Share

Bab 152

Author: Lalapoo
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-15 22:45:00

Kalimat singkat itu membuat seluruh ruangan kembali membeku. Sirvian mengernyit dan Siron bahkan sempat mengira dirinya salah dengar.

"Apa maksudmu?" tanya Sirvian dengan nada hati-hati.

Laticia tidak langsung menjawab. Ia bangkit dari kursinya, lalu berjalan perlahan menuju jendela besar yang menghadap hamparan dataran Barat. Dari sana tampak benteng-benteng pertahanan yang berdiri kokoh, para kesatria yang tengah berlatih di halaman, dan rakyat yang berlalu-lalang di luar tembok kastil.

Tanga
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 165

    Pricilla membeku di tempatnya. Selama ini ia hanya mengetahui bahwa hubungan kedua kekaisaran cukup baik. Namun ia tidak pernah menyangka perempuan yang selama ini ia anggap hanya duduk diam sebagai ratu ternyata menjadi orang yang membangun fondasi hubungan tersebut.Carsein kembali melanjutkan langkahnya."Nanti, ketika Kaisar Barat tiba orang pertama yang akan beliau cari bukanlah aku." Ia berhenti sesaat. "Melainkan Laticia."Karena bagi dunia luar Ratu Kekaisaran bukan sekadar pendamping seorang kaisar. Ia adalah wajah diplomasi kekaisaran. Dan tidak ada seorang pun di istana ini yang mampu menggantikannya.Sepeninggal Carsein, koridor istana kembali dipenuhi kesunyian.Pricilla masih berdiri di tempat yang sama. Kedua tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya meninggalkan bekas kemerahan di telapak tangan. Wajahnya yang biasanya selalu dihiasi senyum lembut kini dipenuhi amarah yang sulit disembunyikan.Dadanya naik turun menahan emosi.Setiap ucapan Carsein terus berpu

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 164

    Suasana ruang kerja Kaisar pagi itu dipenuhi ketegangan yang nyaris dapat dirasakan oleh setiap orang yang berada di dalamnya. Tumpukan dokumen memenuhi meja kerja yang besar, sementara para menteri, pejabat istana, dan kesatria berdiri berjajar menunggu keputusan berikutnya. Sejak kepergian Laticia ke Utara, hampir tidak ada satu hari pun berlalu tanpa masalah baru yang muncul di istana.Tidak ada seorang pun yang berani bersantai. Tiba-tiba, suara kepakan sayap terdengar dari luar jendela.Seekor elang pembawa pesan melesat turun dengan cepat dan mendarat di ambang jendela ruang kerja. Salah seorang kesatria segera menghampiri burung itu, melepaskan tabung kecil yang terikat di kakinya, lalu menyerahkannya kepada Carsein.Seluruh ruangan mendadak sunyi.Carsein membuka gulungan surat itu tanpa berkata apa-apa. Tatapannya bergerak cepat membaca setiap baris tulisan tangan yang begitu dikenalnya.Laporan dari Elton.Isinya tidak panjang. Namun hanya beberapa kalimat saja sudah cukup m

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 163

    Elton terdiam. Ia teringat bagaimana selama ini Laticia selalu melindungi banyak orang di istana, termasuk dirinya. Berkali-kali sang ratu menutupi kesalahan orang lain dan menyelamatkan mereka dari hukuman.Kini, justru Laticia yang berdiri di hadapannya dan memintanya memilih.Berpihak kepada kaisar atau kepada ratu.Elton kembali menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, kesetiaan yang selama ini ia pegang mulai goyah. Bukan karena Laticia memaksanya berkhianat, tetapi karena ia akhirnya melihat kenyataan yang selama ini ia abaikan.Keheningan yang menggantung di aula terasa semakin menyesakkan setelah ucapan Laticia berakhir. Elton masih berdiri dengan kepala tertunduk, seolah sedang bergulat dengan pikirannya sendiri. Wajahnya memperlihatkan keraguan yang belum pernah terlihat sebelumnya."Kembalilah, Elton." Nada suaranya tetap tenang, tanpa sedikit pun kemarahan. "Aku tidak akan kembali."Kalimat itu menjadi jawaban yang begitu jelas. Tidak ada keraguan. Tidak pula memberi rua

