مشاركة

Bab 66

مؤلف: Alana Karin
last update تاريخ النشر: 2026-08-28 07:47:55

Setelah pertanyaan itu keluar dari mulut Damar, Bagas langsung menghadiahkan tatapan tajam.

Damar sempat merinding namun dia tak akan menyerah untuk menuntaskan rasa ingin tahunya.

Akan tetapi Bagas juga seolah di buat penasaran dengan jawaban sang eyang atas pertanyaan itu.

"Pertanyaan kamu itu ada-ada aja, Mar." Namun belum sempat di jawab oleh eyang suara nyonya besar memotongnya.

"Saya lihat mbak Kania soalnya baik orangnya, bude."

Dengan cepat juga wanita itu mengambil Naren dan mengajakn
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 68

    Perasaannya tiba-tiba tak menentu. Karena ia tak menyangka jika Angga mengajak Pandu kemari. Mungkin Angga berpikir ini akan menjadi kejutan yang berkesan untuknya. Dan ia memang terkejut karena khawatir jika Bagas akan melihat keberadaannya. Jujur ia tak mau pria itu akan marah padanya karena ini. Meski begitu di sisi lain ia juga terharu karena Pandu masih mengingat hari ulang tahunnya. "Mas, Pandu. Makasih ya, mas." ujarnya. Pandu mengangguk. Lalu berkata. “Tiup lilin dulu, Kan.” Pintanya. Angga juga tersenyum melihat itu. Mau tak mau akhirnya Kania meniup lilin itu. Begitu usai Angga dan Pandu bersorak. Dua pria itu memang selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada moment ini untuknya. Tapi mungkin tahun ini terasa sedikit berbeda. Karena Kania tak terlalu merasa spesial dengan adanya kejutan ini. “Mas, ayo masuk dulu,” ucap Kania kemudian. Keduanya pun mengangguk. Angga berjalan masuk ke dalam kamar Kania diikuti Pandu sambil membawa kue di tangan

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 67

    Ketika Damar pulang dan semua orang keluar dari ruangan itu, Kania pun memberi tahu Bagas melalui pesan. "Mas, kamu sengaja memperlambat waktu aku kan? Kamu tahu aku gak punya banyak waktu lagi tapi kamu gak kasih kepastian aku buat maafin aku atau mau nolongin aku,"Saat Kania sedang mendengus di balik pintu kamarnya tiba-tiba Bagas masuk dan menarik tangan Kania.Ia langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk mendesaknya. "Mas, kamu tahu gak si. Mas Angga udah jalan ke alamat itu sekarang, aku gak mungkin buat dia kecewa. Dia bisa marah atau bakal tahu semua ini,"Namun Bagas tetap santai. "Kamu masih inget tawaran kamu untuk saya semalam kan?"Kania mengangguk. "Jadi jangan protes karena semua ini bagian dari kemauan saya,""Mas kamu tu bener-bener nyebel ...""Ssst..." potong Bagas."Ingat apa yang sudah saya katakan? Jangan protes kalau kamu mau saya maafin kamu dan bantu kamu sekarang."Akhirnya Kania menyerah ia menundukan wajahnya."Jangan menundukkan wajah!" Perintah Bagas ya

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 66

    Setelah pertanyaan itu keluar dari mulut Damar, Bagas langsung menghadiahkan tatapan tajam. Damar sempat merinding namun dia tak akan menyerah untuk menuntaskan rasa ingin tahunya.Akan tetapi Bagas juga seolah di buat penasaran dengan jawaban sang eyang atas pertanyaan itu."Pertanyaan kamu itu ada-ada aja, Mar." Namun belum sempat di jawab oleh eyang suara nyonya besar memotongnya."Saya lihat mbak Kania soalnya baik orangnya, bude."Dengan cepat juga wanita itu mengambil Naren dan mengajaknya mengobrol, "cucu nenek kesayangan, kenapa jam segini belum tidur? Kamu pasti kangen sama mommy mu ya?"Bagas menarik napasnya seolah tak mau kedatangan ibunya mengalihkan pertanyaan yang belum terjawab. "Jadi gimana eyang, setuju apa gak?" Tanya Damar."Eyang si tergantung sama Bagas aja. Yang penting perempuan itu sama-sama setara."Eyang menatap ke arah Bagas. "Eyang suka karakter Kania, tapi eyang gak mau kamu asal pilih perempuan, apalagi yang gak sepadan sama kamu, Gas. Kamu tahu sendir

