แชร์

Bab 9

ผู้เขียน: Nabila Ara
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-18 08:08:29

“Tara, kamu maukan menggantikan suamiku?” Luna kembali mengulang pertanyaannya.

Tara masih diam saja, pria itu tidak langsung menjawabnya meski ia sudah menyetujui permintaan Alvin waktu itu.

Melihat Tara yang diam saja, Luna menarik tangan Tara sampai menempel ke pipinya sendiri, terus pindah ke lehernya. “Aku sudah lama menginginkan diperlakukan seperti wanita yang diinginkan oleh pria. Dicintai dan disentuh sampai titik terdalamnya. Aku sangat merindukan sentuhan yang membuatku kembali meras
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 11

    “Bruk.”Luna sengaja menjatuhkan langkahnya dengan keras di anak tangga terakhir supaya baik Mentari atau Tara sadar keberadaannya.Dan benar saja, Mentari dan Tara sama-sama menoleh ke arah tangga.Kemudian Luna berjalan melewati ruang tengah, tetapi gadis itu menghentikan langkahnya tepat di dekat Mentari dan Tara.“Mentari, dekat tangga masih kotor. Seharusnya kamu pastikan semuanya bersih dulu sebelum kamu melakukan hal yang lain,” ucap Luna sambil menatap ke arah Mentari dengan ekspresi datarnya.“Baik Nona. Saya bersihkan lagi,” ucap Mentari.Luna pun langsung meninggalkan Tara dan Mentari.“Mas Tara, aku pamit melanjutkan bersih-bersih dulu ya. Maaf ya Mas Tara, gara-gara aku, lengan Mas Tara jadi terluka,” ucap Mentari.“Nggak papa kok Tari. Lagian lukanya hanya kecil kok. Makasih ya udah obati lukaku.”Mentari mengangguk dan gadis itu langsung pergi meninggalkan Tara.Setelah Mentari pergi, Tara buru-buru menurunkan lengan bajunya sambil menahan senyum saat teringat bagaimana

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 10

    Mentari yang penasaran langsung menghampiri Tara di dapur.“Mas Tara..”“Ehh... kamu Tari. Aku pikir siapa?” Tara yang terkejut tiba-tiba ada Mentari mencoba untuk tetap tenang. “Kamu sendiri aja Tari. Mbak Sarti mana?”“Mbak Sarti masih di paviliun. Mas Tara, aku mau tanya sesuatu?”“Mau tanya apa Tari?”“Kamarnya Mas Tara kan di lantai satu, tapi tadi kok aku melihat Mas Tara turun dari lantai dua?”Deg!“Waduuh.. Tari malah lihat aku turun dari kamarnya Nona Luna. Jangan sampai Tari mikir yang macam-macam,” batin Tara.“Mas..”“Eh itu Tari. Semalam kan listrik mati terus hujan deras. Nona Luna ketakutan sendirian jadi minta aku temani sampai listrik hidup kembali. Eh aku malah ketiduran makanya pagi ini baru turun ke bawah,” jawab Tara seadanya sambil meletakkan gelas di tempat cuci piring dengan tenang.Mendengar itu Mentari hanya mengangguk-angguk saja. Tetapi Mentari justru salah fokus pada leher Tara. Ia sangat tahu sekali kalau itu jejak lipstik.Kemudian Mentari pun pamitan d

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 9

    “Tara, kamu maukan menggantikan suamiku?” Luna kembali mengulang pertanyaannya.Tara masih diam saja, pria itu tidak langsung menjawabnya meski ia sudah menyetujui permintaan Alvin waktu itu.Melihat Tara yang diam saja, Luna menarik tangan Tara sampai menempel ke pipinya sendiri, terus pindah ke lehernya. “Aku sudah lama menginginkan diperlakukan seperti wanita yang diinginkan oleh pria. Dicintai dan disentuh sampai titik terdalamnya. Aku sangat merindukan sentuhan yang membuatku kembali merasakan surga dunia, Tara.”Napas Tara mulai berat. Tangannya sempat mengikuti gerakan Luna beberapa detik. Tara bisa merasakan kulit halus gadis itu. Sesuatu dalam dirinya kembali menyeruak, sesuatu yang sejak tadi ia tahan.“Nona..”“Bantu aku Tara. Hanya kamu yang bisa melakukannya. Kamu kan sudah mendapatkan izin dari Mas Alvin. Sentuh aku, Tara.”Luna bangun dari baringnya, lalu gadis itu menarik tengkuk Tara dan menyatukan bibirnya dengan bibir Tara.Gerakan tiba-tiba Luna membuat Tara terkej

