Share

BAB 5

Author: Ede Thaurus
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-25 11:22:36

Hari itu, hampir empat tahun yang lalu. Aku merayakan kelulusanku dari fakultas seni rupa bersama teman-temanku satu jurusan. Kami semua ingin menikmati kebebasan kami dari kampus dan sengaja menyewa sebuah villa untuk berpesta dengan bebas.

Untuk membuatnya lebih seru, kami juga mengundang para mahasiswa dari jurusan lain dan entah bagaimana Alex juga hadir disana. 

Malam itu, untuk pertama kalinya aku menegak alkohol dan terbawa suasana. Tentu saja aku mengincar pria tertampan disana, yaitu Alex. Banyak mahasiswa yang juga mengincarnya, tapi entah kenapa Alex memilihku.

Belakangan dia mengaku, kalau sebenarnya dia langsung jatuh cinta padaku saat melihatku pertama kalinya malam itu.

Kami berdua naik ke kamar, tadinya kami hanya ingin mencari tempat yang tenang untuk berbicara. Tapi pengaruh alkohol dan suasana yang mendukung membuat kami melakukan hubungan yang seharusnya tidak kami lakukan.

Setelah malam itu kami tidak pernah bertemu lagi, sampai 2 bulan kemudian aku menyadari kalau aku hamil. Kedua orangtuaku tentu saja sangat marah, bahkan ibu memaksaku untuk menggugurkan kandunganku.

Keadaan keluarga kami tidak terlalu baik. Ayahku hanya pegawai rendahan di kantor pos, sementara ibuku tinggal di rumah mengurus nenekku yang menderita demensia parah.

Aku bisa kuliah karena mendapat beasiswa penuh dari kampus, dan aku adalah satu-satunya harapan mereka agar bisa hidup tenang di hari tuanya.

Hamil setelah melakukan hubungan intim satu kali sama sekali tidak ada dalam rencana hidupku, tapi menggugurkan bayi yang sedang tumbuh dalam rahimku lebih terasa salah. 

Akhirnya aku mencari Alex dan mengatakan semuanya. Hal yang tidak pernah aku duga adalah reaksi Alex. Dia tidak marah, menyesal atau bahkan mengingkari kehamilanku. Sebaliknya dia langsung memelukku dengan erat.

"Kalau begitu kita harus menikah secepatnya!" bisiknya yang terdengar seperti musik yang sangat indah di telingaku.

Kami segera menikah tanpa pesta atau perayaan apapun. Aku bahkan tidak memberitahu para sahabatku tentang pernikahan kami. Aku hanya ingin hidup bersama Alex dan membesarkan anak kami dengan penuh cinta.

Melihat keadaan keluarga Alex yang cukup berada, orangtuaku juga berubah menjadi pendukung kami. Bagaimana mereka tidak bahagia, ayah Alex memberikan mahar sebuah mobil untuk ayahku dan memberikan rumah yang kami tempati sekarang ini sebagai kado pernikahan.

Semua tampak luar biasa dan sempurna. Ibu Alex sering mengirimiku uang untuk keperluan kami sehari-hari, karena tahu gaji Alex tidak terlalu besar. Dia juga sering mengajakku berbelanja dan memperlakukanku dengan sangat baik.

Hingga suatu hari, kira-kira sebulan setelah Gerald lahir. Ayah mertuaku divonis menderita kanker hati stadium 3. Dunia kami runtuh. Segala hal dilakukan untuk pengobatan ayah mertuaku, dan membutuhkan uang yang  tidak sedikit jumlahnya. Tentu saja hal itu membuat aku dan Alex terpaksa mulai berdiri di atas kaki kami sendiri.

Keluarga Alex tidak bisa menyokong ekonomi kami lagi. Sejak saat itulah aku sadar, bahwa rasa pernikahan itu bukan hanya manis, tapi juga pahit.

***

"Ternyata kau seorang laki-laki brengsek!" makiku sambil melempar bantal sofa yang ada di sampingku.

"Ya! Aku memang brengsek! Dan kau memutuskan untuk hamil, menikah dan hidup bersama laki-laki brengsek ini!" balas Alex tidak kalah keras.

