แชร์

Bab 4

ผู้เขียน: Abibu
Entah sudah berapa lama mereka berciuman, akhirnya Jenson melepaskan Suzie. Dia menekan wanita itu ke sudut dinding. Suaranya serak dan rendah. "Kenapa kamu menggodaku? Sudah kubilang, di depan Rishi, kamu nggak boleh berlebihan."

Suzie tidak menjawab pertanyaannya. Dia justru memeluk leher Jenson sambil tertawa kecil. Setelah cukup lama, dia mendekat ke telinga Jenson dan berbisik, "Terus kamu sendiri tergoda nggak? Aku cemburu lho .... Masa aku nggak boleh manja sedikit?"

Sambil merengek, dia terus menggesekkan tubuhnya ke dada Jenson yang kekar. Jenson merasakan kelembutan tubuhnya, tetapi tidak berkata apa-apa. Napasnya semakin berat. Tak lama kemudian, dia kembali mencium Suzie dengan kuat.

"Besok aku akan siapkan kembang api yang sama untukmu. Mulai sekarang, apa yang Rishi punya, kamu juga akan punya. Tapi ingat, jangan sampai kamu membuat keributan di depan Rishi. Itu adalah batasanku."

Walaupun Rishika sudah tahu tentang hubungan Jenson dan Suzie, tetap saja tidak ada yang lebih menyakitkan daripada melihatnya dengan mata kepala sendiri.

Dadanya terasa nyeri, seperti disayat dengan pisau tumpul. Air matanya menggenang di mata, mengaburkan pandangannya. Dari celah pintu yang sempit, dia melihat dua orang yang sudah kehilangan kendali itu.

Jenson mencium leher Suzie, sementara satu tangannya perlahan masuk ke rok wanita itu dari bawah. Suara desahan wanita dan napas tertahan pria bercampur. Akal sehatnya mengatakan dia harus pergi, tetapi kakinya seperti terpaku di tempat, tidak bisa bergerak.

Hanya dipisahkan oleh satu dinding, dia menyaksikan pria yang dulu berjanji tidak akan mengkhianatinya itu kini berhubungan liar dengan wanita lain.

Dengan tangan gemetar, Rishika mengeluarkan ponselnya, mengarahkan ke depan, lalu menekan tombol rekam. Selama mereka di dalam, dia berdiri di luar dan menyaksikan semuanya.

Ketika akhirnya suara napas mereka mencapai puncaknya, dia melihat durasi rekaman di layar. Satu jam 36 menit. Namun, itu belum berakhir.

Saat Jenson membuka bungkus yang kedua, Suzie menghentikannya dengan suara manja, "Sudah, sudah .... Kamu nggak temani istrimu? Di luar dingin sekali, dia sudah nunggu lama."

"Diam! Tiarap!" sela Jenson dengan dingin. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia kembali menguasai Suzie, melanjutkan penaklukan berikutnya.

Kali ini, Rishika tidak sanggup mendengarnya lagi. Dengan langkah terhuyung dan wajah pucat, dia berbalik dan pergi.

Setibanya di rumah, tanpa mengatakan apa-apa, dia mulai mengumpulkan semua kenangan yang berhubungan dengan Jenson selama bertahun-tahun.

Foto-foto mereka, semua hadiah darinya, barang-barang pasangan yang dulu mereka pilih bersama, bahkan gaun pengantin, foto pernikahan, cincin pernikahan ....

Dia memasukkan semuanya ke sebuah kotak, lalu meminta orang memindahkannya ke taman belakang. Setelah semua pelayan pergi, dia mengeluarkan korek api dan membakar kotak itu.

Kemudian, dia menatap taman di belakang. Di sana ada hamparan besar mawar yang dulu ditanam oleh Jenson untuknya.

Saat menanamnya, Jenson pernah memeluknya sambil tersenyum. "Sayang, mawar melambangkan cinta yang murni. Kamu adalah gadis pertama yang membuatku jatuh cinta dan satu-satunya yang ingin kunikahi. Cintaku padamu murni tanpa cela."

Sungguh cinta yang "murni". Mengingat apa yang baru saja dia lihat, Rishika tersenyum sinis, lalu membakar hamparan mawar itu juga.

Api membubung tinggi, membakar habis hamparan mawar yang romantis itu dalam sekejap. Dia berdiri di sana, menatap bagaimana api melahap seluruh kenangan mereka.

'Jenson, mawar itu nggak akan tumbuh lagi. Hubungan kita juga sudah berakhir,' batinnya.

Setelah seluruh taman belakang hancur, Rishika kembali ke kamar dan mulai mengemasi barang.

Ketika dia masih berkemas, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dari luar. Belum sempat dia bereaksi, pintu kamar langsung didorong dengan keras.