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 8

    Tara terdiam saat bibir Luna menyentuh bibirnya. Jakun pria itu bahkan naik turun, ada rasa aneh dalam tubuhnya yang langsung menyeruak, tetapi Tara tidak membuka mulutnya menyambut ciuman dari Luna.Sementara Luna yang masih ketakutan karena rumah itu sangat gelap, masih memeluk Tara dengan erat.Gadis itu lebih mementingkan rasa takutnya sehingga ia tidak terlalu mempedulikan bibirnya yang tidak sengaja menciumi bibir, pipi, serta leher Tara.“Tara, aku takut,” lirih Luna.“Tenang, Non. Ada aku disini.”Tidak ingin Luna lebih takut lagi, sembari menggendong Luna, Tara berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil senter.Di dalam kamarnya Tara memang ada senter.Dalam kondisi yang gelap, Tara berusaha mencari senter.Luna semakin mengeratkan pelukannya di leher Tara hingga membuat Tara semakin gelisah. Sekuat tenaga Tara menahan hasrat yang dengan lancangnya langsung menyeruak di saat seperti ini.Tara mencoba untuk lebih santai agar hasrat dalam tubuhnya tidak semakin besar.Sete

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 7

    “Nona Luna kenapa sih?”Tara masih berdiri di tempatnya.Pria itu menatap punggung Luna yang semakin menjauh menuju pintu rumah. Bahkan wanita itu sama sekali tidak menoleh lagi setelah mengatakan kalimat yang membuat Tara semakin bingung.‘Kamu pasti suka kan jadi pusat perhatian selama di sana tadi? Huh! Dasar bodyguard aneh!’ Ucapan Luna masih terngiang di benaknya.Tara menggaruk kepalanya karena pria itu bingung dengan Nyonya mudanya.Apa hubungannya dirinya menjadi pusat perhatian dengan kemarahan Luna malam ini?Tara masih diam di posisinya sambil mengingat apa yang ia lakukan ketika berada di pesta tadi. Namun, setelah diingat-ingat lagi, ia sama sekali tidak merasa sudah melakukan kesalahan. Selama di sana bahkan ia hanya duduk di dekat bar mini sambil minum dan memperhatikan Luna dari tempatnya.Ia juga tidak mendekati Nyonya mudanya itu sesuai dengan keinginan Luna.“Apa aku ada melakukan kesalahan yang nggak aku sadari ya, makanya Nona Luna marah-marah seperti itu?” gumam

  • Bodyguard Menggoda, Nyonya Tergoda   Bab 6

    “Ehh.. Dia siapa sih, kok ganteng banget.”“Siapanya Luna ya kira-kira. Jarang-jarang lho Luna bawa pria ke acara begini.”“Aku dengar-dengar, Luna tuh ada bodyguardnya. Apa dia itu bodyguardnya Luna. Beeeehh.. Cuci mata terus Luna setiap hari.”Tara mengabaikan bisik-bisik beberapa tamu undangan yang membicarakannya. Pasalnya ia mendengar nama Luna di sebut oleh mereka.Pria itu terus fokus melihat Nyonya Muda-nya yang sedang mendekati temannya. Seperti permintaan Luna, Tara memang menjaga jarak dengan Luna, tetapi masih dalam jarak yang aman untuk ia melihat Luna dengan baik.Tara berjalan ke arah stand yang mirip dengan mini bar. Ia duduk di sana sambil terus menatap ke arah Luna.Luna menoleh ke samping kiri dan kanan untuk mencari keberadaan Tara. Ia penasaran dimana Tara berada tetapi sesaat kemudian, ia mengabaikannya karena Luna ingin menghampiri Ester, temannya yang sedang berulang tahun hari ini.“Happy birthday ya Ester.” Luna pun cipika cipiki dengan temannya itu sekaligus

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status