공유

Chapter 2

작가: Author Mars
last update 게시일: 2026-08-20 12:29:57

Mike tidak lagi mampu menahan amarahnya. Ia mencengkeram pergelangan tangan Chloe dengan kasar.

"Pa... lepaskan aku!" teriak Chloe sambil berusaha melepaskan diri.

"Aku tidak punya putri yang mempermalukan keluarga Shen!" bentak Mike.

Tanpa memedulikan perlawanan Chloe, Mike menyeretnya menuju pintu utama mansion.

"Pa! Sakit... lepaskan aku!"

Namun Mike tetap menyeretnya hingga ke halaman depan.

Brak!

Pintu mansion terbuka lebar.

Mike mendorong tubuh Chloe hingga ia terjatuh di anak tangga.

"Mulai hari ini, kau bukan lagi bagian dari keluarga Shen!" bentaknya. "Pergi dari rumah ini! Jangan pernah kembali!"

Chloe menahan perih di telapak tangannya yang membentur lantai. Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung.

"Pa..."

"Jangan panggil aku Papa!" potong Mike. "Mulai detik ini, aku mengusirmu dari keluarga Shen. Kau tidak berhak mengambil apa pun dari rumah ini!"

Di belakang Mike, Linda dan Rinny saling bertukar pandang. Meski berusaha memasang wajah sedih, keduanya diam-diam tersenyum puas.

"Mike, apa tidak sebaiknya kita..." ujar Linda berpura-pura hendak membela.

"Tidak perlu!" bentak Mike. "Anak durhaka seperti dia hanya akan membawa sial bagi keluarga Shen."

Chloe perlahan bangkit sambil menahan rasa sakit di pipinya. Air matanya mengalir, tetapi tatapannya tetap tertuju pada Mike.

"Pembawa sial?" ulang Chloe dengan senyum pahit. "Papa menjualku kepada pria lain, tapi Papa tidak pernah menganggap diri Papa sebagai pembawa sial?"

Ia menarik napas dalam-dalam.

"Selama ini, di mata Papa aku bukan siapa-siapa. Bagi Papa, anak Papa hanya Rinny. Sedangkan aku... hanyalah orang luar."

"Cukup!" bentak Mike. "Kau sendiri yang membuat masalah, tetapi masih berani menyalahkan ibumu dan adikmu!"

Rinny segera melangkah maju dengan wajah penuh kepura-puraan.

"Kak, jangan terus membuat Papa marah. Papa melakukan semua ini demi keluarga."

Chloe tertawa sinis.

"Tidak perlu berpura-pura menjadi orang baik di depanku." Tatapannya beralih tajam kepada Rinny. "Kau hanyalah anak hasil perselingkuhan, tetapi berani menganggap dirimu sebagai nona besar keluarga Shen."

Wajah Rinny langsung memucat.

"Kakak... bagaimana bisa kau berkata seperti itu?" katanya dengan mata berkaca-kaca, sengaja memasang wajah penuh luka.

"Chloe, selama kau masih belum menyadari kesalahanmu, jangan pernah memberi tahu orang luar tentang hubungan kita!" bentak Mike.

Chloe tersenyum sinis.

"Ini memang yang Papa inginkan sejak dulu, bukan? Mengusirku dari rumah ini." Tatapannya dipenuhi kekecewaan. "Sejak Mama meninggal, Papa sudah tidak sabar hidup bersama mereka berdua."

Ia menatap Linda dan Rinny dengan jijik.

"Memang pasangan murahan."

"Kurang ajar!" Mike mengangkat tangannya hendak menampar Chloe sekali lagi.

Namun kali ini, Chloe dengan cepat menangkap pergelangan tangan ayahnya.

"Kenapa?" tanyanya sambil menatap Mike tanpa rasa takut. "Apa yang kukatakan benar sehingga Papa merasa malu?"

Chloe melepaskan tangan Mike dengan kasar.

"Mike Shen, ingat baik-baik. Suatu hari nanti, kau dan mereka berdua akan menerima balasannya."

"Pergi dari sini!" bentak Mike sambil menunjuk ke arah gerbang.

Chloe tidak berkata apa-apa lagi. Ia berbalik dan melangkah pergi dengan tangan yang masih terluka serta pipi yang memerah akibat tamparan.

Tak seorang pun mengejarnya.

Tak seorang pun memedulikannya.

