Share

BAB 50 : Mertua Licik

Penulis: Zakia
last update Tanggal publikasi: 2026-04-12 00:02:31
Sinar matahari sore yang mulai meredup membiaskan cahaya jingga yang panjang di sepanjang koridor rumah sakit, menciptakan bayangan-bayangan yang seolah ikut mengintai di setiap sudut bangunan. Indra melangkah menuju kafetaria dengan perasaan yang campur aduk.

Rasa puas yang dingin setelah menyaksikan kehancuran mental Zain masih membekas di benaknya, namun naluri kewaspadaannya tetap terjaga. Ia membutuhkan secangkir kopi hitam pekat untuk menenangkan sarafnya yang tegang sebelum kembali menja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 396 : Putusnya Hubungan dan Pelarian Sementara

    Sore hari di ruang VIP sebuah kafetaria elit kawasan J-City terasa begitu sunyi dan dingin. Udara berpendingin ruangan berembus pelan, membawa aroma pekat biji kopi pilihan.Andien duduk kaku di atas kursi busa yang empuk dengan secangkir kopi hitam yang mengepul tipis di hadapannya. Raut wajahnya dipaksakan tenang, tetapi topeng ketenangan itu sebenarnya amat rapuh.Di balik ketenangannya yang palsu, gejolak emosi dan kecemasan membakar jiwanya; ia merasa tegang dan diliputi kebingungan mendalam, sama sekali tak tahu harus memulai dari mana untuk mengutarakan niatnya kepada Jovian—pria yang telah menjalin hubungan asmara dengannya selama beberapa bulan terakhir.​"Andien..." Panggil Jovian lembut, memecah hening yang merayap.Matanya yang tajam menatap khawatir pada Andien yang terus-menerus terdiam menatap cangkir kopinya tanpa menyentuhnya sedikit pun.​Andien mendongak pelan. Manik matanya bertemu dengan pandangan hangat Jovian, memancarkan sorot beban emosional yang teramat berat

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 395 : Di Balik Panggilan

    Siang hari di sebuah restoran bintang lima kawasan elit J-City memancarkan suasana yang sangat eksklusif.Tyas dan putranya, Aidan, tengah menikmati makan siang dalam keheningan yang damai. Hanya suara dentingan halus dari sendok dan garpu yang berbenturan dengan piring porselen tebal yang terdengar mengisi area privat tempat mereka duduk.​Begitu suapan terakhir usai dipindahkan, Tyas merengkuh gelas air mineral kristal miliknya, lalu menyesap isinya secara perlahan demi menetralisasi rasa.​Tringgg! Tringgg!​Dering nyaring dari ponsel milik Tyas mendadak memecah atmosfer tenang di area meja tersebut. Suara itu berulang kali menuntut perhatian.Tyas mengulurkan tangannya menggapai perangkat seluler itu. Di layar yang menyala, tertera sebuah nama yang tak biasa—sosok yang teramat jarang menghubungi dirinya jika bukan karena kebutuhan mendesak.​Tyas menghela napas pendek, meredam keterkejutan dingin yang menyelinap. Jemarinya menggeser tombol hijau pada layar.​"Halo..." Jawab Tyas b

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 394 : Pengakuan di Balik Hening

    Udara di dalam kamar rawat inap tempat Ghina terbaring terasa sejuk, dilingkupi aroma khas antiseptik yang bercampur samar dengan keharuman manis buah jeruk yang baru dikupas.Di samping ranjang, Bima duduk di atas kursi besi berlapis busa. Jemarinya yang tangkas dengan cekatan mengupas sebuah jeruk, mengelupas serat-serat putihnya dengan ketenangan yang dipaksakan untuk menutupi riak kecemasan di dalam dadanya.​Sementara itu, Ghina terduduk bersandar pada headboard ranjang rumah sakit. Lehernya masih diperban rapi, menutupi bekas luka traumatis yang hampir merenggut nyawanya. Tangannya bergerak lincah menari di atas layar sentuh ponsel pintar miliknya.Sejak insiden penyerangan tragis oleh Ririn, dokter melarang keras Ghina untuk menggunakan pita suaranya terlebih dahulu demi mempercepat proses pemulihan cedera di area lehernya.​Perlahan, Ghina menghentikan jemarinya dan melirik Bima dari sudut mata. Ada kehangatan sekaligus rasa tidak enak hati yang membuncah di dalam benaknya.Ia

