Share

Bab 1082

Author: Ayesha
Raka yang sebenarnya adalah sosok di hadapannya ini. Tenang, rasional, cerdik, memperlakukan segalanya sebagai alat transaksi.

Sementara dia yang mengira dirinya adalah seorang pemburu tingkat tinggi, pada akhirnya hanyalah mangsa yang bodoh dan konyol.

"Raka ...." Devina tiba-tiba menggigit bibirnya. Matanya dipenuhi rasa sakit dan tak berdaya. "Sejak awal, kamu memang menipuku?"

Raka menunduk ke arahnya, matanya tanpa emosi. Tidak ada rasa bangga, tidak ada rasa bersalah, hanya ketenangan yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Andi Sary Nova
jln terus, Brielle nggk usah kepoin jawaban dan alasan si Raka nggk penting lg sekarang yg penting itu hubunganmu dgn pak NIRO he he he
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1084

    Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu. Brielle menengok dan berkata, "Silakan masuk."Raka mendorong pintu masuk. Mendengar suara itu, Brielle mengangkat kepala, sedikit mengerutkan alisnya.Melihat wanita yang duduk dengan tenang di depan meja kerjanya, hati Raka sedikit mencelos."Brielle," ucapnya dengan nada sedikit gugup. "Apa yang Devina katakan tadi, semuanya bisa kujelaskan.""Nggak perlu." Brielle menatapnya dengan tenang. "Biarkan semua yang terjadi dulu berlalu saja."Meskipun suaranya terdengar tenang, hati Raka seperti dicengkeram erat oleh sesuatu. Ketenangan Brielle jauh lebih menyakitkan daripada semua tuduhan.Brielle menutup dokumen di tangannya dan melanjutkan, "Dari posisimu, kamu nggak salah. Kamu hanya melakukan ini demi ibumu, adikmu, dan Anya yang berada di bawah tekanan. Aku ngerti. Tapi urusanmu dengan Devina nggak ada hubungannya denganku."Raka tiba-tiba melangkah maju, menatapnya dengan tajam, mencoba menemukan sedikit reaksi di matanya, sekadar sedikit gelomb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1083

    Seluruh tubuh Devina gemetar karena ancaman dalam kata-kata Raka. Apa maksudnya? Apakah dia akan membuat Grup Datau bangkrut suatu saat nanti?Kesadaran itu membuat Devina terguncang. Dia menatap pria di hadapannya dengan jelas. Dia tahu bahwa begitu Raka membuat keputusan, dia benar-benar bisa melakukannya."Raka, aku salah. Aku nggak seharusnya mengatakan hal-hal itu untuk memprovokasi Brielle, tolong jangan ganggu perusahaan ayahku ya?" Devina tiba-tiba meraih lengan Raka dengan ekspresi memohon.Raka menarik tangannya. Matanya tidak menunjukkan sedikit pun rasa tergerak, hanya muncul kilatan jijik sesaat.Pandangan Raka tertuju ke koridor tempat Brielle tadi menghilang. Suaranya dingin. "Singkirkan semua pikiran yang nggak pantas itu. Kalau kamu berani ikut campur dalam urusan aku dan Brielle lagi, aku pastikan Grup Datau akan lenyap total dari Kota Amadeus."Devina ketakutan oleh kata-katanya. Suaranya terdengar serak dan menahan tangis. "Raka, kamu nggak bisa begitu padaku. Aku t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1082

    Raka yang sebenarnya adalah sosok di hadapannya ini. Tenang, rasional, cerdik, memperlakukan segalanya sebagai alat transaksi.Sementara dia yang mengira dirinya adalah seorang pemburu tingkat tinggi, pada akhirnya hanyalah mangsa yang bodoh dan konyol."Raka ...." Devina tiba-tiba menggigit bibirnya. Matanya dipenuhi rasa sakit dan tak berdaya. "Sejak awal, kamu memang menipuku?"Raka menunduk ke arahnya, matanya tanpa emosi. Tidak ada rasa bangga, tidak ada rasa bersalah, hanya ketenangan yang dalam dan tak terlihat ujungnya."Itu hanyalah transaksi yang saling menguntungkan, di mana ada kesepakatan dan persetujuan. Di mana letak penipuannya?" sahut Raka dengan tenang. "Kamu mendapatkan sumber daya, reputasi, dan kekayaan yang kamu inginkan, sedangkan aku memastikan kesehatan ibuku. Sama-sama untung, transaksi selesai dengan baik.""Transaksi selesai dengan baik?" Suara Devina tiba-tiba meninggi, bercampur tangis dan kemarahan. "Kamu tahu aku mencintaimu. Aku mencintaimu selama sepul