Seolah-olah sejak awal, dirinya memang bukan bagian dari keluarga Shen.

Di sisi lain.

Mansion keluarga Vincent Lu.

Jack melangkah cepat memasuki ruang kerja.

"Tuan, kami telah menemukan identitas gadis itu," lapornya.

Pria yang berdiri di depan jendela perlahan membalikkan badan. "Siapa dia?"

Jack menyerahkan sebuah map berisi hasil penyelidikan. "Namanya Chloe Shen, putri keluarga Shen."

Vincent menerima map itu tanpa mengubah ekspresinya. Ia membuka halaman demi halaman dengan tenang.

"Chloe Shen, putri kandung Mike Shen," gumamnya pelan.

Jack mengangguk.

"Benar, Tuan."

Vincent terus membaca laporan tersebut. Semakin jauh ia membaca, semakin dingin sorot matanya.

"Semalam, keluarga Shen menjual Nona Chloe kepada seorang pria demi mendapatkan investasi untuk perusahaan mereka. Namun, Nona Chloe berhasil melarikan diri sebelum transaksi itu selesai."

Tangan Vincent yang memegang map itu perlahan mengencang.

"Lalu?"

"Dan dia tanpa sengaja masuk ke kamarku untuk menyelamatkan diri," ucap Vincent.

"Benar, Tuan. Chloe Shen tidak ada hubungan dengan orang yang mencampur obat ke dalam minuman anda," jawab Jack.

"Bagaimana dengan kehidupan pribadinya?" tanya Vincent.

"Nona Chloe adalah putri pertama Mike Shen, tetapi sejak ibunya meninggal, dia diabaikan oleh ayahnya sendiri. Mike Shen lebih menyayangi putri keduanya, Rinny Shen. Nona Chloe juga hampir tidak pernah diajak menghadiri jamuan keluarga ataupun acara bisnis."

Tatapan Vincent semakin dingin.

"Jadi selama ini dia diperlakukan seperti orang asing di keluarganya sendiri."

"Ya, Tuan."

Vincent menutup berkas itu.

"Siapkan mobil."

Jack segera mengangguk.

"Kita ke mansion keluarga Shen sekarang."

Jack sedikit terkejut.

"Tuan ingin menemui Nona Chloe?"

"Benar." Vincent menatap ke luar jendela. "Kejadian semalam terjadi karena kesalahanku. Dia tidak bersalah, dan aku akan bertanggung jawab."

"Bagaimana jika Nona Chloe menolak bertemu dengan Anda?" tanya Jack hati-hati.

Vincent terdiam beberapa saat.

"Kalau dia menolak, aku akan mencari cara sampai dia mau mendengarkan penjelasanku."

"Baik, Tuan."

"Namun jika ada orang yang mencoba menyakitinya lagi..." suara Vincent berubah dingin, "...aku tidak akan tinggal diam."

***

Mansion Keluarga Shen.

Suara mobil mewah berhenti di depan gerbang mansion membuat para pelayan segera keluar untuk melihat.

Sebuah mobil hitam berkelas terparkir di halaman.

Tidak lama kemudian, seorang pria tinggi turun dari dalam mobil. Jas hitam yang dikenakannya terlihat rapi, auranya dingin dan penuh tekanan.

Di belakangnya, Jack berjalan mengikuti.

Melihat kedatangan mereka, Mike Shen, Linda dan Rinny segera keluar dengan wajah penuh kebingungan.

"Siapa kalian?"

Jack melangkah maju.

"Perkenalkan, saya Jack, asisten pribadi Tuan Vincent Lu."

Wajah Mike langsung berubah.

"Vincent Lu?"

Nama itu bukan nama biasa.

Vincent Lu adalah pewaris sekaligus pemimpin Lu Group, salah satu konglomerat terbesar di Kota S.

Seseorang yang bahkan keluarga Shen hanya bisa hormati dari kejauhan.

Mike segera mengubah sikapnya.

"Tuan Lu, suatu kehormatan Anda datang ke rumah kami. Ada keperluan apa?"

Vincent tidak menjawab basa-basi itu.

Tatapannya dingin saat melihat keluarga Shen di depannya.

"Saya mencari seseorang."

Mike terdiam.

"Siapa, Tuan Lu?"

"Chloe Shen."

Mendengar nama itu, ekspresi Mike dan Linda berubah.

Vincent tidak melewatkan perubahan wajah mereka." Di mana dia?"

