LOGIN*Warning* Banyak adegan kekerasan fisik dan mental. Harap bijak dalam membaca. Queenza Mikayla Anya. Nama yang indah bukan? Namun, kehidupannya tak seindah namanya. Ia harus bertahan dengan pernikahan yang didasari balas budi. Queenza yang dulu sangat ceria berubah 180 derajat saat ia sudah menikah. Hidupnya kacau dan hari-harinya penuh luka fisik maupun mental! Kehidupannya lebih kacau dan membawanya dalam dilema besar, saat ia yang secara tidak sengaja bermalam dengan kakak iparnya. Namun dari malam panas yang memabukan itu, mulai tumbuh benih-benih cinta diantara Queenza dan sang kakak ipar. Akankah Queenza terus bertahan dalam pernikahan yang menyakitkan ini? Atau ia akan menyerah dan memilih kakak iparnya yang selalu ada disaat ia terpuruk dan kesakitan? Entahlah! Hanya dia dan Tuhan yang tau. Yang penasaran dengan pilihan Queenza. Kuy ikuti terus ceritanya di "Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu). *Happy Reading semua*
View MoreLama Dimas menunggu, sampai akhirnya pintu ruangan itu terbuka dan munculah dokter Manda. Ia pun segera bangkit dari duduknya dan bergegas menghampiri dokter."Dok bagaimana keadaan istri dan anak saya? Mereka berdua selamatkan? Mereka baik-baik saja kan Dok?" tanya Dimas."Sebelumnya saya ucapkan selamat ya Pak, anak Bapak lahir dengan selamat. Namun harus di inkubator karena anak Bapak lahir prematur, dan untuk istri Bapak ...." Dokter Manda menjeda ucapannya lalu menatap sedih Dimas."Istri saya kenapa Dok? Dia baik-baik saja kan?" tanya Dimas dengan panik dan khawatir.Dokter Manda menghela napasnya sebelum ia melanjutkan ucapannya. "Beruntungnya Bu Queenza bisa bertahan dan selamat, hanya saja sekarang dia perlu pengawasan ketat karena tadi beliau sempat pendarahan hebat. Dan kita akan terus memantaunya."Dimas hanya bisa terdiam mendengar ucapan dokter. Tak lama kemudian Queenza pun dipindahkan ke ruang perawatan."Mas," panggil Queenza dengan suara yang sangat lirih saat ia su
Sepanjang perjalanan pulang Dimas hanya diam melamun sembari menatap kosong jalanan yang mereka lewati, dia sengaja memanggil Alvin untuk menjemput mereka karena ia tidak ada tenaga untuk menyetir saking syoknya menerima kabar dari dokter yang menangangi Queenza."Mas," panggil Queenza.Dimas tidak menyahut dan masih diam saja. Ia tersadar dari lamunanya saat Queenza menggenggam erat tangannya. Dan dengan cepat ia pun menoleh ke arah sang istri."Kamu kenapa diam saja dari tadi, Mas? Apa ada seuatu yang menggangu pikiran kamu? Atau aku ada salah sama kamu?" tanya Queenza yang heran melihat Dimas diam saja sedari tadi.Dimas hanya menggelengkan kepalanya, "Pasti sudah terjadi sesuatu ya saat aku pergi tadi?" tanya Queenza lagi yang curiga dengan itu. Karena Dimas diam terus semenjak ia pergi ke toilet.Dimas lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya, ia melepaskan genggaman tangan Queenza dan kembali menatap ke arah jendela.Queenza menghela napasnya dengan panjang. Ia pun tak bertanya l
Dua minggu yang lalu kandungan Queenza genap berusia tujuh bulan. Dan sejak dua minggu yang lalu kondisi Queenza semakin hari semakin lemah. Bahkan untuk berjalan sejauh lima meter saja dirinya tidak mampu.Karena Queenza yang sudah bertekad akan mempertahankan janinnya meski nyawa taruhannya. Demi kebahagiaan Dimas, Queenza akan melakukan apa saja, termasuk jika dirinya harus mengorbankan nyawa demi mempertahankan anak mereka. Dan menahan semua rasa sakit yang ia rasa selama ini.Bagi Queenza, kebahagiaannya adalah melihat Dimas bahagia. Dan kebahagiaan suaminya terletak pada janin di perutnya.Semakin tua usia kandungannya, dokter menyarankan Queenza untuk lebih sering melakukan check up. Untuk memastikan sang ibu dan janinnya baik-baik saja, dokter menyarankan Queenza untuk melakukan check up setiap satu minggu sekali sejak usia kandungannya memasuki lima bulan. Jadi sejak dua bulan yang lalu dirinya hampir setiap minggu datang ke rumah sakitDan untuk menghindari kecurigaan Dimas,
Queenza menatap sang adik dan menggelengkan kepalanya. Ia sangat berharap jika Syifa tidak memberitahukan tentang kondisinya pada Dimas. "Dokter bilang apa? Queenza harus apa?" tanya Dimas, ia sangat penasaran dengan ucapan Syifa yang menggantung. "Harus bed rest, dia gak boleh kelelahan dan gak boleh mengerjakan pekerjaan yang berat, dan Mas juga jangan pernah ninggalin Mbak Queenz sendiri di rumah. Kalau memang tidak ada yang bisa menjaga Mbak Queen, Mas bisa hubungi aku mulai sekarang," ucap Syifa panjang lebar. Ia mengurungkan niatnya untuk memberitahu Dimas saat ia melihat wajah Queenza yang terlihat memohon kepadanya. Tapi, ia akan tetap memberitahu Dimas jika Queenza tak juga memberitahu.Dimas tersenyum pada Syifa."Kamu tenang aja, Mas gak akan biarin Mbak kamu turun dari atas ranjang, dia akan terus istirahat di tempat tidur sampai melahirkan," sahut Dimas.Queenza dan Syifa membelalakan matanya saat mendengar ucapan Dimas."Terus, kalau Mbak Queen gak boleh turun dari ranj
"Syifa?" seru Dimas dengan wajah yang terkejut."Mas Dimas habis ngapain? Kenapa keluar dari kamar mbak Queen?" tanya Syifa."Ah ... itu. Mas habis ...." Dimas bingung harus menjawab apa. Ia lalu melihat Syifa. "Fa, nanti Alvin jemput kita, jadi sekarang lebih baik kamu siap-siap gih. Kit
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Dimas yang terheran saat melihat Queenza yang terdiam. "Sayang kamu lihat apa sih?" Dimas mengikuti arah pandang Queenza. Ia mengerutkan keningnya saat melihat seorang wanita tengah bercengkrama dengan seorang lelaki yang tengah menggendong bayi mungil di tangann
"Mas, lepas ya. Kita kan mau makan, gimana coba kiya makannya kalau posisi kita kayak gini," bujuk Queenza. Ia menvoba bersanar dengan sikap Dimas yang seperti ini."Ya kamu kalau mau makan. Makan aja," balas Dimas."Terus kamu makannya gimana? Susah Mas," ucap Queenza lagi."Aku gak
"Astaga Mbak, bikin kaget aja," ucap Mia saat melihat petugas penginapan yang hendak mengetuk pintu kamarnya."Maaf Bu, saya hanya ingin memastika apa Ibu baik-baik saja? Tadi saya ditugaskan untuk mengecek keadaan Ibu karena permintaan suami Ibu sebelum ia pergi," ucap petugas itu dengan ram






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore