FAZER LOGIN“Maksudmu perempuan naif yang nggak punya power? Tentu saja kamu harus menikahi perempuan yang cantik dan naif supaya bisa membuatku cemburu. Tapi kamu salah. Aku nggak akan kalahFerakan terprovokasi lagi. Aku tahu alasanmu menikahinya hanya untuk mngisi kekosongan kuengisi kekosongan. Dia nggak lebih dari wanita yang kebetulan ada di ruangan itu, aku tahu kamu mencintaiku sebesar rasa kecewa kamu padaku dan kamu nggak akan bisa mencintai orang lain karena masih mencintaiku. Kamu mungkin akan selalu mencintaiku. kamu tahu kenapa?”Feris tak menampik hanya menaikkan bahunya, menunggu. “Karena Laki-laki mudah mencampakkan pasangannya, tapi sulit melupakan karena nggak punya waktu untuk mengulang dari nol, apalagi pengusaha muda seperti kamu.”“Itu hanya teorimu saja,” Feris ikut tertawa. Nadanya getir. Dia sepertinya memang tidak cocok untuk tertawa. “Dan Kamu terlalu percaya diri. Aku nggak mencintaimu lagi. Sudah lama tidak. Untuk apa mencintai seorang pengkhianat?” lanjut Feris dat
Miranda mengedikkan dagunya, “Meskipun memiliki banyak mantan kekasih, Feris dikenal berprinsip mensterilkan rumahnya dari kehadiran perempuan. Banyak temannya yang bilang ditambah tak pernah ada yang melihat Feris membawa wanitanya ke rumah, seingatku hanya ada satu wanita yang pernah itupun karena mereka sudah hampir menikah, ah… untuk yang satu itu aku nggak tau namanya.” Pernikahan mereka memang hanya mengundang keluarga inti, tapi selama tiga bulan lebih menjadi istri Feris ia semakin menyadari jika keluarga besar Feris menyembunyikan pernikahannya. Benar seolah Feris sudah mengaturnya seperti ini dan ia hanya perlu mengikuti aturannya, Tapi, “Sebentar, siapa yang menyebarkan gosip ini? Mengajak tinggal bersama di rumah pribadinya? Seolah aku wanita simpanannya?’ “Entahlah, sebenarnya aku terlambat tahu gosip itu, jadi?” pancing Miranda enggan menyerah. “Seperti yang kamu bilang, itu hanya gosip kan? mungkin saja Feris lebih memilih menemui kekasih-kekasihnya di hotel tau tem
“Itu kekasih Feris yang terbaru?” sebuah suara sinis terdengar, rupanya pemilik suara sengaja supaya Neyra mendengarnya.Neyra menoleh dan mendapati segerombolan perempuan-perempuan cantik tengah berbisik-bisik dan menatapnya dengan tatapan benci.Salah seorang perempuan, yang paling cantik dengan gaun hitamnya yang sangat seksi terang-terangan mengamati Neyra dengan pandangan meremehkan dari atas ke bawah,“Aku mendengar Feris mengajaknya tinggal bersama, bayangkan! Nggak ada satupun perempuan yang pernah diajak Feris tinggal bersama.... Kupikir dia perempuan yang sangat cantik! Ternyata dia biasa saja, mungkin Feris sedang mabuk saat membawanya tinggal bersama.”“Aku pikir juga begitu,” perempuan di kelompok itu, yang bergaun merah muda menyahut dengan suara yang tak kalah sinis “Kalian ingat Mehra? padahal mereka terlihat dekat dan kupikir mereka berkencan, sebentar… menurut kalian apa wanita itu orang ketiganya? maksudku mungkin karena wanita itu gampangan jadi Mehra yang wanit
Feris mulai mendesis marah, tangannya meraih gaun biru dongker itu dan melemparnya dengan sembarangan ke arah Neyra yang langsung menangkapnya dan memegang gaun itu dengan hati-hati.Feris memperlakukan gaun semahal dan seindah ini layaknya memperlakukan handuk kotor. Anak orang kaya ini memang sombong! Tanpa sadar ingatan perlakuan Feris pada seseorang, sesuatu yang membuat ia menghindari pria seperti Feris kembali teringat, dorongan untuk menantang Feris amatlah besar, meskipun sisi lain dirinya berteriak untuk tidak menantang Feris lebih jauh besar.Mereka berdua berdiri berhadap-hadapan, udara di antara mereka sangatlah tegang. Senyap dan tanpa suara, hanya dua mata yang saling menatap dan saling menantang.“Ganti gaun itu, Neyra.” kali ini Feris melangkah mendekat, seolah tak sabar.Neyra langsung mundur selangkah lagi menjauhi Feris, jantungnya berdegup kencang, dia mulai merasa takut,“Baiklah, aku akan memakainya, kamu keluar dulu dari sini!” teriaknya marah karena dipaksa
