Home / Romansa / BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA / Bab 1 Benarkah Pria Yang Tepat

Share

BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA
BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA
Author: Endah Tanty

Bab 1 Benarkah Pria Yang Tepat

Author: Endah Tanty
last update publish date: 2026-02-17 21:29:58

Nazha menatap sang ibu dengan mata berkaca-kaca, wajah cantik dengan kulit putih bersih itu tak kuasa menahan air mata, permintaan sang ibu bukannya hanya membuat sedih hatinya tapi hancur dunianya, baru memasuki semester enam ia menempuh pendidikan di fakultas psikologi dan kini impiannya harus hancur karena perjodohan.

“Kenapa Bu…kenapa harus sekarang, kurang satu tahun lagi aku lulus,” ucap Nazha lirih bercampur tangis.

“Usaha ayahmu bangkrut, jangankan untuk biaya pendidikanmu, untuk makan kita saja tak cukup,” jawab wanita berusia 50 tahun dengan wajah tegangnya.

“Aku bisa bekerja dan membiayai kuliahku sendiri, aku mohon Bu, jangan paksa aku menikah, aku belum siap,” mohon Nazha bahkan gadis itu sampai berlutut di kaki sang ibu.

Laras tidak bergeming, tatapan masih ke depan, tidak ada rasa iba sedikitpun melihat Nazha bersimpuh sambil menangis memohon supaya ibunya membatalkan perjodohan.

Laras bangkit dari duduknya dan membuat Nazha terjengkang, Laras tidak perduli.

“Jika kamu menolak perjodohan ini, kita akan kehilangan tempat tinggal,ingat keadaan ayahmu! Siapkan dirimu, nanti malam calon suamimu akan datang untuk makan malam!” suruh Laras sambil berjalan meninggalkan putrinya.

Nazha menghentikan tangisannya, ia menyadari jika permohonannya pada sang ibu tak akan dituruti. Ia berlahan bangkit berjalan dengan langkah pelan dan terlihat putus asa, melewati kamar sang ayah tertutup rapat, enam bulan ini ayahnya sakit, usaha mebel yang dimilikinya semakin lama semakin hancur. Keuangan menjadi tidak stabil dan terlilit hutang besar.

Ceklek, Nazha memberanikan diri untuk berbicara dengan sang ayah, mata sembabnya menatap pria tua 60 tahun yang terbaling lemah di pembaringan.

“Ayah…” panggil Nazha lirih berharap sang ayah merasakan kegalauan hatinya.

“Nazha …turuti perkataan ibumu, hanya kamu yang bisa menyelamatkan keluarga ini dari kehancuran.” Perkataan sang Ayah menambah kecewa hati Nazha,  bersimpuh dihadapan sang ayah sambil menangis.

“Ayah tahu ‘kan impianku belum tercapai,” balas Nazha.

“Capai impianmu setelah menikah, kamu akan punya banyak uang setelah menikah, kehidupan akan lebih baik, percayalah,” ucap pelan sang ayah.

Nazha terdiam, ia tak mau berdebat, tatapannya kembali nanar menatap wajah sang ayah yang semakin pucat,bahkan mereka tak punya biaya untuk membawanya ke rumah sakit.

Nazha meninggalkan kamar sang ayah tanpa berkata apapun, kembali melangkah menuju kamarnya, menatap bingkai foto seorang wanita muda yang tampak usang.

‘Seandainya mama masih ada, apa kamu akan juga akan menjodohkanku dengan pria asing tak pernah aku kenal?’ batinnya.

Nazha menangis di atas bantal sambil memeluk bingkai foto yang mulai memudar gambarnya dia adalah foto wanita yang melahirkannya, hingga suara ketukan pintu terdengar masuk ke pendengarannya, gadis yang  memiliki hidung mancung dan rambut sebahu itu terbangun, lalu berjalan membukakan pintu.

“Cepatlah mandi, dan turun ke bawah, calon suamimu sebentar lagi datang,“ suruh Laras dengan  lembut.

Nazha menarik tangan Laras. “Kenapa harus aku yang ibu jodohkan, kenapa tidak Sheren.” Tatapan mata Nazha menajam bercampur sendu.

”Ibu  jodohkan dengan pria seperti apa aku?” lanjut Nazha mencoba protes.

Laras menatap tajam, dikibaskannya tangan Nazha yang masih mencengkram lengannya.

“Apa kamu berpikir aku akan menjerumuskanmu pada pria yang salah, meskipun kamu anak sambungku, tapi Sharen sedarah denganmu, dia baru memulai karir modelnya dan sebentar akan menghasilkan uang banyak, lagi pula ingat awal kebangkrutan ayahmu, untuk mengobati sakitmu yang menelan uang tidak sedikit hingga ayahmu harus mengadaikan rumah ini ,” jawab tegas Laras.

