แชร์

BAB 286 : Darah yang Mengucur

ผู้เขียน: Zakia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-08 19:29:06

Di dalam kamar yang riuh oleh pecahan kaca, Saifanny berbalik menatap Bima dengan cemas. Selagi pengawal tadi belum kembali, rasa tidak aman menggelayuti batinnya.

Naluri pertahanan dirinya bergejolak. Saifanny memungut kembali batu besar yang sempat ia jatuhkan, lalu menghantamkannya sekuat tenaga ke arah rantai besi yang menjerat pergelangan kaki Bima.

Brak! Brak!

"Tidak ada gunanya, Saifanny. Rantainya terlalu tebal," kata Bima lemas, suaranya parau dan tanpa daya melihat usaha sia-sia wanit
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 321 : Amarah Dua Generasi

    Adrian melangkah kembali ke arah kendaraannya. Kepalanya menggeleng keras, tak habis pikir dengan obsesi aneh nan mengerikan yang dipelihara Marcus terhadap Saifanny. Ia menghela napas panjang, berusaha keras mengendalikan ekspresi wajahnya agar tidak memancarkan kecemasan yang berlebihan.​Ketika jemarinya hendak menarik knop pintu mobil, tiba-tiba...​Tringgg! Tringgg!​Ponselnya berbunyi nyaring. Terdapat sebuah panggilan masuk yang memecah hening di sekitar bahu jalan.​Adrian menatap layar kaca ponselnya, mendapati nama Sania tertera di sana.​Klik!​"Halo, Bu... Saya dan Syahdan sekarang sedang di jalan menuju rumah Fanny," ucap Adrian langsung, begitu memencet tombol hijau di layar.​Sania berdeham singkat di seberang sana, suaranya terdengar berat dan ragu. "Hmm, lebih baik kalian jangan dulu ke sini. Fanny sedang tidak baik-baik saja. Ibu takut nanti dia memarahi kamu begitu sampai di sini," tutur Sania dengan alis berkerut khawatir.​Adrian mengangguk pelan di balik ponselny

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 320 : Liang Hampa dan Cermin Keheningan

    Suara deru mesin kendaraan-kendaraan milik Marcus perlahan memudar, tenggelam di balik kepungan kabut tebal T-City yang kian pekat.Setelah memastikan rombongan pengawal Manggala benar-benar telah meninggalkan kawasan pemakaman umum, sedan perak yang ditumpangi Ghina meluncur pelan mendekati kavling eksklusif milik keluarga Astaguna."Ayo bergerak cepat sebelum ada penjaga TPU yang lewat," titah Ghina tegas seraya meloloskan sabuk pengamannya terburu-buru.Anggota timnya bergerak presisi. Pria berbadan besar dan pria kurus di balik kemudi dengan sigap membawa peralatan menggali seadanya dari bagasi.Langkah-langkah kaki mereka menapak tergesa menuju kavling makam Dewi Hazel Astaguna yang baru saja ditimbun secara asal oleh anak buah Marcus.Tanah basah yang belum padat itu amat memudahkan kerja mereka. Hantaman sekop dan cangkul bekerja cepat membelah lapisan tanah.Hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh menit, permukaan kayu ek berwarna hitam itu kem

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 319 : Rahasia di Balik Peti Mati

    Deru mesin SUV hitam yang ditumpangi Marcus membelah jalanan utama T-City yang diselimuti kabut tipis sisa hujan subuh.Konvoi tiga kendaraan mewah itu bergerak beriringan membawa barisan pengawal pribadi berbadan tegap.Di dalam kabin yang dingin, jemari Marcus mengetuk-ngetuk sandaran tangan kulit dengan irama tidak teratur.Dadanya dihinggapi kombinasi emosi yang merusak ketenangan: rasa tidak percaya, kepanikan tersembunyi, dan amarah yang meluap.Ejekan Ririn mengenai fakta bahwa Dewi masih hidup terus bergema di telinganya. Jika kenyataan ini sampai tercium oleh Tyas Astaguna, maka seluruh fondasi kekuasaan serta kepemilikan saham yang digenggamnya atas Astaguna Pharmacy akan hancur lebur tanpa sisa."Pak, kita sudah memasuki area TPU Pemakaman Umum T-City," panggil pengemudi pribadinya, memecah hening.Marcus menatap luar jendela dengan pandangan tajam bertabur paranoia."Bawa keluar semua peralatan," perintah Marcus dingin."Baik, Pak," jawab sang sopir seraya menunduk hormat,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 318 : Provokasi dan Badai yang Siap Datang

