Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 285 : Tembakan di Villa Pesisir

Share

BAB 285 : Tembakan di Villa Pesisir

Author: Zakia
last update publish date: 2026-08-07 22:14:00
Pagi yang diliputi oleh kabut keresahan menyelimuti batin Saifanny. Ia duduk kaku di kursi penumpang dengan jemari yang meremas kencang sabuk pengaman, sementara kendaraan yang ditumpanginya melaju membelah jalanan dengan kecepatan tinggi.

Waktu berlalu tanpa kompromi, hingga roda-roda mobil akhirnya berhenti tepat di depan sebuah bangunan di area pesisir pantai pukul 9 pagi.

Pengawal yang mengemudikan kendaraan melongokkan kepalanya ke luar jendela, dahinya berkerut dalam.

"Sepertinya ada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 427 : Pertemuan Baru dan Skakmat di Lorong Pengadilan

    Siang yang cerah menerangi langit Pengadilan Negeri J-City dengan pendar mentari yang hangat.Setelah persidangan panjang untuk memenjarakan suami iblisnya resmi berakhir, Dewi keluar dari ruang sidang utama itu dengan langkah kaki yang pelan.Di balik hela napas beratnya, beban trauma yang menghimpit dadanya bertahun-tahun seakan terangkat luntur.Ia memejamkan matanya sejenak, meresapi kebebasan yang kini benar-benar menjadi miliknya, lalu bertekad untuk kembali tegar—menjalani terapi pemulihan jiwa dan merajut kembali kehidupannya ke arah yang lebih baik.​Dewi mendongakkan kepalanya perlahan, membiarkan cahaya siang menyapu wajahnya. Namun seketika itu pula, manik matanya melebar luar biasa.Di seberang lorong ruang sidang yang agak lengang, berdiri sosok Mawar, Tyas, dan putri kecilnya—Mabelle—yang sudah lebih dari satu tahun tak pernah ia temui.​Mabelle berdiri kaku di sana dengan sepasang mata bulat yang sudah basah oleh genangan air mata.Putri kecilnya yang dahulu terpisahka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 426 : Persidangan Seorang Iblis

    Suasana Pengadilan Negeri J-City pagi itu begitu mencekat dan riuh oleh kilatan lampu kamera puluhan awak media. Ruang sidang utama dipenuhi oleh riak ketegangan yang membumbung tinggi. Di barisan kursi pengunjung, Saifanny duduk didampingi oleh Adrian yang memeluk erat pundaknya, sementara Syahdan menggenggam erat jemari sang ibu. Di sisi lain ruangan, Bima dan Ghina menatap lurus ke arah kursi pesakitan dengan pendar mata yang dingin nan membatu.​Di atas kursi terdakwa, Marcus duduk bergeming dengan setelan kemeja putihnya. Kendati sisa-sisa memar bekas pukulan Adrian masih membayang samar di wajahnya, pria itu tetap mempertahankan gestur kepalanya yang mendongak sangar. Di dalam benaknya, Marcus masih meyakini bahwasanya koneksi, kekayaan, serta kelihaian tim pengacaranya sanggup menguji celah hukum dan menghindarkannya dari ancaman hukuman maksimal.Brak! Brak! Brak!​Hakim Ketua mengetukkan palu sidangnya tiga kali.​"Sidang perkara pidana kejahatan korporat, penganiayaan berat,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 425 : Ikatan Perjanjian

    ​Tyas terduduk kaku di atas ranjangnya yang dingin. Sebelah tangannya menggenggam sebuah testpack plastik, sementara matanya menatap lurus ke arah dua garis merah tegas bertanda positif dengan pandangan mata yang datar nan hampa. Tak ada binar kebahagiaan, tak ada pula kepanikan yang membuncah. Ia hanya tak menyangka bahwa rahimnya kini kembali terisi. ​Napas panjang lolos dari bibir Tyas. Di dalam benaknya, ia menghitung dengan cermat setiap detik hari yang telah berlalu. Selama sebulan terakhir ini, ia hanya melakukan hubungan intim dengan Jovian seorang. Maka tanpa perlu ragu, sudah dapat dipastikan bahwa benih yang tumbuh di dalam tubuhnya adalah darah daging Jovian. ​Otaknya berputar keras, mengukur setiap probabilitas dan dampak risiko. Batinnya sempat berada di persimpangan jalan: haruskah ia memberitahukan kabar kehamilan ini kepada Jovian? ​Memori masa lalunya mendadak terlintas. Dahulu, tatkala ia mengandung Aidan, ia mendapatkan putranya melalui prosedur donor sperma pr

