Home / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Kedok di Balik Kilau Sutra

Share

Kedok di Balik Kilau Sutra

Author: NaoMiura
last update publish date: 2026-02-26 20:00:38

"Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan tinggal bersama orang yang tidak kamu cintai, Nak. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik," ujar Mama lembut namun tegas.

Naomi menghela napas panjang, membiarkan uap hangat dari ruangan itu menyelimuti wajahnya. Ia memutuskan untuk sedikit membuka celah. Mama Naomi tetap tenang, mendengarkan dengan saksama tanpa memotong. Ia tahu putrinya sedang berada di persimpangan yang berbahaya.

"Orang yang Nona cinta," bisik Naomi. "Dia bukan orang

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bilur Bulir Bertaut   Seberapa Cepat?

    Naomi seharusnya sudah tahu. Namun, entah mengapa, mendengar jawaban itu secara langsung membuat dadanya terasa sedikit sesak. Bodoh sekali. Ia sendiri yang bertanya. Lalu sekarang ia justru tidak menyukai jawabannya."Ini seperti aku datang terlambat ke dalam hidupmu." gumam Naomi.Naomi buru-buru meraih minumannya. Tenggorokannya terasa kering, padahal ia baru saja minum beberapa menit lalu.Mareeq memperhatikannya dari sudut mata. Perubahan itu kecil. Naomi tidak mengeluh, tidak memasang wajah kesal, bahkan masih berusaha terlihat biasa saja. Namun, Mareeq sudah cukup mengenalnya untuk menyadari bahwa gadis itu mendadak menjadi lebih pendiam.Saat hendak mengambil minumannya, tangan Naomi tanpa sengaja menyentuh saus takoyaki yang menempel di wadah. Sedikit saus berwarna kecokelatan berpindah ke pergelangan tangannya.“Ah.” seru Naomi.Ia mengangkat tangannya, memperhatikan noda itu, lalu hendak meraih tisu yang terletak di de

  • Bilur Bulir Bertaut   Kenapa Turki?

    Jawaban itu membuat Naomi tidak bisa berkata apa-apa."Aku tidak pernah meminta kamu memilih antara aku dan Freya." Naomi menunduk."Aku juga tidak ingin kamu merasa harus menggantikan siapa pun.""Mareeq...""Aku hanya ingin kamu ada di hidupku."Hening. Naomi menunduk menatap kedua tangannya sendiri."Aku takut. Semua akan ada karmanya.""Aku tahu. Aku yang memilih semua ini."Naomi menghela napas. "Kamu benar-benar akan dikutuk."Mareeq terdiam beberapa saat. "Hmm.." gumamnya.Naomi menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi seolah ingin menaruh semua beban berat. Dia ingin keberanian yang sama, tapi dia juga takut. Dia tidak seberani Mareeq."Bagaimana rumahnya?" tanya Naomi kemudian."Aku sudah merancangnya sejak lama."Mareeq terdiam beberapa saat.Naomi menatapnya. "Sejak kapan?"Mareeq akhirnya menoleh sebentar. "Sudah lama. Aku hanya terlalu lama tidak mengatakannya."

  • Bilur Bulir Bertaut   Rumah Impian

    "Kalau mau makan dengan lebih nyaman." imbuh Mareeq menyandarkan punggungnya ke kursi. "Si mbak di rumah bisa membuatkan sesuatu. Kamu tidak perlu makan di mobil."Naomi terdiam. Rumah. Kata itu saja sudah cukup membuat pikirannya berjalan ke mana-mana. Rumah Mareeq. Tempat Mareeq pulang selama ini. Tempat Raya dan Freya. Tempat yang mungkin menyimpan terlalu banyak kehidupan Mareeq sebelum Naomi hadir di dalam hidupnya.Naomi perlahan menggeleng. "Nggak usah."Mareeq menatapnya. "Kenapa? Aku tidak akan macam-maam padamu."Naomi tersenyum dengan candaan Mareeq. Tapi senyumnya langsung menghilang. Dia menghela napas seolah ada sesuatu yang berat di dalam hatinya."Aku cuma..." Dia berhenti.Mareeq menunggu.Naomi akhirnya menarik napas. "Aku akan merasa bersalah."Naomi tidak langsung melanjutkan. Dia menatap dashboard beberapa saat sebelum akhirnya berkata pelan,"Karena itu rumah kalian."Mareeq masih diam.

