Mag-log inSaat hamil tiga bulan, aku menemukan bahwa satu-satunya kontak yang disematkan Agus di ponselnya adalah mahasiswinya. Stiker-stiker lucu yang akhir-akhir ini dia kirim waktu kami ngobrol akhirnya ada penjelasannya. Aku tidak larut dalam kegalauan. Aku memberi Agus dua pilihan. “Aku gugurkan kandungan dan kita cerai atau kamu putus hubungan dengannya.” Agus tak menjawab. Dia mengurung diri di ruang kerja semalaman. Begitu keluar, matanya merah dan dia berlutut di dekat kakiku. “Dia nggak tahu apa-apa. Aku yang punya perasaan padanya. Hal seperti itu nggak akan terjadi lagi.” Enam tahun pacaran dengan penuh perjuangan, masa harus hancur gara-gara hal sepele begini. Aku tidak rela. Hingga saat aku mengalami kesulitan dalam persalinan dan Agus menerima sebuah telepon. “Agus, orang tuaku memaksaku menikah. Cepat datang, selamatkan aku.” Genggamannya di tanganku langsung terlepas dan Agus langsung berlari ke arah pintu. Dari bawah tubuhku terasa nyeri menusuk. Sambil menggertakkan gigi, aku berteriak, “Agus, kalau hari ini kamu melangkah keluar dari ruang operasi ini, begitu kembali kita cerai.” Langkahnya sempat terhenti, tapi dia tetap pergi. Tangisan bayi pun terdengar dan Agus tetap tidak menoleh. Saat itu, barulah aku sadar pernikahan tiga tahun ini sudah seharusnya berakhir sejak awal.
view moreAgus tersenyum getir, “Aku sudah mengerti. Kamu nggak perlu mengatakannya lagi.”Dia mengambil pena, tapi tangannya terus gemetar.Dulu, saat kami menikah, tangan Agus juga gemetar seperti ini.Pria yang bisa berbicara dengan lancar di hadapan puluhan ribu orang saat mengajar, malah kehilangan ketenangannya di hadapan ratusan tamu di pesta pernikahan kami.Dia berkata, “Angel, akhirnya aku bisa menikahimu.”Dulu, cintanya memang nyata.Begitu pula kebencianku sekarang.Pada akhirnya, ketika cinta telah sampai di penghujung jalan, semuanya bergantung pada hati nurani.Pada akhirnya, Agus tetap menandatanganinya.Dia mendorong surat cerai itu kembali kepadaku. Suaranya terdengar serak.“Angel, setelah kita bercerai, aku masih boleh menemui anak kita?”Aku menatapnya, lalu mengangguk.“Boleh. Tapi kamu nggak boleh membawanya menemui orang-orang yang nggak berhubungan.”Agus terlihat lega, tetapi kesedihan yang tak berujung juga terpancar di wajahnya.“Baik, terima kasih.”Setelah masa ten
Akun media sosialnya dilaporkan hingga akhirnya diblokir. Bahkan artikel-artikel yang dulu memujinya satu per satu kembali diungkit dan kini justru dijadikan bukti bahwa dia hanyalah seorang munafik.Pada akhirnya, Agus tidak punya pilihan selain muncul dan menerima wawancara dari media.Dia tidak menyangkal bahwa dirinya memang telah berselingkuh secara emosional. Dia juga mengungkapkan semua perbuatan Melia sebelumnya kepada publik.“Aku selalu menganggap diriku sebagai orang yang berintegritas. Tapi pada akhirnya, aku tetap kalah oleh kelemahan yang ada dalam diri seorang pria.”“Aku pikir aku hanya memberikan perhatian lebih kepada seorang mahasiswa. Tapi ternyata, hatiku sudah terombang-ambing di antara dua perempuan.”“Aku bersalah kepada istriku. Aku juga sudah nggak pantas lagi mengajar dan mendidik orang lain.”Setelah itu, Agus mengajukan pengunduran diri kepada pihak kampus.Sedangkan Melia, berkat terus menjual kisah penderitaannya, berhasil mengumpulkan cukup banyak pengik
“Aku benar-benar mengira keluarganya miskin, orang tuanya lebih menyayangi anak laki-laki. Aku hanya merasa kasihan kepadanya.”Ini sudah keempat kalinya Agus berlutut di hadapanku.Namun, kali ini hatiku tidak lagi bergejolak. Yang tersisa hanya rasa lelah yang tak berujung.Aku menarik tanganku perlahan.“Agus, di dunia ini masih banyak orang yang jauh lebih membutuhkan belas kasihan daripada dia.”“Kalaupun semua yang dikatakan Melia itu benar, dia bisa mengajukan beasiswa atau mencari pekerjaan paruh waktu.”“Kamu hanya gurunya. Tapi apa yang kamu lakukan untuknya sudah jauh melampaui batas seorang guru.”“Bangunlah, lututmu nggak seharusnya direndahkan seperti ini.”Aku berbalik masuk ke kamar dan menutup pintu, memisahkan diriku dari tangisan dan permohonan Agus di luar.Hari-hari berikutnya, Agus bertindak seperti orang gila.Setiap hari dia datang ke bawah apartemen tempat Ibu tinggal, menunggu dari pagi hingga malam.Sarapan yang dia beli tidak kubuang. Aku langsung memberikan
“Mana mungkin aku nggak kenal? Mantan istriku meninggalkanku dan membawa pergi anak kami karena gadis itu.”“Dulu dia bilang keluarganya memaksanya menikah. Aku sudah memberinya kurang lebih enam miliar dari awal.”“Setelah itu, mantan istriku mengetahui semuanya. Rumah tanggaku hancur berantakan. Jangan-jangan kamu juga ditipu olehnya?”Setiap kata itu terasa seperti hantaman keras yang menghantam hati Agus.Dia menutup telepon, lalu menghubungi nomor kedua dan ketiga.Jawaban yang didapat semuanya sama.Cara yang sama, alasan yang sama dan akhir yang sama, yaitu keluarga yang hancur berantakan.Agus menatap gadis yang dulu begitu dia kasihi dan ingin lindungi itu. Seketika, perutnya terasa mual.Dia bahkan meninggalkan istrinya saat nyawa sang istri berada di ujung tanduk hanya demi perempuan penuh kebohongan dan kelicikan seperti ini. Bahkan dirinya sendiri yang mendorong istrinya semakin dalam ke dalam penderitaan.“Pergi!”Dia menggeram kata itu.Agus langsung mengusir Melia yang


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.