공유

Bab 407

작가: Ayesha
Saat itu, ponsel Raka berdering. Brielle langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk berbalik dan melangkah cepat menjauh. Dia meminta pada seorang pelayan untuk mengirimkan sebuah kue kecil ke ruang istirahat.

Ketika dia kembali, Raka sudah tidak ada di sana.

Begitu pintu ruang istirahat terbuka, Syahira refleks menepuk dadanya. "Astaga, aku kira dia yang datang," bisiknya lega.

Brielle menenangkan, "Tenang, dia sudah pergi."

"Mama, Papa ke mana? Aku tadi lihat Papa jalan bareng kita," tanya Any
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Mamamimi Recipe
Emang cuma amrah2 ga jelas doank ga berbobot
goodnovel comment avatar
Mamamimi Recipe
Gedek sama beili bukan ngokong mencintai anya? Tp selalu meninggalkanya menangis demi selingkuhan mu?
goodnovel comment avatar
Suryat
menurutku sikap Brielle terlalu kekanakan
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1416

    Freyna memandangi Devina yang sudah mengamuk cukup lama dengan tetap tenang. Kemudian, dia menganalisis."Devina, sekarang bukan waktunya marah-marah. Wanita-wanita itu datang hanya karena mengincar uang. Kamu berbeda. Kamu masih muda, cantik, dan merupakan pacar yang diakui Ignas. Selain itu, dia pernah minta kamu lahirkan anak untuknya. Itu keunggulanmu."Devina menggigit bibirnya dan menutup perutnya dengan tangan."Keunggulan?" katanya dengan kesal. "Sekarang begitu banyak wanita mengelilinginya. Aku bahkan nggak punya kesempatan untuk menemuinya."Rencananya juga telah berantakan. Awalnya dia ingin segera hamil agar kedudukannya naik. Namun sekarang, Ignas bahkan tidak punya waktu untuk memperhatikannya. Padahal proses bayi tabung berikutnya masih membutuhkan partisipasi Ignas."Kita nggak boleh panik sendiri." Freyna melangkah maju dan menepuk bahunya. "Aku sudah cari tahu. Meskipun Ignas pernah berhubungan dengan wanita-wanita itu, di antara mereka nggak ada lagi dasar perasaan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1415

    Setelah bel pintu berbunyi, Brielle datang membukakan pintu.Dia menatap putrinya yang pulang sambil melompat-lompat dengan riang, lalu mengalihkan pandangan ke pria yang berada di belakang putrinya.Keinginan untuk mempertanyakan sesuatu kepada Raka kembali dia tekan. Dia khawatir dirinya tidak bisa mengendalikan emosi dan malah kembali bertengkar dengan Raka.Terlebih lagi, malam ini putrinya tampak sangat bahagia.Makan malam yang dimasak Lastri semuanya bercita rasa ringan dan tidak terlalu berminyak.Raka mengajak mereka ke meja makan. Begitu melihat hidangan favoritnya di atas meja, mata Anya langsung berbinar."Ada iga asam manis kesukaanku! Aku mau makan!""Ikut Papa cuci tangan dulu," kata Raka kepada putrinya.Anya langsung menggandeng tangannya dan mengikuti Raka menuju kamar mandi di lantai satu.Brielle berdiri di tempat dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Pikirannya penuh dengan berbagai hal.Lastri yang melihatnya pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Nyo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1414

    Di seberang sana, Smith segera mengangkat telepon. "Halo, Brielle.""Profesor, ada sesuatu yang ingin kutanyakan," kata Brielle dengan sopan sambil berusaha menahan gejolak emosinya."Katakan saja.""Aku ingin tanya, saat aku meneliti leukemia waktu itu, apakah data dan materi yang Profesor berikan merupakan hasil penelitian Profesor sendiri?" tanya Brielle."Eh, soal itu ...." Smith tertegun. Dia tidak langsung menjawab, seolah-olah sedang memikirkan bagaimana harus menjelaskan.Brielle sebenarnya sudah mendapatkan jawabannya. Dia langsung mendesak, "Apakah data yang Profesor berikan saat itu sebenarnya adalah hasil penelitian awal ayahku?""Eh! Brielle, kok kamu bisa tahu?" tanya Smith dengan nada terkejut.Brielle menarik napas dalam-dalam. "Aku menemukan buku catatan lama milik ayahku. Banyak teori di dalamnya sangat mirip dengan materi yang pernah Profesor berikan. Jadi aku ingin tanya, saat Raka pertama kali mendanai laboratorium itu, proyek penelitian awalnya sebenarnya apa? Buk