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 393 : Dinding Rumah Penuh Ketegangan

    Pagi hari menyapa kediaman Saifanny dengan nuansa yang asing dan muram. Di atas sana, langit sebenarnya memancarkan cahaya cerah yang menembus celah-celah awan, tetapi secara tiba-tiba tetesan hujan deras turun membasahi pekarangan.Suasana kontras antara sinar matahari dan gemericik air hujan itu seolah mencerminkan kekacauan emosional yang tengah mengintai di balik dinding rumah tersebut.​Adrian menghentikan sedan mewahnya tepat di depan gerbang kediaman Saifanny. Ia sudah mengetahui dengan pasti bahwa wanita itu telah kembali dari perjalanannya.Informasi tersebut didapatnya dari anak buah Ghina dan guru Syahdan yang mengabarkan bahwa putranya sudah kembali masuk sekolah pagi ini.​Adrian menghela napas pendek, meredam debar ketegangan yang merayapi dadanya. Tangannya terulur menggapai knop pintu mobil, memutar dan membukanya dengan gerakan tertahan.Ia melangkah pelan menembus pekarangan yang basah oleh sisa air hujan, mengusung ekspresi wajah yang diselimuti keseriusan dingin—se

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 392 : Alibi dan Celah Hukum

    ​Lampu neon di ruang interogasi Markas Kepolisian Daerah J-City memancarkan cahaya putih dingin yang menyengat mata. Udara di dalam ruangan berdinding kedap suara itu terasa pekat, dilingkupi aroma pahit kopi hitam yang sudah dingin serta ketegangan psikologis yang kian membumbung tinggi. Setiap detak jarum jam dinding seolah menekan dada siapa pun yang berada di dalam ruangan tersebut. ​Marcus duduk menyandarkan punggungnya di atas kursi besi yang dingin dan keras. Meskipun setelan jas mahal yang dikenakannya tampak sedikit kusut akibat pemeriksaan maraton sejak sore tadi, raut wajahnya tetap dipaksakan tenang. Tatapan matanya dingin dan tertutup, membentengi gelombang kejengkelan serta kepanikan internal yang membakar benaknya. Marcus memilih bersikap angkuh, melipat sepasang tangannya di dada tanpa niat sedikit pun untuk meloloskan kata dari bibirnya. ​Di seberang meja kayu tebal, Kompol Hendra melipat kedua tangannya di atas tumpukan berkas perkara. Matanya sembap dan kemera

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 391 : Bayang Masa Lalu yang Sama

    Malam perlahan-lahan merayap turun menyelimuti kediaman Astaguna yang berdiri megah dan terisolasi.Di dalam rumah besar itu, para pelayan sibuk melangkah tanpa suara, menarik tirai-tirai beludru tebal untuk menghalau dinginnya malam dan merapikan ruang makan demi menyiapkan jamuan malam.​Namun, kesibukan rutin yang teratur dari para pekerja itu sama sekali tak menyentuh ataupun mengusik aktivitas sensual yang tengah membakar udara di dalam kamar pribadi Tyas Astaguna.​"Ahh... Ahh..."​Desah Tyas berhamburan secara konstan di tengah keheningan kamar yang remang. Wanita itu duduk menindih tubuh seorang pria tampan yang terbaring pasrah di bawahnya, menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang teratur dan penuh kendali.Kedua telapak tangannya bertumpu kokoh pada dada bidang pria itu, menegaskan bahwa dirinya adalah pemegang kendali penuh atas dinamika kekuasaan dan gairah di atas ranjang tersebut.​Sang pria tak tinggal diam menerima dominasi itu. Jemari tangan

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status