Jenson masuk dengan napas terengah-engah, wajahnya penuh keringat. Dia baru merasa lega saat melihat Rishika masih ada di dalam kamar.

"Sayang, kenapa kamu pergi sendirian? Aku hampir gila mencarimu, tahu nggak?" Suara Jenson penuh ketakutan.

Namun, Rishika hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa. Dalam keheningan itu, Jenson akhirnya melihat pakaian yang berserakan di lemari.

Seketika, otaknya seperti meledak. Dia membeku, mendengar suaranya sendiri yang bergetar hebat. "Kenapa kamu berkemas? Kamu mau ke mana?"

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 24

    Rishika segera menata sisa peralatan elektronik, lalu tersenyum sambil menarik sebuah kursi yang baru saja dibongkar dan duduk di samping Theodore.Dengan bantuan Rishika, kecepatan membuka paket akhirnya meningkat. Tak lama kemudian, paket terakhir pun selesai dibuka. Rishika meregangkan tubuh, lalu menatap Theodore sambil tersenyum."Theo, terima kasih. Kalau nggak ada kamu, hari ini pasti nggak akan selancar ini."Ucapan terima kasihnya terdengar sangat tulus, tanpa terasa menjaga jarak. Theodore berusaha terlihat tenang, tetapi ujung telinganya sudah memerah tanpa dia sadari.Telinga yang memerah itu sangat mencolok di kulitnya yang putih. Rishika langsung menyadarinya. Dia sedikit bingung, lalu tanpa sadar bertanya, "Kamu kepanasan? Mau buka jendela biar lebih sejuk?"Awalnya dia mengira Theodore hanya kelelahan, tetapi saat melihat telinganya semakin merah setelah mendengar pertanyaannya, dia langsung menyadari sesuatu.Jantung Rishika berdegup kencang, suaranya seperti menggema

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 23

    Setelah selesai berbelanja, Rishika dan Theodore membawa pulang "hasil perang" mereka yang melimpah.Sekantong besar makanan itu pada akhirnya juga dibawa oleh Theodore. Jika dihitung-hitung, dalam perjalanan ini Rishika mengeluarkan cukup banyak uang, tetapi justru menjadi orang yang paling santai.Mereka tiba di rumah tepat waktu. Baru saja Rishika memasukkan bahan makanan ke kulkas, bel pintu pun berbunyi. Saat dia hendak berbalik untuk membuka pintu, Theodore sudah lebih dulu mendekati pintu.Begitu pintu dibuka, ternyata itu adalah layanan pengiriman yang tadi sudah mereka pesan.Setelah semua barang diantar masuk, melihat ruang tamu yang kini penuh dan sesak, Rishika tak bisa menahan diri untuk menghela napas. "Panen kali ini benar-benar luar biasa."Dulu dia jarang belanja sebanyak ini. Namun harus diakui, melihat satu ruang tamu penuh barang seperti ini memberikan rasa puas tersendiri. Hanya saja, ketika mulai merapikan, barulah dia merasa pusing.Begitu banyak perabot, membuka

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 22

    Di Melbourne.Dengan bantuan Theodore, Rishika membeli apartemen yang berada tepat di sebelah miliknya.Apartemennya tidak besar, tetapi untuk ditinggali seorang diri sudah lebih dari cukup. Hanya saja karena baru pindah, masih banyak barang yang perlu dibeli.Kebetulan di dekat sana ada sebuah mal besar, jadi Rishika pergi berbelanja bersama Theodore.Barang-barang di supermarket sangat lengkap. Dari kebutuhan makan, pakaian, hingga keperluan sehari-hari. Hal ini membuatnya tidak perlu repot berpindah-pindah tempat. Namun, setelah membeli banyak barang, Rishika mulai khawatir bagaimana cara membawanya pulang."Nggak perlu khawatir, supermarket ini punya layanan antar satu jam. Kamu hanya perlu bayar biaya pengiriman."Melihat wajahnya yang murung, Theodore tak bisa menahan senyuman, lalu menjelaskan. Saat dia menoleh dan melihat pipi Rishika yang menggembung kesal, dia justru tertegun.Dalam hatinya, hanya ada satu pikiran, sangat imut!Tatapan langsungnya membuat pipi Rishika sedikit

