MasukKinanti Puspita merasa kecewa dengan sikap suaminya serta, Ibu mertua yang suka seenaknya bertindak. Dia sudah tidak tahan lagi mendengar cemoohan, hinaan dari Ibu mertua serta, adik Iparnya. Apalagi, Revan tidak pernah mempercayai dirinya dan selalu salah di mata mereka. Mereka suka bertindak seenaknya karena derajatnya jauh lebih tinggi dari kinnan. Kinan pun suka di ejek wanita tidak tau asa usul keturunannya dan suka menyusahkan mereka. Satu kejadian membuat Kinanti merasa sakit hati oleh suaminya karena telah berselingkuh, apalagi dia telah menghamili wanita itu. Revan meminta agar Kinan mau menerima Ica sebagai istri keduanya. #Akankah Kinan mau menerima Ica sebagai istri kedua? Bagaimana jika mereka tau, kalau sebenarnya Kinanti adalah wanita keturunan ningrat yang ternyata selama ini menyembunyikan indentitasnya? Penasarankan? Yuk, baca ceritanya disini.
Lihat lebih banyakNATHALIE’S POV
-
When I got my passbook from the bank teller, I checked its contents. A bitter smile touched my lips after seeing only eigthy dollars left on my bank account.
After all the important thing I have paid off the debt and I no longer owe monthly payments.
After leaving the bank and since I was already at the mall, I bought a chocolate cake.
“Ma’am, what should I put on the dedication cake?” The person who assisted me at this cake shop asked.
“Happy fourth wedding anniversary,” I answered the woman with a smile.
“Wow! Congratulations, Ma’am.”
“Thank you.”
After buying the cake, I also bought a platter of spaghetti. Joshua, my husband, told me he would be busy and would work overtime, so I wanted to surprise him.
He worked for a multi-billionaire jewelry company, therefore he was often busy and almost slept there.
We need to get better at work to pay off all our debts. I often help him with his works and other work for the company.
My surprises are sure to bring a huge smile to his face. Aside from paid our debt, I can get a promotion tomorrow if my presentation is successful.
I can’t wait to tell all the good news to my husband and this time we can start a family.
Upon arriving at the company, I signed first for the visitor’s lounge.
“Thank you,” I said, thanking the staff for giving me my visitor ID.
I headed straight for the elevator and, with office hours having concluded almost two hours prior, I saw no employees and reached the level where my husband was.
I surveyed surroundings and noticed an absence of people.
I proceeded to Joshua’s table and placed the food. The bag he always brought was still there, so that meant he hadn’t left yet.
“Ooh! Ahh!”
I looked where a woman’s moan came from.
“A-Ahh, baby!”
I walked slowly and tried not to make any noise.
Afraid to even hear my breathing, I hold my breath.
“A-Ahhh!!”
Arriving outside the office where the voice came from, the door opened slightly, allowing a glimpse of the occupant. My husband was visible on the sofa, between my best friend’s legs, both naked and both ejaculating, kissing each other as if they were so hungry for each other.
I couldn’t bear to look at them. They disgusted me.
I’m not certain how I walked with the tenderness I felt. I left that floor and went straight out of this company.
I took the first taxi I had encountered. When I got in, I told the driver my exact address.
How were two important people in my life able to do this to me? My husband is the only man who loved me and Hazel, the only best-friend since we were in middle school.
————
As I entered the house, I cried unceasingly. I filled every corner of the house with my cries.
Never in my dreams would I have thought they would do this to me.
I didn’t realize how many hours I cried and I just noticed my unfaithful husband’s arrival.
I stood up to talk to him thoroughly.
I am uncertain how to address him regarding what I witnessed, how to commence. I don’t want us to end up arguing.
I opened my mouth, but before I could speak, he spoke first, which I stopped.
“Our marriage is no longer valid.”
He took a folder from his bag and placed it on the table.
“Aren’t you going to explain why you cheated on me–”
“I don’t love you.” He sounded sure of every word he uttered.
