หน้าหลัก / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 51 : Benteng Kaca Indah yang Mengurung

แชร์

BAB 51 : Benteng Kaca Indah yang Mengurung

ผู้เขียน: Zakia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-12 20:33:56

Perjalanan sunyi itu memakan waktu hampir dua jam sebelum akhirnya mobil yang membawa mereka tiba di depan sebuah bangunan yang tampak kontras dengan hutan hijau di sekelilingnya.

Villa milik Adrian berdiri angkuh dengan balutan warna putih krem dan desain atap datar yang modern.

Bangunan itu dikelilingi oleh pagar tinggi berwarna putih bersih dengan gerbang kayu cokelat yang kokoh.

Dari luar, tempat ini terasa asri namun sangat tertutup; sebuah benteng privasi yang dirancang agar bagian dalamn
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 429 : Pernyataan di Ambang Senja

    Siang menjelang sore, mobil Bima merayap pelan memasuki area parkir basement gedung Utama Group.Begitu mesin dimatikan, Bima terdiam kaku di balik kemudi. Selama beberapa detik, ia hanya duduk mematung dengan pikiran yang berkecamuk hebat.Ririn sama sekali tidak menderita amnesia; wanita itu telah memperdayanya dengan akting busuk yang rapi. Seharusnya ia menyadari sejak awal bahwa Ririn adalah orang bermuka dua yang teramat pintar bersandiwara.​Sementara itu di kursi penumpang depan, Ghina melirik ke arah Bima dengan raut wajah yang diselimuti kekhawatiran.Ia terlalu takut untuk sekadar menegur, bahkan tak berani melayangkan sentuhan lembut di bahu pria itu seperti yang ia lakukan di rumah sakit sebelumnya.​"Aku mau bertemu Adrian sebentar. Kamu mau nunggu di mana? Di kantin?" Ucap Bima tiba-tiba, memecah keheningan kabin.​Ghina langsung mengerjap, lalu tersenyum tipis. "Aku mau ikut ke kantor, Pak. Udah lama gak ketemu temen-temen," Kata Ghina riang,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 428 : Penjabaran Dosa dari Korban

    ​Siang itu, koridor rumah sakit terasa begitu membekukan, diliputi oleh bau cairan antiseptik yang tajam. Bima dan Ghina berdiri mematung tepat di depan daun pintu ruang rawat Ririn. Dari balik celah pintu yang tertutup rapat, terdengar gelak tawa Ririn dan Nisa yang meledak riang, menghantam kesadaran Ghina dengan rasa ironi yang amat menyengat. ​Bima menoleh perlahan, menatap Ghina yang berdiri menegang di sampingnya. "Kamu yakin pengen ketemu sama dia? Bagaimanapun, dia itu orang yang pernah nyayat leher kamu," Tanya Bima dengan suara pelan yang dibalut kecemasan mendalam. ​Ghina mengangguk pelan, jemari tangannya terulur menyentuh bekas luka jahitan yang menimbul di leher kirinya—sebuah jejak trauma fisik yang tak pernah benar-benar sirna. "Dia mungkin masih amnesia, Pak. Tapi aku cuma pengen melampiaskan semua amarahku," Ucap Ghina dengan nada suara yang bergetar menahan gejolak benci di dadanya. ​Melihat penderitaan batin wanita di hadapannya, Bima mengulurkan tangann

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 427 : Pertemuan Haru dan Skakmat di Lorong Pengadilan

    Siang yang cerah menerangi langit Pengadilan Negeri J-City dengan pendar mentari yang hangat. Setelah persidangan panjang untuk memenjarakan suami iblisnya resmi berakhir, Dewi keluar dari ruang sidang utama itu dengan langkah kaki yang pelan. Di balik hela napas beratnya, beban trauma yang menghimpit dadanya bertahun-tahun seakan terangkat luntur. Ia memejamkan matanya sejenak, meresapi kebebasan yang kini benar-benar menjadi miliknya, lalu bertekad untuk kembali tegar—menjalani terapi pemulihan jiwa dan merajut kembali kehidupannya ke arah yang lebih baik. ​Dewi mendongakkan kepalanya perlahan, membiarkan cahaya siang menyapu wajahnya. Namun seketika itu pula, manik matanya melebar luar biasa. Di seberang lorong ruang sidang yang agak lengang, berdiri sosok Mawar, Tyas, dan putri kecilnya—Mabelle—yang sudah lebih dari satu tahun tak pernah ia temui. ​Mabelle berdiri kaku di sana dengan sepasang mata bulat yang sudah basah oleh genangan air mata. Putri kecilnya yang dahu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 426 : Persidangan Bos Terakhir