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1081

    Devina bertopang pada tepi meja. Seluruh tubuhnya gemetar tak terkendali. Semua kebanggaan dan perhitungannya, di hadapan skema dingin Raka, tampak begitu konyol dan rapuh."Heh! Raka, kamu memang kejam sekali." Devina bergumam, dengan sedikit rasa tidak terima. Tiba-tiba, dia melihat kontrak di depannya. Dia pun meraihnya, berniat merobeknya habis-habisan.Namun, saat dia hendak merobeknya, sesuatu terlintas di pikirannya. Dia membuka kontrak dengan panik, matanya mencari-cari dengan tergesa-gesa. Akhirnya, jarinya berhenti pada sebuah klausul yang dicetak tebal.[ Klausul Kerahasiaan: Tanpa persetujuan pihak B, seluruh isi kontrak ini tidak boleh dibocorkan, dipublikasikan, atau ditunjukkan kepada pihak ketiga. Jika dilanggar, pihak A dianggap melanggar kontrak dan wajib menanggung tanggung jawab hukum serta mengganti kerugian pihak B. ]Mata Devina seketika menyala dengan kebencian.Raka telah melanggar. Tanpa izin Devina, dia telah memperlihatkan isi kontrak itu kepada Brielle.Dev

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1080

    'Lihatlah, Raka. Kamu sudah bersusah payah mengatur agar Brielle ikut terlibat, ingin menggunakan kontrak ini untuk membuktikan keterikatanmu, ingin memperjelas hubungan kita. Tapi hasilnya? Brielle sama sekali nggak peduli!'Sudut bibir Devina kuasa tersenyum. Akhirnya, dia menatap Raka dengan nada mengejek. "Raka, lihat? Meskipun kamu meletakkan bukti hubungan kita di atas meja, dia tetap nggak mau melirik sekali pun. Ngapain juga kamu sok perhatian sendiri?"Raka tiba-tiba menoleh. Matanya menatap dengan tajam sebagai peringatan. "Perhatikan ucapanmu."Devina mengangkat bahu, menunjukkan ekspresi polos. "Aku cuma bicara jujur."Setelah itu, dia menoleh ke Smith. "Doktor, bisa aku bicara dengan Raka secara pribadi?"Smith menatap Raka. Raka tidak memberikan jawaban, tetapi Smith tetap ingin memberi mereka ruang untuk bicara pribadi. Dia pun berdiri dan meninggalkan ruangan.Begitu pintu ruang rapat tertutup, Devina menggeser kursinya, mencoba mendekat ke Raka. Suaranya lembut saat be

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1079

    Smith mengambil tiga salinan kontrak dari samping. Salah satunya diserahkan ke depan Brielle, satu lagi diberikan kepada Devina."Bu Devina, harap tenang. Bukan maksud kami menyulitkan, tapi klausul kontrak ini mengikat kedua belah pihak. Ini adalah klausul yang dulu kamu sendiri ajukan dan bersikeras untuk dimasukkan."Brielle secara refleks meraih kontrak dan mulai membolak-balikkannya. Baru dua halaman dibuka, pandangan yang panas dan mendesak langsung tertuju padanya dari kursi utama.Raka hampir seketika duduk tegak. Matanya terkunci pada jari-jari Brielle yang membolak-balikkan kontrak. Dia seolah-olah sedang menunggu dengan penuh konsentrasi.Sementara itu, Devina menatap kontrak di depannya. Wajahnya langsung memerah. Dia menoleh ke arah Brielle yang sedang membolak-balikkan kontrak. Jantungnya berdebar kencang.Dia tak pernah menyangka, suatu hari kontrak itu akan berada di tangan Brielle, dan Brielle sendiri yang membacanya.Brielle jelas tidak tertarik pada kontrak ini. Deng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 237

    Suara Agnes tidak terlalu kencang, tetapi pas sehingga para tamu di sekeliling bisa mendengar dengan jelas. Jari Devina yang mencengkeram gelas sampanye sedikit mengencang, kukunya hampir menancap ke telapak tangan."Peneliti obat khusus? Ternyata dia orangnya! Hebat sekali!" seru seorang tamu denga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 242

    Brielle menatap mereka dengan tenang. "Aku nggak menyembunyikan apa pun.""Kalau begitu, katakan saja, alur penelitian dan inovasi yang sedang kamu lakukan sekarang, itu ide sendiri atau pandangan ayahmu?" Faye menanyakan dengan nada menekan.Faye melanjutkan, "Profesor Adam dulu juga punya peneliti

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 246

    Hari itu, obrolan dengan Smith sangat bermanfaat bagi Brielle. Hingga pukul 12 siang, mereka bertiga baru pergi ke ruang makan.Ketika Brielle duduk bersama Smith untuk makan, Faye dan Devina juga ada di sana. Melihat Brielle sudah mulai berinteraksi dengan Smith, mata mereka menyiratkan rasa iri.B

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 231

    Tatapan Raka seketika mendingin. "Urusan antara aku dan Brielle, nggak ada hubungannya dengan orang luar."Harvis menatap pria yang menjadi penyebab Brielle pingsan itu, tetapi akhirnya dia memilih untuk berbalik dan keluar.Raka menekan gagang pintu dan melangkah perlahan masuk, lalu duduk di tepi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status