Home / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Kesalahan dan Kebebasan

Share

Kesalahan dan Kebebasan

Author: NaoMiura
last update publish date: 2026-09-19 20:00:14

Naomi menatap lantai. Killa bersandar di sandaran kursi melihat sahabatnya itu murung. Dia tidak ingin menyalahkan sahabatnya itu.

“Setidaknya dia yang membuat kesalahan.” ujar Killa.

Naomi mengangkat wajah. Dia tidak mengerti apa yang dikataka Killa. Kenapa seolah bersyukur Leon selingkuh.

Killa melanjutkan dengan gaya ceplas-ceplosnya, “Kalau bukan karena itu, kamu mungkin akan terus terjerat dengannya.”

Naomi terdiam. Tepat. Killa mengena

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bilur Bulir Bertaut   Kesalahan dan Kebebasan

    Naomi menatap lantai. Killa bersandar di sandaran kursi melihat sahabatnya itu murung. Dia tidak ingin menyalahkan sahabatnya itu.“Setidaknya dia yang membuat kesalahan.” ujar Killa.Naomi mengangkat wajah. Dia tidak mengerti apa yang dikataka Killa. Kenapa seolah bersyukur Leon selingkuh.Killa melanjutkan dengan gaya ceplas-ceplosnya, “Kalau bukan karena itu, kamu mungkin akan terus terjerat dengannya.”Naomi terdiam. Tepat. Killa mengenalnya cukup baik. Naomi memang bingung bagaimana cara mengakhiri hubungan ini."Segera putus darinya dan jangan mau diajak balikan."Naomi tersenyum kecil. “Aku memang ingin putus.”“Bagus.” Jawaban Killa terlalu cepat sampai Naomi tertawa kecil“Kamu tidak pernah menyukai Leon.”"Aku yang heran sama kamu. Apa yang kamu sukai darinya?"Naomi kembali tertawa. Namun setelah itu Killa menjadi lebih serius.“Ta

  • Bilur Bulir Bertaut   Sahabat

    “Kakak panggil?” tanyanya.“Iya.”Anak-anak lainnya ikut datang. Naomi memandangi wajahnya satu per satu. Dalam sesaat Naomi dikerumuni oleh anak-anak kecil.“Mau es krim?” tanya Naomi.Mata anak-anak langsung berbinar.“Mau!” teriak mereka hampir serempak.Naomi tertawa kecil. Ia kemudian mengeluarkan uang tunai yang baru saja diambilnya dari ATM.“Kakak kasih masing-masing selembar uang.” ujar Naomi mengeluarkan dompetnya.Naomi membuka dompet dan mengeluarkan lembaran uang berwarna biru. Anak-anak langsung terdiam. Mereka saling tatap.“Lima puluh ribu?” suara salah satunya tidak percaya.“Iya.” Naomi membagikan uang itu satu per satu.“Sekarang kalian beli es krim dari kakek yang di sana.” Naomi menunjuk penjual es krim yang tadi diperhatikannya.“Semua harus beli dari kakek itu, ya.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Pada Sebuah Taman

    Naomi melanjutkan. “Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan baik-baik.”Mareeq tidak langsung menjawab. Dia benar-benar mencerna apa yang dikatakan Naomi. Entah kenapa mendengar kata mengakhiri ini membuat Mareeq bahagia. Licik memang, tapi itu yang diinginkan Mareeq.Naomi menatap mangkuk di depannya. "Aku tidak bisa marah dengan perselingkuhan itu. Apa yang kita lakukan bahkan lebih jahat lagi." Ia menarik napas panjang. “Aku juga tidak bisa membenci dia.”Mareeq mendengarkan tanpa menyela.“Aku tidak mencintai Leon seperti seharusnya." Naomi tersenyum pahit. "Selama ini aku bertahan karena aku merasa bersalah."Mareeq tetap diam.“Jadi ketika aku melihat dia bersama Maya kemarin...” Naomi berhenti sebentar. “Aku memang sakit hati.”Matanya mulai berkaca-kaca. “Tapi mungkin itu juga menjadi akhir yang selama ini tidak berani aku buat sendiri.”Mareeq me