Mike mencoba tersenyum.

"Chloe... dia adalah putri saya, tetapi dia sudah tidak tinggal di sini."

"Kenapa?" tanya Vincent datar.

Mike terdiam sesaat.

"Dia melakukan kesalahan dan pergi dari rumah."

Vincent menatapnya tajam.

"Kesalahan?"

"Tuan Lu, kakakku memang anak yang sulit diatur," jawab Rinny dengan wajah penuh kepura-puraan. "Dia sering bersenang-senang dengan pria asing yang tidak dikenal. Karena itu dia telah mempermalukan nama keluarga Shen. Mungkin itu alasan dia pergi dari rumah."

Tatapan Vincent langsung tertuju kepada Rinny.

"Maksudmu... Chloe Shen bermain dengan pria asing?"

Rinny segera mengangguk.

"Iya, Tuan Lu. Seorang wanita seharusnya bisa menjaga nama baiknya. Tetapi kakakku justru membuat keluarga malu."

Linda yang berdiri di sampingnya ikut menambahkan dengan suara penuh kepura-puraan.

"Chloe memang selalu keras kepala sejak kecil. Kami sudah berusaha mendidiknya, tetapi dia tidak pernah mendengarkan."

Mike hanya diam, seolah membenarkan perkataan mereka.

Vincent menatap mereka bertiga dengan tatapan dingin. "Pria asing yang kalian maksud... adalah aku."

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 7

    "Apa kau yakin bisa merawatnya? Bayi ini baru dilahirkan dan harus berpisah dari ibunya," tanya Vincent sambil menatap bayi itu dengan iba."Tenang saja. Kami sudah menyiapkan pengasuh yang bisa menyusuinya. Aku dan istriku sudah menunggu kesempatan ini cukup lama," jawab Elvin.Elvin tersenyum melihat bayi dalam pelukan Vincent."Tapi kenapa, bayi ini sepertinya sangat menyukaimu. Tadi dia terus menangis, tetapi begitu berada di pelukanmu, dia langsung tenang."Vincent tidak menjawab. Tatapannya masih tertuju pada wajah mungil bayi tersebut."Apakah kau sempat bertemu dengan ibunya?" tanyanya kemudian."Tidak. Yang menyerahkan bayi ini mengatakan ibunya hanya seorang diri dan tidak mampu membesarkan anaknya. Karena itu, dia terpaksa menyerahkan bayinya kepada kami."Vincent terdiam.Tangannya perlahan mengusap kepala bayi itu."Kenapa perasaanku sangat sakit dan sedih saat melihat anak ini? Dan terbayang wajah Chloe Shen?"batinnya.***Di sisi lain, sebuah mobil berhenti di sebuah de

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 6

    Klinik itu mulai sepi ketika Elvin tiba.Di luar, Vincent masih menunggu di dalam mobil sambil merokok dengan tenang. Jack duduk di kursi pengemudi, sesekali melirik ke arah pintu klinik.Sementara itu, Elvin menemui Linda seorang diri."Tuan Lu, Anda sudah datang," ujar Linda sambil menggendong seorang bayi laki-laki yang masih kemerahan.Elvin langsung menatap bayi itu."Nyonya, bagaimana keadaan bayinya?""Sangat sehat dan tampan. Tenang saja, ibunya kami rawat dengan baik selama kehamilan, sehingga bayi ini lahir dengan sehat dan kuat," jawab Linda dengan senyum meyakinkan.Elvin tersenyum ketika melihat bayi yang berada dalam gendongan Linda. Bayi itu sedang menangis tangannya bergerak-gerak seolah mencari sesuatu."Bagaimana kondisi ibunya?" tanya Elvin.Linda memasang wajah prihatin."Kasihan sekali. Dia tidak sanggup merawat anak ini. Suaminya meninggalkannya setelah mengetahui kehamilannya. Demi masa depan anaknya, dia terpaksa menyerahkan bayi ini kepada keluarga yang mampu