My jaw was hanging in the air. My brain couldn’t process what he said.
He didn’t love me, he didn’t love me anymore. Those two are different.
He let out a sigh. “I saw what you left on my table, I presume you saw me and–”
My palm flew to his cheek. This was the first time my palm had touched his cheek like this.“You don’t even intend to explain?” I asked in disbelief while holding back tears.
“I don’t love you. What don’t you understand about that?” He asks irritably.
“You don’t love me? We’ve been married for four years. Why did you do this to me now? Of all people, why my best-friend?”
“Your friend can help me get promoted to general manager of the company. Have you got know on the position’s level and the salary it offers? If her mother resigns, they will help be the next general manager of multi-billionaire company.”
Before we got married, we separated for three years — after we graduated from college. He subsequently returned to me and, following our intimate wedding, he joined the company where Hazel is working with Hazel’s assistance and her mother.
Ever since he started working, I’ve been doing almost all of his reports, so it’s like I have two jobs, but all of my salary goes to paying bills and paying off his debt and his parents debt–which we owe because we got married.
“I don’t need your help anymore to do my job,” he said with a smile. “Hazel will help me get a higher position in that company.”
He stayed at his job for a long time because of me, because of my making his works. All this time, he just used me it to last at work.
“I should have given you this last month and told you,” he said without hesitation.
Last month, I stayed up several nights to do his fault reports. After revising several times, it was approved.
I didn’t even receive a thank you from him, thinking he was so busy why he forgot to say at least thank you.
Joshua removed the documents from the folder and handed them to me. “We’ve been divorced for over a month.”
Kinan yang kini berada di dalam kamar, langsung mengambil sebuah koper. Dia tidak sudi lagi harus tinggal bersama suaminya serta, sang mertua yang toxic itu. Dia memilih untuk pergi. Kinan segera mengambil baju miliknya kemudian, di masukan ke dalam koper tersebut. 'Lebih baik aku pergi dari sini, dari pada terus-terusan orang menyakiti aku dan tidak menghargai aku. Mungkin, ini jalan terbaik harus mengakhiri semuanya,' gumam Kinan. Wanita cantik itu mencoba mengikhlaskan apa yang terjadi pada dirinya. Mungkin, ini akan jadi pelajaran buat dirinya agar selalu tidak gegabah memilih pasangan. #Revan kini sudah sampai di rumah. Dia terburu-buru ke dalam karena ingin menemui istrinya. Dia menatap wanita paruh baya yang kini sedang duduk di sofa yang berada di ruang tamu. "Bu, apakah Kinan ada disini?" tanya Revan menatap wanita paruh baya itu. "Ada, dia pergi ke kamar, sih," jawab wanita paruh baya itu. "Oke, makasih, Bu." Saat Revan akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba Bu S
"Kinan, semangat!" ucap Rangga mencoba menyemangati wanita cantik yang baru saja turun dari mobil. Kinan langsung menatap atasannya itu. Lalu, dia tersenyum, "makasih," ucap Kinan. Kinanti pun berpamitan kepada atasannya itu. Dia berterima kasih kepada pria yang telah mengantarkan dirinya pulang. "Aku pamit duluan ya, Pak," ujar Kinan menatap Rangga. "Iya, silahkan," ucap Rangga. Kinanti segera pergi meninggalkan Rangga.Dia segera berjalan masuk ke dalam rumah. Rangga yang melihat punggung Kinanti merasa sangat kasihan. Benar-benar sangat disayangkan, wanita cantik serta sopan menurutnya, sampai di selingkuhi. 'Semoga suatu saat nanti, kamu mendapatkan pendamping hidup yang jauh lebih baik, serta menyayangimu, Kinan,' gumam Rangga. Saat Kinanti sudah masuk ke dalam rumah, Rangga pun segera pergi dari halaman rumah itu. Ketika Kinanti melangkahkan kakinya berjalan menuju ruang tamu, tiba-tiba seorang wanita paruh baya berjalan menghampirinya. "Tumben jam segini baru pul
