Share

Bab 151

Penulis: Lalapoo
last update Tanggal publikasi: 2026-07-13 23:28:19

Laticia baru saja hendak menjawab ucapan Duke Edevane ketika suara ketukan pelan terdengar dari balik pintu ruangan.

Suasana yang semula tenang seketika berubah hening. Pintu kayu itu terbuka perlahan, lalu kepala pelayan melangkah masuk lebih dahulu sebelum menundukkan tubuhnya dengan hormat.

"Yang Mulia Duke, Tuan Sirvian telah kembali."

Ucapan itu baru saja selesai ketika dua orang lelaki memasuki ruangan.

Laticia langsung mengenali mereka.

Lelaki yang berada di depan memiliki wajah yang beg
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Tati S
othor kok upnya ga ada??
goodnovel comment avatar
Sharira Nalanda
update nyaa lama, sekali update cuma dikit, ntar jadi lupa balik kesini lagi, karena udh baca cerita yg lain
goodnovel comment avatar
Tati S
oh thoor kok upnya dikit wae banyakin dong..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 269

    Carsein membeku. Satu kata sederhana itu terasa menghantam dadanya jauh lebih keras daripada apa pun yang pernah ia terima. Ia menatap Laticia dalam diam, seolah-olah sedang memastikan bahwa ia tidak salah mendengar.“Sekarang...?”Suaranya terdengar rendah, hampir seperti bisikan. Namun Laticia tidak menjawab. Ia hanya berdiri di hadapannya dengan wajah tenang, sementara Carsein perlahan menyadari bahwa ketenangan itulah yang justru membuat dadanya terasa semakin sesak.Selama ini, ia selalu mengenal Laticia sebagai seseorang yang mudah dibaca ketika berhadapan dengannya. Ketika terluka, perempuan itu akan diam terlalu lama. Ketika cemburu, matanya akan menunjukkan sesuatu yang tidak mampu disembunyikan. Ketika Carsein menjauh, Laticia akan tetap menunggunya meskipun harus

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 268

    Jenoch hanya memandangi lorong tempat Carsein menghilang. Ia mulai menyadari bahwa Laticia sudah jauh berbeda dari yang selama ini dipikirkan Kaisar.Laticia baru saja menolak keputusan Carsein, mengambil kembali aset Valcren, lalu meninggalkan aula dengan tenang. Bahkan dalam perjalanan pulang, ia masih sempat bersenandung.Sementara itu, Laticia telah kembali ke Istana Ratu tanpa sedikit pun kesedihan atau penyesalan. Bagi dirinya, kejadian di aula tadi hanyalah bagian dari rencana yang lebih besar. Mungkin itulah yang paling sulit diterima Carsein. Ia masih melihat Laticia yang dulu, padahal perempuan itu sudah tidak lagi sama.Carsein akhirnya tiba di Istana Ratu setelah melewati lorong-lorong Istana Utama. Ia sendiri tidak tahu apa yang ingin dikatakannya kepada Laticia. Terlalu banyak pertanyaan dan kemarahan yang bercampur dengan kegelisahan."Dimana Ratu?" Tanya Carsein saat melihat Ema.Ema membungkuk dan mengantar Carsein.Setelah melewati beberapa pelayan, Carsein tiba di b

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 267

    Suaranya rendah dan tegas. Ia menyerahkan dokumen yang sudah kusut kepada asistennya.“Bawa Pricilla ke ruang hukuman. Jangan biarkan siapa pun menghalangi.”“Baik, Yang Mulia.”Asisten itu segera membungkuk dan pergi menjalankan perintah. Sementara Carsein tetap berdiri di lorong, tangannya mengepal di sisi tubuh.Selama ini ia mengira Laticia hanya sedang menjaga jarak karena luka masa lalu. Namun kini ia sadar, Laticia bukan hanya berani menolak keputusannya di depan seluruh istana, tetapi juga telah mengambil kembali aset Valcren tanpa sepengetahuannya.Yang paling mengganggunya adalah satu pertanyaan: mengapa Pricilla menyerahkan semua aset itu kepada Zion?Carsein melangkah meninggalkan aula dengan pikiran yang semakin tidak tenang. Suara para bangsawan yang tadi memenuhi ruangan masih terngiang di kepalanya, begitu pula wajah Pricilla ketika ia mengatakan bahwa perempuan itu belum memiliki kedudukan khusus di dalam istana. Namun semua itu hanya bertahan beberapa saat dalam piki

