Kawin Kontrak Dengan CEO Dingin

Kawin Kontrak Dengan CEO Dingin

last updateHuling Na-update : 2024-12-10
By:  Erna AzuraKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
25 Mga Ratings. 25 Rebyu
152Mga Kabanata
84.6Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Gaji Zevanya Camila sebagai seorang pegawai kelab malam nyatanya tidak mencukupi untuk membiayai pengobatan ibunya. Dia terpaksa mengambil keputusan berat, yaitu dengan menjual keperawanannya. Namun, kegamangan dirasakan Anya ketika dia melihat seorang pria tualah yang akan dia layani. Dia pun nekat kabur, dan bertemu dengan Davanka Abisheva Gunadhya yang menolongnya. Sayangnya, ada harga yang harus Anya bayar untuk pertolongan yang diberikan Davanka. Apakah itu? Dan apakah Anya sanggup membayarnya?

view more

Kabanata 1

Kabur

Bab 1 : Anak Haram

"Apakah dia anak itu?" tanya seorang wanita pada Rania, "bukankah dulu aku sudah memintamu untuk menggugurkannya?"

Rania tertawa lalu berkata, "sudah, tapi sepertinya dia terlalu kuat. Mungkin untuk menunjukkan bahwa dia bisa melindungi ibunya dari orang-orang jahat yang ingin membunuh mereka dulu, dan sialnya mereka adalah ayah dan tante dari anak itu."

Rahang wanita di sebelah Rania mengeras, ia benar-benar emosi melihat anak yang di bawa mantan sahabatnya ke wilayahnya begitu mirip dengan kakaknya, "jangan pernah macam-macam, kalau sampai karir kakakku hancur, aku tidak akan memaafkanmu!" ancam wanita itu pada Rania.

"Lucu sekali, bukankah di sini aku adalah korban? Tapi mengapa kalian bersikap seolah aku adalah tersangka?" Rania mengatur emosinya, "kalau malam itu kamu tidak memberiku obat sialan itu, semua itu tidak akan terjadi. Kakakmu yang tega merenggut masa depanku, menitipkan benihnya di rahimku. Menjanjikan sebuah tanggung jawab tapi malah menikah dengan orang lain, lalu mengancam akan menggagalkan pernikahan kakakku kalau aku membuka suara. Tapi mengapa sekarang aku yang seolah berbuat jahat pada kalian?"

"Kamu sudah hidup bahagia di luar sana, mengapa harus kembali ke sini?"

"Jangan lupa, ini juga tanah kelahiranku. Ada keluargaku di sini. Kenapa itu jadi masalah buatmu?"

"Apa sebenarnya yang kamu rencanakan, kamu ingin balas dendam?" ucap wanita itu berapi-api.

"Balas dendam? Sejahat apa kamu dulu, hingga takut aku akan balas dendam. Apa begitu susah untuk meminta maaf?" ujar Rania tanpa meninggikan suaranya.

Wanita itu adalah Sinta, sahabat Rania, dulu. Mereka dulu begitu akrab hingga tidak terpisahkan, Sinta pula yang membuat Rania bisa berpacaran dengan Andra, kakak Sinta. Suatu malam saat ulang tahun Sinta, ia mengajak Rania, Andra dan sedikit teman mereka untuk merayakan ulang tahun Sinta. Rania sempat menolak tapi Sinta terus memaksa.

"Wanita seperti kamu memang pantas mendapat nasib buruk. Kamu yang lebih dulu merebut orang yang kucintai. Aku hanya membalas sakit hatiku," ujar Sinta ketus.

"Apa kita bisa mengatur perasaan orang. Aku dulu begitu baik padamu. Menolak lelaki yang dengan gencar mengejarku. Namun, ternyata kamu begitu kejam. Andai waktu bisa diputar, aku akan memilih menerimanya dan hidup bahagia dengannya. Tanpa peduli perasaan sahabat yang tega merusak masa depanku."

"Pergi dari sini secepatnya!" Lagi-lagi Sinta mengancam Rania.

"Mengapa kamu harus takut? Bukankah setiap perbuatan ada karmanya, entah itu baik atau buruk."

Ini bukan mau Rania, sejujurnya ia tidak mau kembali ke tempat ini. Selama empat belas tahun ia meninggalkan tempat ini, jika bukan karena ibunya sakit dan sang kakak merengek memintanya pulang, ia tidak akan menginjakkan kakinya di sini.

Baru kemarin ia datang, tapi semua orang sudah heboh dengan kehadirannya. Bagaimana tidak, Rania datang dengan seorang anak remaja dengan paras yang begitu mirip kepala desa mereka. Kasak kusuk mulai terdengar, ada yang bilang Rania begitu membenci Andra saat ia hamil dulu, makanya anaknya bisa semirip itu. Ada pula yang mengatakan anak itu memang anak Andra sang kepala desa.

Tahun ini Andra akan maju ke dunia politik, ia akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Hal itu pulalah yang membuat langkah Sinta sampai di rumah ibu Rania, ingin menemui mantan sahabatnya dan menutup kemungkinan buruk. Jangan sampai karena kehadiran Rania dan anaknya, membuat pencalonan sang kakak menjadi gagal.

"Kakakku sudah bahagia dengan keluarganya, jangan sampai impiannya menjadi anggota dewan gagal hanya karena kamu membawa anak haram itu. Pergi dari sini, aku akan memberi berapa pun uang yang kamu minta," ucap Sinta.