Kinanti yang kini berada di dalam mobil, terus menangis. Dia merasa sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Sakit, sungguh sakit hatinya melihat seseorang yang sangat dia cintai, kini telah mengkhianatinya. 'Aku benci kamu, Mas! Kamu enggak tau berapa besar pengorbananku agar bisa menikah denganmu? Aku rela pergi dari rumah serta, bertengkar dengan orangtua aku demi kamu. Demi bisa hidup selamanya dengan kamu. Nyatanya, ini balasanmu kepadaku? Sungguh, kau pria brengsek!' gumam Kinanti benar-benar sangat kecewa. Pipinya terus di banjiri oleh air mata. Dia tidak kuasa menahan sakitnya hati yang telah tergores luka yang begitu dalam. Seseorang masuk ke dalam mobil. Dia merasa sangat khawatir kepada Kinanti. "Kamu baik-baik ajakan, Kinan?" tanya Rangga. Pria itu kini langsung duduk di dalam mobil di samping Kinan. "Lihatlah, aku sedang tidak baik-baik saja," ujar Kinanti menatap kesal Rangga. Wanita itu sambil menghapus air matanya yang membasahi pipi. "Maa
"Jangan, Pak. Biarkan ini urusan aku dengan suamiku. maaf, telah membuat Bapak ikut campur dengan kejadian ini," ujar Kinanti. Kinanti merasa tidak enak hati kepada atasannya itu. Mungkin, dia tidak akan memaafkan dirinya karena sesuatu telah terjadi yang membuat bibir atasannya terluka. "Hey, wanita sial! Dengan kehadiranmu membuat semuanya jadi kacau!" sentak Ica menatap tajam Ica. Kinanti tidak menghiraukan perkataan Ica. Dia langsung berjalan menghampiri suaminya. Dia mencoba untuk membantu Revan untuk berdiri. Akan tetapi, Revan langsung menghempaskan tangan istrinya itu. Kinanti hanya menatap sinis suamianya saat melihat dia tidak menolak bantuan Ica untuk berdiri. "Mas, aku ingin bicara denganmu," ucap Kinan. "Mau bicara apa, hah?" ketus Revan. apa hem?" "Aku cuma ingin bilang sama kamu, izinkan lah aku pergi dari hidupmu, jika tidak ada lagi surga untukku! Percuma aku bertahan, jika hatiku selalu kau sakiti. Aku ini manusia punya hati, juga perasaan! Sekali lagi
Kinanti menggaruk lehernya yang tidak gatal. Dia mengigit bibir bawahnya merasa sangat malu karena telah mengebrak meja di depan atasannya. Rangga yang melihat tingkah bawahannya itu hanya menggelengkan kepalanya. "Apa yang terjadi denganmu, Kinan?" tanya Revan. "Anu ... enggak ada apa-apa, kok
"Bagaimana dengan Kinan? Apakah dia mau menerima aku sebagai istrimu?" tanya Ica. Wanita itu jadi patah semangat saat mengingat istri pertamanya Revan. Dia merasa jadi khawatir, Kinan malah berhasil membuat Revan untuk meninggalkan dirinya. Pria yang kini ada di samping Ica langsung memegang tang
"Aku bisa menjelaskannya, Mas," ucap Kinan menatap suaminya."Menjelaskan apalagi? Aku percaya kalau ucapan Ibu itu benar. Jadi katakanlah yang jujur, kalo memang selingkuh 'kan?" tanya Revan."Enggak, Mas, aku enggak selingkuh!" jawab Kinanti.Revan merasa sangat kesal karena Kinanti tidak mau juj
"Hebat, benar-benar, hebat!" sentak Bu Gina sambil melangkahkan kakinya berjalan menghampiri Kinanti.Kinanti merasa terkejut, sekaligus merasa heran karena tiba-tiba mertuanya berkata seperti itu. Kinanti mencoba untuk tetap tenang. Dia tersenyum kepada Ibu Gina, akan tetapi mertuanya malah menata












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan