Home / Rumah Tangga / Ceraikan Aku, Mas! / 20 - Manisnya Raka

Share

20 - Manisnya Raka

Author: Siez
last update publish date: 2026-06-27 12:07:17

Hari-hari Keyna setelah pertemuan di Kafe Kamu tidak lagi sama. Di rumah, Bu Ratna semakin menjadi mandor. 

“Keyna, itu kerupuk jangan dimakan. Nanti tensimu naik.”  

“Keyna, jangan duduk silang kaki. Nanti anaknya sungsang.”  

“Keyna, bangun. Sudah siang. Ibu hamil itu harus jemur badan. Nanti anaknya kuning.”

Setiap kalimat Bu Ratna seperti setrika panas yang menempel di telinga Keyna. Keyna begah. Napas pun rasanya harus izin. 

Satu-satu

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ceraikan Aku, Mas!   23 - Boleh Aku Pinjam Uang, Key?

    Raka menggeleng pelan. Ia menutup laptopnya, seolah tidak ingin Keyna melihat angka-angka tersebut. Ia mencoba tersenyum, tetapi hasilnya hanya senyum pahit. “Bukan sakit, Key. Aku cuma... lagi banyak pikiran. Duduk dulu. Debay gimana?”Raka mencoba menenangkan pikirannya di hadapan Keyna.Keyna mengelus perutnya yang mulai membesar. “Debay sehat. Nendang terus dari tadi. Mungkin dia tahu mau ketemu Papa Raka.”Biasanya kalimat itu akan membuat Raka tertawa dan langsung berlutut untuk menyapa perut Keyna. Namun kali ini Raka hanya mengangguk. Ia menuangkan air putih ke gelas, tangannya sedikit bergetar. Tak ada ekspresi padahal Keyna sudah menyebutnya Papa Raka. Aneh bukan?Keyna tidak tahan melihatnya. Ia menggenggam tangan Raka. “Ka, cerita. Ada apa? Kamu beda. Kamu nggak pernah kayak gini di depanku. Ceritakan saja masalahmu, mungkin aku bisa bantu.”Keyna terlihat sangat tulus ingin membantu kesulitan yang dihadapi oleh Raka. Walaupun ia

  • Ceraikan Aku, Mas!   22 - Hemat Demi Anak?

    “Mas, kamu kapan pulang? Bisa tidak satu malam saja ke Jakarta?” tukas Keyna agak manja kepada Bara di telepon.Dari seberang, terdengar helaan napas Bara. Nada suaranya datar, terukur, seperti sedang menghitung rugi laba. “Sayang, Aku tidak bisa bolak-balik Semarang ke Jakarta dan sebaliknya. Tiket pesawat pulang-pergi tiga juta rupiah. Sayang uangnya. Lebih baik dana tersebut aku alihkan untuk membeli susu, vitamin, dan kebutuhan kamu serta bayi kita nanti. Aku di sini juga bekerja, bukan berlibur. Jadi, aku mohon pengertian kamu. Nanti setelah selesai proyek. Kan kamu juga yang senang.”Bara melanjutkan penjelasannya. Proyek memang berjalan lancar, tetapi pencairan dana dari pemilik proyek baru mencapai sepuluh persen. Kondisi keuangan perusahaan sedang ketat. “Aku harus hemat sekali, Sayang. Ini semua demi masa depan anak kita. Aku harus rajin mencari uang sekaligus mengencangkan ikat pinggang. Kamu mengerti, kan? Yang penting transferanku

  • Ceraikan Aku, Mas!   21 - Papa Raka

    Keyna menggeleng, senyum. “Tidak. Dia nendang. Aktif sekali hari ini. Mungkin dia dengar suara kamu.” Raka diam. Matanya berkaca-kaca. “Boleh... boleh aku denger?” Keyna ragu. Tapi di rumah, Bara bahkan tidak pernah menempelkan telinga ke perutnya. Bara hanya telepon, “Gimana debaynya? Sehat? Sudah. Titip Mama.” Bara sibuk dengan proyeknya yang besar itu. Teleponnya singkat. Chat-nya setelah malam tidak pernah dibalas karena ponsel Keyna sudah di laci Bu Ratna. Tapi Bara tidak protes. Mungkin dia tidak sadar. Yang penting bagi Bara, transferan lancar. Keyna tidak kekurangan uang. Titik. Keyna tidak lagi pusing dengan Bara. Keyna tidak peduli Bara sibuk atau tidak. Anehnya, justru saat Keyna tidak peduli, hidupnya terasa lebih ringan. Dan sekarang, di apartemen kecil ini, ada laki-laki yang bertanya, “Boleh aku denger?” dengan suara gemetar. Keyna mengangguk pelan. “Boleh.” Raka mendekat. Sangat hati-hati. Dia berlutut di depan Keyna. Tidak menyen

  • Ceraikan Aku, Mas!   20 - Manisnya Raka

    Hari-hari Keyna setelah pertemuan di Kafe Kamu tidak lagi sama. Di rumah, Bu Ratna semakin menjadi mandor.“Keyna, itu kerupuk jangan dimakan. Nanti tensimu naik.” “Keyna, jangan duduk silang kaki. Nanti anaknya sungsang.” “Keyna, bangun. Sudah siang. Ibu hamil itu harus jemur badan. Nanti anaknya kuning.”Setiap kalimat Bu Ratna seperti setrika panas yang menempel di telinga Keyna. Keyna begah. Napas pun rasanya harus izin.Satu-satunya udara segar adalah laptop Bara. Setiap sore, setelah ponselnya mati dan masuk laci Bu Ratna, Keyna membuka WA Web. Di sana, ada nama yang tidak pernah Keyna blokir lama-lama: Raka.Pesan dari Raka selalu sama. Tidak menuntut. Tidak mendesak. *Gimana hari kamu, Key? Masih disuruh-suruh? Kalau capek, cerita saja. Aku dengerin.* *Kamu sudah makan? Jangan telat. Kasihan debaynya.* *Aku lihat toko bayi lucu di pinggir jalan. Kalau kamu ma

  • Ceraikan Aku, Mas!   19 - Apakah Kamu Rindu Aku?

    “Ternyata kamu kirim voice note ke Ranita larut malam, bilang kamu merasa seperti di penjara.” lanjut Raka menjelaskan.Keyna terkejut. Ranita benar-benar cerita semua tentang kehidupan rumah tangganya bersama Bara.“Dia memang tidak bisa jaga mulut.” umpat Keyna kesal.“Bukan. Dia sayang sama kamu. Aku juga. Aku sayang kamu, Key. Sekarang... aku masih peduli. Cerita, Key. Anggap aku buku harian. Sebentar saja. Setelah itu aku menghilang lagi. Janji.”Entah kenapa, Keyna bisa mencurahkan semua isi hatinya kepada Raka.Dari Bara yang cuma bilang 'dengar kata Mama'. Mama mertuanya yang mengatur napasnya sambil nonton drakor. Takut salah. Takut tidak dianggap. Merasa sendirian padahal hamil. Keyna menangis, tapi tidak bersuara. Air mata jatuh ke dress sage.Raka tidak menyentuh Keyna, dia hanya bisa mendengarkan semua keluhan Keyna. Dia hanya menggeser tisu ke arah Keyna. Setelah Keyna diam, Raka berdir

  • Ceraikan Aku, Mas!   18 - Mantan Keyna

    “Untuk apa kamu bawa-bawa nama orang itu, Ta?” ketik Keyna cepat. “Aku sudah menikah. Suamiku Bara Adhitama. Jangan aneh-aneh.”Ranita membalas, “Lah, aku cuma menyampaikan. Dia juga tidak minta balikan. Cuma mau minta maaf. Katanya sebentar saja. Di Kafe Kamu, tempat kalian jadian dulu. Sudah, aku tidur. Pikir saja. Daripada kamu stres, kasihan bayinya. Mertuamu cerewet begitu, bisa-bisa kamu kontraksi.”Keyna menutup laptop. Dia mengelus perutnya. “Nak... kamu dengar tidak? Tante Ranita jahat, ya? Ngadu-ngadu masalah mama.”Tapi nama Raka terngiang. Raka yang dulu selalu bilang, “Kamu itu ratu, Key. Jangan menunduk.” Berbeda dengan Bara yang sekarang cuma bilang, “Dengar kata Mama.”Berbeda dengan Bu Ratna yang setiap hari bilang, “Keyna, itu kerupuk jangan dimakan! Di drakor, ibu hamil makan kerupuk, tensi langsung naik!”Esoknya, pesan masuk. Nomor tidak dikenal. Foto profil: siluet laki-laki di atas gedung.No Name : Key, ini

  • Ceraikan Aku, Mas!   3 - Bukan Rumahku Lagi

    Mobil Azalea berhenti di depan pagar rumah yang selama tiga tahun dia sebut sebagai “rumah tangga”. Rumah dua lantai bercat putih gading dengan taman kecil di halaman depan. Dulu, Azalea yang merawat setiap sudut rumah itu dengan tangannya sendiri. Dia yang memilih warna gorden. Dia yang menata fot

  • Ceraikan Aku, Mas!   2 - Talak Pertama

    Bara tidak menjawab. Ia membuang muka, menatap ke arah lain. Rahangnya mengeras.Yang menjawab justru suara lain dari belakang rombongan. Suara yang lebih melengking, lebih tua, dan lebih menyakitkan dari apa pun."Ngapain kamu ke sini, Azalea? Mau bikin malu keluarga kami, ya?"Bu Ratna. Ibu mertu

  • Ceraikan Aku, Mas!   1 - Ijab Kabul

    Jam pada telepon genggam Azalea Maharani menunjukkan pukul 14.27 WIB ketika pesan itu masuk. Sebuah pesan dari nomor tidak dikenal, tanpa nama kontak, hanya deretan angka asing yang tiba-tiba mengusik ketenangannya.*Mbak Azalea, maaf mengganggu. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa saat ini suami Mb

  • Ceraikan Aku, Mas!   6 - Fitnah Bu Ratna

    "Jangan memutarbalikkan kata-kata!" Bara setengah berteriak. "Intinya kamu itu tidak bersyukur! Kamu diberi suami mapan, mertua peduli, kamu malah meminta cerai! Sekarang rasakan! Hidup susah! Makan saja harus menumbuk sendiri!""Aku bersyukur, Mas." Azalea tersenyum. "Aku sangat bersyukur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status