"Seratus miliyar," ujar Rania.

"Gila kamu!" hardik Sinta.

"Bukankah tadi kamu menyatakan berapa pun? Lalu kenapa kamu terkejut. Membesarkan anak seorang diri, hingga dia bisa sebesar itu. Kamu kira itu murah? Aku yakin, uang bukanlah hal yang sulit untuk kalian," ucap Rania dengan senyum miring tercetak di sudut bibirnya.

"Seratus miliyar itu tidak sedikit. Itu tidak sepadan dengan anak haram yang kamu lahirkan. Lagian, dia hanya akan membuat kamu malu."

"Aku kira kamu udah menjadi orang baik yang datang ke sini karena mengunjungi teman yang sedang kesusahan, ternyata kamu masih selicik dulu," ujar Rania, " dia memang anak haram, tidak perlu pengakuan siapa pun. Jadi kamu nggak perlu takut, dia nggak akan pernah datang pada Kakakmu," lanjutnya.

"Siapa yang menjamin kalau Kakakku akan baik-baik saja sementara kamu tetap berada di sini? Wajahnya begitu mirip dengan Kakakku, semua orang pasti akan curiga." Sinta mulai frustasi, hal ini tidak pernah ia duga.

"Bukankah dulu kalian yang merencanakan semuanya? Mengapa sekarang harus takut? Aku bisa menjamin kalau dia tidak akan mendatangi Kakakmu. Peringatkan saja pada Kakakmu untuk tidak mencari tau atau mendekati anakku." Rania masih sangat ingat kemarin Andra sudah berani memperhatikan anaknya saat mereka tidak sengaja bertemu.

Sinta berdiri dengan kesal. Ini bukan seperti yang ia bayangkan. Ia mengira Rania masihlah selemah dulu. Sinta pikir, Rania hidup menderita bersama anak haramnya. Akan dengan mudah mengusir Rania dengan uang. Namun, nyatanya Rania sudah banyak berubah. Ia kini seperti punya kekuatan yang tidak dimiliki Sinta.

"Aku akan mengawasimu!" Sinta pergi tanpa permisi.

Sinta datang ke rumah Ibu Rania setelah mendengar banyak gosip tentang anak Rania yang begitu mirip dengan Kakaknya. Ia terkejut saat melihatnya sendiri.

Ancaman Sinta untuk menggugurkan kandungan itu, ternyata diabaikan oleh Rania. Sinta merasa Rania memang menantangnya.

Sementara Rania mengira Sinta akan meminta maaf karena masa lalu mereka, tapi ternyata Sinta tetaplah Sinta yang tidak punya hati.

"Tadi siapa, Bun?" Revan, anak Rania mendekat pada Ibunya setelah bermain dengan sepupunya. Anak remaja itu tumbuh dengan cepat, kini tingginya sudah melebihi sang Ibu dan parasnya sungguh tampan.

"Temen Bunda. Kamu abis main apa?"

"Main bola di lapangan sebelah SD. Banyak temennya Mas Riki juga di sana," jawab Revan.

"Bunda dulu juga suka main di sana, tapi di sebelahnya lapangan. Di sana dulu ada kebun buah. Kebun itu punya teman Bunda, jadi kami sering petik buah yang lagi musim di sana," ungkap Rania mengenang masa lalu.

"Yang mana, Bun? Tadi pas Revan ke sana, di sebelah itu adanya malah toko besar gitu."

"Masak, sih? Berarti udah dijual sama yang punya. Terakhir Bunda di sini, kebun itu masih ada," ujar Rania.

"Seru ya main di sini, Bun. Revan suka. Liburannya bisa ditambah nggak?" Revan begitu bahagia mempunyai keluarga dan teman baru.

"Nanti kalau liburan lagi," jawab Rania.

"Bun, tadi aku ketemu bapak-bapak yang wajahnya mirip banget sama aku, apa dia saudara kita?"

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Mga Ratings

10
100%(25)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
25 Mga Ratings ¡ 25 Rebyu
Sulatin ang Repaso

RebyuMore

raisa regina
raisa regina
Davanka persis kek Ayahnya, dingin tapi bucin wkwkwk. Selalu suka bacain love story klan Gunadhya. Btw kalau kisahnya svarga sama zaviya ga ada ya di GN?
2025-07-22 18:51:29
0
0
raisa regina
raisa regina
Suka banget sama Anyaaa. Bener2 ga jaim, lucu bikin ngakak terus, padahal kehidupannya berat banget. Lesson learned jadi banyak2 bersyukur. What a tough girl 🫶🏻
2025-07-19 00:44:16
0
0
Herlina Oktvn
Herlina Oktvn
ceritanya bgus bngt tpi bab nya kurang banyakk
2025-06-27 10:03:56
0
0
elisah fitriyani
elisah fitriyani
pokoknya mantul semua novelnya mba erna azura
2025-05-15 13:54:57
0
0
elisah fitriyani
elisah fitriyani
udah baca yang kesekian kalinya cerita ini.. novel ini novel pertama karya mba erna azura yg aku baca. dan setelah tamat bacanya, akhirnya baca novel² karya mba erna yg lainnya. sukaa semua karyanya... bahasanya ringan ga baku² amat, mudah dimengerti pembaca, ceritanya ga muter² jadi asik bacanya.
2025-05-15 13:53:45
0
0
152 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status