공유

Bab 239

작가: Ayesha
Sementara itu, Brielle juga melihat jam tangannya, jelas dia bersiap untuk pulang. Dia punya anak di rumah, jadi memang tidak akan pulang terlalu larut.

Agnes sempat tertegun beberapa detik saat mendengar Brielle sudah punya anak. "Bu Brielle sudah nikah?"

Selama ini dia hanya tahu soal pencapaian Brielle di dunia medis, tidak pernah tahu soal kehidupan keluarganya.

"Sudah cerai," Syahira buru-buru menimpali, takut sahabat baiknya melewatkan peluang jodoh yang bagus.

Agnes kembali terdiam. 'Tern
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
Fuilang Putriani
raka sdh bebas kawin aja sm pelakornya, jgn ksh panggung lg, bosan , skg giliran braille yg hrs bahagia, buang mantan brengsek itu
goodnovel comment avatar
Raehana Hakim
Kenapaa alurnya terlalu lama yaa , raka kok bisaa segitunyaa ke brilee
goodnovel comment avatar
Iin Iin
betul bgt Syahira, Raka bakal nyesal pake bgt...
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1555

    Brielle kembali duduk di kursinya. Saat itu, para pelayan mulai menghidangkan makanan penutup. Di depan setiap orang diletakkan semangkuk kecil mango sago.Tampilannya begitu menggugah selera.Namun, Raka tidak menyentuh bagiannya. Dia hanya mendorong mangkuk itu perlahan ke depan Brielle. "Buat kamu saja."Suaranya rendah, dengan nada yang samar-samar terdengar seperti sedang membujuk.Brielle menatapnya beberapa saat, lalu mengambil sendok dan mulai menyantapnya. Tiba-tiba, sebuah pikiran muncul di benaknya. Apa tadi sikapnya sedikit keterlaluan?Bagaimanapun juga, hari ini Raka adalah salah satu tokoh utama dalam pesta perayaan ini sekaligus presdir Pramudita Biotech. Kalau dipikir-pikir, semua sikap anehnya tadi mungkin juga karena ....Brielle menghentikan pikirannya di situ. Dia menghabiskan mango sago miliknya dalam beberapa suapan. Setelah itu, dia mengambil mangkuk milik Raka dan ikut menghabiskannya.Raka menatapnya. Kesuraman di matanya perlahan menghilang, sementara sudut b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1554

    Melihat hidangan mulai disajikan, Brielle baru menyadari bahwa dia memang sudah lapar.Dia mengangguk. "Baiklah, kita makan dulu saja. Jangan sampai perut kosong."Brielle sedang berpikir ingin mengambil lauk apa, ketika Raka mengangkat sendok saji dan mengambil bagian perut ikan kukus yang paling lembut, lalu meletakkannya ke piring Brielle dengan alami.Bersamaan dengan itu, dia berkata kepada Harvis, "Profesor Harvis memang sosok berbakat di bidang ini. Cara berpikirmu selalu visioner. Aku benar-benar kagum."Brielle mengedip pelan, lalu menoleh ke arah pria di sampingnya.Nada bicara Raka terdengar tenang, tak ada yang aneh. Namun entah mengapa, Brielle merasa ada makna lain yang tersirat di balik ucapannya.Harvis tersenyum tipis sambil mendorong kacamatanya. "Pak Raka terlalu memujiku. Aku hanya berusaha menjalankan pekerjaanku sebaik mungkin."Brielle kembali menatap Raka dengan sorot mata yang seolah sedang mengamatinya.Raka menyadari tatapannya, tetapi tidak membalas pandanga

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1553

    Siang harinya, Raka mentraktir seluruh anggota tim proyek makan bersama di aula perjamuan. Malam harinya, dia juga telah menyiapkan sebuah pesta perayaan berskala besar.Tim Harvis kini telah berkembang menjadi lebih dari 30 orang. Ditambah para asisten dan staf dari berbagai divisi, total ada lima meja yang terisi di aula perjamuan.Brielle duduk bersama tim Harvis di salah satu meja.Raka datang sedikit lebih lambat, tetapi kursi di samping Brielle sengaja dibiarkan kosong untuknya. Seolah semua orang sudah memiliki kesepahaman bahwa tempat di sebelah Brielle memang disediakan bagi Raka.Brielle tidak menyadari hal itu. Dia sedang mendengarkan Harvis menjelaskan rencana proyek berikutnya. Saat membahas topik yang berkaitan dengan bidang mereka, Brielle dan Harvis memang memiliki perasaan seolah menemukan seseorang yang benar-benar memahami diri masing-masing.Seakan ada hal-hal yang tak perlu Brielle ucapkan karena Harvis sudah bisa menebaknya. Begitu pula sebaliknya. Harvis kadang h