    Pagi hari di kediaman Manggala terasa begitu dingin dan mencekam. Setiap penghuni bergerak melakukan tugas serta kegiatannya masing-masing dalam keheningan yang kaku.Marcus mengulurkan tangannya, mengambil dan mengecek ponselnya yang terus berdering sejak subuh.Layar kaca ponsel itu memuat laporan mendetail dari mata-matanya. Terdapat sebuah tautan yang mengarah langsung ke laman media sosial galeri ternama.Klik!Marcus menekan tautan tersebut. Dalam sekejap, layar ponselnya menampilkan foto Adrian dan Tyas yang berpose bersama, didampingi oleh putra mereka masing-masing di bawah pendar lampu galeri yang megah.Seketika, senyum licik tersungging lebar dari bibir Marcus."Oh, Adrian... Apa yang sebenarnya kau rencanakan? Sekarang kau mengincar Tyas Astaguna? Apa kau akhirnya berpaling dari Saifanny?" Gumam Marcus parau, melontarkan rentetan pertanyaan yang dipenuhi kalkulasi jahat di dalam benaknya.Marcus melihat potret itu sebagai sebuah peluang emas—peluang besar untuk membuat hu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 317 : DI Balik Kediaman Astaguna

    Malam kian melarut di dalam The Zenith Crystal Hall. Syahdan memeluk erat ukiran bunga mawar mewah berlapis kristal yang telah dibungkus rapi dalam wadah pelindung khusus—karya seni bernilai fantastis yang berhasil dimenangkan oleh Adrian.Lantaran beberapa kali kedapatan menguap dan menggosok matanya yang disergap kantuk, Adrian mengambil keputusan untuk undur diri lebih awal, menyisakan Jovian dan Tyas yang wajib bertahan hingga seluruh rangkaian perhelatan berakhir."Kami pamit dulu, Bu. Saya akan segera menghubungi Bu Tyas untuk kelanjutan rencana kita," tutur Adrian tegas sebelum menuntun langkah putranya masuk ke dalam mobil hitam.Syahdan menyerahkan bungkusan ukiran bernilai tinggi itu pada pangkuan Adrian, lalu menyunggingkan senyum seraya melambaikan tangannya ramah pada Aidan sebagai ucapan perpisahan.Kedua figur ayah dan anak itu pun meluncur meninggalkan galeri, menutup malam dengan perpisahan yang hangat.Rangkaian acara lelang hari itu terbilang sukses besar. Sebagian

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 316 : Pendar Kristal yang Ingin di Dapatkan

    Usai sesi pemotretan singkat bersama fotografer galeri, kerumunan tamu perlahan bergeser menuju area aula lelang utama.Suasana di sekitar pilar marmer kini mendadak lebih tenang, menyisakan pendar cahaya spotlight yang memancar lembut membungkus patung kristal mawar mekar di atasnya.​Syahdan melangkah pelan mendekati pilar itu kembali. Manik matanya tak lepas menatap bias keemasan dan merah dari ukiran kristal yang begitu memikat. Di sisinya, Aidan mengekori sembari memiringkan kepala.​"Kau benar-benar menyukai patung bunga ini, ya?" Tanya Aidan memperhatikan pandangan kaku Syahdan.​Syahdan mengangguk pelan, jemari kecilnya terangkat mengudara—hampir menyentuh permukaan kaca pelindung namun ia tahan."Mama suka sekali bunga mawar... Mama juga punya taman bunga mawar di rumah kami," jawab Syahdan pelan, memori rumah membayang di benaknya.​Aidan tersenyum tipis, memahami ikatan polos itu. "Oh, begitu... Minta saja pada papamu kalau mau patung itu," ucap Aidan sambil menunjuk patung

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status