MasukXuan yang mati di abad modern ini pun melintasi ruang dan waktu ke dunia para kultivator. Dunia yang menjunjung tinggi kultivasi itu, memaksa Xuan menjadi kuat untuk mempertahankan kehidupannya. Ia pun bertekat untuk menjadi orang yang akan mencapai puncak kultivasi. Namun berbeda dengan sistem yang di dapatkan oleh pelintas lainnya yang berfokus pada peningkatan sang pelintas. Sistem yang di miliki oleh Xuan ini justru memberinya misi untuk merekrut para murid. Mengajari mereka menjdari orang-orang yang akan mencapai puncak. Akankah Xuan melakukan misi yang di beri oleh sistem atau Xuan mengabaikannya? Jangan lewatkan perjalan seru Xuan, hanya disini 😘🙏
Lihat lebih banyak“Sudahlah, sekarang apa yang akan kita lakukan pada mereka?”, tanya Zuo'er yang tidak peka akan hal seperti ini. “Tinggalkan saja, masih beruntung mereka bertemu dengan kita, jika itu orang lain mereka pasti sudah mati!”, ucap Mo Yang. “Tapi, mereka sering menganggu penduduk disini!”, ucap sang gadis yang khawatir jika para preman ini di lepaskan begitu saja maka, mereka pasti akan berulah lagi di kemudian hari. “Tenanglah, mereka semua sudah kehilangan basis kultivasinya, kini mereka hanya manusia fana”, ucap Mo Yang. “Nona, nona!! Akhirnya kami menemukan mu”, ucap seseorang yang muncul tiba-tiba. “Nona ada apa dengan mu, apa kau terluka?”, ucap yang lainnya. Tiga orang yang baru tiba ini tampak begitu akrab dengan sang gadis, bahkan mereka memanggilnya nona. Mungkin mereka adalah bawahan dari sang gadis, namun berdasarkan basis kultivasi mereka yang sudah mencapai tahap Ahli bela diri tapi malah menjadi pengawal sang gadis, tentu Xuan dan rombongannya tau bahwa identitas
Pagi Hari “Kalian sudah siap?”, tanya Xuan yang mengunjungi kamar sang kakak. “Ya, kalau begitu mari kita pergi!”, ucap sang kakak yang sejak tadi menunggu Xuan bersama Mo Yang. Mereka pun pergi mencari beast terbang yang akan membawa mereka ke kerajaan Ming. Namun siapa sangka dalam pencarian Beast terbang itu, mereka malah terlibat dengan seorang nona muda, lebih tepatnya Mo Yang lah yang terlibat. Ia yang melihat gadis lemah nan sakit itu di ganggu oleh beberapa orang, barulah ia muncul sebagai pahlawan ke siangan. “Apa yang di lakukan oleh sekelompok anjing gila ini?”, ucap Mo Yang mendekati kerumunan penganggu itu. “Cih, tentu saja mengong-gong di depan gadis kecil”, ucap Zuo’er yang mengikuti secara alami. Xuan sangat terkejut melihat sang kakak yang dinilainya cukup berwibawa ini bisa menjadi orang yang sangat usil, bahkan ia kelihatan sangat cocok dengan Mo Yang saat ini. Yah, mungkin inilah rival sejati, mereka sudah saling memahami satu dengan lainnya hingga mere
“Hah, apa- apaan itu. Posisi yang tidak hanya keren namun terlihat hebat begitu, aku juga mau!!” “Hem, jika kau mau, maka rebut lah dari ku. Tentu itu tidak akan mudah, kau bahkan belum memulai apa pun” “Cih, kau tau apa, aku tidak akan kalah darimu. Mulai malam ini, aku akan rajin berkultivasi!!” “Kalau begitu, mari kita bertarung untuk merebutkan posisi pertama kelak!” “Hah, tentu saja! Saat itu terjadi, aku pasti akan mengalahkan mu” “Heh, kau terlalu percaya diri, aku lah yang akan mengalahkan mu jika waktunya sudah tiba”, ucap Xuan sambil berbalik arah dengan kerennya. Percakapan yang dimulai dengan baku hantam itu pun berakhir dengan kerennya, dua bocah yang kini saling berhadapan punggung ini pun di hampiri angin yang berhembus kencang seakan menjadi saksi dari janji yang telah di ucapkan oleh ke duanya. Begitulah cerita dua rival hidup dan mati ini tersebar luas. Karena hl itu pula, pihak keluarga Cheng tidak pernah melarang tuan muda mereka berteman baik dengan
Prakk.. Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan tuan muda Cheng, tamparan yang penuh makna antara dua anak laki- laki ini pun membuat pertemanan mereka menjadi erat. “Jadi, maksudmu saat orang- orang menyatakan dirimu iblis maka kau akan mengakuinya? Hah, kau pasti sudah gila!”, ucap Xuan yang kesal atas pernyataan tak masuk akal yang di ucapkan oleh tuan muda Cheng. “Kau tidak berada di posisiku, lalu bagaimana kau tau apa yang aku rasakan, apa yang aku alami?!”, balas sang tuan muda Cheng. “Kau benar, aku tidak di posisimu dan aku tidak merasakan betapa beratnya perjuangan mu. Tapi, apa kau pikir orang- orang akan peduli dengan rasa sakit mu? Cih, jangankan peduli, bahkan mereka tidak tau seberapa keras kau telah berjuang” “Jika kau sudah tau, lalu kenapa kau masih mengatakan itu, hiks.. kau tau apa? Aku_” Brukk.. “Apa yang kau lakukan? Kenapa terus memukul ku!!” “Karena kau memang layak untuk itu!!” “Kau_” Brukk Prakk.. Dua bocah ini pun saling memukuli






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.