ホーム / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 286 : Darah yang Mengucur

共有

BAB 286 : Darah yang Mengucur

作者: Zakia
last update 公開日: 2026-08-08 19:29:06

Di dalam kamar yang riuh oleh pecahan kaca, Saifanny berbalik menatap Bima dengan cemas. Selagi pengawal tadi belum kembali, rasa tidak aman menggelayuti batinnya.

Naluri pertahanan dirinya bergejolak. Saifanny memungut kembali batu besar yang sempat ia jatuhkan, lalu menghantamkannya sekuat tenaga ke arah rantai besi yang menjerat pergelangan kaki Bima.

Brak! Brak!

"Tidak ada gunanya, Saifanny. Rantainya terlalu tebal," kata Bima lemas, suaranya parau dan tanpa daya melihat usaha sia-sia wanit
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 419 : Topeng Yang Akhirnya Tanggal

    Sore hari yang tenang di halaman panti jompo. Udara sejuk berhembus lembut, membelai paras Saifanny yang sedang terduduk melamun di atas kursi kayu teras depan.Wanita itu duduk dengan posisi anggun, melemparkan pandangan kosong ke arah deretan tanaman hias yang berjejer rapi di pelataran.Kabar mengenai Ririn yang menderita amnesia sempat menyuntikkan rasa kaget di benaknya. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Saifanny memandang amnesia sebagai sebuah celah puitis—sebuah peluang murni untuk memulai lembaran hidup baru.Jika saja takdir memberinya kesempatan serupa, alangkah indahnya jika ia bisa mengikis tuntas seluruh lilitan trauma dan masalah yang menghimpit jiwanya.​Tap! Tap!​Langkah kaki bersepatu kulit yang berat dan mantap terdengar mengikis hening, melintasi jalan setapak berkerikil. Saifanny mendongakkan kepala, dan seketika itu pula seluruh otot-otot tubuhnya menegang kaku.​Marcus berjalan santai menghampirinya. Di tangan kanannya, pria itu menjinjing s

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 418 : Masa Lalu Seorang Buronan

    Siang menjelang sore yang cerah menyelimuti pelataran panti jompo milik Saifanny. Cahaya matahari menerobos celah-celah rindang pepohonan, membiaskan pendar keemasan di atas kap mobil Bima tatkala pria itu perlahan memarkirkan kendaraannya.​Bima melangkah keluar dari kabin, berdiri sejenak menghirup udara luar seraya menghembuskan napas panjang yang sarat akan beban mental.Setelah menata kembali benteng pertahanan emosinya yang melelahkan, ia mengayunkan langkah mantap menuju pintu depan bangunan tersebut.​Kini, Bima duduk berhadapan dengan Saifanny di ruang kerja wanita itu. Di antara mereka, kepulan asap tipis membumbung dari dua cangkir teh hangat, mengudara lambat di tengah keheningan yang serasa menghimpit.​"Aku ke sini hanya ingin menanyakan beberapa hal soal Ririn," Mulai Bima, memaksakan nada suaranya terdengar setenang mungkin meski gejolak penasaran membakar dadanya.​Saifanny menegakkan posisi duduknya di balik kursi kebesarannya. Sorot matanya berubah serius, menyiratk

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 417 : Rasa Yang Tertinggal

    ​Siang yang menyengat menyelimuti lanskap pencakar langit J-City. Namun, di dalam ruang rapat utama gedung Utama Group, atmosfer terasa begitu dingin dan membeku.Bima dan Adrian duduk berseberangan di meja kayu jati yang luas, dikurung hening yang menekan jiwa.​"Jadi... Ririn benar-benar amnesia?" Tanya Adrian begitu Bima selesai menceritakan secara terperinci seluruh kejadian medis yang disaksikannya pagi tadi.​Bima mengangguk pelan. Dengan perasaan tegang dan berat yang menggelayuti dadanya, jemarinya meraih cangkir kopi hitam yang mengepul tipis di hadapannya, lalu menyesap cairan pahit itu perlahan demi menutupi kecemasan yang bergejolak.​"Awalnya aku memang tidak percaya, tapi dokter itu menjelaskan semuanya dengan sangat rinci. Dan... Ririn memang terlihat teramat berbeda dari dirinya yang biasanya," Kata Bima parau.Hati kecilnya menolak mentah-mentah mengakui realita bahwasanya buronan yang ia buru dengan pertaruhan nyawa itu kini melupakan seluruh rekam jejak kejahatan ya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 416 : Tujuh Belas Tahun