    Suasana Pengadilan Negeri J-City pagi itu begitu mencekat dan riuh oleh kilatan lampu kamera puluhan awak media. Ruang sidang utama dipenuhi oleh riak ketegangan yang membumbung tinggi, menciptakan atmosfer berat yang menekan dada siapa pun di dalamnya. Di barisan kursi pengunjung, Saifanny duduk bersandar dengan tubuh bergetar halus. Ia didampingi oleh Adrian yang merengkuh rapat pundaknya—menjadi perisai kokoh yang menyalurkan kehangatan serta rasa aman—sementara Syahdan menggenggam erat jemari sang ibu dengan tatapan matanya yang polos namun dipenuhi kecemasan. Di sisi lain ruangan, Bima dan Ghina menatap lurus ke arah kursi pesakitan dengan pendar mata yang dingin nan membatu, menuntut keadilan mutlak atas segala trauma yang pernah torehkan oleh sang terdakwa. ​Di atas kursi terdakwa, Marcus duduk bergeming dengan setelan kemeja putihnya yang kaku. Kendati sisa-sisa memar bekas keperkasaan pukulan Adrian masih membayang samar di wajahnya, pria itu tetap mempertahankan gestu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 425 : Ikatan Perjanjian

    ​Tyas terduduk kaku di atas ranjangnya yang dingin. Sebelah tangannya menggenggam sebuah testpack plastik, sementara matanya menatap lurus ke arah dua garis merah tegas bertanda positif dengan pandangan mata yang datar nan hampa. Tak ada binar kebahagiaan, tak ada pula kepanikan yang membuncah. Ia hanya tak menyangka bahwa rahimnya kini kembali terisi. ​Napas panjang lolos dari bibir Tyas. Di dalam benaknya, ia menghitung dengan cermat setiap detik hari yang telah berlalu. Selama sebulan terakhir ini, ia hanya melakukan hubungan intim dengan Jovian seorang. Maka tanpa perlu ragu, sudah dapat dipastikan bahwa benih yang tumbuh di dalam tubuhnya adalah darah daging Jovian. ​Otaknya berputar keras, mengukur setiap probabilitas dan dampak risiko. Batinnya sempat berada di persimpangan jalan: haruskah ia memberitahukan kabar kehamilan ini kepada Jovian? ​Memori masa lalunya mendadak terlintas. Dahulu, tatkala ia mengandung Aidan, ia mendapatkan putranya melalui prosedur donor sperma pr

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 424 : Pengamat Di Balik Layar

    Beberapa hari telah berlalu sejak penyerangan brutal Marcus terhadap Saifanny di panti jompo pecah, namun aura kehancuran yang ditinggalkannya masih terasa pekat di seluruh penjuru J-City.Udara kota seolah dipenuhi oleh atmosfer hening yang mencekat—keheningan sesaat sebelum puing-puing kekuasaan keluarga Manggala benar-benar runtuh tuntas.​Di ruang keluarga kediaman Astaguna yang megah, Tyas mendudukkan dirinya dengan keanggunan yang dingin di atas sofa kulit hitam.Jemari lentiknya yang terawat memutar-mutar cangkir porselen berisi teh herbal yang telah mendingin.Manik matanya menatap lurus ke arah layar televisi datar yang sedang menayangkan warta berita nasional secara berulang-ulang.​“Kasus Penganiayaan dan Kejahatan Korporat Beruntun: Marcus Manggala Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Tanpa Hak Penangguhan.”​Tyas menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman dingin yang sarat akan kepuasan penuh penghinaan.Bagi Tyas, kejatuhan Marcus bukanlah sebuah kejutan, melainkan sebu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status