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 21

    Malam itu juga, Jenson langsung kembali ke tanah air. Sesampainya di kotanya, dia mengemudi mengikuti navigasi hingga menemukan sanatorium tempat Suzie berada saat ini.Kumuh, kotor, berisik, itulah kesan pertamanya terhadap tempat ini.Dengan setelan jas mahal yang dikenakannya, begitu Jenson melangkah masuk, dia langsung menarik perhatian semua orang.Tidak heran, penampilannya benar-benar tidak cocok dengan tempat ini. Orang-orang yang datang ke sini kebanyakan tidak punya uang, tidak memiliki keluarga yang merawat, bahkan tidak mampu mengurus diri sendiri. Makanya, mereka dikirim ke sini.Sementara Jenson jelas bukan orang miskin. Begitu dia mengeluarkan beberapa lembar uang, para perawat di sanatorium langsung mengerubunginya dengan sikap penuh perhatian. Mereka mendekat dan menanyakan siapa yang ingin dia temui, bahkan menawarkan diri untuk memanggil orang itu keluar karena kondisi di dalam kotor."Antar aku menemui Suzie." Dengan wajah dingin, Jenson menolak tawaran perawat dan

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 20

    Mendengar rentetan pertanyaan yang terus dilontarkan, wajah Jenson semakin pucat. Dia terus menggeleng, ingin mengatakan bukan begitu. Namun, melihat reaksinya, Rishika hanya mencibir dingin."Kenapa? Kamu masih mau bilang kamu mencintaiku? Mencintaiku sambil membuat wanita lain hamil? Jenson, cintamu itu benar-benar sampah!"Begitu kalimat terakhir itu jatuh, wajah Jenson benar-benar kehilangan warna. Satu-satunya yang merah hanyalah kedua matanya. Dia menatap dengan penuh permohonan. Suaranya serak saat memberikan penjelasan terakhir, berharap mendapat sedikit belas kasihan dari Rishika."Aku nggak membiarkan Suzie melahirkan anakku .... Aku membawanya ke rumah sakit dan menggugurkan anak itu. Aku benar-benar sudah sadar salah. Setelah itu aku juga nggak pernah menghubunginya lagi. Rishi, kamu percaya padaku ya?"Rishika menggeleng pelan. Di matanya tersembunyi rasa jijik yang dalam. "Aku percaya kamu menggugurkan anak itu dan nggak menghubunginya lagi. Tapi Jenson, kamu tahu nggak,

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 19

    Selama dalam perdebatan mereka, jika Rishika menunjukkan sedikit saja ketidaknyamanan, Theodore akan langsung maju dan membawanya pergi.Soal pria yang mengatakan bahwa mereka belum bercerai itu, siapa juga yang peduli?"Rishi, maafkan aku kali ini ya? Aku janji, aku nggak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Aku juga sudah memutuskan hubungan dengan Suzie, bahkan sudah pecat dia. Jangan marah lagi padaku, ikut aku pulang ya?"Dia berbicara dengan begitu tulus. Jika orang yang tidak tahu kebenaran melihatnya, mungkin juga akan ikut membujuk, menyuruhnya memaafkannya.Kecuali Theodore. Dia tidak mendengar semuanya dengan jelas, hanya menangkap beberapa kata kunci, lalu menyusunnya menjadi sebuah gambaran.Pria di depan yang bermata merah, tampak rendah hati, dan memohon ini, sebenarnya adalah pria yang berselingkuh dan sedang memohon pengampunan dari pasangan sahnya.Dia berdiri di samping, mencibir dingin, melemparkan tatapan sinis pada Jenson.Jenson melihatnya dan menjadi kesa

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 9

    Hari ketika Rishika keluar dari rumah sakit, Jenson tidak muncul. Dia hanya mengirim pesan bahwa hari itu ia tidak bisa datang karena ada urusan dan menyuruh sopir untuk menjemputnya.Rishika tidak membalas, karena sebelumnya dia sudah menerima pesan dari Suzie. Itu adalah sebuah foto.Dalam foto it

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 8

    Rishika berdiri di luar sepanjang malam. Dia diguyur hujan sambil mendengarkan semuanya.Sampai langit mulai terang, baterai ponselnya juga hampir habis, barulah dia berjalan pergi dengan tubuh kaku, menghentikan taksi untuk kembali ke vila.Para pelayan yang melihatnya basah kuyup langsung panik. M

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 7

    Karena masih ada Rishika, pertemuan kali ini tidak berlangsung lama. Melihat hari semakin malam, Jenson pun menghentikan acara dan lebih dulu membawa Rishika meninggalkan ruang VIP.Baru saja mereka sampai di bawah, ponselnya langsung berdering. Setelah melihat nama di layar, Jenson tanpa sadar meng

  • Cinta Abadi yang Lenyap Ditelan Kebohongan   Bab 6

    Tokoh utama acara hari ini, Liron, menatap Jenson yang matanya penuh dengan Rishika, lalu tersenyum menggoda."Bro, kamu ini terlalu memanjakan istrimu sampai bikin orang iri setengah mati. Pantas saja kamu jadi nomor satu di daftar pria paling diinginkan wanita sedunia. Sebentar lagi aku juga nikah

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status