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 266

    Carsein akhirnya mengangkat wajahnya dan memandang seluruh orang yang masih menunggu keputusannya. Aula itu dipenuhi keheningan yang aneh. Tidak ada seorang pun yang berani melanjutkan perdebatan setelah Laticia pergi, tetapi jelas dari tatapan mereka bahwa mereka masih menunggu jawaban mengenai Selena.Carsein menghela napas pendek.“Aku akan membicarakan masalah ini secara terpisah dengan Ratu.”Beberapa bangsawan saling berpandangan. Mereka mengira keputusan itu akan dibicarakan nanti secara tertutup, tetapi setidaknya mereka mendapatkan satu kepastian bahwa Carsein tidak berniat memperpanjang perdebatan di hadapan semua orang.Carsein kemudian mengalihkan pandangannya kepada kepala pelayan istana.“Untuk sementara, siapkan sebuah kamar untuk Selena.”Kepala pelayan yang sejak tadi berdiri di sisi aula langsung maju beberapa langkah. Ia menundukkan kepala dengan hormat, tetapi sebelum memberikan perintah kepada para pelayan, ia tampak ragu sejenak.“Yang Mulia,” katanya hati-hati,

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 265

    Wajah beberapa bangsawan langsung berubah pucat. Seseorang bahkan tanpa sadar menarik napas panjang.“Mustahil...”“Jika kuil benar-benar memiliki hak tersebut...”“Berarti...”Tidak ada yang berani menyelesaikan kalimatnya.Carsein masih menatap dokumen itu.Laticia memandangnya tanpa sedikit pun rasa gentar.“Jadi,” katanya perlahan, “ketika Anda tadi mengatakan kita bisa membicarakannya, saya hanya ingin memastikan bahwa Anda benar-benar yakin.”Carsein akhirnya mengangkat wajahnya.Tatapan mereka bertemu.“Lati...”“Jika Anda ingin membatalkan perjanjian pertama,” lanjut Laticia, “Anda tentu bisa melakukannya.”Ia tersenyum tipis.“Namun jangan lupa bahwa ada perjanjian kedua yang akan ikut terkena dampaknya.”Carsein terdiam, ia benar-benar merasa terpojok oleh sesuatu yang bahkan tidak dapat ia bantah. Bukan karena Laticia memiliki pasukan. Bukan karena ia memiliki pengaruh lebih besar. Melainkan karena semua yang dibawa perempuan itu adalah dokumen yang memiliki tanda tangannya

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 264

    Tidak ada kemarahan, air mata, ataupun permohonan dalam suara Laticia. Ia hanya menyampaikan batasnya dengan tenang.Carsein menatapnya dalam diam. Kini ia sadar bahwa masalahnya bukan hanya tentang Selena atau jumlah selir. Laticia tidak sedang cemburu. Ia hanya tidak lagi mau menerima keputusan Carsein begitu saja.Dan entah mengapa, sikap tenang itu justru terasa lebih menyakitkan baginya.“Yang Mulia Ratu, kami memahami bahwa persoalan ini mungkin tidak mudah bagi Anda. Namun, keputusan mengenai selir seharusnya tidak didasarkan pada persoalan pribadi. Yang harus dipertimbangkan adalah kepentingan kekaisaran.”Beberapa bangsawan lain segera mengangguk.“Benar. Perasaan pribadi tidak seharusnya memengaruhi keputusan seorang Ratu.”“Jika Yang Mulia Kaisar membutuhkan keturunan tambahan, maka keputusan tersebut seharusnya dipandang sebagai bagian dari kepentingan negara.”Laticia mendengarkan tanpa menyela. Wajahnya tetap tenang saat para bangsawan kembali memperdebatkan masalah ters

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 3

    “Apa kau kerasukan setan?”Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.Langkahnya berhenti tepat di

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 2

    Langkah kaki Carsein menjauh tanpa ragu, gema sepatunya perlahan menghilang di balik lorong istana. Pintu ruang makan tertutup, menyisakan keheningan yang terasa begitu berat.Laticia tetap duduk di kursinya, punggungnya masih tegak seperti seorang ratu, namun napasnya perlahan terlepas. Ia memejamk

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 1

    “Aku setuju bercerai.”Suara itu memecah keheningan ruang makan yang luas, menggema di antara dinding marmer dan langit-langit tinggi yang biasanya terasa begitu megah.Laticia Valcren de Ascham, Ratu Kekaisaran Ascham, duduk dengan punggung lurus. Tatapannya terarah lurus ke depan, pada suaminya—Ka

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 5

    Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status