MasukDevon menatap dalam Nazha, terlihat jelas di mata Nazha masih tersirat dendam, perlahan diraihnya telapak tangan Nazha, lalu dengan pelan Devon berkata,”jika bukan aku yang menyembuhkan lukamu, waktu yang akan menymbuhkannya,”ujar DevonNazha menghela napas pelan, menarik gengaman tanganya dari tangan Devon.”Aku tak yakin, karena luka itu akan membuahkan seorang anak yang akan aku rawat sampai seumur hidupku,”“Jika bayimu lahir dia akan menjadi penyejuk hati, bukan menjadi beban masa lalu,”balas Devon Nazha bangkit dari duduknya, baru saja ia berdiri, Nazha merasakan sakit dibagian perutnya, tanganya reflek memegangi perutnya“Aduh..sakit sekali,”desahnya sekita membuat Devon cemas“Naz,…aku akan membawamu ke rumah sakit, kamu jangan keras kepala,”ujar Devon lalu tanpa izin pada Nazha, langsung membopong Nazha berjalan keluar menuju mobil jeebnya.Nazha diam-diam menatap wajah tegas pria yang membopongnya, dalam hati tak percaya dengan perhatian dan kecemasan yang Devon perlihatkan
“Dev..kamu bersedia ‘kan membawa gelang ini ke reparasi?”tanya Nazha membuat Devon tersentak dari lamunanya“Tentu saja, aku akan membawanya ke reparasi perhiasan, “Devon lalu menyimpan gelang di saku kemejanya.“Hari ini aku akan mengantarmu untuk kontrol kandungan, bersiaplah,”suruh Devon“Tidak Dev..terima kasih aku bisa pergi sendiri,”“Kamu yakin tak butuh teman,”sahut DevonNazha mengangguk yakin, “Aku ada perlu urusan lain,”jawab Nazha“Okelah kalau begitu kamu harus habiskan sarapanmu,”suruh Devon penuh perhatian“Nazha duduk di kursi di depan meja makan, lalu mulai menyuap bubur ayam didepannya. Devon menatap penuh cinta, ada bayangan Meira ketika ia menatap Nazha dan itu yang membuat Devon jatuh hati pada Nazha.***Usai menghabiskan menu sarapan, Nazha pergi ke sebuah tempat setelah ia memeriksa kondisi kehamilannya, saat ini ia mengadakan pertemuan dengan Dimas.“Dim, aku berhasil mendapatkan data tentang kecurangan bisnis Reymon.”ucap Nazha sambil menyerahkan flas disk p
Dimas nampak sibuk menatap layar laptop, mempelajari setiap detail tentang R’ Building perusahaan property milik Reymon, nyatanya perusahaan itu bukan hanya kesulitan finansial, tapi ada beberapa kasus sengketa lahan yang masih harus di selesaikan“Ini parah sekali ada beberapa kasus sengketa lahan yang kini dibangun gedung oleh R’Building.”gumam DimasTiba-tiba senyum tipis terbit di bibir pria muda itu, “Aku tahu celah bagaimana menghancurkan Reymon tanpa harus berinvestasi di perusahaannya”Lalu dengan cepat Dimas meraih ponsel lalu menghubungi Nazha.“Halo Naz…bisakah kita bertemu?”“Iya Dim,..apa ada yang penting?“Mengenai Reymon, bukankah kamu berniat menghancurkan Reymon, aku punya jalan untuk itu,’”jawab Dimas bernada serius“Baiklah..aku akan menemuimu share saja lokasinya,”sahut Nazha“Oke”Tak lama sebuah chat masuk sebuah Lokasi diterima Nazha, tanpa membuang waktu Nazha pun bergegas pergi menuju lokasi yang dikirim Dimas.Selang beberapa menit Dimas dan Nazha sudah berte
“Tinggalkan rumah ini besok pagi, kita sudah bercerai,”suruh Reymon“Nazha tidak akan keman-mana, ia akan tingal di palvilium,”sahut DevonDengan mata menatap Nazha, sesaat keduanya saling beradu pandang.”Aku akan menyuruh mbok War untuk membersiakn palvilium, dan menaruh barangmu disana,”lanjut Devon“Oke Dev, terserah kamu, aku akan beristirahat ini sudah larut malam,”pamit Nazha beranjak dari duduknya dan melangkah -pergi meninggalkan kedua kakak beradik itu.Nazha kini berada di dalam kamar menatap jendela dan melihat Devon dan Reymon yang masih tampak berbincang di taman“Kedua kakak beradik yang sungguh berbeda, yang satu menghancurkan dan meredahkan driku, dan satunya lagi menghargai dan melindungiku, jika Devon memang tulus menerimaku, aku berjanji akan memberikan seluruh hidupku padanya, tapi…bagaimana dengan pria misrerius, itu yang telah menawan cintaku ?”gumam NazhaNazha memejamkan matanya berusia mengingat sebuah wajah dan merasakan bentuk tubuh dari pria yang mengambi