    Satu jam berlalu sejak Dokter meminta untuk berbicara berdua dengan Ririn. Di luar kamar perawatan VIP, koridor rumah sakit terasa kian temaram dan dingin. Lampu-lampu neon memantulkan pendar pucat di atas lantai granit.Bima berdiri bersedekap di dekat jendela kaca besar, menghela nafasnya, lalu melirik sekilas ke arah dua petugas polisi yang bersiap mendengarkan penjelasan resmi dari tim medis.Di samping Bima, Bara bersandar kaku, masih belum sepenuhnya mencerna kejanggalan reaksi Ririn di dalam ruangan tadi.​Ckrek!​Pintu kamar terbuka kembali. Dokter spesialis bedah saraf yang menangani Ririn melangkah keluar.Pria paruh baya berjas putih itu menghela napas berat, membenarkan letak kacamata minusnya sebelum menyapu pandangan ke arah Bima, Bara, dan kedua petugas kepolisian.​"Bagaimana, Dokter? Apa kami sudah bisa meminta keterangan awal dari tersangka?" tanya salah seorang penyidik kepolisian, memecah keheningan dengan intonasi lugas.​Dokter menggelengkan kepala secara perlaha

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 415 : Kebingungan Seorang Buronan

    Sebelum benar-benar mengayunkan langkah masuk ke dalam ruangan itu, Bima menarik napasnya dalam-dalam.Paru-parunya dipenuhi udara dingin disinfektan rumah sakit yang menusuk. Jauh di dalam lubuk hatinya, Bima sebenarnya enggan berada dalam radius berdekatan dengan wanita itu lagi.Pengalaman kelam di masa lalu mengajarkannya satu hal pahit: setiap kali ada orang yang berada dekat dengan Ririn, wanita itu tidak akan ragu melukai siapa pun di sekitarnya tanpa rasa bersalah.​Begitu pintu berderit terbuka dan mereka melangkah masuk, Bima secara refleks mendorong pelan bahu Bara agar berjalan lebih dulu mendekati ranjang perawatan.Sementara itu, Bima memilih bersandar di dekat daun pintu—mengambil jarak aman yang cukup jauh dari ranjang pasien, seolah-olah ruangan itu dipenuhi racun tak kasat mata.​"Bu Ririn..." panggil dokter spesialis bedah saraf itu dengan intonasi pelan dan lembut.​Di atas ranjang, Ririn terlihat duduk meringkuk rapat di atas kasur berseprai putih. Kedua lengannya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 414 : Di Luar Ruangan

    ​Sore hari menyelimuti langit J-City dengan pendar warna jingga keemasan yang redup dan melankolis.Di koridor lantai VIP sebuah rumah sakit rujukan yang dijaga ketat, langkah kaki Bima bergema tenang namun sarat akan ketegangan yang pekat.Pria itu menarik napas panjang, menghembuskannya secara perlahan demi menenangkan batin dan gejolak emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.​Dua orang personel keamanan bentukan Bara yang bersiaga tepat di depan pintu kamar perawatan Ririn seketika menganggukkan kepala memberi hormat tatkala Bima melangkah mendekat.​Bima menghentikan langkahnya, menatap lurus ke arah Bara yang berdiri bersandar pada dinding koridor tak jauh dari ambang pintu. Figur Bara tampak teramat lelah usai mengawal seluruh dinamika penangkapan dan operasi medis darurat sejak pagi hari tadi.​"Bagaimana keadaannya, Bara?" Tanya Bima dengan nada suara yang dipaksakan setenang mungkin, menutupi kecemasan yang membakar.​Bara mengangguk singkat, lalu mengayunkan langkahnya mende

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status