Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 259 - Satu Permintaanku

Share

Chapter 259 - Satu Permintaanku

Author: Nyx
last update publish date: 2026-10-04 23:29:46

Keduanya jatuh ke dalam keheningan yang canggung, membuat keduanya bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Ning Xueqin menghela napas ringan dan berpikir sejenak, mungkin dirinya terlalu mendesak Xie Guang sehingga membuat pemuda itu kebingungan dan tidak dapat bereaksi tepat waktu.

“Sudahlah, mari tidak membahas hal ini lagi. Pokoknya pernikahan ku bukanlah sesuatu yang harus kamu khawatirkan,” ucap Ning Xueqin menegaskan sekali lagi.

“Kapan kamu akan pergi?” tanya Ning Xueqin.

“Minggu d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 260 - Kupu-kupu

    Setelah mengatakan semua ini, Ning Xueqin membuang wajahnya seolah-olah untuk menutupi wajahnya yang memanas.Kata-kata ini terdengar sederhana namun justru sangat penting bagi dirinya, implikasi dalam kata-katanya sangat jelas.Dia tidak ingin hanya kemenangan, dia ingin Xie Guang kembali dalam keadaan baik-baik saja dengan begitu barulah dia menerimanya.Jika tidak maka Ning Xueqin tidak akan menerima hal ini dengan baik, dia pasti akan merasa bersalah dan terbebani oleh kematian Xie Guang.Xie Guang masih muda dan berbakat, usianya panjang dan karirnya cemerlang, jangan sampai karenanya justru harus meninggal di usia yang sangat muda.“Aku berjanji padamu.”Xie Guang mengatakan ini dengan sungguh-sungguh dan Ning Xueqin juga merasa lebih tenang setelah mendengarnya.“Apakah kamu khawatir padaku?” tanya Xie Guang setelah lama diam.“Ya… kamu tahu sendiri bahwa aku tidak memiliki banyak teman di sini, orang-orang yang baik padaku juga tidak banyak jumlahnya dan kamu adalah salah satu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 259 - Satu Permintaanku

    Keduanya jatuh ke dalam keheningan yang canggung, membuat keduanya bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya.Ning Xueqin menghela napas ringan dan berpikir sejenak, mungkin dirinya terlalu mendesak Xie Guang sehingga membuat pemuda itu kebingungan dan tidak dapat bereaksi tepat waktu.“Sudahlah, mari tidak membahas hal ini lagi. Pokoknya pernikahan ku bukanlah sesuatu yang harus kamu khawatirkan,” ucap Ning Xueqin menegaskan sekali lagi.“Kapan kamu akan pergi?” tanya Ning Xueqin.“Minggu depan.”Keduanya kembali jatuh ke dalam keheningan dan menyatu dengan sunyinya malam hari, namun Ning Xueqin kembali terpikirkan satu hal.“Berapa lama kamu akan kembali ?” tanya Ning Xueqin.“Paling cepat enam bulan, paling lambat… mungkin lima tahun,”jawab Xie Guang dengan nada rendah.“Butuh waktu selama itu? Apakah ada peperangan selama itu?” tanya Ning Xueqin dengan terkejut.“Ya, sebelumnya Ayahku pun pernah memimpin peperangan yang melelahkan selama delapan tahun lamanya,” jawab Xie Guang.

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 258 - Menantikan Kemenanganmu

    “Apa maksudmu?” tanya Ning Xueqin tidak paham darimana Xie Guang mengetahui kebenaran ini.Kebenaran ini hanya diketahui oleh segelintir orang, salah satunya adalah Kaisar Ning dengan Su Lingqi.Lalu ada juga Kasim Yu dan kedua pelayannya, Mei Qian dan Zilan hanya itu saja dan sisanya tidak ada lagi.Mei Qian dan Zilan tidak berinteraksi dengan Xie Guang sementara Kasim Yu tidak mungkin membocorkan ini kepada Xie Guang.Lalu untuk Kaisar Ning dan Su Lingqi bahkan lebih tidak mungkin lagi untuk mengatakan ini kepada Xie Guang.Lalu darimana Xie Guang tahu? Dirinya sendiri? Dia bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan Xie Guang dalam lima hari ini?Tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di kepalamu dan dia langsung mencengkram tangan Xie Guang dengan erat.“Kamu bukannya tidak datang dua hari belakangan ini, kamu selalu datang dan memantau ku?!” tuduh Ning Xueqin.“Kalau aku bilang ya lalu bagaimana? Apakah kamu ingin melaporkanku kepada Yang Mulia?” tanya Xie Guang dengan datar .“Kam

