Partager

16. Kania Cafe

Auteur: Alexa Rd
last update Date de publication: 2026-04-30 11:00:44

Saka POV

Kupakai minyak wangi sebelum memasukkan kaos bergaris ke tubuhku. Kalau diingat-ingat, ini adalah kencan pertamaku. Kecuali bersama Saskia di rumah sakit, aku tidak pernah pergi dan menghabiskan waktu dengan perempuan, hanya berdua saja.

Dulu saat pertama akan mengunjungi Saskia di rumah sakit, aku pun tidak menganggapnya sebagai kencan, hingga saat ini. Aku adalah teman yang mengunjungi temannya yang sedang sakit. Kusisir rambutku dengan

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Antara Hati dan Janji   33. Janji yang Belum Tuntas

    Saka POVSetelah menerima email Saskia, semuanya tiba-tiba terasa tidak semestinya. Pikiranku terus berkecamuk antara rasa tanggung jawab terhadap janji lama dan cinta baru yang tengah tumbuh.Yang pertama aku pikirkan adalah aku harus memberi tahu Agnia. Dia berhak tahu dan aku sudah berjanji padanya akan memberitahunya jika Saskia mengirim email balasan. Tapi bagaimana caranya?Aku tidak ingin membuat Agnia khawatir, tapi aku tahu ini tidak bisa dihindari. Yang kedua, aku ingin menemui Saskia, melihat bagaimana kondisinya dengan mataku sendiri. Yang kedua ini, pasti akan menyakiti Agnia.Aku tahu, Agnia tidak akan bisa menghindari rasa sakit itu. Meski aku mengatakan hanya kesana untuk tahu kondisinya, tapi pasti Agnia akan sedih. Aku tak ingin membuatnya sedih. Dia sendiri tak pernah membuatku sedih.Aku harus segera melakukan sesuatu, sebelum ini semakin berlarut-larut. Menyembunyikan lebih lama dari Agnia tak aka

  • Antara Hati dan Janji   32. Rantai yang Tak Terlihat

    Saka POV Sudah hampir tiga minggu, kabar aku dan Agnia berpacaran sudah tersebar di kampus. Banyak yang memberi selamat pada kami. Ada yang sekadar menepuk bahuku, ada juga yang bersiul menggoda saat aku berjalan bersama Agnia. Rasanya aneh diberi selamat karena memiliki pacar.Tapi mungkin karena aku belum pernah berpacaran selama kuliah di sini, dan itu berarti tiga tahun lamanya. Apalagi beberapa teman mengetahui kalau Agnia adalah pacar pertamaku. Mereka antara memberi selamat namun juga sedikit ada olokan di dalamnya, meski aku tidak terlalu menanggapi, aku sering kali tersenyum canggung, tertawa kecil untuk menutupi kegugupanku. Rasanya lucu juga.Saat kami ada kelas yang sama, seperti biasa Agnia akan duduk di sebelahku, dan aku selalu menunggu kedatangannya dengan antusias, meskipun aku tak pernah mengatakannya secara langsung. Jika tidak, kami akan makan siang bersama di kantin. Kadang dia membuatkanku makan

  • Antara Hati dan Janji   31. Bisikan Tengah Malam

    Saka POVMasih ada satu hari sebelum kuliah dimulai. Aku ingin mengajak Agnia jalan-jalan. Semalam aku sampai lebih malam dari yang aku kira. Aku langsung mengabari Agnia setelah sampai di kos, karena dia memintanya.Setelah itu, kami masih berkirim pesan hingga kantuk menyerang. Lucu juga, hanya dengan berkirim pesan, bahkan yang sederhana sekalipun, mampu membuatku tersenyum, menghangatkan hatiku. Tak heran banyak orang menggunakan cinta sebagai inspirasi, karena apa yang bisa dihasilkannya memang luar biasa.Kemana ya kami nanti? Apa Agnia tidak bosan melihatku? Setelah kuliah pun dia akan sering melihatku karena kami memiliki kelas yang sama dan kami duduk bersebelahan. Tapi orang lain juga begitu.Kubayangkan teman-temanku yang memiliki pacar sekelas. Mereka juga duduk bersebelahan. Semoga dia tidak bosan, karena aku ingin menghabiskan hari dengannya saat ini.Selamat pagi... ada a