Nazha hanya bisa pasrah, dengan keadaan sekarang, melangkah masuk ke kamar mandi dan mempersiapkan dirinya untuk bertemu sang calon suami.

Beberapa menit berlalu, Nazha keluar dari kamar baju dres warna biru muda sederhana dipilihnya, rambut hanya tergerai rapi, riasan  sederhana menghiasai wajah cantiknya, dengan langkah pelan, ia menuruni tangga hingga sampai di anak tangga terakhir ia menatap seorang pria muda dengan kemeja cokelat, sedang duduk di sofa berbincang dengan Laras.

“Nah…itu Nazha, putri pertamaku,” ucap Laras tersenyum hangat menatap Nazha.

“Duduklah Naz, kenalkan ini Reymon,” lanjut Laras memperkenalkan Nazha pada Reymon.

Nazha berjalan pelan, mendekat ke arah sofa, lalu menjabat tangan pria yang berdiri menyambutnya uluran tangannya, lalu keduanya duduk.

Nazha sekilas menatap pria itu wajah nyaris sempurna, tampan, tubuhnya tinggi tegap, kulitnya putih dan bersih.

“Kalian berbicanglah, ibu akan siapkan makan malamnya,” ujar Laras sambil bangkit berdiri dan melangkah menuju ruang makan yang menyatu dengan dapur.

Semetara itu Nazha dan Reymon saling tatap dan suara Reymon memecah keheningan.

“Kamu sudah siap ‘kan, menikah denganku?”

“Siap tidak siap, kita dijodohkan, dan aku tak kuasa menolak perjodohan ini,” jawab Nazha.

“Baguslah, setidaknya jangan kabur saat pernikahan nanti, apa kamu perlu data diriku, aku rasa Bu Laras sudah memberitahukan tentang siapa dan pekerjaanku?”

“Identitas tidaklah penting, yang terpenting setelah kita menikah kita harus punya tujuan yang sama “kan?”

“Betul sekali, berbicara denganmu ternyata semenarik ini,”

Pembicaraan mereka terhenti ketika Laras mendekat ke arah ruang tamu.

“Nazha, Reymon, makan malam  telah siap, mari kita makan dulu,” ajak Laras.

Lalu ketiganya sudah duduk di kursi makan di atas meja sudah tersaji, menu makan malam, lengkap dengan buah.

Nazha tenggelam dalam pikirannya sesekali menatap pria di depannya yang tampak elegan  dengan cara ia  menyuap menu di piringnya.

‘Terlihat sempurna, sopan, berwibawa, kaya raya, dan tampan. Tapi kenapa aku masih gelisah, apa yang salah dengan pria ini,’ batin Nazha.

“Naz..kenapa melamun ayo makan,” ujar Laras menatap Nazha.

Nazha mengangguk, meraih piring dan mengisinya dengan menu istemewa yang dihidangkan malam ini, mencoba menyakinkan dirinya jika pilihan ibu tirinya adalah terbaik.

Satu jam berlalu Reymon  berpamitan dengan senyum hangatnya ia menjabat tangan Laras dan Nazha. Lalu pria itu berjalan menuju mobil sedan hitamnya.

Nazha dan laras masih berdiri di teras rumah sampai mobil Reymon tak terlihat lagi dari pandangannya.

“Bagaimana, apa kamu masih berpikir jika aku hanya akan menjeruskan hidupmu, pria yang akan kamu nikahi tampan, pemilik dari  perusahaan property dan satu lagi, kamu tak perlu dipusingkan dengan ibu dan bapak mertua, karena orang tua Reymon sudah meninggal. Persiapkan dirimu untuk pernikahan!” tegas Laras.

Nazha terdiam banyak sekali yang dipikirkannya, lalu ia menatap Laras. Tetapkan pernikahan kami,“ balas Nazha pelan namun tegas.