“Perkenalkan ini Ian Jameer. Dia seorang Make Up Artist yang akan mempersiapkanmu untuk nanti malam.” setelah berkata begitu, Feris melangkah mundur, membalikkan tubuhnya dan meninggalkan kamar itu.“Hai, aku Ian dan kamu?”“Aku Neyra, salam kenal.” setengah mati Neyra mengontrol dirinya untuk tidak bereaksi berlebihan. Beberapa kali Ian Jameer muncul di TV sebagai Make Up Artist yang bekerja sama dengan artis terkenal.“Jadi kamu istrinya Feris, ups… jangan salah paham dulu, sebenarnya aku beberapa kali beerj sama dengan Karenina dan teman-temannya. Jadi aku cukup penasaran ketika mereka membicarakan dan jangan salah paham dulu rasanya siapapun istrinya akan dibicarakan selama itu bukan Karenina. yah, kamu mengerti “kan maksudku.” “Ah ya, berkatmu aku nggak akan salah paham, terimakasih.” jawab Neyra diplomatis.“Kamu sebenarnya lebih cantik riasan tipis nona dan agak bold di sekitar mata, dan kamu akan terlihat stunning. Tidak kalah dengan mereka.” Ian bergumam dengan suara gemula
Feris sempat termenung mempertimbangkan. “Jadi, aku harus menceraikan Neyra? Kapan waktu yang tepat menurut mamah?”“Lebih cepat lebih baik, iya kan Tante?” sergah KareninaFeris hanya spontan menatap Karenina sesaat, cukup paham inilah alasan Karenina bersusah payah mendekati ibunya lagi. “Sebagai pebisnis yang baru merintis aku punya reputasi yang harus aku jaga, kalau kalian lupa.”‘iya…ya Mamah juga tahu, Fer. Itu juga yang jadi pertimbangan mamah selama ini. Walau bagaimanapun umur pernikahan kalian baru dua bulan. Tidak bagi untuk reputasimu kedepan, begini saja Mamah akan membicarakan hal ini dengan papahmu dan Wira, sekaligus mengenai harta yang akan kita bagi padanya.”“Mah, tidak perlu sejauh itu, aku hanya bertanya pendapat mamah tentang waktunya bukan hal lain.”“Ya, sama saja kan? Pada akhirnya akan bermuara kesana, dan kamu sudah banyak pekerjaan jadi biarkan mamah membantu kamu, ok!”“Dan itu akan jadi urusanku, sejak awal akulah yang meminta Neyra menikah denganku, dan
"Kamu benar-benar sudah gila, Fer? “Aku nggak habis pikir! Kamu baru aja menikahi mantan sepupumu! Dia bahkan nggak setara dengan kita, Fer!” "Aku tahu apa yang kulakukan, Mehra." Berbanding terbalik dengan ucapan Mehra yang berapi-api, nada suara Feris terdengar begitu santai dan penuh ketenanga
Regas memandangnya dalam ada raut terkejut di wajahnya yang langsung terganti kecewa, khas Regas saat sedang kecewa."Ulurkan tanganmu, Kak! Semua orang memperhatikan kita."Neyra sempat tersentak sebelum menerima lengan adik lelakinya, pandangannya tak lepas dari kedua mata Regas yang menyiratkan
“Halo, Ney! Ini aku… kamu harus ke sini! Regas tiba-tiba mabuk, dia jelas terpukul setelah memastikan pernikahan kalian! Halo….”“Aku tidak mengizinkannya, dan berhenti menghubungi istriku untuk hal tak penting seperti ini,” tutup Feris saat ia mendapati tubuh Neyra yang membeku, menatap ponselnya
"Sebentar, aku-" Neyra hendak melompat dari pangkuan Feris. namun Feris malah menekan pinggang Neyra, mengembalikan posisi wanita itu seperti semula. "Aku tak butuh penolakanmu, Ney," peringat Feris. Neyra menelan ludahnya, "A-aku sedang datang bulan." Feris mengangkat alisnya, menyeringai tipis.