  • Antara Hati dan Janji   30b. Protagonis di Film Romantis

    Untuk pertama kalinya, kami berboncengan sebagai pasangan. Aku memeluk punggung Saka, mempererat pelukanku pada tubuhnya. Sesekali dia memegang tanganku yang ada di perutnya.Seperti ini ya rasanya naik motor bersama pacar, pikirku sambil menahan tawa. Ada rasa malu pada diri sendiri, dan pada Saka. Rasanya seperti aku berperan dalam adegan drama romantis yang terlalu manis, batinku geli.Apa ya yang harus aku katakan nanti? Saka bersikeras mengantarku pulang. Padahal ini motorku, itu berarti dia harus naik bus untuk pulang ke kos. Tapi dia memaksa. Aku izinkan saja. Kini aku justru merasa malu, seperti ada yang menggelitikku. Lucu sekali rasa cinta ini.Matahari sudah tenggelam saat kami sampai di depan rumahku. Haruskah aku mengajaknya masuk ke dalam? Kenapa jadi aneh begini sih.“Hmmm... apa mau mampir dulu?” tanyaku akhirnya. Aku berharap Saka yang akan memutuskan.“Hmmm... bagaimana kalau kita sekali

  • Antara Hati dan Janji   30. Protagonis di Film Romantis

    Agnia POVSekitar pukul setengah dua siang aku berdiri di depan restoran tempat Saka bekerja. Ini kali pertama aku kesini. Apa Saka sedang bekerja hari ini? Aku tidak menghubunginya kalau mau datang.Kalau tidak ada ya sudah, aku memang mau makan siang. Kalau ada pun, mungkin dia sibuk sehingga tidak bisa menemaniku makan. Bagaimanapun dia bekerja disini.Aku memilih meja luar, sudah ada menu di setiap meja, aku tinggal memilih lalu memanggil pelayannya. Aku ingin makan steak hari ini. Medium rare beef steak dengan lemon tea.Kutulis nomor mejaku sambil sesekali melirik ke arah pintu restoran, berharap melihat sekilas sosoknya. Aku memanggil pelayan yang paling dekat dengan meja. Seragamnya oke juga, pasti Saka juga menggunakannya saat kerja. Dimana ya dia...“Agnia...” sebuah suara mengagetkanku, aku alihkan pandanganku dari halaman depan ke arah pemilik suara. Itu Saka. Jan

  • Antara Hati dan Janji   29. Di Antara Rindu dan Ragu

    Agnia POV“Agnia, siapa cowok yang kamu bonceng kemarin itu?” tanya Nuri sambil memakan bakso pentol yang baru dibelinya.“Oh iya... Aku juga lihat kalian berlari ke lapangan ini terus naik pohon. Pacaran. Dih, punya pacar nggak dikenalin ke kita,” Tobi menambahkan.“Ck... apa sih. Namanya Saka, dia bukan pacarku. Kami berteman dekat saja,” jawabku sambil mengunyah siomay.Kami bertiga menikmati sore di lapangan sambil membeli jajanan. Aku melihat pohon yang kunaiki bersama Saka dua hari lalu, tempat dia menciumku. Ingatan ini membuatku jengkel.Kenapa harus menciumku? Lalu aku tiba-tiba tersadar dan melihat ke arah Tobi. Semoga dia tidak melihatnya. Tapi sepertinya tidak. Kalau Tobi melihat Saka menciumku, dia pasti sudah berkokok dari kemarin.Aku meneruskan makan baksoku dengan lebih tenang.“Ganteng juga, Agnia. Apa benar bukan pacar? Kenapa dia ke sini?&rdqu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status