Di sebuah pemakaman terlihat Nazha bersimpuh di pusaran ayahnya, dengan terisak, rasa penyeselan merayapi dirinya kenapa tidak segera membawa ayahnya ke panti jompo ketika mengetahui jika Laras memperlakukan tidak baik sang ayah. Sementara itu Laras dan Sheren telah pergi meninggalkan pemakaman. Sementara Devon dan Reymon masih menunggu Nazha di dalam mobil.“Ah…kenapa lama sekali, Nazha, apa dia mau tidur di kuburan menunggui ayahnya,”gerutu Reymon“Kamu harus bisa memaklumi kesedihannya Rey, “sahut Devon.“Aku tunggu lima menit lagi jika tak juga beranjak aku akan seret dia,”ancam Reymon membuat Devon menatap tajam“Ingat kesepakatan kita, jangan kamu sakiti Nazha,”gertak DevonDecihan kecil terdengar dari bibir Reymon, lalu mereka melihat Dimas mendekati Nazha“Siapa pria itu …aku baru melihatnya?”tanya Reymon“Dimas…asisten Bu Salma, aku baru tahu jika Dimas juga mengenal Nazha,”timpal Devon“Tampaknya kamu memiliki saingan Dev..”senyum sinis terbit dibibir Reymon.Devon menat
Nazha bangkit dari tempat duduknya sambil berucap.”Terima kasih Dim, aku selalu mengingat semua kebaikanmu.”“Naz ..pikirkan sekali lagi rencanamu menikah dengan Devon,”ujar Dimas“Aku sudah pikirkan jika aku dulu menjadi korban yang terbakar api, saat ini aku menjadi api yang membakar orang seperti Reymon, “balas Nazha dengan tegasDimas hanya menghela napas dan menatap kepergian Nazha, ia harus segera melaporkan apa yang terjadi dengan Nazha pada Salma.Dimas kini duduk dihadapan Salma, wanita dengan potongan rambut pendek itu terlihat antusias mendengar laporan tentang Nazha.“Nazha dan Reymon akan bercerai, karena Nazha hamil, dan Reymon tak mau mengakui bayi nazha,”jelas Dimas“Lalu apa rencana Nazha?”Salma telihat khawatir“Setelah bercerai dengan Reymon ia akan menikah dengan Devon,”jawab Dimas“Menikah dengan Devon, tIdak Dim, bagaimaan jika Devon dan Reymon sama, berniat burujk pada Nazha, aku tak bisa membiarkannya menikah dengan Devon.”“Aku sudah memberinya saran untuk m
Reymon tersenyum sinis lalu tawa terdengar.“Kamu akan mengeluarkan banyak uang demi Nazha?”Devon melipatkan kedua tangannya di dada, tatapannya semakin serius. ”Satu milyar itu ‘kan uang asuransi jika Nazha tewas?”“Lalu setelah Nazha aku ceraikan, apa kamu mau memungutnya?” balik tanya Reymon.“
Sheren memicingkan matanya lalu berujar. Dev’ group, Wow cukup berkelas dan terkenal di Jakarta, aku suka sekali, benar Bu, lihatlah Devon keren sekali, aku bisa bekerja di kantornya.” Sheren sangat percaya diri dengan kemampuannya“Ibu yakin, Devon akan sangat senang Sheren, jika ibu lihat lebih b
“Jalang!” umpat Reymon, lalu melangkah keluar kamar dibukanya pintu dan di tutupnya dengan keras.“Brak!” suara pintu cukup keras membuat Nazha takut dan membeku, air mata terus menetes sambil menahan rasa sakit akibat cambukan Reymon, bahkan telapak tangannya sampai berdarah.Setelah beberapa me
Sementara Dimas tampak cemas, karena saat tiba di apartemen ternyata Nazha sudah pergi dan hanya meninggalkan catatan terima kasih, ia bahkan tidak meningalkan nomer ponsel, dengan segera ia menghubungi Salma.“Maaf Bu Salma, Nazha dan Pak Agung sudah meninggalkan apartemen,” lapor Dimas.“Kemana m