  • Bilur Bulir Bertaut   Dua Mangkuk Mie

    Mareeq sesekali memeriksa keranjang sambil memastikan mereka tidak hanya membeli makanan instan. Ketika akhirnya selesai, mereka membawa beberapa kantong belanja menuju kasir.Perjalanan menuju apartemen terasa jauh lebih ringan. Naomi duduk di kursi penumpang sambil memandangi jalanan yang sudah benar-benar gelap. Naomi tersenyum kecil.Sesampainya di apartemen, Naomi membuka pintu. Ruangan sudah jauh lebih lengkap dibandingkan ketika ia pergi meninggalkan ruangan pagi ini. Siska rupanya sudah datang dan mengurus berbagai keperluan.Ada perlengkapan dapur. Beberapa kebutuhan sehari-hari. Barang-barang kamar mandi. Bahkan beberapa perlengkapan kecil yang membuat apartemen itu terasa lebih hidup.Mareeq membawa sebagian kantong belanja masuk. “Ini sudah seperti rumah.”Naomi tersenyum. "Siska melakukan pekerjaannya dengan baik."Setelah semua belanjaan diletakkan di dapur, Naomi mulai mengeluarkan bahan-bahan satu per satu. Mie in

  • Bilur Bulir Bertaut   Dua Kaus yang Sama

    Setelah cukup lama duduk di kafe, Naomi akhirnya berdiri. “Aku masih mau lihat beberapa toko.”Mareeq ikut berdiri. "Aku akan menemanimu."Naomi mengangguk. Mareeq pun mengangkat tas belanjaan, menyisakan beberapa tas yang mudah dibawa oleh Naomi.Mereka berjalan menyusuri beberapa toko pakaian. Kali ini Mareeq tidak hanya mengikuti dari belakang, tetapi berjalan di samping Naomi. Naomi yang sejak tadi memperhatikan Mareeq tiba-tiba berhenti di depan sebuah toko."Haruskah kita ke sana?"Mareeq ikut berhenti.Naomi menunjuk sebuah kaus yang dipajang di bagian depan. Kaus putih polos dengan bahan sederhana. Tidak ada gambar besar atau tulisan mencolok. Hanya sebuah logo kecil yang disulam di bagian dada.Naomi memperhatikan beberapa saat. “Bagus.”Mareeq mengangguk. “Bagus.”Naomi kemudian melihat ukuran yang tersedia. Ia mengambil satu ukuran yang besar. Kemudian mengambil ukuran yang

  • Bilur Bulir Bertaut   Reaksi Mareeq

    Menjelang sore, Naomi masih berada di mall. Ia duduk sendirian di kafe sambil menikmati minuman. Ponselnya berbunyi. Pesan dari Mareeq.Mareeq: Kamu sudah makanan?Naomi membaca pesan itu. Ia berpikir sebentar sebelum membalas. Aaakah dia harus mengundangMareeq atau dia harus menikmati waktu sendiri.Naomi: Aku sedang di mall. Mau datang?Beberapa detik kemudian, balasan masuk.Mareeq: Aku datang. Tunggu aku.Naomi tersenyum kecil. Jawaban yang sudah diperkirakan Naomi.Naomi: Oke. Di kafe seperti biasanya.Naomi meletakkan ponselnya. Ia tidak tahu kenapa dirinya merasa sedikit lega. Mungkin karena bersama Mareeq dia merasa lebih nyaman. Sekaligus dia ingin menunjukkan rambut barunya.Sekitar beberapa puluh menit kemudian, seseorang berhenti di depan meja Naomi.“Naomi?”Naomi mendongak. Mareeq berdiri di sana. Namun pria itu tidak langsung duduk. Tatapannya tertuju pada rambut Naomi. Ia

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Awal Pertemuan

    Usai dari kafe. Naomi berpisah dengan kedua rekannya karena ingin ke toilet terdekat. Begitu melewati lorong, Naomi melihat vending mechine berisi produk minuman dari perusahaan. Dia melihat ada beberapa varian baru. Naomi mengamati dengan serius beberapa varian baru itu."Aku suka matcha, tapi baru

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status