Nazha tak pernah tahu keputusan penting yang ia buat akan mendatangkan peristiwa besar di kehidupannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Anto 0102
jahatkah reymon
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 90 Kejahatan Reymon terbongkar

    Pagi bersinar dengan cerah, Vidya dan Daniel kembai makan bersama pagi ini, keduanya mulai akrap“Hari ini aku akan mengajakmu ke kantorku, “ucap Daniel“Oke.”jawab Vidya tersenyum hangatSelesai makan pagi Daniel memenuhi janjinya membawa Vidya ke kantor, disana Vidya diperkenalkan dengan Frans“Vidya kenalkan ini papahku sekaligus pimpinan perusahaan.”“Vidya..”ucap Vidya“Frans,”sahut Frans. Lalu Vidya dan Frans saling berjabat tangan.“Untuk membicarakan bisnis aku harus melibatkankan Papahku, lagi pula aku belum pengalaman sama-sekali soal bisnis,”ujar Vidya“Oke, Vidya, tak perlu buru-buru, pikirkan secara matang kerja sama ini, “jawab Frans^^^Satu bulan setelah kejadian di Singapura….Hubungan Vidya dan Daniel semakin serius, keduanya sudah berkomitmen untuk menjalin cinta ditengah hubungan kerja sama perusahaan. Mahesapun merestui hubungan itu.“Baiklah Vidya sudah saatnya kamu menikah denagn pria yang mencintaimu, papah akan restui hubunganmu dengan Daniel, tapi kamu juga

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 89 Daniel dan Vidya

    Vidya menyambut uluran tangan Daniel.“Terima kasih Daniel, jika kamu bersedia, aku akan mentraktirmu makan malam,”ujar Vidya“Oke, aku tunggu undanganmu makan malam, ini nomer ponselku, “Daniel memperlihatkan nomer ponselnya kemudian Vidya meyimpan nomer DanielDaniel pun berpamitan pergi meninggalkan kamar Vidya. Ia menuju kamarnya. Deringan ponselnya berdering nyaring, Daniel menghela napas kesal, lalu mengangkat panggilan dari Frans“Dan, dimana kamu dua hari ini tidak masuk kantor, kmau tahu ‘kan akibat ulahmu, kita merugi dan kamu melarikan diri,”“Bukan melarikan diri Pah, aku pasti akan bertanggung jawab, papah ‘kan menyuruhku mencari istri, aku lagi berusaha pah, mencari istri seperti kiteria papah, anak seorang pengusaha, supaya bisa menyelamatkan usaha kita yang diambang kebangkrutan,”jawab DanielTanpa menunggu jawaban Frans, Daniel langsung menutup ponsel dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.Sementara itu di loby hotel, Nazha terlihat masih cemberut dan menunggu tak

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 88 Terbongkarnya Pernikahan Palsu

    “Pernikahanku dipertaruhkan,”Nazha berkata dengan tegas“Ini demi Bara, jika Devon tidak melakukannya maka akan sulit membawa Bara kembali, tolonglah Naz…redam amarahmu,”mohon Yuni“Ha..ha..Naz lihat saja, Devon pasti masuk perangkap pernikahan yang katanya hanya pura-pura, kamu telah dikhianati Devon,”timpal Reymon sambil tertawa puas“Rey…dia!”gertak YuniNazha menghala napas berat lalu melangkah cepat meninggalkan apartemen, Yuni pun mengejar tapi ia kehilangan Nazha ketika Nazha masuk ke liftReymon tertawa puas melihat Nazha yang terlihat frustasi“Ini baru permulaan aku belum puas jika belum melihatmu hancur,”gumam ReymonNazha terus berjalan ke jalan lalu menaiki taksi, sementara Yuni berusaha menghubungi Devon“Hallo Devon?”“Ada apa Tante?”“Nazha tahu jika kamu ke Singapura bersama Vidya, ia juga tahu tentang pernikahan puar-pura ini, tapi seperti yang aku duga dia sangat marah dan kecewa,”jelas Yuni“Aku akan meneleponnya Tente dan berusaha menjelaskannya,”jawab DevonDevo

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 87 Singapura

    “Lebih baik kamu keluar dari kamar ini, kamu tahu ‘kan kesehatan Nazha sedang tidak baik, seharusnya kamu jaga ucapanmu itu!”bentak Yuni dengan mata menajam kearah ReymonReymon terlihat kesal, lalu ia memungut pecahan ponselnya dari lantai dan pergi keluar kamar.Yuni menghela napas lega dan kembali menatap Nazha.“Naz..jangan berpikir yang buruk tentang Devon, Tante jamin, Devon adalah suami yang setia, dia sangat mencintaimu,”jelas Yuni“Jangan khawatir Tante, aku sudah tak percaya dengan ucapan Reymon, ia bilang Devon saat ini menikah, sungguh pernyataan penuh kebohongan,”jawab Nazha“Oke, Naz, aku ingin kamu diperiksa Dokter sebelum keluar dari rumah sakit,”Nazha mengangguk, lalu Yuni memanggil Dokter. Beberapa menit kemudian Nazha sudah diperiksa Dokter dan diizinkan untuk kembali ke rumah.Nazha dan Yuni sudah kembali ke rumah, Nazha bahagia dan tangis haru mewarnai rumah saat itu, Nazha memeluk Bara sambil menangis, sejak dilahirkan ini pertama kali Nazha memeluk anaknya.“Ba