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1413

    "Jam berapa kita pulang?""Aku sudah pesan restoran untuk makan siang. Kita bisa berangkat sekarang," kata Raka dengan suara rendah.Setelah itu, mereka meninggalkan lapangan golf dan pergi ke sebuah restoran privat dengan suasana yang tenang di dekat sana.Mungkin karena mereka pernah menjadi suami istri, di antara mereka tidak ada banyak kecanggungan maupun rasa sungkan. Bahkan ketika tidak banyak mengobrol, suasananya tetap terasa alami dan santai.Selama makan, Raka juga tidak sengaja membahas topik pribadi. Sebaliknya, Brielle mengajukan beberapa pertanyaan tentang Elliot. Dia ingin mengenal investor itu lebih jauh.Untuk itu, Raka menjelaskan semuanya dengan cukup rinci, sehingga Brielle merasa lebih tenang menerima investasinya tanpa perlu khawatir.Setelah makan siang, Raka tetap mengantar Brielle pulang ke rumah. Meskipun hari ini waktunya memang milik Raka, Brielle sudah mulai merasa lelah."Malam ini keberatan kalau aku mampir ke rumahmu untuk makan malam?" tanya Raka dengan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1412

    Brielle tertegun sejenak, lalu menerima botol air itu dan mulai minum. Setelah latihan barusan, dia mulai merasa olahraga ini tidak semembosankan yang dibayangkan.Mereka berdua berjalan ke area istirahat di dekat sana. Seorang pelayan datang mengantarkan minuman dingin dan sepiring buah potong.Melihat ekspresi Brielle yang tampak lebih santai, Raka berkata dengan santai, "Dari pihak kamar dagang, ada satu kuota untuk mengikuti konferensi pertukaran riset internasional di Negara Madagasa. Acaranya bulan depan.""Temanya berkaitan dengan perkembangan mutakhir di bidang ilmu saraf. Pak Elliot sudah bantu mengajukan berkas pendaftaranmu. Kamu bisa ikut."Brielle memang sedang memperhatikan konferensi itu. Karena itu, saat mendengar bahwa Elliot telah membantu mengajukan kuota untuknya, dia benar-benar terkejut sekaligus senang."Benarkah? Kalau begitu aku harus berterima kasih padanya."Raka mengangkat sudut bibirnya. "Ini cuma karena pihak investor optimis terhadap prospek proyek ini, j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1411

    Brielle mengabaikan pujiannya. "Ayo berangkat."Sepanjang perjalanan, mereka tidak banyak berbicara.Setelah tiba di lapangan golf, suasananya begitu tenang dan asri. Hamparan rumput hijau membentang luas sejauh mata memandang, membuat siapa pun yang menginjaknya merasa segar dan rileks.Brielle pun merasakan hal yang sama. Sudah lama dia tidak melihat padang rumput sehijau ini. Tanpa sadar, suasana hatinya menjadi lebih rileks dan nyaman."Masih ingat gerakan yang diajari Lambert waktu itu?" tanya Raka tiba-tiba.Brielle mengingat kembali kejadian saat bermain golf sebelumnya. Saat itu, Lambert hanya mengajarinya cara memegang stik dan mengayunkannya. Namun sekarang, semuanya sudah terlupakan.Raka menyipitkan mata sambil tersenyum. "Hari ini aku yang akan ajari kamu.""Boleh nggak kalau aku nggak belajar?" tanya Brielle sambil mendongak."Karena sudah datang, kenapa nggak sekalian belajar? Setidaknya biar nggak sia-sia," bujuk Raka.Brielle berpikir sejenak. Karena ini adalah harga y

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 823

    Setelah Raka selesai berbicara, dia berdiri. Tatapan di balik lensa kacamatanya jelas menyiratkan hawa dingin. Meski dipenuhi rasa ingin tahu, para wartawan sama sekali tidak berani melanjutkan pertanyaan.Saat meninggalkan area wawancara, Gavin berkata pelan, "Pak Raka, maaf, tadi aku nggak berhasi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 804

    Devina menyibakkan rambut panjangnya ke belakang dan tersenyum getir. "Jangan salahkan Raka. Akulah yang nggak mau meminta status itu. Aku nggak ingin memberinya beban.""Tapi ini nggak adil untukmu. Kamu sudah bersamanya sepuluh tahun, dia seharusnya memberi kejelasan," kata Jay dengan nada sakit h

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 808

    Saat Anya menoleh ke arah Papanya, tatapan Brielle menyapu dengan dingin.Raka menangkap pandangan Brielle itu. Dia menunduk, mengusap kepala putrinya dengan lembut, lalu berkata dengan suara hangat, "Anya, malam ini Papa masih ada kerjaan.""Tapi ...." Anya mengerucutkan bibir kecilnya."Gimana kal

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 806

    Pria ini sangat pandai membaca hati orang. Dia tahu bahwa Brielle peduli pada Harvis.Brielle menghubungi nomor internal dan memberi tahu Harvis bahwa malam ini mereka akan membahasnya di rumahnya. Harvis pun menyetujuinya.Pukul 5 sore, Brielle lebih dulu menjemput putrinya untuk pulang. Di perjala

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status