalu menatap Elvin dengan tatapan tenang.

"Dia sengaja menghindariku."

"Kalau begitu, kenapa kau masih mencarinya?"

Vincent terdiam sejenak.

"Karena aku belum selesai bertanggung jawab atas apa yang terjadi malam itu. Dia boleh menghindariku sejauh apa pun, tapi aku tetap akan menemukannya.

Elvin baru saja hendak meninggalkan ruang tamu ketika ponselnya berdering.

Ia melihat nomor yang tidak dikenal.

"Halo?"

Suara Linda terdengar dari seberang.

"Tuan Elvin, bayinya sudah lahir."

Mata Elvin langsung berbinar.

"Benarkah?"

"Benar. Bayi laki-laki dan kondisinya sehat. Kalau Anda masih menginginkannya, datanglah ke klinik sekarang."

"Tentu saja. Aku akan segera datang."

Panggilan berakhir.

Elvin tersenyum lebar.

Ia langsung berbalik dan mendapati Vincent masih duduk di sofa.

"Vincent, ikut denganku."

Vincent mengangkat alis.

"Ke mana?"

"Ke klinik."

Elvin tersenyum penuh kegembiraan."Bayi yang akan menjadi anakku sudah lahir."

Vincent akhirnya berdiri.

"Baiklah."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 56

    Malam itu, Chloe yang sedang tertidur tiba-tiba mengalami mimpi buruk.Dalam mimpinya, ia kembali berada di sebuah klinik kecil yang gelap. Tubuhnya terbaring lemah di atas meja operasi, sementara seorang dokter dan perawat sedang melakukan operasi caesar terhadap dirinya.Kesadarannya hampir menghilang, tetapi di tengah rasa sakit yang samar, Chloe mendengar suara tangisan bayi.Tangisan itu terdengar semakin jelas.Chloe berusaha membuka matanya, tetapi tubuhnya tidak mampu bergerak.Lalu terdengar tangisan lainnya.Seolah-olah ada dua bayi yang menangis secara bersamaan.“Anakku...” ucap Chloe tanpa sadar.Tangisan bayi dalam mimpinya semakin keras. Chloe melihat dua sosok yang samar di kejauhan. Linda dan Rinny masing-masing terlihat sedang menggendong seorang bayi.“Kembalikan anak-anakku!” teriak Chloe.Di dunia nyata, tubuh Chloe mulai gelisah. Tangannya meremas sprei, sementara keringat m

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 55

    Setelah Chloe dan Vincent meninggalkan kantor polisi, Mike dan Linda masih berdiri dengan wajah cemas. Keduanya kemudian menoleh kepada polisi yang menangani kasus Rinny.“Detektif, sebenarnya hukuman apa yang akan diterima putri saya?” tanya Mike dengan suara khawatir.Polisi itu membuka berkas laporan yang berada di tangannya sebelum menjawab.“Rinny Shen telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyerangan terhadap Nyonya Chloe Lu. Kami sudah memiliki bukti dan kesaksian yang cukup kuat,” jelas polisi tersebut.“Apakah dia akan langsung dipenjara?” tanya Linda panik.“Untuk saat ini, Rinny akan tetap ditahan selama proses hukum berlangsung. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kasusnya akan dilimpahkan kepada jaksa dan kemudian diproses di pengadilan,” jawab polisi itu.Linda semakin pucat.“Lalu berapa lama hukuman yang mungkin diterimanya?” tanyanya.“Lama hukuman tidak bisa kami tentukan. Itu merupakan kewenangan hakim setelah mempertimbangkan seluruh bukti, ket