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 424 : Pengamat Di Balik Layar

    Beberapa hari telah berlalu sejak penyerangan brutal Marcus terhadap Saifanny di panti jompo pecah, namun aura kehancuran yang ditinggalkannya masih terasa pekat di seluruh penjuru J-City.Udara kota seolah dipenuhi oleh atmosfer hening yang mencekat—keheningan sesaat sebelum puing-puing kekuasaan keluarga Manggala benar-benar runtuh tuntas.​Di ruang keluarga kediaman Astaguna yang megah, Tyas mendudukkan dirinya dengan keanggunan yang dingin di atas sofa kulit hitam.Jemari lentiknya yang terawat memutar-mutar cangkir porselen berisi teh herbal yang telah mendingin.Manik matanya menatap lurus ke arah layar televisi datar yang sedang menayangkan warta berita nasional secara berulang-ulang.​“Kasus Penganiayaan dan Kejahatan Korporat Beruntun: Marcus Manggala Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Tanpa Hak Penangguhan.”​Tyas menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman dingin yang sarat akan kepuasan penuh penghinaan.Bagi Tyas, kejatuhan Marcus bukanlah sebuah kejutan, melainkan sebu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 423 : Sandiwara Guru

    Pagi hari yang cerah menerangi langit J-City dengan pendar keemasan, membawa kebahagiaan serta suasana hati yang menyegarkan bagi kebanyakan orang.Namun, kehangatan mentari itu tak sedikit pun menyentuh Bima. Dadanya bergemuruh hebat, dipenuhi kecemasan dan ketegangan yang membatu seraya ia melangkah menyusuri koridor rumah sakit tempat Ririn dirawat.Setiap pijakan kakinya terasa berat, dihantui oleh bayangan trauma penculikan dan dendam yang belum tuntas.​Bima melangkah mendekati area ruang perawatan. Manik matanya menangkap sosok seorang pria berbadan tegap dan kekar yang tengah duduk berjaga di atas kursi tepat di depan pintu ruang rawat Ririn.​"Bara..." Panggil Bima dengan suara bariton yang parau menahan lelah.​Bara menoleh cepat, kilatan kewaspadaan di matanya mereda tatkala mengenali sang klien. Ia lantas menganggukkan kepalanya dengan penuh hormat.​Tanpa aba-aba, Bima mendudukan diri di sebelah Bara.​"Gimana kondisinya?" Tanya Bima dengan intonasi rendah, menanyakan per

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 422 : Luka dan Ketenangan di Dalam Ruangan

    ​Malam hari menyelimuti lanskap rumah sakit J-City dengan keheningan yang dingin. Bima mengayunkan langkahnya menyusuri koridor lantai perawatan dengan hembusan napas yang berulang kali lolos dari bibirnya.Di dalam benaknya, bayangan trauma serta nestapa yang baru saja menimpa Saifanny di panti jompo terus membayangi.Rasa iba dan amarah pada kebiadaban Marcus bergolak hebat, menuntut pembalasan hukum yang tak boleh tertunda lagi.​Pria itu menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kayu berpelat nomor kamar. Tangannya terulur meraih gagang pintu, lalu memutarnya perlahan.​Ckrek!​Pintu kamar rawat inap Ghina terbuka. Di dalam ruangan yang hangat itu, tampak Ghina tengah mendudukkan dirinya di atas ranjang dengan sebuah jeruk yang separuh terkelupas di genggamannya.Di samping tempat tidur, duduk seorang wanita paruh baya berhijab hitam yang tampak anggun, tengah tertawa renyah menikmati percakapan hangat bersama Ghina.​"Ah, maaf... saya mengganggu," Kata Bima merasa canggung, r

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status