공유

Bab 89 Roni

작가: ORI GAMII
last update 게시일: 2026-10-26 20:39:26

Hanifa menatap layar ponselnya yang baru saja bergetar. Nama Prabu tertera di sana.

Beberapa menit sebelumnya, lelaki itu sempat meneleponnya, tetapi sengaja tidak ia angkat karena sedang malas berbicara suaminya itu. Barulah setelah beberapa saat, Hanifa membalas pesan Prabu dan mengatakan bahwa dirinya baru selesai mandi. Kini, balasan dari lelaki itu pun kembali masuk.

Ayah Tania harus dirawat di rumah sakit karena mengalami serangan jantung. Melalui pesannya, Prabu juga mengabarkan bahw
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (9)
goodnovel comment avatar
Ratih Tyas
kayaknya ada yang panas wkkwk
goodnovel comment avatar
WIDYA
cie cie.. Roman romannya ada yang terbakar oleh api kecemburuan. tidak panas dipermukaan, tapi membara didalam hati.. hhhh
goodnovel comment avatar
Liss02
Uhuyyyy cieee ada yang cemburu nihhh
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bos Dingin Itu Mantan Kekasihku    Bab 102 Pesan yang dihapus

    "Terima kasih, Pak."Setibanya di depan rumah Yudi, Hanifa segera turun dari ojek online setelah membayar ongkos perjalanan. Ia sempat memperhatikan keadaan rumah dari luar. Tidak ada tanda-tanda aktivitas seperti biasanya. Bahkan, suasana di dalam rumah tampak begitu sepi.Biasanya, pada jam seperti ini, Yudi sudah duduk di depan televisi sambil menunggu waktu makan malam tiba. Namun, kali ini tidak terdengar suara televisi yang menyala.Apa Ayah sedang pergi?Hanifa sempat berpikir demikian. Namun, saat pandangannya beralih ke garasi, ia melihat mobil Yudi masih terparkir di sana. Kemungkinan besar ayahnya berada di dalam rumah.Ia pun segera mendekati pintu utama dan mendorongnya. Pintu itu ternyata tidak terkunci. Namun, begitu melangkah masuk, keheningan justru semakin terasa."Pada ke mana?" gumamnya pelan.Hanifa terus melangkah melewati ruang tamu hingga tiba di dekat kamar ayahnya. Pintu kamar itu terbuka sedikit. Ia sempat berhenti sejenak sebelum akhirnya mendorongnya perla

  • Bos Dingin Itu Mantan Kekasihku    Bab 101 Mencari jawaban

    "Bukan bermaksud membela diri Tante, tapi aku benar-benar nggak pernah membaca pesan dari Shaka." Rina memiringkan kepalanya. Ekspresinya menunjukkan bahwa ia masih belum sepenuhnya memahami apa yang sebenarnya terjadi. "Aku menikah karena perjodohan, Tante. Selama beberapa tahun, aku terus menunggu Shaka yang nggak pernah memberikan kabar. Sementara itu, Mama punya utang budi kepada seseorang. Dan bisa dibilang, aku dijadikan alat untuk membalas budi tersebut." "Benarkah?" tanya Rina, mulai tertarik sekaligus terkejut mendengar pengakuan Hanifa. Hanifa mengangguk pelan. "Iya. Sebenarnya, aku masih berharap Shaka akan kembali. Aku masih menunggunya saat itu. Tapi di satu sisi, aku juga nggak bisa menolak perjodohan tersebut." Rina terdiam. Perlahan, ia mulai memahami duduk perkara yang selama ini tidak pernah diketahui Shaka. Kini, satu demi satu kepingan cerita mulai tersusun. Dan semakin jelas bahwa kesalahpahaman ini bukan sepenuhnya kesalahan Hanifa. Rina pun harus mengakui

  • Bos Dingin Itu Mantan Kekasihku    Bab 100 Kesalahpahaman yang mulai terbuka

    Sepeninggal Shaka dan Benji yang langsung berangkat menuju stasiun kereta cepat di Halim, Hanifa membawa mobil Shaka untuk mengantar Rina kembali ke apartemen putranya.Awalnya, Hanifa berniat pulang menggunakan taksi. Namun, ia juga tidak tega jika harus membiarkan Rina pulang seorang diri. Karena itu, ia memutuskan untuk mengantar wanita tersebut terlebih dahulu sebelum kembali ke rumahnya."Mampir dulu, yuk, Fa," ajak Rina begitu mobil memasuki area parkir apartemen.Hanifa tampak sedikit kikuk. Tentu saja, ia merasa bahwa masuk ke apartemen Shaka bukanlah ide yang bagus. Namun, menolak ajakan Rina juga bukan pilihan yang tepat, terlebih wanita itu sudah mengajaknya secara langsung."Tante pengin bikin mi rebus. Kayaknya enak kalau makannya ada teman," lanjut Rina sambil tersenyum.Hanifa sempat terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. Ia pun melepaskan sabuk pengaman, lalu bersiap turun dari mobil.Keduanya kemudian berjalan menuju lift untuk naik ke lantai tempat aparte

