แชร์

BAB 41 : Tamparan dan Penyesalan

ผู้เขียน: Zakia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-05 19:55:03

Malam itu, udara terasa menusuk tulang, membawa kedinginan yang selaras dengan ketegangan yang membeku di hati Saifanny.

Di dalam kabin mobil yang sunyi, Syahdan telah menyerah pada rasa lelah; bocah itu tertidur lelap setelah menempuh perjalanan jauh yang penuh drama pelarian.

Adrian, dengan ketenangan seorang pria yang terbiasa mengendalikan situasi darurat, berhasil menemukan hotel lain di pinggiran kota yang letaknya cukup tersembunyi dari radar siapa pun yang mungkin membuntuti mereka.

Adr
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 189 : Komitmen dan Kerinduan

    Di keheningan pelataran parkir malam itu, mulut Nabilla masih sedikit menganga. Gelombang rasa tidak percaya seketika menjalar hebat ke dalam dirinya, berbenturan dengan degup jantung yang kian bertalu cepat usai mendengar pernyataan Indra yang ingin menikahinya. "Kau... serius dengan semua perkataanmu, Dra?" ucap Nabilla gugup, menatap lekat sepasang manik mata pria di hadapannya. Indra mengangguk mantap tanpa ragu sedikit pun. "Apa aku terlihat bercanda sekarang?" balas Indra dengan tatapan serius yang mengunci pandangan Nabilla. Nabilla terdiam membisu. Usia Indra dan dirinya memang berbeda 15 tahun, namun pria itu selalu bisa bersikap dewasa di saat-saat tertentu kepadanya. Nabilla tahu benar, pernyataan Indra barusan bukanlah bualan impulsif, melainkan untaian kalimat yang dilontarkan dengan keseriusan penuh. Perlahan, Nabilla memberanikan diri menatap Indra, mencoba menyusun serpihan keberaniannya yang sempat porak-poranda. "Tolong beri aku waktu untuk berpikir, Dra. Ini.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 188 : Lamaran dan Luka yang Bertaut

    Setelah melihat adegan ayah dan anak yang akhirnya berdamai di bawah siraman cahaya matahari, Indra tersenyum puas. Dadanya didera kehangatan yang asing namun menenangkan. Ia segera memutar kemudi, melajukan mobilnya membelah jalanan kota menuju rumah sakit untuk menemui ibunya. Setengah jam kemudian, ia melangkah menyusuri koridor rumah sakit dengan buket bunga lili putih segar di dalam dekapannya. Begitu daun pintu ruang rawat dibuka perlahan, pemandangan di dalam kamar seketika memicu keterkejutan kecil di benak Indra. Di sana, di samping ranjang, tampak Sarah dan Nabilla yang sedang duduk akrab sembari mengupas kulit buah jeruk. Satu bulan terakhir ini, Nabilla kerap datang mengunjungi Sarah—sekitar dua sampai tiga kali dalam seminggu—seolah agenda tersebut telah bergeser menjadi rutinitas wajibnya. "Selamat datang, Indra," ucap Nabilla ramah, langsung menyunggingkan senyuman begitu menangkap siluet Indra di ambang pintu. Indra melangkah mendekat, lalu mendudukkan diri di k

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 187 : Lingkaran Darah

    Siang itu, di dalam ruang ganti lokasi syuting film yang pengap, Indra baru saja menyelesaikan adegan terakhir untuk proyek film terbarunya. Meskipun bukan didapuk sebagai pemeran utama, namun porsi peran Indra terhitung cukup krusial di dalam jalinan naskah ini. Indra berakting menjadi seorang tokoh antagonis yang manipulatif—sebuah karakter topeng yang ia kuasai dengan sangat baik di sepanjang hidupnya. Cklek! Nabilla melangkah masuk ke dalam ruangan sembari menggenggam ponsel milik pria itu. "Indra, ponselmu sejak tadi terus berbunyi nyaring," ucap Nabilla sembari menyodorkan ponsel tersebut ke arah kekasihnya. Indra sedikit mengerutkan sepasang alisnya saat menangkap rangkaian nama Syahdan yang berkedip-kedip di atas permukaan layar. Di dalam benaknya, mencuat draf tanya mengapa putra kecil Saifanny itu mendadak menghubunginya secara pribadi. Indra segera menggeser tombol hijau demi menjawab panggilan tersebut. "Halo Syahie, ada apa, Jagoan?" jawab Indra seramah biasanya.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 186 : Pernyataan dan Target Investigasi

