LOGIN"Lahirkan bayi itu. Dia butuh status keluargaku sebelum kita bercerai." Suara Dominic datar dan dingin. Seperti sedang membahas klausul dalam kontrak bisnis, bukan nyawa yang tumbuh di dalam rahim Evelyn. Evelyn menatapnya. Matanya tidak berkedip, meskipun ada sesuatu yang hancur di dadanya. "Baik." Satu kata, pendek dan tajam. "Tapi setelah bayi ini lahir, aku yang akan merawatnya." __ Dominic Harrington kembali ke pedesaan Wales bukan untuk bernostalgia. Ia kembali untuk melarikan diri, dari ibu yang mendesaknya menikah dan dari hidup yang terlalu kaku. Tapi ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengannya lagi. Evelyn Morgan. Gadis yang dulu sangat membencinya. Gadis yang kini menjadi wanita dengan senyum pahit dan mata yang lebih tajam dari sebelumnya. Ia tidak lagi mengejar Dominic. Ia justru menghindarinya. Tapi ketika ibunya jatuh sakit dan biaya pengobatan menggunung, Evelyn terpaksa menerima tawaran Dominic yang paling gila dan mengandung bayi pria itu. Evelyn sadar setelah kesepakatan dibuat, Dominic hanya membutuhkan pewaris, dan tidak ada cinta untuknya.
View MoreEvelyn bisa merasakan ketegangan di antara Dominic dan Lucas.Udara di ruangan itu terasa berubah, lebih berat, lebih sesak, seperti sebelum badai datang. Cahaya matahari yang menembus jendela mendadak terasa terlalu terang, terlalu menusuk, tidak cocok dengan suasana yang terbentuk di antara kedua pria itu. Dominic dan Lucas memang kakak beradik, darah mereka sama, wajah mereka punya kemiripan yang tak bisa disangkal. Tapi di antara mereka, ada sesuatu yang retak. Sesuatu yang tidak pernah benar-benar sembuh.Evelyn ingat cerita di balik retakan itu.Saat Damien masih menjadi suami Gracia, saat Gracia masih mengandung Dominic empat bulan, Damien pernah bersama dengan wanita lain. Evelyn tidak tahu detailnya. Ia hanya mendengar bisik-bisik pelayan di kediaman Harrington dulu, potongan-potongan cerita yang tidak pernah utuh. Tapi yang ia tahu, luka itu tidak pernah hilang. Ia hanya terkubur, tertutup oleh formalitas dan senyum yang dipaksakan.Dan kini, Evelyn tidak tahu bagaimana kond
Evelyn tidak pernah berpikir kalau Dominic sudah menyiapkan semuanya.Salah satunya adalah mengirim guru khusus untuk mengajarinya. Pagi itu, ketika Evelyn baru saja selesai berpakaian, seorang wanita masuk ke kamarnya tanpa ketukan. Usianya sekitar lima puluh tahun, dengan rambut pirang yang disanggul rapi dan gaun abu-abu sederhana tapi jelas mahal. Postur tubuhnya tegak, punggungnya lurus seperti penggaris, dan tatapan matanya tajam, menilai.Ruangan itu mendadak terasa lebih sempit. Cahaya matahari yang menembus jendela jatuh di lantai marmer, tapi kehangatannya tidak sampai ke sudut tempat Evelyn berdiri."Saya Madame Fontaine. Tuan Dominic mengirim saya untuk mengajari Anda etiket."Evelyn tersenyum tipis. Tidak ada kehangatan di senyum itu. Hanya penerimaan. Karena ia tahu, tidak ada gunanya membantah.Madame Fontaine tidak membuang waktu.Ia memerintahkan Evelyn untuk berdiri di tengah ruangan, punggung menghadap jendela. Lalu ia berjalan mengelilingi Evelyn, matanya menyapu s
"Karena kau milikku."Kata-kata itu menggantung di udara, seperti gema yang tidak mau pergi. Evelyn menatap Dominic, matanya hijau yang tajam menelusuri wajah pria itu, mencari sesuatu, apa pun, yang bisa memberitahunya bahwa kata-kata itu berarti lebih dari sekadar klaim kepemilikan.Tapi yang ia temukan hanyalah dingin, Evelyn tau, seorang Dominic Harrington tidak mungkin mencintainya. Pria itu hanya ingin memanfaatkan keberadaannya untuk menghindari perjodohan."Aku milikmu, setidaknya sampai perjanjian diantara kita usai." ucap Evelyn.Dominic tidak berkata apa-apa. Ia hanya menatap Evelyn lama, lalu berbalik, melangkah menuju pintu restoran. "Ayo. Mobil sudah menunggu."Evelyn mengikutinya. Langkahnya cepat, tapi tidak terlalu dekat. Ia menjaga jarak, menjaga tembok yang selama ini ia bangun ketika Dominic mengatakan bahwa Evelyn ada di bawah perlindungannya.Di dalam mobil, keheningan terasa menyesakkan. Evelyn menatap keluar jendela, melihat lampu-lampu kota yang berkelebat. Ia
Evelyn berdiri di depan cermin, detak jantungnya berdebar kencang. Gugup. Waspada. Bahkan ini lebih parah ketimbang saat ia dikejar domba yang sedang mengamuk di ladang.Gaun sutra hitam itu menempel di tubuhnya seperti kulit kedua. Renda halus di bagian lengan, potongan yang anggun, dan kain yang jatuh sempurna di setiap lekuk.Evelyn menatap pantulan dirinya. Rambut hitam keemasannya ditata rapi, disanggul rendah dengan beberapa helai jatuh di sisi wajah. Wajahnya bersih, tanpa riasan berlebihan. Ia terlihat seperti orang lain. Seperti wanita yang bukan dirinya."Nona Morgan, Tuan Dominic sudah menunggu di bawah."Evelyn menarik napas panjang. Ia melangkah keluar kamar, menyusuri lorong yang panjang, dan turun ke lantai dasar. Dominic berdiri di dekat pintu utama, mengenakan jas hitam yang dipotong sempurna. Ia menatap Evelyn sekilas, lalu mengangguk singkat."Ayo."Restoran itu bernama Lumière. Terletak di lantai atas salah satu gedung tertinggi di kota, dengan jendela kaca yang me
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.