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1552

    Brielle tidak menghampirinya, melainkan berjalan ke arah Harvis yang sedang berada di samping panggung.Tatapan Raka mengikuti langkahnya. Saat melihat Brielle menyapa dan mengobrol dengan Harvis, dia mendorong pelan kacamata di pangkal hidungnya. Di balik wajahnya yang tampak tenang dan elegan, tersirat gejolak yang sulit disembunyikan.Kemudian, Raka berkata kepada para tamu di sampingnya, "Permisi sebentar."Dengan satu tangan dimasukkan ke saku celana, dia melangkah ke arah Brielle.Brielle sedang menanyakan kondisi Harvis ketika sebuah suara pria yang rendah terdengar dari belakangnya. "Kamu cantik sekali."Brielle menoleh. Tatapan Raka tertuju lurus kepadanya."Terima kasih." Brielle menatapnya sejenak. Kacamata yang dipakainya hari ini ternyata adalah kacamata yang dulu pernah dia hadiahkan kepada Raka.Harvis berkata kepada Brielle, "Brielle, kalian ke tempat duduk kalian saja. Acara akan segera dimulai."Brielle mengangguk. Dia tidak ingin mengganggu persiapan terakhir Harvis,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1551

    Di balik jendela kaca besar, panorama cakrawala kota terbentang luas.Harvis telah pulih dengan sangat baik. Dia mengenakan pakaian rumahan yang nyaman. Wajahnya tampak segar seperti biasa, sorot matanya masih memancarkan kelembutan yang khas.Dibandingkan tiga tahun lalu, kini dia terlihat jauh lebih dewasa."Silakan duduk," kata Harvis. "Mau minum apa? Teh, kopi, atau jus?""Biar aku ambil sendiri." Brielle tidak ingin merepotkannya. Dia kemudian membawa dua gelas air hangat dan kembali duduk.Tatapannya penuh perhatian saat mengamati Harvis. "Gimana keadaanmu? Masih sakit?""Jauh lebih baik. Hanya lukanya mulai terasa gatal karena sedang tumbuh jaringan baru." Harvis tersenyum sambil menggenggam gelasnya. "Jangan khawatir. Dokter bilang pemulihanku berjalan sangat baik."Mendengar itu, Brielle pun merasa lega.Tak lama kemudian, ponsel Harvis berdering. Ternyata telepon dari pengacaranya. Setelah menyelesaikan panggilan itu, dia menoleh kepada Brielle."Vonis untuk Faye kemungkinan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1550

    Tetap saja, dia terlalu gegabah. Padahal dia sudah berkali-kali mengingatkan dirinya untuk melangkah perlahan.Namun barusan, saat melihat Brielle memejamkan mata, dengan sudut mata yang berkilau oleh cairan obat sehingga membuatnya tampak begitu rapuh, kebanggaannya atas akal sehat dan pengendalian dirinya seketika runtuh.Yang dia inginkan hanyalah mendekati Brielle dan menyentuhnya, meski hanya dengan sentuhan yang sangat ringan.Kini, dia justru mulai menyesal. Kenapa tadi dia tidak memastikan lebih dulu apakah Brielle masih merasa jijik padanya atau masih menolaknya?Dia bisa merasakan setiap perubahan emosi Brielle terhadap dirinya. Dari rasa benci dan penolakan sebelum perceraian, lalu kebencian setelah mereka resmi bercerai, hingga setahun yang lalu ketika tatapan Brielle akhirnya kembali tenang.Tak ada lagi kebencian, tak ada lagi keluhan. Yang tersisa hanyalah sikap acuh tak acuh. Ekspresi itu jauh lebih membuatnya gelisah daripada kebencian. Seolah dirinya benar-benar telah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 181

    Brielle terkejut sampai wajahnya agak pucat. Dia terengah-engah beberapa kali, lalu menyahut, "Aku nggak apa-apa.""Maaf, tadi aku nyetir sambil melamun," ujar Lambert meminta maaf.Brielle tahu dirinya juga bersalah. Dia menenangkan, "Bukan sepenuhnya salahmu. Tapi kalau lagi nyetir, jangan sampai

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 194

    Brielle seolah tidak peduli lagi dengan ucapan Raline. Dia mentertawakan dirinya sendiri dengan berkata, "Kalau hidupku bisa diulang sekali lagi, aku nggak akan pernah melakukan kebodohan ini."Raline mencibir dan hendak melanjutkan kata-katanya, tetapi tiba-tiba dia melihat sebuah sosok yang tinggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 171

    Setelah berpamitan dengan Harvis, Brielle memutuskan pulang dengan taksi.Tak lama kemudian, WhatsApp-nya bertambah satu kontak baru, yaitu Jared, wakil direktur MD. Dia mengirim pesan, berharap ke depannya bisa langsung berkomunikasi dengan Brielle mengenai arah penelitian.Brielle pun menjawab den

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 178

    'Ya ampun! Pak Raka benar-benar minum dari botol air yang sudah diminum Brielle?'Saat Brielle mengangkat kepala, dari ujung matanya dia melihat botol kosong yang baru saja ditaruh Raka. Dia menoleh dan mendapati botol air yang tadi diminumnya ternyata sudah dihabiskan oleh Raka.Raka mengira Briell

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status