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 54

    “Tersangka sendiri yang melakukan penyerangan dan berhasil dihentikan oleh suami korban. Apakah ini masih dianggap jebakan?” ucap polisi itu dengan tegas.Mendengar penjelasan tersebut, Mike semakin cemas. Wajahnya terlihat pucat, bahkan tubuhnya mulai gemetar karena membayangkan kemungkinan buruk yang akan menimpa putrinya.“Apakah putri saya akan dipenjara?” tanyanya dengan suara bergetar.“Bukti dan saksi sudah lengkap, tentu saja. Hanya tinggal menunggu keputusan persidangan. Pihak korban juga melayangkan tuntutan seberat-beratnya untuk tersangka,” jawab polisi itu dengan tenang.Linda langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya dipenuhi kepanikan saat membayangkan Rinny harus mendekam di balik jeruji besi.“Tidak! Putriku tidak boleh ditahan. Dia masih muda dan harus mengejar masa depan!” kata Linda dengan suara penuh kecemasan.“Kalau begitu, ikut kami ke kantor polisi. Kami masih membutuhkan keterangan dari kalian sebagai pihak keluarga tersangka,” ujar polisi tersebut.M

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 53

    Rinny mencengkeram pisau di tangannya semakin erat. Melihat Vincent berdiri melindungi Chloe justru membuat emosinya semakin tidak terkendali.“Kenapa kau selalu melindunginya?!” teriak Rinny.Beberapa pengunjung mulai menjauh. Sebagian lainnya mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian tersebut.“Dia sudah menghancurkan keluargaku! Perusahaan kami bangkrut karena dia!” teriak Rinny dengan mata penuh kebencian.“Chloe adalah istriku. Tentu saja aku akan melindunginya,” jawab Vincent tegas.Chloe yang berdiri di samping Vincent kemudian menatap Rinny dengan tatapan dingin.“Rinny Shen, kau masih saja tidak berubah. Apa yang aku lakukan kepada kalian adalah balasan atas semua perbuatan kalian kepadaku,” kata Chloe.“Diam!” bentak Rinny. “Kau tidak berhak bicara di depanku!”Rinny menatap Chloe dengan mata penuh iri dan kebencian.“Kenapa aku harus sela

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 52

    Saat Vincent dan Chloe keluar dari mansion, di seberang jalan terlihat sebuah mobil hitam terparkir. Di balik kemudinya, Rinny sedang menunggu kesempatan untuk membalas dendam.Tatapannya tajam mengarah kepada Vincent dan Chloe yang baru saja masuk ke dalam mobil.“Chloe, aku akan membunuhmu. Semua perbuatanmu akan aku tagih hari ini juga. Aku tidak sudi hidup miskin. Perusahaan bangkrut, semuanya karena ulahmu!” gumam Rinny penuh kebencian.Tangannya mencengkeram kemudi dengan erat.Begitu mobil Vincent mulai bergerak, Rinny segera menyalakan mesin dan mengikutinya dari belakang.Tidak lama kemudian, Vincent dan Chloe tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi orang.Setelah turun dari mobil, mereka berjalan berdampingan memasuki area pusat perbelanjaan.Chloe kemudian mengajak Vincent menuju bagian yang menjual ikan segar.“Bryan sangat suka makan ikan,” kata Vincent sambil melihat berbagai ikan yang dipajang.“Dia ingin makan ikan bakar. Nick juga sama. Aku ingin membe

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 51

    “Chloe, maaf kalau aku berpikir seperti ini, tapi aku serius tentang hubungan kita. Bagiku, pernikahan bukan hanya tentang anak-anak, tetapi juga tentang kita. Aku berharap pendapatmu sama denganku,” ucap Vincent sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut.Chloe terdiam mendengar perkataan itu. Tatapannya tampak ragu, seolah tidak tahu harus menjawab apa.Beberapa detik kemudian, dia perlahan menepis tangan Vincent.Tanpa mengatakan apa pun, Chloe berbalik dan masuk ke kamarnya. Dia segera menutup pintu di belakangnya.Chloe berdiri bersandar di balik pintu sambil terdiam. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.Perkataan Vincent terus terngiang-ngiang di kepalanya.“Baginya, pernikahan ini bukan hanya demi anak-anak... tapi juga demi kita.”Chloe memejamkan mata sejenak, berusaha menenangkan pikirannya.Sementara itu, Vincent masih berdiri di depan pintu kamar Chloe. Dia tidak mengetuk ataupun me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status