Ada apa dengan kami? Kenapa kami sanggup mengatakan hal-hal semenyakitkan ini, padahal beberapa hari lalu kami masih menertawakan keadaan kami. Kami masih saling bergandengan tangan untuk merawat Gerald, sambil membayangkan kehidupan indah yang menanti kami. 

"Sekarang aku tidak mau lagi hidup bersamamu. Aku tidak mau lagi menikah denganmu, bahkan aku tidak mau lagi bertemu denganmu!" ucapku datar tanpa emosi apapun. Aku sangat membenci Alex.

"Baik, besok kita urus perceraian kita!" jawab Alex juga dengan suara datar.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 65

    "Kebetulan sekali anda ada di sini Tuan George, ada yang ingin saya pastikan," ujar Alex sambil tersenyum sinis.George hanya diam menatap Alex dengan tajam."Kenapa kau berpura-pura menjadi penyuka sesama jenis?""Aku tidak pernah berpura-pura dan tidak pernah mengatakan kalau aku penyuka sesama jenis. Aku bahkan tidak tahu kalau kau berpikiran bahwa aku seperti itu!""Dasar pembohong. Lalu sekarang trik apa yang kau buat hingga Ruth rela menyerahkan tubuhnya?" teriak Alex penuh amarah."Apa maksudmu?" tanya George bingung."Alex, itu adalah masalah pribadi kami. Kau tidak berhak mempertanyakannya!" potongku cepat."Tapi kita baru saja memulai kembali Ruth. Kita baru saja bisa menerima kepergian Gerald dan membicarakannya dengan tenang. Kenapa kau bepaling begitu tiba-tiba? Padahal aku tahu kalau kau juga menginginkanku, tapi kenapa kau malah bercinta dengannya?" tanya Alex dengan mata penuh kebencian."Ya, kau benar akhirnya kita bisa menerima kepergian Gerald dengan ikhlas. Tapi aku

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 64

    "Melakukan hal yang dulu kita lakukan saat pertama kali bertemu," jawabku dengan suara bergetar."Ruth, kau berbohong kan? Tidak mungkin kau melakukan kesalahan yang sama dua kali!""Kenapa tidak bisa?" tanyaku mencoba untuk menjawab sedingin mungkin."Ruth, apa kau mencoba membalas dan menyakitiku? Apa kau semarah itu kepadaku, sampai harus berbohong sejauh ini?""Kau tidak harus percaya dengan kata-kataku. Aku juga tidak sedang berusaha untuk meyakinkanmu. Satu-satunya yang aku minta adalah, berhentilah menggangguku atau ikut campur dengan urusanku. Terutama hal yang berkaitan dengan ibuku, aku mohon berhentilah menemuinya atau bicara dengannya," tegasku lalu segera menutup teleponnya.Alex kembali menghubungiku dan aku kembali menerimanya."Ada apa lagi? Rasanya kita sudah membicarakan semuanya.""Ruth, apakah ini benar-benar akhir kita?" tanya Alex dengan terisak. Dia menangis, dan hatiku ikut tergores mendengar isakkannya."Apa maksudmu? Semua yang ada di antara kita memang sudah

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 63

    "Alex? Apa yang dia katakan?" tanyaku gusar. Sial! Sudah aku katakan jangan ikut campur, mengapa Alex malah sampai menyeret ibuku ke dalam masalah ini?"Ya, semuanya. Mama sudah tahu semuanya, tentang pria ini," jawab ibuku ragu seakan menjaga perasaan George."Apa dia bilang kalau George penyuka sesama jenis? Itu bohong, Ma. Itu hanya pikirannya saja, karena lelucon yang dibuat oleh teman-teman George," tegasku mencoba membuat ibuku percaya kepadaku."Bagaimanapun juga, dari awal sudah mama katakan, jangan menutupi masalah ini dengan kebohongan. Lebih baik katakan saja yang sebenarnya, agak tidak ada masalah di depannya," potong ibuku masih tidak percaya.Ibuku sama sekali tidak tahu, kalau mengatakan kebenaran tidak selamanya menyelesaikan masalah. Malah kebohongan inilah yang membuatku selamat dari hal-hal jahat yang menyerangku."Mama, tidak percaya dengan kata-kataku. Kalau begitu, mama mau bukti apa? Oh mungkin kalau George menghamiliku baru mama yakin. Baik, kalau begitu aku ak