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 86 Penikahan Palsu

    Devon tampak masih cemas, menatap ke arah Yuni.”Benar , Tante akan menikah dengan pak Mahesa?”“Ha..ha..”Yuni tertawa kecil,”Tante akan bahagia Devon, Mahesa adalah satu-satunya pria yang aku cinta, dulu waktu remaja kami menjalin asmara, tapi sayang waktu itu Mahesa dijodohkan dan dia tak bisa menepati janjinya padaku, mungkin baru berjodoh disaat usia kami menjelang senja,”jawab yuni“Aku mencemaskan Tante.”“Jangan cemaskan aku, sekarang aku lega , kamu dapat menyelamatkan pernikahanmu dengan Nazha dan Bara akan kembali,”Yuni bernapas lega“Terima kasih Tante, lalu apa yang harus aku lakukan setelah pernikahan palsu?”“Bawa Vidya, ke Singapura, disana Mahesa sudah mengadakan janji dengan seorang Dokter jiwa, lakukan pemeriksaan, jika Vidya dinyatakan sehat , kamu boleh meninggalkannya.”Yuni menjelaskan rencananya pada Devon“Oke Tante, “jawab DevonSepanjang malam itu Devon tidak bisa tidur, matanya terus menatap langit-langit kamar, ‘semoga semuanya berjalan dengan baik, sesuai re

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 85 Kesepakatan Berubah

    Yuni menghela napas dalam, gagal sudah rencananya, lalu ia pun berpamitan pergi, menjauh dari rumah Vidya. Sambil melamun Yuni berjalan menuju taksi yang menunggunya, baru saja ia melangkah keluar pagar sebuah mobil sedan berhenti, dan kaca jendela mobil terbuka“Yuni…kamu Yuni ‘kan?”“Mahes..”balas YuniMahesa langsung turun dari mobil mendekati Yuni.“Kamu datang ke rumahku ada apa?”“Ini rumahmu? aku kesini menemui Vidya,”jawab Yuni sambil terbengong“Kamu mengenal Vidya?”“Aku mengenalnya waktu dia berteman dengan Meira, aku juga Tante Devon.”Mahesa tertawa renyah.”Dunia sempit sekali Yun, kabar yang aku dengar terakhir kamu pindah ke Bali, sekarang tanpaku mencari, kamu datang ke rumahku, Vidya adalah putriku,”“Jadi Vidya putrimu,”Yuni terkejut menatap Mahesa“Yuni…bisakah kita berbicara aku ingin melepas rinduku padamu?”“Baik,”jawab Yuni dengan wajah bersemu merahMahesa membuka pintu mobil dan mempersilahkan Yuni masuk, setelah itu Mahesa duduk dan menyetir mobil,“Kita aka

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   Bab 3 Kesepakatan Dua Pria

    Nazha hampir tak percaya dengan ucapan Reymon, jika Reymon memang tidak masuk ke kamar , lalu siapa pria yang semalam bercinta dengannya, pikirannya mulai berkecamuk dan menatap Reymon yang berjalan menaiki tangga lantai dua.Nazha merasakan tubuhnya tak bertulang membayangkan betapa liarnya perm

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   Bab 2 Misteri Malam Pertama

    Suasana pagi itu terasa meriah, tidak banyak tamu yang diundang, setelah sepasang pengantin mencatat pernikahan di catatan sipil, mereka menuju sebuah kafe bintang 5, para tamu undangan telah hadir menyambut pasangan muda. Senyum selalu merekah di wajah Reymon, lain halnya dengan Nazha jiwanya bero

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 53 Skandal 1

    “Ahh sudahlah Bu.. tak ada gunanya membahas ibu kandung Nazha, lebih baik kita focus dengan rencanaku, aku ingin sekali menyingkirkan Nazha dari apartemen ini, “ucap Sheren dahinya berkerut mulai memikirkan cara licik“Ahhh…susah sekali menyingkirkan gadis itu, “gumam Laras“Bu…lebih baik ibu pula

  • BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA   BAB 52 Benarkah Diabaikan

    Pagi itu tak terlihat langit mendung, Devon sudah berangkat ke kantor,Nazha masih di dalam kamar demikian juga dengan Sheren. Hingga sebuah bel pintu membuat Nazha keluar kamar. Nazha melihat siapa yang datang, lalu ia membukakan pintu setelah tahu di luar pintu ada Andi.“Maaf Bu Nazha, saya ke s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status