共有

Pangkas

作者: Nic Arhsy
last update 公開日: 2026-10-26 08:59:05

Tangisan histeris Liam menggema di setiap sudut rumah kayu kecil itu, merobek sisa-sisa pertahanan emosional yang sejak tadi dibangun dengan susah payah oleh Stella.

Bocah tiga tahun itu memeluk kedua kaki ibunya erat-erat, wajah kecilnya basah oleh air mata, menyuarakan kepolosan seorang anak yang hanya menginginkan kehangatan keluarga lengkap yang selama ini tidak pernah ia miliki.

"Liam janji kami gak akan nyusahin mama... Biarkan Papa di sini dan tinggal sama kita, Mamaaaaa..." rintih Liam
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
roso wulan
potong rambut buat kembali tampan
goodnovel comment avatar
roso wulan
kalah deh Dnegan Liam kamu Stella . akhirnya Sean tinggal juga Dnegan mereka
goodnovel comment avatar
Nina Nurhayati
waahhh Liam jd pemersatu papa sm mama nya,,, semoga mslh mrk bs segera selesai dan bs menyingkirkan semua halangan yg berniat merusak klrg kecil nya lagi
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Mba Lastri

    "Pa, bangun! Matahari sudah tinggi, nanti Liam telat kalau jalannya tidak cepat!" seru Liam riang sambil menarik-narik ujung jaket Sean yang masih terlelap di atas sofa keras ruang tengah.“Jam berapa sekarang?” Tanya Sean malas karena dia pertama kali kembali tertidur lelap setelah tiga tahun belakangan.Udah jam enam pagi, Pa! Ayo bangun nanti mama marah…” bisik Liam lagi.Sean mengerjap perlahan, menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya matahari pagi yang menembus celah jendela kayu rumah kecil itu. Begitu melihat wajah ceria putranya yang sudah rapi mengenakan seragam sekolah biru, rasa lelah di tubuhnya seketika menguap begitu saja. Pria itu langsung tersenyum lebar, bangkit duduk, and merapikan rambut acak-acakan di kepalanya."Siap, jagoan! Papa siap-siap dulu. Papa bangun sekarang," balas Sean riang, menyambut pelukan hangat Liam penuh antusias.Di tengah kesibukan pagi itu, Liam tiba-tiba mendongak menatap sang ibu yang sedang menyiapkan perlengkapan di dekat meja dapur."M

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Jangan Berisik!

    "Melepaskan segalanya?" Stella tertawa sinis, meski suara tawa itu terdengar begitu getir dan bergetar di ujung tenggorokannya. Ia menatap pria di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. "Kamu pikir Anderson Group itu mainan, Sean? Nenekmu di ibu kota sedang sakit-sakitan, mikirkan kamu yang justru meninggalkan perusahaan dan mungkin sedang goyah, dan ibumu... ibumu tidak akan pernah membiarkanmu pergi begitu saja hanya demi seorang wanita sepertiku!"Sean tidak gentar sedikit pun. Pria itu justru melangkah lebih dekat, menatap manik mata Stella dengan sorot penuh keyakinan yang tidak bisa dibantah."Keluargaku sudah tahu semuanya. Dan mereka sangat menyesal. Kita semua ingin kamu kembali ke hidupku, Stella," tegas Sean dengan suara rendah namun sarat akan ketetapan hati. "Selama tiga tahun aku hidup bagaikan mayat hidup, menyusuri jalanan dari satu kota ke kota lain demi mencari bayangan kalian, aku sudah membuang seluruh keangkuhan dan ambisi keluarga itu. Jabatan, harta, kekuasa

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Kesempatan

    Suasana meja makan malam itu terasa begitu kontras. Di satu sisi, tawa renyah dan binar kebahagiaan terpancar jelas dari mata bulat Liam yang tak henti-hentinya menatap sang ayah dengan penuh kekaguman. Namun di sisi lain, udara di sekitar Stella terasa begitu pekat oleh keheningan yang kaku dan canggung."Yeay! Hari pertama makan malam dengan keluarga lengkap..." seru Liam riang gembira, lalu menoleh ke arah ayahnya. "Pa, besok anterin Liam ke sekolah, ya?""Pasti dong, Nak. Papa pasti antarkan kamu ke sekolah besok. Sekalian kenalan secara resmi sama Bu Guru dan teman-teman kamu..." jawab Sean penuh semangat, sambil melirik sekilas ke arah Stella yang tampak menekuri piringnya, menyuapkan makanan dalam diam.Stella masih bergeming. Wanita itu menyuapkan makanannya dengan lambat, sengaja menghindari tatapan mata Sean yang beberapa kali terarah kepadanya. Meski ia telah membiarkan pria itu masuk dan duduk di hadapannya malam ini, bukan berarti luka-luka lama di hatinya langsung sem