  • Bos Dingin Itu Mantan Kekasihku    Bab 99 Ide ke Bandung

    "Kamu... tahu sesuatu?"Mata Shaka menyipit. Ia semakin yakin Benji mengetahui sesuatu, atau mungkin semua yang terjadi memang benar seperti dugaan Hanifa sebelumnya."Ben!" panggil Shaka sekali lagi.Ekspresi Benji semakin gelisah. Ia tampak beberapa kali membuka mulut, tetapi masih belum satu kalimat pun yang berhasil keluar."Itu—""Kalau memang kamu tahu sesuatu, tolong katakan. Rose bersikeras bahwa anak yang dikandungnya adalah anakku."Benji kembali mengunci mulutnya rapat-rapat. Ia mengalihkan pandangan, dan berusaha menghindari tatapan Shaka yang terus menuntut jawaban.Namun, Shaka belum berniat menyerah."Tolonglah, Ben. Bukan berarti aku tidak bersimpati dengan apa yang menimpa Rose. Aku juga tidak ingin mengabaikan keadaan dirinya. Tapi, tentu saja, aku tidak bisa menerima tanggung jawab atas perbuatan yang tidak pernah kulakukan."Shaka mengembuskan napas panjang. Sejak tadi ia berusaha menahan emosinya, tetapi semakin lama sikap diam Benji justru membuatnya semakin frus

  • Bos Dingin Itu Mantan Kekasihku    Bab 98 Kabar tentang Rose

    Tok! Tok! Tok!Ketukan pintu yang terdengar sedikit terburu-buru membuat seseorang di baliknya segera bergegas membukakan pintu. Begitu pintu terbuka, seorang wanita paruh baya tampak mengernyit heran saat mendapati tiga orang berdiri di hadapannya."Nak Shaka, 'kan?" tanyanya memastikan.Wanita itu adalah Mei, ibu Benji. Ia dan Shaka pernah bertemu dalam sebuah acara pernikahan. Sifat Shaka yang ramah rupanya meninggalkan kesan tersendiri, sehingga Mei masih mengenali lelaki itu meskipun sudah cukup lama tidak bertemu."Iya, Tante." Shaka mengulurkan tangan, yang langsung disambut oleh Mei. "Benji ada, Tante?"Mei mengalihkan pandangan kepada dua perempuan yang berdiri di samping Shaka. Ia tampak sedikit penasaran, tetapi tidak langsung menanyakan siapa mereka."Ada. Ayo, silakan masuk."Mei membuka pintu lebih lebar dan mempersilakan ketiganya masuk. Shaka berjalan lebih dahulu, diikuti Rina dan Hanifa yang kemudian mengikuti Mei menuju ruang tamu.Setelah mempersilakan mereka duduk

  • Bos Dingin Itu Mantan Kekasihku    Bab 97 Benji

    "Aduh..." Suara ringisan Rose membuat Bertha segera menoleh. Perempuan itu buru-buru menghampiri putrinya dan memeriksa keadaannya. "Kenapa, Rose?" "Aku pusing, Ma. Bisa nggak kita bahas ini besok? Setidaknya Shaka tidak akan kabur ke mana-mana." Bertha langsung mengusap lengan putrinya dengan penuh perhatian. "Ya sudah, kalau begitu kamu istirahat saja. Mama nggak akan memaksamu." Namun, Ferdian yang sejak tadi hanya diam tampak kurang setuju. Ia menatap Rose sebelum akhirnya angkat bicara. "Kalau memang kamu sedang tidak enak badan, kita bisa menunda pembicaraan ini. Tapi bukan berarti masalahnya selesai begitu saja." Rose mengangguk pelan. "Aku tahu, Pa." Ferdian kemudian mengalihkan pandangan kepada Shaka. "Dan kamu, jangan berpikir bisa menghindari tanggung jawab hanya karena pembicaraan ini ditunda." "Saya tidak pernah berniat menghindari apa pun, Om. Tapi saya juga tidak bisa menerima tanggung jawab atas sesuatu yang tidak pernah saya lakukan," jawabnya yakin. "Sudah

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status