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 257 - Ketahuan

    “Namun, Tuan Putri bagaimana jika Tuan muda Xie benar-benar menjauh karena hal ini?” tanya Mei Qian setelah agak lama.Ning Xueqin terdiam sejenak sebelum akhirnya terkekeh santai seperti biasanya.“Kalau begitu maka ada baiknya juga, tidak baik baginya untuk banyak bergaul denganku,” jawab Ning Xueqin dengan asal-asalan.Ning Xueqin menghela napas dan perlahan-lahan melalui harinya begitu saja tanpa kegiatan yang berarti.Hari-hari awal dia merasa optimis namun sudah lima hari sehingga membuat rasa optimis nya menurun drastis.Ada ketakutan di dalam hatinya, takut bahwa dia tidak akan bisa sembuh lagi dan selamanya menjadi buta.Tanpa sadar hari berlalu dengan cepat dan hari sudah larut, dia seharusnya tertidur di atas ranjangnya.Namun kali ini dia bangkit dan mencoba untuk melangkah keluar dari kamarnya tanpa bantuan kedua pelayannya.Dia memegang dinding dengan hati-hati, melangkah dengan sangat lambat, memastikan bahwa setiap langkahnya aman.Kaki polosnya menyentuh lantai kamarn

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 256 - Menolak Bertemu

    “Tuan Putri, inikah rencana yang kamu sebutkan sebelumnya? Apakah ini rencana bunuh diri?” tanya Mei Qian dengan gemetar terdengar hampir menangis.“Jangan menangis, kamu terlihat jelek saat menangis,” ejek Ning Xueqin terkekeh.“Tuan Putri tidak ingin kami terluka tapi kami juga tidak ingin Tuan Putri terluka, Tuan Putri bisakah kamu berjanji pada kami bahwa kamu tidak akan menyiksa diri seperti ini lagi?” tanya Zilan.Zilan terdengar lebih tenang namun jelas bahwa dia merasa bersalah karena telah meninggalkan Ning Xueqin sendirian.“Ya, aku berjanji kepada kalian berdua. Hari ini adalah pengecualian, kehidupan masa depan kita… akan menjadi semakin baik!”seru Ning Xueqin dengan antusias.Kemudian Ning Xueqin pun dibawa masuk ke dalam halamannya, Xie Guang pun dibebaskan dan menghadap Kaisar Ning untuk merenungkan kesalahannya.Kaisar Ning memberikannya hukuman pemotongan gaji selama tiga bulan sebagai teguran, orang-orang bertanya-tanya bagaimana Xie Guang bisa dibebaskan dengan begi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 255 - Keputusan Perang

    “Tapi, tidak apa apa jika aku dikorbankan dan bisa membawa kedamaian, namun bagaimana dengan sepuluh tahun ke depan?”Ning Xueqin terlihat tenang dan dingin ketika mengatakan semua kata-katanya ini namun semakin dingin nada suaranya maka semakin jelas orang-orang mendengarnya.Setiap kata demi kata yang dia ucapkan seperti duri yang menusuk langsung ke dalam hati seseorang yang mendengarnya.“Sepuluh tahun ke depan aku pasti sudah tiada, pada saat itu siapa yang akan dikorbankan oleh Kekaisaran Ning lagi?”“Pada saat itu, bangsawan di Kekaisaran Ning akan semakin dimanjakan dan tidak sanggup untuk bertarung lagi. Sementara Kekaisaran Zhong menjadi semakin kuat.”“Kekaisaran Ning tidak akan bertahan lagi pada sepuluh tahun depan, kita hanya akan menjadi budak bagi Kekaisaran Zhong. Sama saja dengan membesarkan anak serigala di dalam pelukan kita, akan tiba saatnya kita mati di bawah taringnya di saat kita terlelap.”Ning Xueqin mengatakan semuanya dengan sangat jelas dan orang-orang di

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status