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 65

    Hingga pagi pun datang.Pagi itu Kania sudah melihat Bagas pergi tanpa berkata apa-apa padanya. Akhir nya ia harus menggunakan pilihan kedua itu dengan meminta izin pada tuan besar ia menyusun semua rencananya dengan rapi di kepala. Ia berniat menitipkan Naren pada Ratih agar bisa keluar sebentar untuk menyelesaikan rencananya itu.Sekarang ia berjalan menuju ruang kerja Tuan Besar. Dia mengetuk pintu dan melihat Tuan besar tengah duduk di balik mejanya."Permisi, Tuan," ucapnya sopan, menunduk sedikit.Tuan besar mengangkat wajahnya. "Ada apa, Kania?""Saya mau izin libur untuk hari ini tuan, apa boleh? Saya juga udah bilang sama mbak Ratih untuk gantiin saya sehari ini.""Untuk apa?""Hari ini saya ingin pulang sebentar ke rumah... ada kepentingan keluarga.""Kalau begitu, kamu minta izin sama Bagas saja."Kania langsung terdiam. Bagaimana bisa Tuan besar malah memintanya untuk bicara langsung pada Bagas di saat dia saja tidak memberinya kepastian.Ia menatap Tuan Besar dengan ragu.

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 64

    Tengah malam saat Kania sedang terlelap. Tiba-tiba suara pintu terdengar diikuti bayangan tinggi.Sosok itu langsung masuk dan menutup pintu. Dia melihat ke arah Naren yang terlelap di dalam box bayi.Kemudian mendekati kesana, menciumnya dengan gemas sampai dia puas. Beberapa waktu ini, ia agak menyesal karena jarang memiliki waktu dengannya.Saat pria itu berada dalam posisi yang membelakangi Kania. Kania pun terbangun.Dia langsung kaget dan berteriak kecil karena tubuh Bagas yang tertutup kegelapan itu membuatnya tak bisa melihatnya jelas.Bagas langsung menoleh ke belakang dan menyalakan lampu sudut.Begitu melihat dengan jelas wajah Bagas, gadis itu langsung meredam suaranya."Maaf mas, aku kirain siapa?"Wajar saja Kania kaget karena sudah 6 bulan ini Bagas tidak pernah lagi masuk ke dalam kamar Kania."Kenapa kamu bangun?" Tanya Bagas singkat.Agaknya sikap pria itu masih terasa dingin pada Kania."Aku tadi denger suara Mas makanya kebangun, soalnya mas udah gak pernah masuk k

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 63

    Enam bulan pun berlalu.Selama waktu itu, Bagas jarang sekali pulang ke rumah. Ia lebih banyak menghabiskan harinya di kantor, menenggelamkan diri dalam pekerjaan dan mengurus proses perceraiannya yang berjalan lambat.Persidangan sempat tertunda beberapa kali karena Frisca tidak datang, dan membuat semuanya semakin melelahkan.Walau akhirnya proses itu dapat di selesaikan dan Bagas mendapat putusan yang memuaskan. Tapi karena harus menyelesaikan semua urusan itu, ia juga menjadi jarang bertemu Kania. Selama itu juga ia tak pernah menjalin intensitas, ia selalu menahan dirinya. Ia hanya saling memandang ketika berpapasan. Selain itu karena mereka juga harus jaga jarak karena nyatanya selama 6 bulan itu eyang kakung dan eyang putri tinggal di rumah itu.Di sisi lain, kondisi Angga juga semakin membaik. Ia sudah bisa beraktivitas normal seperti sedia kala. Bahkan, beberapa hari terakhir ia mulai kembali bekerja.Begitupun juga Naren yang semakin besar. Dia bukan lagi bayi yang hanya bi

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 14

    "Kenapa diem hem? Katanya mau kerja, ayo kita ke kamar," imbuh Bagas. Kania langsung memasukan nasi goreng yang baru matang ke dalam piring. Kemudian memutar tubuhnya menatap Bagas. Tangan pria itu masih memeluk pinggang Kania. "Mas. Apa kamu tahu kalau di kamar kamu saat ini ada mbak Frisca?" te

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 12

    Bagas terdiam, pertanyaannya tadi terjawab. Rupanya yang membuat Kania bersedih adalah ketika perempuan itu tahu statusnya dengan Frsica masih belum resmi bercerai."Ga penting aku tahu dari mana," ujar Kania ketus."Jawab pertanyaan saya Kania?" Bagas mencengkram rahang Kania dan menarik wajahnya

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 6

    Tidak lama Kania masuk ke kamar Bagas tanpa mengetuknya. Begitu masuk Kania berteriak kecil karena Bagas baru saja melepas celana kerjanya. Bagas terkejut dia buru-buru menarik handuk dan melilitkan ke pinggangnya. Kania benar-benar terkejut begitu melihat tubuh telanjang pria itu, bahkan matan

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 5

    Kania menahan napasnya, dadanya seketika sesak begitu mendengar nominal yang di sebutkan sang bibi. Nominal itu sangat fantastis tidak pernah terbayangkan olehnya sebelum ini."Gimana kan, bibi ga punya uang sebanyak itu."Otaknya seketika blank di penuhi pikiran buruk. Sehingga akalnya langsung hi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status