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Makan Malam Keluarga

    "Yeayy! Mama terpana lihat ketampanan papa..." seru Liam riang gembira sambil melompat-lompat kecil di samping Sean, tangannya menarik-narik ujung apron Stella dengan penuh antusias.Stella sama sekali tidak bergeming. Manik matanya menatap lekat-lekat pria yang berdiri di hadapannya. Hilang sudah janggut lebat dan rambut kusut yang selama beberapa jam lalu menutupi sebagian besar wajahnya. Kini, yang terlihat adalah pahatan wajah tegas, hidung mancung, rahang kokoh, serta sorot mata penuh cinta dan permohonan yang begitu melekat dalam ingatannya. Wajah Sean Anderson, pria yang dulu sangat ia cintai sekaligus ia takuti, kini berdiri tepat di depan pintu rumahnya tanpa ada lagi topeng penyamaran.Jantung Stella berdegup kencang, menghantam dadanya dengan rasa nyeri bercampur kelegaan yang aneh. Tenggorokannya terasa kering, membuatnya tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Ia merasa seolah sedang berdiri di antara dua dunia, masa lalu yang penuh luka dan kenyataan masa kini yang

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Kembali

    “Kak Sean! Apa yang terjadi kenapa kakak keluar bawa Liam? Apakah Kakak di usir?” Tanya Clarissa seketika saat melihat kakaknya menggendong Liam mendekat ke arah mobil.“‘Menurutmu?”“Sudah! Jangan main tebak-tebakan. Aku gak suka.”“Kami mau pangkas.” Jawab Sean akhirnya tertawa bahagia dan seketika Clarissa mendekat dan memeluk kakaknya yang masih menggendong puteranya dengan erat.“Artinya kak Stella tidak mengusirmu bukan?” Tanya Clarissa lagi.“Tidak. Liam yang menolongku. Puteraku memang sepintar aku.” Tegas Sean bangga.“Ah! Kalau nenek tahu pasti nenek sangat bahagia sekali.”“Nanti kita akan video call sama nenek, setelah aku membujuk Stella.”“Trus, sekarang mau kemana? Ayo!”“Kita mau pangkas Tante. Biar mama suka lagi sama papa.”Ckarissa menyeka air mata haru lalu mengangguk. “Naik mobil kak?”“Tidak. Kata Liam ada deket sini. Aku ingin gendong puteraku.”Clarissa mengangguk sambil tertawa tapi tangannya terus mengusap air mata yang tak henti mengalir.Mereka berjalan men

  • Biar Pernikahan Kita Selesai di Sini   Pangkas

    Tangisan histeris Liam menggema di setiap sudut rumah kayu kecil itu, merobek sisa-sisa pertahanan emosional yang sejak tadi dibangun dengan susah payah oleh Stella. Bocah tiga tahun itu memeluk kedua kaki ibunya erat-erat, wajah kecilnya basah oleh air mata, menyuarakan kepolosan seorang anak yang hanya menginginkan kehangatan keluarga lengkap yang selama ini tidak pernah ia miliki."Liam janji kami gak akan nyusahin mama... Biarkan Papa di sini dan tinggal sama kita, Mamaaaaa..." rintih Liam di sela tangisnya yang semakin menjadi-jadi, membuat hati siapa pun yang mendengarnya hancur berkeping-keping.Melihat penderitaan dan kepedihan di wajah buah hatinya, Sean tidak bisa lagi tinggal diam. Pria itu bergerak cepat, melangkah maju lalu berlutut di hadapan sang anak. Dengan kelembutan luar biasa, ia merengkuh tubuh mungil Liam dan mengangkatnya kedalam dekapannya, membawa bocah itu ke dalam pelukan hangat seorang ayah yang selama tiga tahun ini hanya ia kenal lewat selembar foto usa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status