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 162

    Laticia menatap Lereg yang terlihat bersungguh-sungguh."Aku akan menunggu sampai hari ketika kau percaya bahwa kau tidak lagi harus memikul semua beban itu seorang diri. Sampai hari ketika kau mampu memberikan apa yang menurutmu belum bisa kau berikan kepadaku."Laticia menggigit pelan bibir bawahnya.Dadanya kembali dipenuhi rasa sesak yang kali ini bukan berasal dari kesedihan, melainkan dari kehangatan yang perlahan memenuhi ruang kosong di dalam hatinya.Lereg mengangkat tangan yang lain, mengusap perlahan pipi perempuan itu dengan ujung jarinya. Tatapannya tidak pernah berubah. Tetap setenang dan seyakin saat pertama kali ia mengutarakan isi hatinya."Karena bagiku..." Ia tersenyum tipis. "Tidak pernah ada pilihan lain, Laticia. Sejak dahulu hingga sekarang hanya kau yang aku inginkan."Bukan karena ia seorang ratu. Bukan karena darah bangsawan yang mengalir dalam dirinya. Bukan pula karena kedudukan atau kekuasaan yang dimiliki Laticia.Lereg menginginkannya karena ia adalah La

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 161

    Keheningan kembali menyelimuti langkah mereka. Angin malam berembus pelan, membawa aroma pinus dan salju yang memenuhi udara Utara. Cahaya bulan yang menggantung tinggi di langit memantulkan warna keperakan di atas jalan batu yang mereka lalui, sementara suara pesta kini hanya terdengar samar dari kejauhan.Laticia menundukkan pandangannya. Entah mengapa, setelah mendengar penolakan Lereg yang begitu tegas kepada Lady Eleanor, hatinya justru terasa semakin berat.Selama bertahun-tahun, ia hanya mengenal hubungan yang dipenuhi tuntutan, pengorbanan, dan kekecewaan. Karena itu, setiap kali Lereg memperlakukannya dengan begitu tulus, selalu ada bagian kecil dalam dirinya yang bertanya apakah ia benar-benar pantas menerima semua itu.Ia menghela napas pelan lalu kembali menatap Lereg."Lereg..."Grand Duke Rudwick itu menoleh tanpa menghentikan langkahnya."Ada apa?"Laticia tersenyum tipis, tetapi senyum itu tidak sampai ke matanya."Aku rasa..." Ia berhenti sejenak, seolah sedang memili

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 160

    Mereka meninggalkan aula perjamuan dengan langkah yang tenang. Suara musik dan tawa para bangsawan perlahan memudar di belakang mereka, berganti dengan udara malam yang dingin dan hembusan angin khas Utara yang menyapu pelataran kastil. Cahaya obor yang berjajar di sepanjang koridor batu memantulkan bayangan keduanya yang berjalan berdampingan, menciptakan suasana yang jauh lebih damai dibandingkan hiruk pikuk pesta yang baru saja mereka tinggalkan.Selama beberapa saat tidak ada percakapan di antara mereka.Laticia hanya berjalan sambil sesekali melirik lelaki di sampingnya. Wajah Lereg kembali datar seperti biasa, seolah kejadian beberapa saat yang lalu hanyalah percakapan kecil yang tidak layak diingat. Sikap itu justru membuat sudut bibir Laticia perlahan terangkat.Tawa kecil akhirnya lolos dari bibirnya. Suara itu membuat Lereg menoleh. Tatapannya dipenuhi tanda tanya."Ada yang lucu?"Laticia menggeleng pelan, meski senyum di wajahnya belum juga menghilang."Aku hanya sedang be

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 67

    Lereg menatap Laticia cukup lama tanpa mengatakan apa pun, sorot matanya terlihat semakin dalam dan sulit ditebak. Namun di balik ketenangan tersebut, pikirannya jelas terus bergerak.Ia akhirnya mulai memahami semuanya.Memahami mengapa Laticia berubah sejauh ini. Memahami kenapa wanita yang dulu

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 49

    Carsein menghela napas panjang pelan seolah sedang menahan kesabarannya sendiri. Tatapan matanya tetap tertuju pada Laticia yang berdiri tidak jauh dari pintu dengan ekspresi tenang seperti biasa.“Apakah sekarang kau senang memperbesar masalah?” Nada suaranya rendah, namun cukup membuat seluruh ru

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 85

    Hari-hari berlalu setelah pesta itu, namun istana tetap berdiri dalam ketenangan yang sama seperti biasanya.Koridor panjang masih dipenuhi langkah pelayan yang berjalan terburu-buru sambil membawa nampan teh atau setumpuk dokumen kerajaan. Para bangsawan tetap datang menghadiri pertemuan resmi den

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 79

    Laticia terdiam cukup lama setelah mendengar jawaban itu. Ruangan kerja yang sejak tadi terasa tenang mendadak berubah menjadi terlalu sunyi bagi dirinya. Cahaya matahari yang mulai tenggelam jatuh miring ke lantai marmer, menciptakan bayangan panjang di antara mereka.Namun anehnya, keheningan it

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status