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 62

    Keadaan tiba-tiba berubah menjadi sunyi. Semua mata menatapku lalu mereka kembali menyerangku dengan berbagai pertanyaan."Siapa kekasih anda?""Apakah dia mengizinkan anda bertemu dengan Alex berdua saja?""Lalu kenapa Alex membayar hutang anda?"Untungnya anak buah George segera memotong pertanyaan para wartawan."Tolong satu-satu! Agar Nona Ruth bisa mendengar dengan baik!" perintahnya membuat keadaan kembali tenang.Beberapa orang langsung mengangkat tangan. Anak buah Alex menunjuk seseorang."Apakah kami boleh mewawancarai kekasih anda?"Aku menggeleng pelan, entah mengapa kali ini mulutku berubah menjadi kaku."Benarkah kekasih anda bukan Alex? Kalau begitu apakah anda bisa memberikan bukti?" tanya wartawan berikutnya.Aku semakin bingung dan ketakutan. Ternyata konferensi pers tidak semudah yang kubayangkan. Pertanyaan wartawan yang tajam membuatku tidak bisa berpikir jernih. Sialnya, siapa sangka mulutku mengkhianatiku? Sekarang apa yang harus aku katakan? Mulutku gemetar."Sa

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 61

    Sekarang aku semakin bingung, apa yang harus aku lakukan? Dan, kenapa Alex? Kenapa harus dia? Padahal aku sempat berharap George lah dalang dibalik semua keributan ini. Setidaknya aku tidak akan terlalu kecewa, karena George bukan siapa-siapa. Tapi Alex?[Ruth, apa kau baik-baik saja? Sekarang apa yang akan kau lakukan?] [Tenang saja, sy. Aku sudah menduganya, jadi aku sudah punya rencana. Jangan mengkhawatirkan aku, sebaiknya kau konsentrasi merawat dirimu dan bayi yang ada di kandunganmu.]Aku berbohong. Setelah tahu keadaan Sissy, rasanya tidak mungkin aku melibatkan dia ke dalam masalah ini.[Baiklah, aku percaya kau pasti bisa menyelesaikan semua ini dengan baik.]Aku duduk perlahan di atas tempat tidurku kutekan nomor Alex, dan tidak butuh waktu lama Alex langsung mengangkatnya."Bisakah kita bertemu?" tanyaku tanpa basa-basi.Semakin lama aku bersembunyi dalam kebingungan, maka akan semakin pelik juga masalah ini. Lebih baik aku langsung menghadapinya dan berkonfrontasi denga

  • Cerita Cinta Sang Janda Muda   BAB 60

    "Bukankah kau bilang kau kesulitan menemukan orang yang membayar hutang ayahku? Bagaimana kau bisa menemukannya tiba-tiba?" tanyaku curiga. Meski sekarang aku tidak yakin lagi siapa yang harus aku percayai, George atau Alex."Aku juga tidak yakin, managerku yang menemukannya. Aku terlalu bersemangat untuk memberitahumu, sampai lupa menanyakan bagaimana caranya dia bisa mendapatkan informasi ini," jawab Alex bersemangat."Apa ada buktinya kalau George yang melakukannya?""Tentu saja ada. Managerku memberikanku bukti pelunasan hutang itu dan nama George ada di sana. Tapi ... kenapa kau terdengar tidak percaya?""Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin salah menuduh orang," jawabku berbohong."Oh, baiklah. Kalau begitu aku akan mengirimkan buktinya kepadamu.""Baik, terimakasih."Sebuah gambar masuk ke telepon genggamku tidak lama setelah kami mengakhiri pembicaraan kami.Gambar kertas yang sangat mirip dengan kertas yang diberikan George kepadaku. Hanya saja nama yang melunasinya berbeda.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status