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 5

    Sebuah mobil hitam berhenti di depan apartemen sederhana tempat Chloe tinggal.Vincent turun bersama Jack.Keduanya kemudian masuk ke dalam gedung dan menuju lantai tempat apartemen Chloe berada.Sesampainya di depan pintu, Vincent menekan bel.Ting tong!Tidak ada jawaban.Vincent kembali menekan bel.Ting tong!Tetap tidak ada jawaban."Sepertinya Nona Chloe tidak ada di rumah," ujar Jack.Sebelum Vincent menjawab, seorang pria paruh baya yang merupakan pengelola apartemen berjalan mendekati mereka."Permisi, apakah Anda mencari Nona Chloe?"Vincent menoleh."Benar."Pengelola itu mengangguk."Nona Chloe sudah keluar sejak pagi.""Ke mana?" tanya Vincent."Berangkat bekerja. Tadi pagi saya melihatnya keluar dari apartemennya."Vincent mengerutkan kening."Apakah dia mengatakan sesuatu?""Katanya dia mendapat pekerjaan di luar kota dan harus pergi untuk beberapa waktu."Jack melirik Vincent."Apakah dia membawa banyak barang?"Pengelola itu menggeleng."Tidak. Hanya membawa satu tas.

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 4

    Tiga minggu kemudian.Chloe yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja tiba-tiba merasa mual.Ia segera menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi. "Uhuk..."Chloe berlutut di depan toilet dan muntah beberapa kali. Setelah itu, ia bersandar di dinding sambil mengatur napas."Kenapa akhir-akhir ini aku selalu merasa mual?" gumamnya.Ia mengambil air untuk membasuh wajahnya. Namun, baru beberapa langkah keluar dari kamar mandi, aroma kopi dari meja makan kembali membuat perutnya terasa tidak nyaman.Chloe langsung menutup hidung."Biasanya aku suka sekali aroma kopi..."Ia mengerutkan kening.Beberapa hari terakhir tubuhnya memang terasa aneh. Ia mudah lelah, sering pusing, dan selera makannya berubah.Wajahnya perlahan berubah."Sebentar..."Ia mulai menghitung hari dalam pikirannya."Haidku..."Jantungnya tiba-tiba berdegup lebih cepat.Sebuah kemungkinan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya perlahan muncul di benaknya.Chloe refleks menyentuh perutnya."Tidak mungkin..."Nam

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 3

    Suasana di depan mansion seketika membeku.Wajah Rinny langsung pucat. Linda yang sejak tadi memasang wajah prihatin ikut terdiam, sementara Mike menatap Vincent dengan gugup."Tu... Tuan Lu, maksud Anda..." Rinny tergagap."Pria yang bersama Chloe malam itu adalah aku," jawab Vincent dingin. "Jadi, menurutmu aku adalah pria asing yang tidak dikenal kakakmu?""Tidak, Tuan Lu. Saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya..." Rinny mulai panik, tetapi tidak mampu melanjutkan ucapannya.Vincent menatapnya tajam. "Kalau begitu, jelaskan. Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?"Rinny menelan ludah. "Saya... saya hanya mendengar dari orang lain.""Orang lain?" Vincent tersenyum tipis tanpa kehangatan. "Lucu. Kau begitu yakin Chloe mempermalukan keluarga, padahal sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi."Mike segera menyela, "Tuan Lu, mungkin ada kesalahpahaman. Chloe memang berada di tempat Anda malam itu, tetapi—""Dia masuk ke tempatku karena sedang melarikan diri," potong Vincent. "Dan se

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 2

    Mike tidak lagi mampu menahan amarahnya. Ia mencengkeram pergelangan tangan Chloe dengan kasar."Pa... lepaskan aku!" teriak Chloe sambil berusaha melepaskan diri."Aku tidak punya putri yang mempermalukan keluarga Shen!" bentak Mike.Tanpa memedulikan perlawanan Chloe, Mike menyeretnya menuju pintu utama mansion."Pa! Sakit... lepaskan aku!"Namun Mike tetap menyeretnya hingga ke halaman depan.Brak!Pintu mansion terbuka lebar.Mike mendorong tubuh Chloe hingga ia terjatuh di anak tangga."Mulai hari ini, kau bukan lagi bagian dari keluarga Shen!" bentaknya. "Pergi dari rumah ini! Jangan pernah kembali!"Chloe menahan perih di telapak tangannya yang membentur lantai. Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung."Pa...""Jangan panggil aku Papa!" potong Mike. "Mulai detik ini, aku mengusirmu dari keluarga Shen. Kau tidak berhak mengambil apa pun dari rumah ini!"Di belakang Mike, Linda dan Rinny saling bertukar pandang. Meski berusaha memasang wajah sedih, keduanya diam-diam tersenyum pua

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status