  • Bilur Bulir Bertaut   Jigsaw Puzzle

    "Tidak jika tanpa usaha." ujar Naomi karena dia tahu apa yang ada di pikiran pria itu."kamu sudah berusaha bukan?""Kamu tidak menyenangkan." gerutu Naomi. "Ayo ke permainan selanjutnya."Naomi pun bergegas pergi dari lokasi. Mareeq tidak segera menyusul Naomi, tapi justru dia menghampiri pemilik kios. Mareeq ingin membayar untuk hadiah jigsaw puzzle itu. Tak butuh waktu lama, pemilik kios itu menerima tawaran itu.Mareeq lalu bergegas menghampiri Naomi. Dari belakang, Mareeq tiba-tiba menjulurkan kedua tangan melewati bahu Naomi. Sebuah kotak puzzle Almond Blossoms karya Vincent van Gogh ada di depan wajah Naomi.Naomi terlihat tersentak kaget. Langkahnya langsung terhenti. Ia memandangi kotak biru itu dengan dahi mengernyit, tampak bingung dengan benda asing yang tiba-tiba muncul di depan matanya.Naomi langsung menoleh ke belakang. Ekspresinya terlihat sangat dramatis, matanya seketika membelalak lebar. "Mareeq!""Hadiah unt

  • Bilur Bulir Bertaut   Pasar Malam

    Mareeq menoleh kepadanya. "Kamu mau ke sana?"Naomi pun mengangguk dengan semangat. Mareeq kembali melihat jalan. Naomi mengira dia akan menolak. Namun beberapa detik kemudian, lampu sein menyala. Mobil berbelok perlahan menuju area parkir yang penuh kendaraan. Naomi langsung tersenyum."Kamu baik sekali.""Apa yang aku lakukan?""Ada." ujar Naomi memalingkan muka berusaha menutupi wajahnya yang memerah."Aku cuma nggak mau kamu terus melihat ke belakang selama perjalanan."Naomi menahan tawa. "Aku tidak seperti itu."Mareeq memarkir mobil tidak terlalu jauh dari pintu masuk pasar malam. Begitu mereka turun, suara keramaian langsung terasa lebih jelas. Aroma makanan langsung menyeruak. Ada jagung bakar, sosis panggang, telur gulung, dan makanan manis bercampur di udara. Naomi menatap sekeliling dengan mata berbinar.Mereka berjalan mengikuti arus orang. Mareeq berjalan di samping Naomi dengan kedua tangan masuk ke saku celana.

  • Bilur Bulir Bertaut   Sentuhan

    Sore itu, pekerjaan Naomi akhirnya selesai lebih cepat dari biasanya. Dia baru saja mematikan komputer ketika sebagian besar orang di ruangan Marketing mulai berkemas. Ia mengambil gelas di mejanya dan berniat mencucinya di pantry sebelum pulang.Saat melewati ruangan kecil di dalam tim marketing, ia melihat Mareeq masih berada di mejanya. Pintunya terbuka. Mareeq sedang membaca beberapa dokumen dengan kacamata yang bertengger rendah di hidungnya. Wajahnya tampak serius seperti biasa."Sepertinya akan lembur." gumam Naomi, lalu berjalan menuju pantry.Ketika Naomi mencuci gelasnya, dia merasakan ada seseorang yang masuk ke pantry juga. Naomi menoleh dan mendapati Mareeq ada di belakangnya. Padahal baru saja dia melihatnya serius bekerja."Butuh kopi?" tanya Naomi.Mareeq menggeleng. "Butuh yang lain.""Teh? Matcha? Mau kubuatkan sebelum pulang?"Mareeq menatap jam tangannya. "Pulang? Sekarang?"“Iya. Semua pekerjaanku sud

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status