LOGINMikhaila Ameera Violetta POV
Pagi ini aku duduk di kursi yang ada di dapur sambil melihat Bara yang sedang sibuk membuat menu sarapan untukku. Tidak hanya menu sarapan, Bara juga membuatkan susu hangat untukku. Aku sudah melarangnya namun ia tetap kekeuh untuk membuatnya sendiri.
"Baju kamu nanti kotor,
Bara Nareswara POVAkhirnya Mikha kehilangan salah satu keluarganya lagi. Jika kemarin ia kehilangan anak, maka kali ini ia kehilangan adiknya. Sebagai suami yang baik, aku memilih untuk berada di sampingnya. Meksipun aku tidak bisa membantu banyak untuknya, setidaknya aku tidak akan meninggalkannya sendirian melalui semua hal yang menyakitkan ini.Meskipun sebenarnya aku sedikit keberatan untuk tinggal sementara di rumah orangtua Mikha ini, tapi aku tidak bisa menolak. Inilah rumah yang menurut Mikha tidak seindah apa yang terlihat. Meskipun besar dan mewah namun kehidupan di dalamnya begitu rapuh. Tidak ada kehangatan keluarga, apalagi sejak mertuaku bercerai. Hanya Chava yang tinggal di sini bersama para asisten rumah tangga dan satpam.
Mikhaila Ameera Violetta POVDengan rasa hancur yang masih aku rasakan di dalam diriku, kali ini aku kembali mengantarkan salah satu keluargaku ke tempat peristirahatan terakhirnya. Saat jenazah Chava dimasukkan ke liang lahat, aku bisa melihat Mama yang pingsan lagi untuk yang kesekian kalinya. Bahkan Papa sampai didudukkan di kursi karena kondisinya sebelas dua belas dengan Mama. Dari semua keluargaku, hanya Bara, Mas Rio dan Om Chandra yang ikut turun untuk membantu menguburkan Chava.Sesuai permintaan terakhir Chava yang ingin menemani Langit, maka kami memakamkan Chava di samping makam Langit. Air mataku terus menetes namun aku berusaha menahannya agar tidak semakin deras. Jangan sampai Chava tahu bahwa aku serapuh ini.Ada rasa meny
Mikhaila Ameera Violetta POVEntah aku harus marah atau merasa bahagia mendengar alasan Bara yang mengeluarkan bikini milikku dari dalam koper. Padahal aku sengaja membeli bikini-bikini itu khusus untuk aku bawa ke Queensland. Gagal sudah sepertinya menggoda suami dengan menggunakan bikini. Kalo tahu ujungnya begini, aku juga tidak mau repot-repot berselancar di aplikasi belanja cuma untuk mencari mana yang menurutku cocok untuk menjalankan misiku ini."Ayo, Yang kita jalan-jalan ke pantai.""Jalan-jalan? aku pakai daster batik ini?""Iya, Yang enggak pa-pa. Beneran serius aku enggak malu gandeng emak-emak."Sompret ....Ba
Bara Nareswara POVSeminggu di rumah Grandma benar-benar membuatku jadi anak rumahan. Baru sekali ini ketika aku jauh-jauh mudik ke Australia, namun kami tidak berlibur ke mana-mana. Hampir seluruh hari dihabiskan di rumah saja. Mungkin salahku juga yang tidak protes kepada Mikha tentang hal ini. Kalo aku protes mungkin ia juga akan memahaminya dan mau berjalan-jalan meskipun hanya disekitar Royal Botanic Gardens atau ke kebun binatang Taronga. Karena aku yakin jika aku mengusulkan pergi ke Opera House, pasti Mikha menolaknya dengan alasan sudah pernah ke sana.Kini yang ada di depanku sekarang adalah Mikha yang sedang duduk di sofa sambil menangis sesenggukan. Ia masih baper karena besok kami akan terbang ke Queensland. Semoga saja besok Mikha mau aku ajak untuk berpetualang di sana.
Mikhaila Ameera Violetta POVSiang ini aku dan Bara sudah berada di ruang keluarga rumah Grandma Bara yang ada di Sydney. Sejak beberapa hari sebelum kami berangkat ke sini, suasana hatiku jauh lebih baik setelah aku berbicara dengan Mama Belinda. Mungkin aku beruntung karena memiliki ibu mertua yang bisa serasa jadi ibu kandung. Dengannya aku bisa mencurahkan apa yang aku rasakan. Saran dari Mama adalah aku cukup berhenti melihat akun media sosial ataupun televisi. Aku harus menikmati hidup dan waktu yang masih aku miliki dengan Bara sebelum kami akhirnya sama-sama sibuk dengan kegiatan kami lagi.Jadi siang ini aku dan Bara memilih duduk bersama Grandma Barbara di sini. Dasarnya Bara memang kurang ajar, bisa-bisanya ia memanggil Grandma-nya dengan panggilan Barbie. Sumpah, aku sempat tidak enak kepada Grandma ketika pertama kali aku mendengar Bara memanggil begitu. Tapi menurut Grandma, Bara sudah memangilnya begitu sejak ia kecil. Ia bahkan memangil Bara dengan panggilan Ken. Kelua
Bara Nareswara POVSejak pulang dari kondangan hampir satu Minggu yang lalu, Mikha lebih sering menyibukkan dirinya sendiri dan jarang ada di rumah bersamaku. Aku tahu memang dia lebih sering pergi ke panti asuhan dan rumah sakit dari pagi sampai sore. Malam hari kadang saat ia sampai di rumah, ia memilih mengabaikan aku. Entah kenapa Mikha tidak bisa menerima alasanku yang aku tidak memberitahu masalah kedekatan Papanya dengan Fiorella. Model muda pendatang baru yang sedang naik daun.Bahkan hasil wawancara diriku dan Mikha saja kala di kondangan itu kalah booming dengan berita Fio yang menggandeng Papa Rey. Justru karena Fio mengaku terang-terangan bila ia sedang menjalin hubungan dengan Papa Rey, akhirnya latar belakang Papa Rey yang sudah memiliki dua orang anak dikulik habis-habisan. Tidak hanya itu saja, akun sosial media Mikha juga penuh sekali dengan orang yang menginvite dirinya untuk berteman. Sayangnya Mikha memilih meng-uninstal aplikasi sosial medianya.Selama seminggu ju