    Siang itu, sebuah kafe bernuansa taman yang terletak tepat di samping gedung Utama Group dilingkupi riuh rendah suara pengunjung.Di salah satu meja sudut yang agak tenang, Bima duduk dengan laptop yang menyala di hadapannya.Jemarinya bergerak taktis di atas keyboard, menampilkan barisan sandi enkripsi milik Manggala Tech yang selama sebulan ini gagal ia tembus.Ting!Pintu kafe berdenting, memecah fokus Bima. Sosok wanita berkacamata melangkah masuk dengan pembawaan yang teramat ceria.Ririn Parmadita tampil rapi dengan rambut hitam lurusnya yang siang ini diikat rapi membentuk sanggul bun modern.Setelan blus kerjanya tampak semi-formal, namun senyuman ramah yang merekah di bibirnya seketika mengikis kesan kaku khas pegawai kantoran."Hai, Mas Bima! Wah, tepat waktu banget ya, suka deh," sapa Ririn blak-blakan sembari menarik kursi di hadapan Bima tanpa didera rasa canggung sedikit pun.Bima mendongak, buru-buru menutup tab enkripsi rahasianya dan mengubah tampilan layar laptop men

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 185 : Kebenaran Tentang Ayah

    Siang itu, Adrian menghentikan laju mobil mewahnya tepat di depan pelataran rumah Saifanny.Belum sempat mesin kendaraan mati sempurna, Syahdan sudah melangkah keluar dengan terburu-buru.Langkah kakinya lebar dan menghentak konstan, sama sekali tidak menoleh sedikit pun ke arah Adrian yang berada di balik kemudi.Bocah itu merajuk hebat, batinnya didera kebingungan yang teramat sangat akibat pernyataan impulsif Adrian yang mengklaim bahwa dirinya memiliki dua sosok ayah.Adrian yang didera rasa bersalah langsung turun dan mengekori langkah Syahdan dari belakang.Di saat yang bersamaan, Saifanny baru saja kembali dari lahan proyek Komplek Seruni.Begitu menangkap siluet putranya yang berjalan cepat menuju pintu utama, ia otomatis langsung membukakannya.Sepasang mata Saifanny berbinar dengan senyuman cerah yang merekah di bibirnya.Namun, Syahdan hanya menunduk dalam-dalam dengan wajah cemberut pekat. Ia melewati tubuh Saifanny begitu saja, lalu melesat menaiki undakan tangga menuju k

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 184 : Retak Rahasia Anak

    Satu bulan telah berlalu sejak cetak biru arsitektur panti jompo resmi direvisi di meja rapat Utama Group.J-City kini bergerak kian cepat, selaras dengan kesibukan Saifanny yang meningkat drastis.Sebagai ketua yayasan, satu bulan terakhir ini waktunya habis tersedot di lahan proyek, mengawasi mobilisasi alat berat dan instalasi awal pipa vertikal untuk jaringan medis Manggala Tech.Kesibukan fisik yang menguras energi itu memaksa Saifanny mengambil keputusan tegas terhadap aktivitas sehari-hari Syahdan, setelah Adrian melayangkan inisiatifnya satu bulan lalu."Fanny, setelah ini kau pasti akan semakin sibuk memantau perkembangan di lahan proyek. Bagaimana kalau urusan menjemput Syahdan dan mengantarnya pergi les biar aku saja yang melakukannya setiap hari?"Adrian benar-benar membuktikannya. Selama empat minggu terakhir, mobil mewah Adrian-lah yang selalu setia terparkir di depan gerbang sekolah dasar J-City setiap siang, menggantikan posisi Saifanny.Inisiatif itu tidak hanya memot

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status